
suatu hari tanggal 27 januari 2009 pagi, sekitar jam 07 saat saya baru bangun tidur, saya di telpon oleh pak naryo dari disnaker jatim. beliau bilang saya diminta untuk jadi salah satu pembicara dalam acara job fair yang diadakan oleh disnaker, tema yang harus saya bawakan adalah 'pengenalan usaha mandiri' rupanya disnaker mulai kewalahan dalam mengelola tingginya para pencari kerja sehingga dalam program-programnya sekarang disisipkan tema tentang wirausaha. disitu saya bilang ke peserta, pernah gak selama ini ngitung berapa banyak duit yang sudah dikeluarkan buat ngirim-ngirim lamaran. kalo belum, coba mulai sekarang mulai dihitung, mestinya cukup banyak duit yang harus dikeluarkan, apalagi kalo setelah lulus, lamaran kita gak kunjung dapat respon. saya bilang juga artinya para pencari kerja ini bukan golongan orang yang gak punya modal. artinya mereka punya uang yang bisa digunakan, tapi penggunaan uangnya selama ini hanya buat bikin lamaran. saya [+]
- air mengalirpun punya tujuan, ...
- Lapangan Golf, Tempat buat nga...
- jika tidak paham, kedit adalah...
- orang Indonesia selalu saja ge...
- terjatuh akibat terlalu yakin ...
- sebuah diskusi ringan tentang ...
- mau makan aja kok sampai ‘in...
- godaan asap sate….
- memang gak selalu duit…
- Aburizal Bakrie, “Saya P...
- kerja efektif secara jika mau ...
- pengangguran oh pengangguran



