<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; universitas Ciputra</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/tag/universitas-ciputra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2010 07:44:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pengusaha dan Pejabat Bertukar Pengalaman Bisnis</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/26/pengusaha-dan-pejabat-bertukar-pengalaman-bisnis/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/26/pengusaha-dan-pejabat-bertukar-pengalaman-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 12:12:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[ciputra]]></category>
		<category><![CDATA[ancol]]></category>
		<category><![CDATA[Aula Garuda Mukti]]></category>
		<category><![CDATA[batam pos]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[gold]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sutiyoso]]></category>
		<category><![CDATA[insinyur]]></category>
		<category><![CDATA[ir. ciputra]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[Jaya Group]]></category>
		<category><![CDATA[kotoran]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[manado]]></category>
		<category><![CDATA[Metropolitan Group]]></category>
		<category><![CDATA[Rektorat Unair]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[taman impian jaya ancol]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas Ciputra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1233</guid>
		<description><![CDATA[







 


Rabu, 18 November 2009

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="banner">
<div id="logojp">
<div><img usemap="#mandarin" src="http://www.jawapos.com/imgs/Logo_6_Jawa_Pos.gif" border="0" alt="" /></p>
<map id="mandarin" name="mandarin">
<area shape="rect" coords="173,63,351,89" href="http://www.jawapos.com/mandarin/index.php" target="_self"></area>
</map>
</div>
</div>
<div id="menusubheader"><script type="text/javascript"><!--
AC_FL_RunContent( 'codebase','http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,28,0','width','600','height','115','src','../imgs/new_banner2','quality','high','pluginspage','http://www.adobe.com/shockwave/download/download.cgi?P1_Prod_Version=ShockwaveFlash','movie','../imgs/new_banner2' ); //end AC code</p>
<p>// --></script> <noscript></noscript></div>
</div>
<div id="underbanner">
<div style="padding: 0px; float: left; width: 400px; margin-top: 7px; font-size: 11px;">Rabu, 18 November 2009</div>
<div style="float: left; margin-top: 3px;"><img src="http://www.jawapos.com/imgs/selalauadaygbaru.jpg" alt="" /></div>
<p><!--</p>
<div style="float:right; margin-right:10px; margin-top:3px;" mce_style="float:right; margin-right:10px; margin-top:3px;"><a href="http://arsipberita.jawapos.co.id" mce_href="http://arsipberita.jawapos.co.id" target="_blank"> <img src="../imgs/linkarsip.jpg" mce_src="../imgs/linkarsip.jpg" /> </a></div>
<p>&#8211;></p>
<div style="float: right; margin-right: 10px; margin-top: 3px;">
<form>
<input size="30" type="text" />
<input style="background-color: #0099ff; color: #ffffff;" type="button" value="search" /> </form>
</div>
</div>
<div id="kolom1" style="border-right: 1px solid #cccccc; float: left; width: 700px; height: auto;">
<div style="margin-right: 10px;">
<div style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;"><!-- <img src="imgs/subbanner_sportivo.jpg" mce_src="imgs/subbanner_sportivo.jpg" /> &#8211;></p>
<div class="judulbesar" style="float: left; height: 36px; width: 690px; color: #000000; background-image: url(../imgs/bannerempty.jpg); background-repeat: no-repeat;">
<div style="margin-top: 5px;">Ekonomi Bisnis</div>
</div>
</div>
<div class="tglgray">[ Selasa, 17 November 2009 ]</div>
<div class="tglgray"><a href="http://warisancoetomocoid.files.wordpress.com/2009/03/eoy_2007_winner_trophy_-_ciputra1.jpg"><img class="alignright" src="http://warisancoetomocoid.files.wordpress.com/2009/03/eoy_2007_winner_trophy_-_ciputra1.jpg" alt="" width="125" height="179" /></a></div>
<div class="judulsedang" style="font-size: 16px;">Pengusaha dan Pejabat Bertukar Pengalaman Bisnis.</div>
<div class="textsedang" style="text-align: justify;">Gerakan <em>entrepreneurs</em> Ir Ciputra terus bergulir. Setelah mengadakan <em>Training of Trainer</em> (TOT) bagi dosen dan mahasiswa, Ciputra membuka kesempatan bagi masyarakat umum. Namanya TOT <em>for Entrepreneurship Educators</em> (TOT-EE). Pada forum yang dibuka awal bulan ini, segala lapisan masyarakat dirangsang saling menumbuhkan semangat berwirausaha.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>VIRUS</strong> <em>entrepreneurs </em>yang<em> </em>disebarkan Pak Ci, panggilan Ir Ciputra, disambut antusias hingga ke segenap penjuru daerah. Tidak hanya melalui lembaga perguruan tinggi, sejumlah pemda pun mulai menghubunginya untuk menggelar program serupa.</p>
<p>Sambutan positif juga ditunjukkan pemerintah pusat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melontarkan persoalan entrepreneurs ala Pak Ci itu ketika mengucapkan pidato resmi di National Summit 2009 beberapa waktu lalu.</p>
<p>Saat membuka forum penting itu, presiden secara khusus menyebut nama Pak Ci. SBY mengatakan mendukung gagasan Pak Ci soal <em>entrepreneurs</em>. Dengan cara itulah kemiskinan bangsa ini bisa diatasi. &#8220;Saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Presiden SBY atas perhatiannya. Artinya, pemerintah juga memiliki komitmen untuk mengembangkan <em>entrepreneurs</em>,&#8221;ucap Pak Ci yang disambut aplaus audiens TOT-EE.</p>
<p>Selama pelatihan tiga bulan, banyak materi yang disampaikan. Peserta tidak hanya dibekali modul, tetapi juga dibimbing pengajar dari para pengusaha sukses yang telah mengikuti TOT sebelumnya. &#8220;Berbagai pengalaman dari pelaku pengusaha akan memacu minat peserta. Selama tiga bulan mereka akan digodok oleh pengajar,&#8221; tutur Pak Ci yang juga mengundang pemilik dan pendiri perusahaan kecantikan Martha Tilaar.</p>
<p>Peserta berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Misalnya, petinju kebanggaan Indonesia Chris John, pelaku seni, guru, dan masih banyak lagi. Pelatihan ini menggunakan metode experimental dan independent learning Ciputra Way. &#8220;Peserta akan mendapatkan <em>basic business</em> dan <em>business life skills</em>. Plus <em>creativity</em> dan  <em>innovation for business,&#8221; </em>terangnya.</p>
<p>Beberapa pengusaha muda yang sukses ikut memberikan dorongan dengan menghadiri pelatihan itu. Salah satu di antaranya adalah Nur Annisa Rahmawati. Anissa kini sukses menjadi pengusaha busana muslim di Jogyakarta. Virus entrepreneur mulai menghinggapinya ketika ia mengikuti pelatihan entrepreneurs di kampus UGM dua tahun lalu. Pelatihan itu digelar <em>Universitas Ciputra Entrepreneurs Centre</em> (UCEC). Pasca-pelatihan, Annisa mencoba menekuni usaha. Ia membuka butik untuk membantu ibu-ibu korban gempa di Kota Gede Jogjakarta. Bermula dari dua karyawan tetangganya, kini usahanya terus berkembang.<span> </span></p>
<p><span> Kini, jumlah karyawan Annisa sudah delapan orang. Agar produk usahanya lebih variatif, Annisa melengkapi gerainya dengan koleksi jilbab plus busana pria. Kerja keras Annissa itu membuahkan hasil. Setidaknya, ia kini didaulat untuk membagi pengalaman bisnisnya kepada peserta pelatihan. &#8220;Seluruh produk dikerjakan manual, tetapi tidak diproduksi secara massal. Maksudnya supaya eksklusifitas busana tetap terjamin,&#8221;kisahnya.</span></p>
<p><span> Peserta pelatihan lain adalah Afgan, mahasiswa S3 Universitas Gadjah Mada (UGM). Selama melakukan penelitian, Afgan menemukan manfaat biogas yang diolah dari bahan baku limbah tandan sawit. Olahan tandan sawit itu dicampur dengan kotoran sapi. &#8220;Teknik itu bisa digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Agar bisa menjadi ladang bisnis yang menggirukan, teknik itu harus mendapatkan sentuhan entrepreneurs terlebih dahulu,&#8221;ucapnya.</span></p>
<p>Tak hanya kalangan pengusaha, para pejabat daerah pun juga semangat mengikuti pelatihan. Andreas Muhrotein, wakil bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, misalnya, <span>datang dengan maksud menjalin kerja sama dengan UCEC yang akan diterapkan di kabupatennya. &#8220;Bentuk kerja samanya dimulai dari kerjasama kurikulum tingkat TK hingga tataran kampus, termasuk tenaga guru dan pegawai di lingkungan Pemda Kubu Raya,&#8221; ujarnya. Sebab, lanjut Wabup, daerah Suburaya memiliki sumber daya alam yang belum dikelola secara maksimal, &#8220;Kami belum mendapatakan pengalaman dan sentuhan enterpreneurs,&#8221; tuturnya. </span></p>
<p>Semangat besar peserta itu rupanya membuat bangga Pak Ci. Pengusaha yang berjuluk Begawan Properti Indonesia itu rela menggelontorkan uang Rp 10 miliar. Dana pinjaman itu digunakan untuk mendukung program entrepreneurs di Indonesia. Kepastian itu dilontarkan Ciputra ketika mengikuti acara TOT pada minggu kedua. Tentu saja tawaran yang diberikan Pak Ci itu disambut antusias 32 peserta TOT. &#8220;Dana bergurlir sebagai modal usaha. Dana itu diberikan kepada masyarakat, mahasiswa, dan siapa saja yang ingin menjadi pengusaha. Namun calon penerimanya harus memenuhi syarat dan lolos seleksi,&#8221; kata Pak Ci.</p>
<p>Cara itu, lanjut Pak Ci, akan memudahkan masyarakat mendapatkan modal awal, utamanya mahasiswa yang terkadang kesulitan modal. Sebab, sebagai pemula, mahasiswa tidak memiliki jaminan usaha yang bisa diagunkan kepada bank. Keluhan itu sering kali diutarakan mahasiswa dalam setiap sesi dialog yang dilakukan Pak Ci.</p>
<p>&#8220;Mereka bersemangat namun tidak bisa memulai usaha karena tidak punya modal. Mau pinjam ke bank terkendala dengan fasilitas dan jaminan,&#8221;kata Pak Ci. Nah, melalui program ini diharapkan mahasiswa mampu menciptakan lapangan kerja. &#8220;Bukannya setelah lulus sibuk mencari lowongan kerja. Setiap orang bisa mengajukan proposal kepada tim yang dibentuk UCEC,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebelum menggelar sesi dialog dengan peserta TOT, Pak Ci sempat menggelar video conference. Dialog jarak jauh itu diadakan peserta seminar entrepreneur Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Setidaknya 600 mahasiswa mengikut seminar itu. Meskipun hanya berdialog jarak jauh, peserta tampak antusias mendengarnya. Sita, seorang mahasiswi FISIP Unair, misalnya, menanyakan tentang berbisnis namun tidak melanggar tradisi kesopanan orang tua. &#8220;Bagaimana caranya jika kita mengajukan ide dan saran ketika sedang menjalankan bisnis namun tidak menyinggung perasaan orang tua,&#8221; tanya Sita.</p>
<p>Menurut Pak Ci, bisnis tetap berjalan dan ide yang disampaikan bisa saja dilakukan tanpa menyinggung kesopanan orang yang lebih tua. Caranya, program bisnis dapat dijabarkan dengan mengungkapkan lebih santun. Menurut Pak Ci, ketika memulai mendirikan PT Pembangunan Jaya dengan Pemda DKI Jakarta, usianya lebih muda dari Gubernur Ali Sadikin. &#8220;Mereka akan menerima jika konsep yang kita sampaikan riil dengan niat ihklas untuk memajukan daerah. Sekarang usia saya 78 tahun. Ketika memasuki usia 70, saya mundur dari direksi. Namun jika memulai usaha dengan niat baik, kinerja apa pun akan dimuluskan Tuhan,&#8221; paparnya.</p>
<p>Lain halnya yang ditanyakan Ahmad Darsada dari ITS. Ia menanyakan, bagaimana agar tetap bisa menjaga semangat entrepreneurs. &#8221;Pak Ci supaya tetap semangat agar jadi entrepreneurs sejati bagaimana ya?&#8221; kata Ahmad Darsada.</p>
<p>Pertanyaan itu disambut Pak Ci dengan memberikan aplaus. Menurut Pak Ci, sebaiknya Ahmad mengikuti dan bergabung dalam komunitas entrepreneurs di kampusnya. Kegiatan komunitas itu nantinya didukung universitas. Sebab program 100 hari pemerintah akan segera dibuka Entrepreneurs Centre di 300 kampus se-Indonesia.</p>
<p>&#8220;Lingkungan, keluarga yang entrepreneurs akan menciptakan iklim semangat untuk terus berkobar,&#8221;ujarnya. &#8220;Pemerintah saat ini serius melakukan gerakan entrepreneurs untuk mengatasi kemiskinan. Bahkan ada dana Rp 70 triliun akan diberikan kepada masyarakat. Jika Rp 10 triliun saja digunakan untuk program bantuan entrepreneurs, itu sama saja memberikan kail kepada rakyat,&#8221; lanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Ci menegaskan, menjual dan berdagang merupakan profesi yang membanggakan. Sukses jadi pengusaha bukan karena bakat, darah biru, atau terpaksa akibat PHK. Bukan pula karena faktor mistik. &#8220;Entrepreneurs itu hanya budaya yang harus ditumbuhkan sejak kecil dari lingkungan keluarga,&#8221; tegas Pak Ci. <strong>(yer/max)</strong></p>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/26/pengusaha-dan-pejabat-bertukar-pengalaman-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>rapot merah</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/25/rapot-merah/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/25/rapot-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 18:17:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[debt collector]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[kredit]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tahanan]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[telinga]]></category>
		<category><![CDATA[terbelenggu]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas Ciputra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1246</guid>
		<description><![CDATA[saya pernah diberitahu oleh seorang mentor entrepreneur saya tentang istilah &#8216;pengusaha itu selalu butuh duit buat menjalankan roda usahanya, sedangkan bank itu selalu melihat kredibilitas dalam mengucurkan dana kreditnya&#8217;
itu memang bener banget dan semua orang juga sudah tau, sebab memang itulah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. siapa sih yang gak mau main aman dalam mengelola [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1641" title="DWS-Raport" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/11/DWS-Raport-150x150.jpg" alt="DWS-Raport" width="150" height="150" />saya pernah diberitahu oleh seorang mentor entrepreneur saya tentang istilah &#8216;pengusaha itu selalu butuh duit buat menjalankan roda usahanya, sedangkan bank itu selalu melihat kredibilitas dalam mengucurkan dana kreditnya&#8217;<span id="more-1246"></span></p>
<p style="text-align: justify;">itu memang bener banget dan semua orang juga sudah tau, sebab memang itulah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. siapa sih yang gak mau main aman dalam mengelola uangnya apalagi jika uang tersebut harus dipinjamkan ke pada pihak lain yang notabene belom dikenal. disisi lain beneran saya ngerasain sendiri saat menjadi pengusaha bahwa memang harus mengeluarkan duit dulu buat mendapatkan duit yang lebih gede lagi, yang pada akhirnya disebut profit.</p>
<p style="text-align: justify;">jadinya seperti lingkaran yang tidak berujung pangkal &#8211; seperti sebuah jargon tentang mana yang terjadi duluan telur atau ayam -</p>
<p style="text-align: justify;">nah dalam kondisi yang begini ini terjadilah adu kepinteran antara pengusaha dengan pihak bank. yang satu supaya kredit buat modal usahanya bisa keluar, sedang yang satunya berupaya agar saat pencairan kreditnya aman dan terbayar sampai lunas.</p>
<p style="text-align: justify;">sebenernya para pengusaha itu tertutama yang bener-bener menggantungkan hidupnya dari bisnis juga gak akan mau main-main dengan uang modal apalagi uang itu hasil dari kredit.  pengusaha tetep punya keingian agar dirinya bisa mengembalikan uang hasil kredit yang diputer dibisnisnya itu tepat pada waktu jatuh tempo.  tujuannya agar semakin dipercaya oleh perbankan sehingga nilai kredit yang diperolehnya dapat naik terus. saya yakin hampir tidak ada pengusaha yang saat mendapatkan uang kredit memang berniat tidak baik untuk membawa kabur duit tersebut.<a href="http://2.bp.blogspot.com/_2zPvcfD1gvM/SmCe0t9xrgI/AAAAAAAAAFA/jLbinrtKQK8/s400/terbelenggu.jpg"><img class="alignright" src="http://2.bp.blogspot.com/_2zPvcfD1gvM/SmCe0t9xrgI/AAAAAAAAAFA/jLbinrtKQK8/s400/terbelenggu.jpg" alt="" width="192" height="144" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">saya juga termasuk yang punya cita-cita mulia itu.  saya juga ngalamin sulitnya mendapat kepercayaan dari bank untuk memperoleh pinjaman walaupun dalam perjalanan bisnis saya, pada akhirnya uang bank yang saya kelola cukup besar. duit kredit itu bukan dibuat main-main atau buat foya-foya tapi beneran diputer dalm bisnis, sekitar lima tahun saya kelola bisnis saya dengan uang hasil kredit itu, hasil yang saya peroleh sangat baik sehingga kepercayaan bank pada saya semakin besar sehingga limit kredit saya selalu naik setiap tahunnya. dan naiknya juga gak tanggung-tanggung selalu dengan plafond yang sangat bagus.</p>
<p style="text-align: justify;">saya juga gak ada niatan buat ngemplang duit itu. tapi tidak ada seorangpun yang menduga jika diakhir tahu 2008 dan diawal tahun 2009 terjadi krisis ekonomi dunia. dimana-mana timbul masalah terutama dikalangan perbangkan. efek dari masalah tersebut, dunia pebankan mengencangkan sabuknya dalam pengucuran kredit. nah kalo bank sudah mengencangkan pengucuran kreditnya yang paling kena imbas adalah para pengusaha, termasuk saya.  tidak ada lagi dana yang bisa diharapkan untuk memutar roda bisnis sambil menunggu tagihan cair atau membeli barang dagangan yang baru.</p>
<p style="text-align: justify;">duit kredit dari bank tidak turun, roda bisnis semakin pelan muternya dan pembayaran tagihan dari  relasipun semakin tertunda, sehingga berakibat fatal bagi bisnis saya. tadinya saya pikir itu hanya terjadi pada diri saya akibat kebodohan saya dalam mengelola bisnis. ternyata saat saya mengeluh dan sharing pada banyak teman, merekapun mengalami kondisi yang sama dengan saya, bahkan seringkali terjadi kondisi mereka lebih parah dari saya.</p>
<p style="text-align: justify;">dengan kondisi rumit ini sebagai entrepreneur saya kan gak pingin mati sia-sia dalam waktu cepat. saya harus bisa bertahan memperkuat pondasi bisnis saya sehingga bisa melawati masa sulit ini. pemasukan yang berkurang membuat pengaturan cash flow dalam bisnis harus ektra hati-hati dan mau tidak mau saya juga akhirnya harus mulai menunda pembayaran tagihan-tagihan yang jatuh tempo. duitnya bukan dibuat macem-macem tapi tetep dipakai buat muterin usaha.  dulu duit yang dipake muterin bisnis, selain dari keuntungan usaha, saya dapat juga dari kredit bank.  tapi sekarang karena kredit bank tidak turun lagi maka duit yang saya pake sebagai ganti dari kredit bank adalah duit yang seharusnya digunakan untuk membayar tagihan yang sudah jatuh tempo.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://endangar.files.wordpress.com/2009/07/borgol2.jpg"><img class="alignleft" src="http://endangar.files.wordpress.com/2009/07/borgol2.jpg" alt="" width="180" height="128" /></a>saya yang tadinya selalu bayar tagihan tepat waktunya kini mulai menunda pembayaran, sehingga beberapa tagihan yang sudah jatuh tempo tidak terbayar saat jatuh temponya.</p>
<p style="text-align: justify;">saya kira ini bisa ditolerir karena toh saat tagihan bulan ini tidak saya bayar, saya sudah terkena  denda dan tambahan bunga akibat keterlambatan pembayaran tagihan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">saya memang pernah kerja di salah satu bank asing saat baru lulus kuliah dulu, jadi sedikit banyak saya paham  apa yang terjadi bila saya gak bayar tagihan tepat pada waktunya. hukuman bagi seorang yang tidak bayar tagihan tepat pada waktunya ke bank adalah tidak hanya terkena bunga berbunga plus denda saja tapi juga tercatat dalam laporan negative di bank indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">ini yang terparah, masuk catatan negative bak indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">tadinya saya agak meremehkan sangsi terakhir. sansi bunga berbunga juga saya remehkan yang saya paling khawatir adalah datangnya para tukang tagih kerumah atau kekantor saya. debt kollektor yang datang itu yang paling saya khawatirkan.</p>
<p style="text-align: justify;">ternyata kekhawatiran saya salah besar.</p>
<p style="text-align: justify;">seperti bunga berbunga dan denda, debt kollektor ini ternyata bisa saya tangani.  mereka akhirnya menjadi kawan baru saya, bahkan  beberapa diantara debt kollektor itu menjadi kawan baik saya dan menjadi partner bisnis saya.</p>
<p style="text-align: justify;">catatan negative bank indonesia yang tadinya saya remehkan ternyata ini merupakan masalah terbesar yang saya terima. yang kelihatannya remeh ini justru yang paling menghancurkan efeknya dan paling berbahaya. tadinya saya beranggapan jika keterlambatan saya dalam pembayaran tagihan mulai diselesaikan pelan-pelan maka catatan itu akan membaik dengan sendirinya, memang prosesnya lama seiring dengan pembayaran saya, itu yang ada dalam pikiran saya.</p>
<p style="text-align: justify;">ternyata yang terjadi sangat mengerikan. catatan negative saya memang membaik tapi tetep saja nama saya sebagai penunggak kredit di bank gak bisa hilang begitu saja. bank tetep tidak percaya terhadap saya walaupun catatan di bank indonesia mulai menunjukkan kemajuan dalam pembayaran.</p>
<p style="text-align: justify;">untuk menjaga supaya saya gak bertambah macem-macem, walaupun saya sudah mulai membayar tagihan nya lagi, bank menutup akses saya di semua jalur kreditnya.  seperti misalnya, jika pinjaman tanpa agunan saya tertunggak maka kartu kredit saya di bank yang sama dan dalam status lancar pembayarannya tetep diblokir oleh bank, sehingga gak bisa saya pakai lagi. mungkin sistem di bank dibuat begitu supaya kerugiannya gak bertambah. tapi akibatnya sangat fatal buat saya, akses pendanaan saya di perbankan semakin tertutup.</p>
<p style="text-align: justify;">efek lainnya, rekening yang ada uangnya juga di blokir sepihak, dan dananya dipakai untuk membayar tagihan tertunggak di bank tempat saya punya rekening yang diblokir itu. dan yang terparah beberapa fasilitas perbankkan yang tadinya saya terima sebagai nasabah mulai ditarik,  karena saya punya masalah dengan bank mereka. artinya semua jalur hubungan saya dengan dunia perbangkan ditutup.</p>
<p style="text-align: justify;">dengan begitu habislah saya. <a href="http://buntomijanto.files.wordpress.com/2008/05/tidak-bebas.jpg"><img class="alignleft" src="http://buntomijanto.files.wordpress.com/2008/05/tidak-bebas.jpg" alt="" width="169" height="187" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">bukan hanya saya, istri sayapun terkena imbasnya, sebagai istri yang bersuamikan seseorang yang punya masalah kredit dengan bank maka diapun dianggap berbahaya pula. akses kreditnya pun ditutup, walaupun statusnya di catatan bank indonesia baik.</p>
<p style="text-align: justify;">modal kerja yang selama ini bergantung dari bank terputus tus tanpa toleransi, bukan hanya di bank yang bersangkutan tempat kredit macet saya, tapi disemua bank di indonesia,  yang mengakses data diri saya berdasarkan rapot merah saya dalam catatan negative bank indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">yang dulu saya mudah dapat fasilitas, saya sekarang seolah-olah menjadi mahkluk mengerikan dan berbahaya yang harus dijauhi semua bank. kalo pingin membela diri sendiri saya bisa berteriak &#8220;itu kan bukan kemauan saya, saya hanya salah satu korban dari krisis, tapi kenapa akibat yang saya tanggung sedemikian berat, lagian saya kan juga terus membayar semua kewajiban saya yang ada di bank&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">jadi cengeng memang akhirnya saya. tapi itu juga jadi salah satu tantangan lagi buat saya untuk tetep bertahan hidup dan mempertahankan perputaran roda bisnis untuk menghidupi keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">tidak ada toleransi &#8211; itu bila kita berhadapan dengan sistem komputer &#8211; sekali jelek ya tetep jadi jelek &#8211; karena yang menilai sistem. tapi kalo pikiran positif ini tetep bekerja dengan baik, otak saya juga akan bilang kalo ada teman saya yang minjem duit ke saya pembayarannya tersendat saya juga akan ekstra hati-hati pada pinjaman berikutnya bahkan bisa jadi tidak akan saya beri pinjaman lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SUZC-H4oBiI/AAAAAAAAArU/N0INJYJqkLg/s320/a+woman+hiding+behind+her+turtle+nect.jpg"><img class="alignleft" src="http://1.bp.blogspot.com/_yxgqRm-MiFI/SUZC-H4oBiI/AAAAAAAAArU/N0INJYJqkLg/s320/a+woman+hiding+behind+her+turtle+nect.jpg" alt="" width="115" height="151" /></a>saya pikir-pikir lagi, ternyata apa yang ada dalam otak saya hampir sama dengan sistem di bank. bahkan seringkali terjadi hal ekstrem dalam penagihan jika pinjamannya kepada investor perseorangan. selain mereka tidak mau tahu tentang kondisi apapun yang bikin pembayaran tagihannya tertunda sering juga diiringi dengan kekerasan fisik.</p>
<p style="text-align: justify;">antara mangkel, sebel dan bersyukur bahwa saya walaupun sudah putus hubungan dengan perbangkan tetep tidak pengalami hal-hal buruk seperti yang sering di suguhkan dalam sinetron di televisi jika ada seseorang yang mengalami kredit macet.</p>
<p style="text-align: justify;">jangan menyerah &#8211; masih banyak jalan &#8211; karena kalo gak bisa lewat jalan besar masih tersedia jalan tikus, jalan rahasia atau jalan di bawah tanah.</p>
<h3 id="comments">3 Responses to “rapot merah”</h3>
<ol>
<li id="comment-3735"> <img src="http://www.gravatar.com/avatar/89640379869f7e29edf79a9371627c9d?s=32&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D32&amp;r=G" alt="" width="32" height="32" /> <cite>yoga EU31 sby</cite> Says:<br />
<small><a href="../2009/11/25/rapot-merah/#comment-3735">December 9th, 2009 at 12:55 pm</a> <a title="Edit comment" href="comment.php?action=editcomment&amp;c=3735">edit</a></small>hebat…kisah yang memotivasi!!!<br />
Trims</li>
<li id="comment-4382"> <img src="http://www.gravatar.com/avatar/5a818cb7e407a1d86a3bb565788736f9?s=32&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D32&amp;r=G" alt="" width="32" height="32" /> <cite>hilman</cite> Says:<br />
<small><a href="../2009/11/25/rapot-merah/#comment-4382">January 4th, 2010 at 9:15 am</a> <a title="Edit comment" href="comment.php?action=editcomment&amp;c=4382">edit</a></small>Pak Sam, spertinya saya akan mengalami kejadian seperti itu.</li>
<li id="comment-4383"> <img src="http://www.gravatar.com/avatar/5a818cb7e407a1d86a3bb565788736f9?s=32&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D32&amp;r=G" alt="" width="32" height="32" /> <cite>hilman</cite> Says:<br />
<small><a href="../2009/11/25/rapot-merah/#comment-4383">January 4th, 2010 at 9:26 am</a> <a title="Edit comment" href="comment.php?action=editcomment&amp;c=4383">edit</a></small>wah, kayaknya ntar lagi saya ngalami itu pak, kasih advise ya pak</li>
</ol>
<ol>
<li id="comment-6307"> <img src="http://www.gravatar.com/avatar/075848ccf8d74b0aee1bdbf30139b457?s=32&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D32&amp;r=G" alt="" width="32" height="32" /> <cite>seruni 12</cite> Says:<br />
<small><a href="../2009/11/25/rapot-merah/#comment-6307">March 11th, 2010 at 2:52 pm</a> <a title="Edit comment" href="comment.php?action=editcomment&amp;c=6307">edit</a></small></p>
<p style="text-align: justify;">saya py pengalaman yg sm, hanya telat sekali, bank udah telpon2, masih untung, teman sy sampe didatangi dept coll yg tdk sopan sampe rumah mo kantor, bikin hidup tdk nyaman. mulai saat itu jd males kalo hub dg bank. tekadku memperkuat basis modal usaha, pikir2 kalo tdak pinjam ke bank sebenarnya kita udah punya usaha bank sendiri dg minimal nasabah satu orang yaitu diri kita sendiri. klo emergency skali baru cari bank lain. lagian bank di sini kurang menarik bunganya tinggi banget 12-13%, bandingkan dgn di cina yang cuma1/3 nya, bhkn kurang, disebtkan bunga bank di indonesia masuk tertinggi di dunia, bgmn kita bisa bersaing dgn pengusaha cina? ini tidak adil. BI perlu direformasi</p>
</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/25/rapot-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sering diasah</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/17/sering-diasah/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/17/sering-diasah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 20:41:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[introgasi]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[olah raga]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[pukulan]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[sma]]></category>
		<category><![CDATA[sma 54 rawa bunga]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tahanan]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[telinga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas Ciputra]]></category>
		<category><![CDATA[volley ball]]></category>
		<category><![CDATA[volly ball]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1122</guid>
		<description><![CDATA[sesuatu yang sulit akan menjadi sesuatu yang mudah bila hal itu sudah jadi kebiasaan. 
seperti seorang pemain volly yang tiap hari harus ribuan kali melatih pukulannya sehinga dengan mendengar suaranya saja dia sudah tau pukulannya akan tepat atau meleset. teori ini saya dapetin dari teman  lama  saya saat di kelas satu sma dulu. dari kecil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">sesuatu yang sulit akan menjadi sesuatu yang mudah bila hal itu sudah jadi kebiasaan. <a href="http://www.limelightagency.com/Stephen-Holland/images/400/womens-olympic-vollyball.jpg"><img class="alignright" src="http://www.limelightagency.com/Stephen-Holland/images/400/womens-olympic-vollyball.jpg" alt="" width="240" height="240" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">seperti seorang pemain volly yang tiap hari harus ribuan kali melatih pukulannya sehinga dengan mendengar suaranya saja dia sudah tau pukulannya akan tepat atau meleset. teori ini saya dapetin dari teman  lama  saya saat di kelas satu sma dulu. dari kecil dia selalu bercita-cita ingin jadi pemain volly ball yang handal jadi dia selalu berusaha menjiwai apapun tentang olah raga bola volly ini. dia belajar dari nol bahkan kamar tidurnya pun dia pake buat ajang latihan. saya kurang tahu istilah-istilah pukulan dalam olah raga ini tapi yang jelas saya sering lihat dia berlatih berbagai macam pukulan volly setiap hari.  dia berlatih berulang-ulang sampe saya bosen ngeliatnya hanya untuk satu kali jenis pukulan saja.  satu kali pukulan dia sanggup mengulangnya sampai berjam-jam dalam sehari bahkan sambil tiduran dikamarnya. jadi gak heran saat seusia saya setelah dia pensiun sebagai pemain dia tetep terpakai sebagai pelatih. dan ditempatnya ngelatih tanpa melihatpun dia dia bisa tau pukulan anak didiknya salah atau bener, melenceng atau masuk.<span id="more-1122"></span></p>
<p style="text-align: justify;">saya rasa teori ini sama persis saat saya masuk ke dunia entrepreneur. saat saya terjun saya blas gak ngerti apa-apa tentang dunia ini. cuman karena tekad aja saya tetep tabah menggelutinya setiap hari. karena sudah bulat keputusan saya buat nyemplung di dunia ini akhirnya saya berusaha untuk memahami dan menjiwainya. setiap hari semua waktu yang ada saya pake buat mempelajari dunia baru yang asing ini. saya baca semua literatur yang ada yang sesuai dengan minat saya tentunya. saya kumpul dengan teman-teman yang juga baru dan ingin berkecimpung dalam dunia yang sama dengan saya. saya ikuti semua seminar yang ada, terutama seminar gratis gak peduli di tingkat rt, kampus atau seminar nasional &#8211; pokoknya asal bertemakan entrepreneur saya usahakan hadir.  saya aktif turut serta dalam setiap forum diskusi dengan para senior, walaupun hanya sebatas sebagai pendengar saja.</p>
<p style="text-align: justify;">saya belom berbisnis, tapi saya asah semua jiwa raga saya dengan segala sesuatu yang ber-aroma entrepreneur.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://evelynpy.files.wordpress.com/2007/09/volly.gif"><img class="alignleft" src="http://evelynpy.files.wordpress.com/2007/09/volly.gif" alt="" width="187" height="164" /></a>saya mulai survey dan mempelajari bisnis-bisnis yang saya minati, saya tongkrongin setiap hari bahkan sampe malem, saya bertanya pada ownernya, pada karyawannya, pada pelanggannya semua yang pingin saya tau tentang bisnis itu.</p>
<p style="text-align: justify;">awalnya cara bertanya saya persis seperti polisi mengintrogasi tahanannya, tentu saja yang saya tanya sering gak mau jawab kadang bahkan sampe saya dimarahin sama mereka. tapi saya cuek aja, pokoknya saya lakukan apa yang mau saya lakukan, hanya karena saya berminat pada hal itu. saya baru berhenti saat saya ditegur, dimarahi atau diusir dari tempat itu. alhamdulillah sampai sejauh ini saya belom pernah diusir karena saya selalu bayar makanan disana dan pasti habisnya banyak soale kemampuan makan saya besar. tapi kalo dimarahin udah sering banget, bahkan menjadi suatu hal yang rutin malah.</p>
<p style="text-align: justify;">ternyata secara gak saya sadari, dari tanya bertanya inilah kemampuang ngomong saya terasah dan dari lihat melihat inilah kemampuan mengamati saya terasah. dan semua ini sekarang berguna pada praktek sehari-hari kehidupan saya sebagai entrepreneur.</p>
<p style="text-align: justify;">sampai saya udah bener-bener punya bisnis real sendiri yang saya kelola setiap harinya, naluri bertanya dan melihat serta mengamati sesuatu itu tetep berjalan dengan sendirinya. rupanya karena terasah dalam praktek hampir setiap hari makanya sesuatu hal yang tadinya sangat sulit buat saya jadi sesuatu yang biasa saja.</p>
<p style="text-align: justify;">saya jadi jago ngomong, ini yang paling kelihatan karena semua orang yang saya kenal dulu saat saya masih kecil, remaja bahkan sampai waktu saya kerja setelah saya lulus kuliah gak nyangka kalo saya yang segitu apatisnya bisa berubah jadi cerewet seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;">saya jadi terbiasa buat mendengar, ini yang paling sulit karena setiap orang walaupun dia punya dua daun telinga tapi sering kali jarang digunakan buat mendengar. naluri kita sebagai manusia bukan untuk mendengarkan orang lain bicara tapi untuk membantah dan bicara terus kepada orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">trus banyak juga kemampuan baru yang sangat berguna dalam bisnis hanya dari hasil mengasah kemampuan mendengar dan melihat saya. menilai karakter orang, meyimpulkan arah pembicaraan orang lain, atau membaca suatu keadaan apakah ini benar-atau salah menurut ke-entrepreneur-an bisa saya dapat dari hasil mendengar dan mengamati setiap hari selama bertahun-tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">sampai sekarang saya terus belajar tentang hal itu dan saya berjanji untuk tidak akan pernah berhenti belajar. saya yakin kemampuan seseorang itu ada batasnya sementara sebuah ilmu atau keahlian itu terus berkembang sesuai dengan kemajuan jaman. <a href="http://media1.itgo.in/intoday/images/Photo_gallery/071708013412_Beach-Volly-1.jpg"><img class="alignright" src="http://media1.itgo.in/intoday/images/Photo_gallery/071708013412_Beach-Volly-1.jpg" alt="" width="198" height="270" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">sekarang saya belajar tidak hanya pada senior tapi lebih banyak porsi mendengar dan mengamati saya digunakan kepada teman-teman yang usianya jauh lebih muda dari saya. saya yakin teman-teman muda saya inilah nanti yang akan menyempurnakan semua ilmu yang saya dapat dari para senior saya. sebab selain semangat para pemuda ini masih bergelora dengan keras mereka juga masih belom menikmati kenyamanan hidup sehingga mereka masih jauh dari rasa takut terhadap resiko. nah disinilah sebebernya gudang ilmu itu berada. mereka belum mengalami dan akan melakukan sesuai dengan kondisi pribadi masing-masing. sedang para senior saya mereka biasanya sudah mengalami sesuatu dan punya kecenderungan hanya mengulang-ulangnya saja &#8211; selain karena kehidupan mereka sudah mapan mereka juga sudah mulai takut akan resiko yang akan menimpa kemamanan bisnis dan kehidupan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">kadang bahan saya sering gak ngerti dan gak paham kenapa saya masih mengasah dan belajar mendengar serta mengamati sampai sekarang. tapi yang saya pegang dalam diri saya adalah, dulu saya mulainya juga dengan mengasah kemampuan mendengar dan mengamati selama bertahun-tahun setiap harinya sampai saya menjadi seperti sekarang ini. makanya saya tetep percaya sampai sekarang sesuatu yang sering diasah itu walaupun nampak luarnya atau secara kasat mata belom tentu ada gunanya sekarang, kelak pasti berguna buat kehidupan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">saya yakin itu dan saya berusaha untuk tidak berhenti mengasah sampai kapanpun&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<h3 id="comments">2 Responses to “sering diasah”</h3>
<ol>
<li id="comment-3407"> <img src="http://www.gravatar.com/avatar/a8d792be5177a5fce981193b990f5ca1?s=32&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D32&amp;r=G" alt="" width="32" height="32" /> <cite><a rel="external nofollow" href="http://hilaludinwahid.com/">Hilaludin Wahid</a></cite> Says:<br />
<small><a href="../2009/11/17/sering-diasah/#comment-3407">November 24th, 2009 at 5:12 am</a> <a title="Edit comment" href="comment.php?action=editcomment&amp;c=3407">edit</a></small> &#8211; kok gambar yg terakhr gtu yah..??? ada yg lbh tertutupkah???</li>
<li id="comment-3441"> <img src="http://www.gravatar.com/avatar/13afd57421435ca9f1f617fc5c3b15bf?s=32&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D32&amp;r=G" alt="" width="32" height="32" /> <cite>samurai</cite> Says:<br />
<small><a href="../2009/11/17/sering-diasah/#comment-3441">November 25th, 2009 at 3:19 pm</a> <a title="Edit comment" href="comment.php?action=editcomment&amp;c=3441">edit</a></small> &#8211; sorry tapi saya memang lagi suka dengan volly pantai putri…</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/17/sering-diasah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sec awalnya</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/16/sec-awalnya/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/16/sec-awalnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 06:14:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[ismbea]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[manado]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas Ciputra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1206</guid>
		<description><![CDATA[ 

Awalnya…….
Tahun 2009 banyak sekali komunitas entrepreneur yang bermunculan di Surabaya. Mereka menggunakan berbagai nama, tapi pada intinya tetep satu tujuan yaitu untuk menyebarkan virus entrepreneur. Tapi saat itu sekitar tahun 2005 – 2006 kondisi jagat entrepreneur di Surabaya belum seramai seperti sekarang ini. Susah banget waktu itu buat nyari tokoh entrepreneur yang mau berbagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Awalnya…….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Tahun 2009 banyak sekali komunitas entrepreneur yang bermunculan di Surabaya. Mereka menggunakan berbagai nama, tapi pada intinya tetep satu tujuan yaitu untuk menyebarkan virus entrepreneur. Tapi saat itu sekitar tahun 2005 – 2006 kondisi jagat entrepreneur di Surabaya belum seramai seperti sekarang ini. Susah banget waktu itu buat nyari tokoh entrepreneur yang mau berbagi dan membimbing seseorang yang ingin merubah haluan hidupnya menjadi seorang entrepreneur. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Seperti yang diketahui bersama, entrepreneur adalah suatu cara menghasilkan uang sendiri oleh si individual tersebut tanpa harus bekerja atau menggantungkan diri pada orang lain. Sulitnya bukan main karena hamper tidak ada contoh dan kalaupun ada, sang tokoh itu sudah terlalu berkibar-kibar bisnisnya sehingga sulit terjangkau oleh para pemula.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Apalagi pandangan masyarakat terhadap dunia entrepreneur masih sangat rendah malah diberbagai tempat, bertindak sebagai entrepreneneur adalah sesuatu yang tabu dan akan mendapat banyak dicemoohan. Sungguh perjuangan yang berat saat itu buat menjadi seorang entrepreneur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pada tahun itu juga sekitar pertengahan 2005 beberapa orang alumnus peserta suatu pelatihan entrepreneur di Surabaya merasa kebingungan. Mereka bingung karena setelah selesai pelatihan itu mereka sangat bersemangat untuk mulai berbisnis, tapi mereka nggak ngerti musti bertindak apa jika mereka menemui suatu permasalahan dalam perjalanan bisnisnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Mereka tidak tahu harus bertanya dan berkonsultasi kemana. Memang dalam pelatihan entrepreneur itu dijanjikan buat para pesertanya berhak berkonsultasi gratis dan setiap saat bila menghadapi masalah. Masalah muncul setiap saat dan sering kali dating pada saat yang tidak diduga-duga, sementara para mentor dalam pelatihan entrepreneur itu tidak setiap saat bisa dimintai pendapatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Dalam kebingungan itu para alumnus peserta pelatihan yang punya kesamaan nasib dan dalam kondisi kebingungan smua akhirnya jadi sering berkumpul bersama. Mereka menjadi cepat akrab karena selain punya persamaan nasib ingin jadi entrepreneur tapi kebingungan mencari jalan untuk menenpuhnya juga karena mereka itu rata-rata usianya belum lagi mencapai 30 tahun-an. Usia mereka sekitar 24-28 tahun. Rata-rata juga masih bujangan dan belum menikah, juga mereka semua para (calon) entrepreneur muda yang memulai bisnis benar-benar dari bawah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Setiap kali berkumpul bersama yang dalam istilah pergaulan disurabaya disebut ‘cankruan’ yang dibahas gak jauh dari masalah bisnis yang mereka alami. Lagi-lagi karena semuanya adalah pemula maka masalah yang dialami oleh mereka masing-masing jadinya hampir-hampir sama satu dengan lainya. Ya sudah, semakin menjadilah diskusi mereka ini jadinya. Yang satu melontarkan masalah dan yang lain yang sudah mengalami, dan melewati masalah itu lalu memberikan saran<span> </span>solusi pemecahannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Hampir setiap hari cankruan itu mereka lakukan kadang kala mulai pagi sampai jauh malam bahkan sampai pagi lagi. Mereka saling butuh semangat dan mereka saling menyemangati satu sama lainnya sehingga cankruan ‘bergizi’ itu jadinya membuat ketagihan dan semakin menjadi agenda rutin. Tempat kumpulnya juga bisa dimana saja, yang paling sering mereka cankruan di warung kopi yang banyak bertebaran di kota Surabaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Bila dua orang diantara mereka sudah berkumpul, maka mereka akan berusaha menghubungi kawan-kawan yang lainnya. Dan kawan-kawan yang lain yang sedang longgar dari aktivitasnya akan bergabung sehingga cankruan akan semakin seru dan semakin bergizi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Akirnya melihat aktivitas bingung dari alumni pelatihan itu salah seorang mentor yang kebetulan juga berdomisili disurabaya, mengusulkan untuk menghidupkan sebuah komunitas entrepreneur Surabaya yang sempat beliau kelola bersama kawan-kawan segenerasinya pada tahun 2002 tapi kemudian menjadi mati suri pada tahun-tahun berikutnya karena para motor penggeraknya menjadi sibuk mengelola bisnisnya masing-masing yang semakin tumbuh besar. Komunitas itu mereka namakan Surabaya Entrepreneur Club atau biasa disingkat SEC. Mentor ini mengajak para alumnus yang sedang bingung ini untuk menghidupkan kembali <span> </span>komunitas itu, supaya mereka bisa punya wadah cankruan yang lebih bonafit dari pada sekedar cankruan yang walaupun penuh gizi tapi seringkali tanpa arah tujuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Tentu saja usulan itu disambut gembira oleh seemuanya. Sehingga tahun 2005 itu resmi kembali dihidupkannya komunitas Surabaya Entrepreneur Club. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Sebagai ketua dupilihlah Faisol Pilar seorang entrepreneur yang bergerak dalam bidang property untuk menggerakkan organisasi ini. Tapi ternyata dalam perjalanan yang hanya hitungan bulan Faisol Pilar tidak sanggup untuk rutin mengumpulkan kawan-kawan yang lain untuk berkumpul dan berdiskusi bersama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Lalu dipilihlah Zainal Fanani untuk menggantikannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Di era kepenguran Zainal Fanani SEC berjalan cepat dengan sering diadakan berbagai kegiatan. Karena para anggota aktif SEC masih muda dan masih baru dalam berbisnis format kegiatan dari SEC ini juga gak jauh-jauh dari jiwa mereka yang masih muda. Agenda rutin dari komunitas ini adalah sharing bisnis. Sharing bisnis adalah acara kumpul-kumpul yang bernuansa serius tapi santai dikemas tetap dalam format cankruan, tapi tempatnya agak dirubah sedikit yang tadinya diwarung-warung kini diadakan dirumah anggotanya. Biasanya cankruan ini diadakan setiap dua minggu sekali. Disini para anggota yang jadi peserta sharing atau cankruan itu akan diajak untuk merubah wawasan atau mindsetnya. Dimana para anggota saling berbagi satu sama lainnya tentang pengalaman bisnis mereka, masalah-masalah yang dihadapi dalam keseharian menjalankan bisnis dan menemukan solusi yang tepat untuk itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Pada prinsipnya kegiatan mereka masih tetep sama cuman formatnya saja yang berbeda. Sebagai penambah semangat dan penambah wawasan karena sudah punya wadah komunitas maka kini SEC sudah bisa mengundang pembicara tamu yang memberikan materi dalam forum-forum SEC.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Rupanya Zainal Fanani tidak bisa juga bertahan lama sebagai ketua walaupun semangatnya masih besar dalam membesarkan komunitas dan menularkan virus entrepreneur. Posisinya yang masih sebagai karyawan suatu perusahaanbesar di Indonesia tidak memungkinkan lagi untuk berkiprah, Zainal mendapat promosi kenaikan pangkat sehingga sering harus keluar daerah bahkan sering harus berkunjung ke pulau-pulau di wilayah Indonesia timur yang merupakan wilayah kerjanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Seringnya Zainal berpergian membuat kegiatan SEC berantakan lagi, seperti anak ayam kehilangan induk, membuat para anggota SEC bingung harus berbuat apalagi dalam berkumpul untuk sharing. Beerapa bulan kegiatan SEC menjai vakum, padahal anggotanya semakin banyak. Karena pada akhirnya yang datang di sharing cankruan ini gak melulu mereka yang sudah punya usaha sendiri, tapi juga yang belom punya bisnis tetapi punya keinginan kuat untuk mulai berbisnis juga boleh ikut. Juga walaupun pada awalnya dirintis dan digawangi oleh para alumni suatu pelatihan entrepreneur tapi kemudian siapa saja yang bukan alumni pun tertarik dating dan bergabung dengan SEC. Intinya siapa saja boleh ikut meramaikan sharing cankruan ini malah yang usianya bukan kategori anak muda juga banyak yang datang, kata mereka supaya ketularan semangatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Kevakuman forum SEC bikin gelisah karena kebutuhan akan forum-forum cankruan yang bergizi ini seakan mendarah daging buat angota-angotanya yang aktif , baik saat cakruan juga aktif dalam meng-aplikasikannya di lapangan bisnis masing-masing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Mereka sadar berbagi ilmu dan membangun jaringan sangat penting untuk pengembangan bisnis kedepan. Salah satu cara berbagi ilmu dan membangun jaringan yang termurah biayanya adalah mengikuti komunitas. Dengan berkomunitas akan membentuk networking, padahal membangun jejaring bisnis adalah salah satu sarat dalam pengembangan bisnis. Tidak ada satupun alasan bagi entrepreneur untuk mengabaikan pentingnya jaringan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Akhirnya diawal tahun 2006 dengan dipelopori oleh sepuluh anak muda yang bersemangat yaitu, Priyo Husodo, Andi Sufariyanto, Samurai, Brian Fauzan, Mudji Harmanto, Dimas Bre, Agus Ariyanto, Riano DP, Samsul Hidayat, Danton prabawanto, dan Bowo Sumiko akhirnya SEC beraktivitas kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Kali ini kesepuluh anak muda itu sepakat untuk memilih Priyo Husodo yang akan memimpin mereka semua dalam membesarkan dan mengelola SEC.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Selain acara rutin forum dan cankruannya yang sudah terkenal itu SEC sebagai sebuah komunitas entrepreneur tetep harus sering berinteraksi dengan banyak pihak, selain untuk menambah networks juga berbagi pengalaman dan mencari ide-ide baru. Jadi forum sharing<span> </span>SEC gak melulu di format seperti cankruan tapi juga<span> </span>bikin semacam seminar kecil yang mendatangkan pembicara dari luar yang lebih ahli di bidang ilmu bisnis seperti pakar francise, pakar managemen, pebisnis radio, pebisnis restoran atau rumah makan yang lebih senior di Surabaya. Bahkan juga mendatangkan pembicara dari Jogjakarta dan Jakarta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Makanya kemudia Priyo Husodo sebagai ketua ketiga SEC kemudian juga sering mengadakan kunjungan bisnis ke berbagai tempat seperti ke radio-radio bisnis dan anak muda Surabaya supaya lebih banyak dapat ilmu dan bisa berbagi dengan masyarakat yang lom sempat datang ke forum cankruaannya SEC. pokoknya visi dan misi komunitas ini adalah menyebarkan virus entrepreneur sebanyak-banyaknya dikalangan muda mahasiswa pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Dibawah kepemimpinan Priyo Husodo pun, SEC tetep mempertahankan budaya cankruannya yang terkenal itu. Sebab seringkali setelah forum atau cankruan “resmi’ yang diadakan dirumah salah seorang anggota, beberapa anggota yang belum puas diskusi, pingin melanjutkan obrolan ke tempat lain, seperti asal muasal para dedengkot cankruan dulu, yaitu warung kopi atau warung pecel dan biasanya juga tetep berlangsung diskusi diselingi canda tawa dan gojlokan-gojlokan sampai pagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">SEC tetep berbudaya tradisional tapi berwawasan global sehingga terus maju berkembang pesat tanpa meninggalkan akar budaya jawatimurnya yang kental.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/16/sec-awalnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jendelaku Menatap Dunia</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/16/1191/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/16/1191/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 05:36:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[buku baru]]></category>
		<category><![CDATA[buku entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[buku entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[indie publishing]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[taman impian jaya ancol]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas Ciputra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1191</guid>
		<description><![CDATA[Friday, November 13, 2009

Jangan Berpikir Jadi Entrepreneur

Dunia entrepreneur adalah dunia yang tidak akan pernah lepas dari tantangan dan gerak dinamis. Berbeda dengan kerja kantoran atau PNS yang mempunyai “jaminan” tiap bulannya dari atasan, entrepreneur adalah atasan alias bos itu sendiri, yang jaminannya adalah keberanian dan kerja cerdas untuk menstabilkan atau bahkan meningkatkan usahanya. Dibutuhkan manusia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 class="date-header">Friday, November 13, 2009</h2>
<p><a name="6394413320037449000"></a></p>
<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/2009/11/jangan-berpikir-jadi-entrepreneur.html">Jangan Berpikir Jadi Entrepreneur</a></h3>
<div class="post-body entry content">
<div style="text-align: justify;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/_IFrPOYAPaIo/Sv19mUytTOI/AAAAAAAAAT4/Pg0rJbRhokc/s1600-h/jangan+jadi+entrepreneur.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403613225284357346" style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 284px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_IFrPOYAPaIo/Sv19mUytTOI/AAAAAAAAAT4/Pg0rJbRhokc/s320/jangan+jadi+entrepreneur.jpg" border="0" alt="" /></a>Dunia entrepreneur adalah dunia yang tidak akan pernah lepas dari tantangan dan gerak dinamis. Berbeda dengan kerja kantoran atau PNS yang mempunyai “jaminan” tiap bulannya dari atasan, entrepreneur adalah atasan alias bos itu sendiri, yang jaminannya adalah keberanian dan kerja cerdas untuk menstabilkan atau bahkan meningkatkan usahanya. Dibutuhkan manusia tangguh untuk menekuni profesi yang satu ini. Penakut? Segera mundur jauh-jauh dari dunia yang satu ini.</div>
<p><span class="fullpost">Keberanian mengambil risiko adalah salah satu kunci yang dipegang Samurai untuk membuka pintu-pintu kesuksesannya. Samurai? Yup, nama asli pria asal Surabaya yang mempunyai hobi cangkruan. Beliau adalah seorang entrepreneur yang bergerak di dunia retail baju cewek, yang sekarang telah memiliki empat toko. Sebuah prestasi yang tidak didapatnya dalam sekejap.</span></p>
<p>“Apapun pilihan kita, selalu ada risiko yang harus dihadapi. Karena tanpa mimpi pun, hidup ini sudah sangat berisiko” hal 2.</p>
<p>Hidup selalu berisiko, apapun pilihan yang diambil pasti menyimpan konsekuensi. Dan lewat buku berjudul “Jangan Berpikir Jadi Pengusaha dan Jangan Berpikir Jadi Entrepreneur”, penulis memprovokasi pembaca untuk memilih jalur kebebasan. Maksudnya jalur kebebasan? Dunia entrepreneur adalah dunia penuh kebebasan, dimana pelakunya tidak terikat dengan aturan. Dunia entrepreneur adalah dunia penuh kebebasan karena kekuasaan tertinggi dalam usahanya berada di tangan mereka sendiri.</p>
<p>Dengan gaya bahasa ceplos-ceplos, penulis menuturkan pengalaman menghadapi kebangkrutan total dengan usahanya di bidang leasing elektronik, yang tidak lantas membuatnya putus asa; pengalaman mendapat penolakan pengajuan kredit yang malah membuatnya memiliki taktik jitu menaklukkan bank; pengalamannya berhadapan dengan karyawan yang cukup menjengkelkan dan memeras pikiran; pengalamannya mengambil trik-trik dari para pebisnis yang telah sukses; dan segala pengalaman ber-entrepreneur yang dia rintis dari titik NOL.</p>
<p>Buku terbitan indiepublishing ini, ditulis berdasarkan pengalaman pribadi, sehingga pembaca tidak akan mendapatkan rincian runut dalam membangun sebuah bisnis. Tetapi pembaca akan lebih dituntut untuk belajar menggunakan daya pikir dan kreasinya tanpa mendapatkan dikte.</p>
<p>Salut, dengan keberanian para entrepreneur menjadi “Tangan Di Atas”, bukan sekedar sebagai penadah gaji.</p>
<p>Judul Buku : Jangan Berpikir Jadi Pengusaha dan Jangan Berpikir Jadi Entrepreneur<br />
Penulis: Samurai<br />
Penerbit: IndiePublishing<br />
Terbit: Pertama, November 2009<br />
Tebal Buku: 220 halaman<br />
Harga: Rp. 45.000</p></div>
<p class="post-footer-line post-footer-line-1"><span class="post-author vcard"> Ditumpahkan oleh <span class="fn">Penikmat Buku</span> </span> <span class="post-timestamp"> di <a class="timestamp-link" title="permanent link" rel="bookmark" href="http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/2009/11/jangan-berpikir-jadi-entrepreneur.html"><abbr class="published" title="2009-11-13T23:27:00+08:00">11:27 PM</abbr></a> </span> <span class="post-comment-link"> </span> <span class="post-icons"> <span class="item-action"> <a title="Email Post" href="http://www.blogger.com/email-post.g?blogID=3980366508770005720&amp;postID=6394413320037449000"> <img class="icon-action" src="http://www.blogger.com/img/icon18_email.gif" alt="" /> </a> </span> <span class="item-control blog-admin pid-1300575413"> <a title="Edit Post" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=3980366508770005720&amp;postID=6394413320037449000"> <img class="icon-action" src="http://www.blogger.com/img/icon18_edit_allbkg.gif" alt="" /> </a> </span> </span></p>
<p class="post-footer-line post-footer-line-2"><span class="post-labels"> Label: <a rel="tag" href="http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/search/label/bisnis">bisnis</a>, <a rel="tag" href="http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/search/label/inspirasi">inspirasi</a>, <a rel="tag" href="http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/search/label/motivasi">motivasi</a>, <a rel="tag" href="http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/search/label/non%20fiksi">non fiksi</a>, <a rel="tag" href="http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/search/label/review">review</a>, <a rel="tag" href="http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/search/label/segala%20umur">segala umur</a></span></p>
<p class="post-footer-line post-footer-line-2">dari :</p>
<p class="post-footer-line post-footer-line-2">
<div id="header-wrapper">
<div id="header" class="header section">
<div id="Header1" class="widget Header">
<div id="header-inner">
<div class="titlewrapper">
<p class="description"><a href="http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/"> Jendelaku Menatap Dunia</a><span>, Bersahabat Buku Memeluk Ilmu</span></p>
</div>
<div class="descriptionwrapper">
<p class="description">(http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/2009/11/jangan-berpikir-jadi-entrepreneur.html)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div id="header-wrapper">
<div id="header" class="header section">
<div id="Header1" class="widget Header">
<div id="header-inner">
<div class="descriptionwrapper">
<p class="post-footer-line post-footer-line-2">
<p class="post-footer-line post-footer-line-2">
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/16/1191/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Tangan Entrepreneur, Sampah dan Kotoran Bisa jadi Emas</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/11/di-tangan-entrepreneur-sampah-dan-kotoran-bisa-jadi-emas/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/11/di-tangan-entrepreneur-sampah-dan-kotoran-bisa-jadi-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 04:02:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[ciputra]]></category>
		<category><![CDATA[ancol]]></category>
		<category><![CDATA[Aula Garuda Mukti]]></category>
		<category><![CDATA[batam pos]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[gold]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sutiyoso]]></category>
		<category><![CDATA[insinyur]]></category>
		<category><![CDATA[ir. ciputra]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[Jaya Group]]></category>
		<category><![CDATA[kotoran]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[manado]]></category>
		<category><![CDATA[Metropolitan Group]]></category>
		<category><![CDATA[Rektorat Unair]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[taman impian jaya ancol]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas Ciputra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1155</guid>
		<description><![CDATA[







 









 






 




Bottom of Form

Ekonomi Bisnis
[ Selasa, 10 November 2009 ]

Ekonomi Bisnis
[ Selasa, 10 November 2009 ] 
Di Tangan Entrepreneur, Sampah dan Kotoran Bisa jadi Emas
Ir Ciputra terus menyebarkan virus entrepreneur. Bersama Presiden Universitas Ciputra Enterpreneurship Center Surabaya Antonius Tanan, kemarin (9/11), pengusaha yang akrab disapa Pak Ci itu menyapa civitas akademika Universitas Airlangga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="banner">
<div id="logojp">
<div>
<map id="mandarin" name="mandarin">
<area shape="rect" coords="173,63,351,89" href="http://jawapos.com/mandarin/index.php" target="_self"></area>
</map>
</div>
</div>
<div id="flbanner"><script type="text/javascript"><!--
AC_FL_RunContent( 'codebase','http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,28,0','width','600','height','115','src','../imgs/bannerflashbaru','quality','high','pluginspage','http://www.adobe.com/shockwave/download/download.cgi?P1_Prod_Version=ShockwaveFlash','movie','../imgs/bannerflashbaru2' ); //end AC code
// --></script> <noscript></noscript></div>
</div>
<div id="banner">
<div id="logojp">
<div>
<map id="mandarin" name="mandarin">
<area shape="rect" coords="173,63,351,89" href="http://jawapos.com/mandarin/index.php" target="_self"></area>
</map>
</div>
</div>
<div id="flbanner"><script type="text/javascript"><!--
AC_FL_RunContent( 'codebase','http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,28,0','width','600','height','115','src','../imgs/bannerflashbaru','quality','high','pluginspage','http://www.adobe.com/shockwave/download/download.cgi?P1_Prod_Version=ShockwaveFlash','movie','../imgs/bannerflashbaru2' ); //end AC code
// --></script> <noscript></noscript></div>
</div>
<div id="banner">
<div id="logojp">
<div>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><img usemap="#mandarin" src="http://jawapos.com/imgs/Logo_6_Jawa_Pos.gif" border="0" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><!--[if !mso]><br />
<mce:style><!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --></p>
<p><!--[endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val=" " /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;">
<input size="30" type="text" /></p>
<div style="padding: 1pt 0in 0in; border: 1pt medium medium solid none none windowtext -moz-use-text-color -moz-use-text-color;">
<p class="MsoNormal" style="border: medium none; padding: 0in; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"><span style="font-size: 8pt; display: none; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Bottom of Form</span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;; color: black;">Ekonomi Bisnis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;">[ Selasa, 10 November 2009 ]</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;">Ekonomi Bisnis</p>
<div class="tglgray">[ Selasa, 10 November 2009 ] <a href="http://warisancoetomocoid.files.wordpress.com/2009/03/eoy_2007_winner_trophy_-_ciputra1.jpg"><img class="alignright" src="http://warisancoetomocoid.files.wordpress.com/2009/03/eoy_2007_winner_trophy_-_ciputra1.jpg" alt="" width="125" height="179" /></a></div>
<div class="judulsedang" style="font-size: 16px;">Di Tangan Entrepreneur, Sampah dan Kotoran Bisa jadi Emas</div>
<div class="textsedang" style="text-align: justify;">Ir Ciputra terus menyebarkan virus entrepreneur. Bersama Presiden Universitas Ciputra Enterpreneurship Center Surabaya Antonius Tanan, kemarin (9/11), pengusaha yang akrab disapa Pak Ci itu menyapa civitas akademika Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dalam seminar bertajuk &#8221;<em>The Secret of Succesfull Enterpreneur</em>&#8221;.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>&#8221;<strong>VIRUS</strong> yang menjangkiti masyarakat sekarang adalah virus enterpreneur&#8221;, tegas Ciputra mengawali seminar yang dihadiri sekitar 100 peserta yang sebagian besar mahasiswa. Di usianya yang hampir menginjak 80 tahun, Pak Ci masih tampak sehat. Pada seminar yang diadakan Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan (PPKK) Unair itu, Ciputra dan Antonius menyampaikan materi dari kantornya di Jalan Prof. Dr. Satrio, Jakarta, dan diikuti peserta di Aula Garuda Mukti, Rektorat Unair, Surabaya melalui teleconference.</p>
<p>Selanjutnya, Pak Ci mengatakan, selama ini mahasiswa telah didoktrin bahwa untuk memperoleh pekerjaan harus dengan pendidikan tinggi. Ironisnya, lanjut Pak Ci, tiga dari sepuluh tukang ojek di Jakarta adalah sarjana. &#8221;Jadi, buat apa sekolah tingi-tinggi ?&#8221; ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta. Karena itu, Pak Ci bertekad ingin mengubah pola pikir mahasiswa. Dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.</p>
<p>Menurut Ciputra, entrepreneur bukanlah keturunan. Entrepreneur hanya lahir dari kalangan entrepreneur. &#8220;Misalnya, dia berasal dari keluarga dengan latar belakang entrepreneur atau dia biasa bergaul dengan kalangan entrepreneur,&#8221; ujarnya. Bagaimana jika tidak tinggal di lingkungan entrepreneur ? Pak Ci mengatakan itu bisa diasah dengan mengikuti pelatihan entrepreneur.</p>
<p>Seorang enterprenenur harus memiliki modal semangat, perasaan sangat ingin yang kuat, dan percaya diri. Semangat dan percaya diri dapat mengembangkan kreativitas. Kemudian, kembangkan gagasan dan ajak partner yang memiliki modal. &#8221;Seorang enterprenenur gagal sepuluh kali tapi bangkit sebelas kali!&#8221;, kata Pak Ci penuh semangat. Kata-kata ini spontan disambut lagi tepuk tangan peserta.</p>
<p>Ide untuk menjadi seorang pengusaha bisa berasal dari mana saja. Dengan membaca koran, jalan-jalan di mal, atau pun dengan perjalanan dari tempat tinggal menuju kampus akan memperoleh ide untuk menjadi pengusaha. &#8220;Sampah dan kotoran bisa berubah menjadi emas,&#8221; tegas Pak Ci.</p>
<p>Kemudian Pak Ci menceritakan, awal upaya dia mendirikan Taman Impian Jaya Ancol dan Perumahan Citraland di Surabaya. Taman Impian Jaya Ancol yang sangat terkenal itu awalnya adalah tempat pembuangan sampah. Sementara Perumahan Citraland di wilayah Surabaya Barat itu awalnya adalah tanah tandus dan tak berpenghuni. &#8220;Siapa sangka wilayah itu kini berubah menjadi perumahan, area bermain air, dan area bermain golf paling ramai dikunjungi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ciputra berharap, suatu saat Indonesia bisa menjadi negara dengan rakyat yang suka mencipta bukan lagi pengikut. Pak Ci mencontohkan mengenai jejaring sosial di internet, facebook. Saat ini, masyarakat Indonesia adalah pengguna facebook. Namun, suatu saat diharapkan masyarakat Indonesia dapat menjadi pencipta. &#8220;Menjadi seorang pengusaha harus mampu menjual produknya. Selain itu, juga harus yakin kalau sanggup menjadi pengusaha,&#8221; katanya.</p>
<p>Pak Ci kemudian mencontohkan sukses seorang pengusaha terkenal di Surabaya. Dahlan Iskan, bos Jawa Pos Group. &#8220;Awalnya dia hanya memiliki satu perusahaan koran, namun saat ini telah membawahi ratusan perusahaan koran,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk menjadi seorang entrepreneur, Pak Ci menyarankan supaya banyak membaca buku tentang entrepreneur.&#8221;Kenali tokoh-tokohnya, bagaimana mereka jatuh bangun membangun usaha&#8221; katanya. Pak Ci juga menyarankan supaya banyak bergaul dengan orang-orang yang memiliki jiwa entrepreneur. &#8221;Dari mereka kita dapat belajar mengenai dunia bisnis.&#8221;</p>
<p>Pertanyaan menggelitik datang dari seorang mahasiswa bernama Farid. &#8221;Kalau setelah lulus tidak dapat kerja, terpaksa jadi entrepreneur. Padahal entrepreneur kan nggak boleh terpaksa. Gimana pak ?&#8221;, tanyanya.</p>
<p>Menjawab pertanyaan itu, Pak Ci mengatakan, &#8221;Menjadi entrepreneur nggak boleh terpaksa. Kalau terpaksa nggak akan semangat. Misalnya Anda nggak mau kuliah, tapi dipaksa kuliah, pasti nggak akan semangat kan&#8221; katanya. Sebelum memulai usaha, Pak Ci menyarankan, tetapkan tujuan usaha apa yang ingin dijalankan. &#8220;Entrepreneur bisa dijodohkan dengan apa saja. Usaha apapun bisa dijalankan,&#8221; ujar pengusaha yang berjuluk Begawan Properti Indonesia itu.</p>
<p>Antonius yang mendampingi Pak Ci menambahkan, sebelum memulai usaha perlu melihat 3E yaitu Ekonomis, Ekpresi Diri, dan Empati Sesama. &#8220;Ekonomis berarti untuk kesejahteraan, ekpresi diri berarti carilah usaha yang sesuai dengan talenta diri, dan empati adalah melihat keadaan masyarakat. Dalam membuka usaha jangan sampai merugikan masyarakat,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebelum menutup seminar, Pak Ci menyampaikan harapannya agar diadakan hari khusus entrepreneur di Universitas Airlangga. &#8221; Salam enterpreneur&#8221;, katanya sambil mengangkat jari tangannya membentuk huruf E.<strong></strong></div>
<div class="textsedang"><strong>(anna marie happy/kim)</strong></div>
</div>
</div>
</div>
<div id="banner">
<div id="logojp">
<div style="text-align: justify;">
<p class="judulsedang" style="font-size: 16px; text-align: justify;">
<map id="mandarin" name="mandarin">
<area shape="rect" coords="173,63,351,89" href="http://jawapos.com/mandarin/index.php" target="_self"></area>
</map>
</div>
</div>
<div id="flbanner"><script type="text/javascript"><!--
AC_FL_RunContent( 'codebase','http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,28,0','width','600','height','115','src','../imgs/bannerflashbaru','quality','high','pluginspage','http://www.adobe.com/shockwave/download/download.cgi?P1_Prod_Version=ShockwaveFlash','movie','../imgs/bannerflashbaru2' ); //end AC code
// --></script></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/11/11/di-tangan-entrepreneur-sampah-dan-kotoran-bisa-jadi-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ali Sadikin Contoh Gubernur Entrepreneur</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/30/ali-sadikin-contoh-gubernur-entrepreneur/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/30/ali-sadikin-contoh-gubernur-entrepreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 10:32:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[ciputra]]></category>
		<category><![CDATA[ancol]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sutiyoso]]></category>
		<category><![CDATA[insinyur]]></category>
		<category><![CDATA[ir. ciputra]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[Jaya Group]]></category>
		<category><![CDATA[manado]]></category>
		<category><![CDATA[Metropolitan Group]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[taman impian jaya ancol]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas Ciputra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=943</guid>
		<description><![CDATA[Ekonomi Bisnis
[ Selasa, 29 September 2009 ]
Ali Sadikin Contoh Gubernur Entrepreneur

Davao di Filipina tidak sebesar dan seriuh Jakarta. Tetapi trik dan aksi sang Wali Kota, Rodrigo Roa Duterte, bisa menjadi inspirasi bagi kepala-kepala daerah di negeri ini. Dia mirip Letnan Jenderal TNI KKO AL (Purn) H Ali Sadikin yang biasa disapa Bang Ali, saat memimpin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Ekonomi Bisnis</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>[ Selasa, 29 September 2009 ]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Ali Sadikin Contoh Gubernur Entrepreneur<span id="more-943"></span><span style="font-weight: normal;"><strong><a href="http://kaya.info/wp-content/uploads/2009/03/ciputra.jpg"><img class="alignright" src="http://kaya.info/wp-content/uploads/2009/03/ciputra.jpg" alt="" width="209" height="299" /></a></strong></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span><span style="font-weight: normal;"><span>Davao di Filipina tidak sebesar dan seriuh Jakarta. Tetapi trik dan aksi sang Wali Kota, Rodrigo Roa Duterte, bisa menjadi inspirasi bagi kepala-kepala daerah di negeri ini. Dia mirip Letnan Jenderal TNI KKO AL (Purn) H Ali Sadikin yang biasa disapa Bang Ali, saat memimpin DKI Jakarta.</span><span> </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span><br />
<strong>SETIDAKNYA</strong></span><span> </span><span>itulah kesan Ir Ciputra setelah membaca laporan INDO.POS (Grup Jawa Pos) yang ditulis dari Davao. Orang menyebut Rodrigo Roa Duterte sebagai walikota nyentrik, walikota koboi, walikota Django, karakter film koboi era 70-an yang dibintangi aktor Franco Nero. Di mata Ciputra, dia sudah bisa dikategorikan sebagai walikota entrepreneur. Dia sudah menciptakan sesuatu yang baru. Dia berinovasi, berkreasi, berdampak lebih baik, dan bermanfaat bagi banyak orang.</span><span> </span></p>
<p>Rodrigo Roa Duterte bisa sangat tegas. Dia disegani baik oleh kelompok-kelompok revolusioner maupun bandit-bandit yang acap mengacau keamanan. Ciputra pun ingat zaman Jakarta dipimpin Gubernur Bang Ali yang juga kontroversial. Orangnya sangat tegas, berani, dan konsisten. Karena itulah, tidak salah jika dia mendapatkan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana tahun 2003, karena dinilai berjasa luar biasa terhadap negara. Khususnya mengembangkan Kota Jakarta sebagai Metropolitan.<span> </span></p>
<p>Presiden Soekarno mengangkat putra bangsa kelahiran Sumedang, 7 Juli 1927 ini sebagai orang nomor satu di ibu kota ini, salah satunya karena dianggap &#8220;keras kepala.&#8221; Pria beralis tegas itu dianggap berhasil, justru karena pembawaannya yang keras itu.</p>
<p>Berkat &#8220;kekerasannya&#8221; itu, Jakarta memiliki Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Ismail Marzuki (TIM), Taman Impian Jaya Ancol, Pekan Raya Jakarta (PRJ), Gelanggang Mahasiswa, Gelanggang Remaja, dan Pusat Perfilman Usmar Ismail. Jakarta juga memiliki bangunan bersejarah seperti Museum Fatahillah, Museum Tekstil, Museum Keramik, dan Museum Wayang. Bahkan, berkat kebijakannya, Jakarta mengembalikan fungsi gedung-gedung bersejarah, seperti Gedung Juang 1945 dan Gedung Sumpah Pemuda.<span> </span></p>
<p>Bang Ali dikenang Ciputra sebagai tokoh tergolong beda, berkarakter, keras, temperamental, tapi tetap berkomitmen tinggi pada kemajuan Jakarta. &#8220;Saya sempat terkaget-kaget dengan aksi koboinya. Saat saya bangun Atrium Senen, pusat perbelanjaan di pusat Jakarta ada satu orang yang berusaha menghasut. Kasak-kusuk sana-sini, untuk memboikot dan menggagalkan proyek pembangunan mal itu. Saya temui Bang Ali, saya laporkan ini semua,&#8221; jelas Ciputra.<span> </span></p>
<p>Apa yang terjadi? Mantan gubernur yang pernah dianggap &#8220;pembangkang&#8221; oleh Orde Baru ini langsung berkata: &#8220;Kamu jemput dia, saya tunggu di sini (Kantor Gubernur DKI),&#8221; kata Ciputra menirukan Ali Sadikin. Tak lama kemudian, orang yang dimaksud datang dan berada di ruang tunggu. Bang Ali keluar dari ruangannya, terus langsung berkata: &#8220;O.. Ini to orangnya?!&#8221;<span> </span></p>
<p>Tanpa ba.. bi.. bu.. Tangan kanan Bang Ali menempeleng si pemuda itu. &#8220;Tidak mengepal, tidak seperti tinju. Tangannya terbuka langsung mendarat di pipi kirinya. Saya kaget juga, wah begini cara Bang Ali menyelesaikan masalah ya, &#8221; kenang Ciputra.<span> </span></p>
<p>Bang Ali menatapnya dengan mata tajamnya, sambil menuding dengan telunjuk kanan di depan mukanya? &#8220;Kamu mau menantang saya? Itu proyek saya bikin untuk memajukan Jakarta. Sekarang hentikan kasak-kusukmu! Beritahu seluruh staf dan karyawanmu, aku akan ke kantormu di Senen,&#8221; katanya.<span> </span></p>
<p>Dua jam setelah itu, Ali Sadikin betul-betul datang ke kantornya, di Senen. Dia menegaskan sekali lagi, apakah dia masih ingin mengacau? Kalau iya, itu akan berurusan dengan dirinya.<span> </span></p>
<p>Peristiwa di tahun 1968 itu bukan yang pertama. Dua bulan kemudian, suami Linda Mangaan ini juga membuat aksi koboi lagi. Gubernur yang nyentrik ini kembali menggunakan fisiknya untuk meneguhkan ketegasan sikapnya. Yakni saat menyerbu tukang calo dan tukang catut tiket di stasiun bus.<span> </span></p>
<p>&#8220;Inilah model entrepreneur yang baik bagi pejabat di negeri ini. Bahkan, tulisan di INDO.POS soal walikota Davao itu bisa jadi semacam replika Bang Ali,&#8221; kata Ciputra.<span> </span></p>
<p>&#8220;Terus terang, saya sudah sampaikan konsep governance entrepreneur ini kepada Pak Fauzi Bowo, Gubernur DKI. Dia orang baik, dia orang pintar. Tetapi dia sangat gampang marah, jika dikritik. Padahal, kritik itu ibarat cermin. Untuk berkaca, sudah sampai di mana saya,&#8221; kata kakek berusia 78 tahun ini<strong>.(*/Don Kardono) (jawa pos)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/30/ali-sadikin-contoh-gubernur-entrepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ir Ciputra : Saya Sukses karena sejak Bayi Pegang Kardus Dagangan</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/30/ir-ciputra-saya-sukses-karena-sejak-bayi-pegang-kardus-dagangan/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/30/ir-ciputra-saya-sukses-karena-sejak-bayi-pegang-kardus-dagangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 10:24:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[ciputra]]></category>
		<category><![CDATA[ancol]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sutiyoso]]></category>
		<category><![CDATA[insinyur]]></category>
		<category><![CDATA[ir. ciputra]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[Jaya Group]]></category>
		<category><![CDATA[manado]]></category>
		<category><![CDATA[Metropolitan Group]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[taman impian jaya ancol]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas Ciputra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=938</guid>
		<description><![CDATA[Ekonomi Bisnis
[ Selasa, 22 September 2009 ]
Ir Ciputra : Saya Sukses karena sejak Bayi Pegang Kardus Dagangan

Virus entrepreneur terus merebak, termasuk di kalangan pelajar. Pada acara di sekolah Kanisius Education Fair, Menteng, akhir bulan lalu, murid sekolah itu antusias menyi mak talk show tentang entreprene ur. Pengamat ekonomi Dr Aviliani dan begawan properti Ir Ciputra [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Ekonomi Bisnis</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>[ Selasa, 22 September 2009 ]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span>Ir Ciputra : Saya Sukses karena sejak Bayi Pegang Kardus Dagangan<span id="more-938"></span><span style="font-weight: normal;"><a href="http://kaya.info/wp-content/uploads/2009/03/ciputra.jpg"><img class="alignleft" src="http://kaya.info/wp-content/uploads/2009/03/ciputra.jpg" alt="" width="209" height="299" /></a></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span><span style="font-weight: normal;">Virus entrepreneur terus merebak, termasuk di kalangan pelajar. Pada acara di sekolah Kanisius Education Fair, Menteng, akhir bulan lalu, murid sekolah itu antusias menyi mak talk show tentang entreprene ur. Pengamat ekonomi Dr Aviliani dan begawan properti Ir Ciputra ha dir untuk memberikan wejangan.</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span><strong>YERI VLORIDA, Jakarta</strong></span><strong><span> </span></strong><span><br />
&#8212;</span></p>
<p style="text-align: justify;">BINCANG-bincang yang berlangsung hangat itu disimak serius oleh siswa. Dalam pen jelasannya, Pak Ci -sapaan akrab Ciputra- mengisahkan tentang dirinya semasa sekolah hing ga kuliah. Menurutnya, menjadi siswa yang sering dijuluki trouble maker (tukang bi kin onar) di kelas tidak menghalangi untuk ke suksesan orang. &#8220;Itu masih wajar alami remaja terutama siswa laki-laki. Saya juga mengalaminya. Waktu sekolah, penjelasan dari guru saya bantah dengan argumen. Dan pada akhirnya guru itu membenarkan ide dan penjelasan saya,&#8221; katanya disambut tawa siswa.<span> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa? siswa seperti itu, menurut Pak Ci, cenderung berbeda dengan murid dan rekan sekolahnya. Sedikit ingin berbuat sesuatu yang beda. Sebab itu pula ide kreatif dan gagasan sering dilontarkan siswa untuk mewujudkan impiannya. Memang sering dianggap tidak wajar dan sedikit provokatif bahkan siswa itu dianggap bandel. Namun, siswa seperti itulah yang akan mengalami kesuksesan.<span> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Diceritakan Pak Ci lagi, semasa kuliah di ITB selalu diajarkan dengan materi rumus yang hi tu ngan yang berat. Akibatnya, siswa sulit me nyelesaikan tugas karena dibebani hafalan ru mus. Mencontek rumus-rumus untuk me­ngerjakan soal ujian. &#8220;Pola pendidikan seperti itu harus diubah. Di sekolah milik Grup Ciputra yang ditekankan yakni program entrepreneurs. Sebab otak kiri dan kanan harus berimbang untuk menciptakan konsep ide dan reaksi aktif. Sehingga siswa bisa jadi cerdas tanpa harus menghafal rumus,&#8221; tukasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lantaran tertarik dengan penjelasan Pak Ci, ketika diberikan kesempatan bertanya, para siswa tampak rebutan. Nicholas, siswa kelas 2 IPA Kanisius. menanyakan, jenis bisnis apa yang cocok dilakukan bagi seorang pelajar. &#8220;Bagaimana jika seorang pelajar untuk memulai usaha. Jenisnya apa yang cocok ?,&#8221; tanya dia. Lain pula dengan pertanyaan yang dilontarkan Nekwel, siswa kelas 2 IPA. Dia minta Pak Ci menjelaskan, apa bisa bersamaan sekolah dan sekaligus menjadi pengusaha ?<span> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Pak Ci menjawab, dirinya dan keluarga sejak lahir di Perigim, Sulawesi Selatan, 78 tahun silam menetap di ruko. Pasalnya, kedua orang tuanya, Tjie Siem Poe dan Lie Eng Nio, merupakan pedagang. &#8220;Tangan saya ketika merangkak sudah memegang kardus dagangan. Lingkungan entrepreneurs tercipta di keluarga sejak kecil,&#8221; kisahnya.<span> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Jika ingin menjadi pengusaha, anak muda zaman sekarang lebih kreatif. Idenya lebih maju contohnya saja bisnis IT yang tengah digandrungi. Buktinya facebook yang merajai dunia maya. Menyesuaikan dengan jadwal bisa dilakukan bersamaan asal tidak mengganggu. Memasarkan dengan memanfaatkan keluarga ayah, paman, kakak dan saudara untuk target market. Terus berlanjut hingga meluas ke pasaran. Ide, konsep marketing, dan risiko adalah yang diperhitungkan dalam bisnis.<span> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Semuanya itu akan menghambat jika ada ide tetapi tidak mengerti. Lalu mengerti pun tidak berguna jika tidak ada aksi. &#8220;Otodidak dan street market akan lebih jitu jika dilakukan daripada hanya mengonsep tetapi no action,&#8221; tuturnya disambut aplaus<span> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, Aviliani dalam pemaparannya juga mengungkapkan pengalaman dirinya semasa muda. Pada saat kuliah di Atmajaya, dia memilih jurusan Ekonomi. Sambil kuliah untuk menambah pengalaman, dia juga bekerja. Pengalaman yang bertahun-tahun di bidang perbankan itu mengasah kemampuannya. Akhirnya pada 2005, dia melanjutkan S3 manajemen bisnis di Universitas Indonesia. &#8220;Saya sangat menyukai dunia perbankan dan ingin bekerja menjadi orang bank. Ya akhirnya memilih jurusan ekonomi,&#8221; jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyesuaian keinginan, kemampuan, dan pilihan jurusan kuliah, kata Aviliani, harus dilakukan siswa sejak awal. Bukan berdasarkan tiru-tiru atau mengikuti tren di rekan satu sekolah. Sebab itu, ketika lulus dari SMA, siswa disarankan untuk memantapkan untuk konsisten dengan pilihan jurusan.<span> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, menurut Presiden Universitas Ciputra Entrepreneurs Center Antonius Tanan, gelar sarjana bukanlah jaminan. Sebab, di Jakarta saja saat ini terdapat 300 perguruan tinggi (PT). Dalam setahun, ratusan PT itu meluluskan ribuan sarjana yang membutuhkan kerja. Bahkan diprediksi pada 2020 mendatang, muncul tuntutan dunia kerja agar para lulusan sarjana memiliki skill entrepreneurs.<span> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Dijelaskannya, di negara belahan Afrika saja entrepreneurs mulai digenjot pemerintah sejak 2008. Sedangkan di Amerika Serikat sudah sejak 30 tahun silam. Mozambik misalnya memiliki penduduk 21.8 juta dengan per kapita mencapai angka untuk Gross Domestic Product (GDP) USD 350. Mozambik juga telah meluncurkan program kurikulum entrepreneurship untuk siswa. Program itu dimulai dari sekolah menengah dan kejuruan di Mozambik. Selain itu, negara lainnya seperti Tiongkok sudah memulai langkah itu dan sekarang terbukti menjadi negara ekonomi maju terkuat di Asia.<span> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Dunia pendidikan dengan konsep entrepreneurs itu juga telah diterapkan di sekolah dan universitas milik Ciputra Grup. Membuat konsep bisnis hingga praktik menjual produk dengan sistem marketing telah diajarkan kepada siswa. Di antaranya di sekolah Global Jaya, Bin taro, dilengkapi dengan program International Baccalaureate (IB) yang diterapkan di berbagai negara di dunia.<span> </span><strong><span>(*/kim)(jawa pos)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/30/ir-ciputra-saya-sukses-karena-sejak-bayi-pegang-kardus-dagangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ir. Ciputra</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/30/ir-ciputra/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/30/ir-ciputra/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 09:18:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[ciputra]]></category>
		<category><![CDATA[ancol]]></category>
		<category><![CDATA[entrepre]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sutiyoso]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[insinyur]]></category>
		<category><![CDATA[ir. ciputra]]></category>
		<category><![CDATA[Jaya Group]]></category>
		<category><![CDATA[manado]]></category>
		<category><![CDATA[Metropolitan Group]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas Ciputra]]></category>
		<category><![CDATA[wikipedia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=928</guid>
		<description><![CDATA[

Ir. Ciputra (lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931; umur 78 tahun) adalah :
seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ciputra menghabiskan masa kecil hingga remajanya di sebuah desa terpencil di pojokan Sulawesi Utara. Begitu jauhnya sehingga desa itu sudah nyaris berada di Sulawesi Tengah. Jauh dari Manado, jauh pula dari Palu. Sejak kecil Ciputra [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong><a href="http://lh6.ggpht.com/_zVDpf8a3zF4/SWIb3Lrb21I/AAAAAAAAAfk/sKygMcDvHZg/ciputra_thumb4.jpg"><img class="aligncenter" src="http://lh6.ggpht.com/_zVDpf8a3zF4/SWIb3Lrb21I/AAAAAAAAAfk/sKygMcDvHZg/ciputra_thumb4.jpg" alt="" width="428" height="218" /></a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><span>Ir. Ciputra</span></strong><span><span> </span></span><span>(lahir di<span> </span></span><a title="Parigi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Parigi"><span>Parigi</span></a><span>,<span> </span></span><a title="Sulawesi Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Tengah"><span>Sulawesi Tengah</span></a><span>,<span> </span></span><a title="24 Agustus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/24_Agustus"><span>24 Agustus</span></a><span><span> </span></span><a title="1931" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1931"><span>1931</span></a><span>; umur 78 tahun) adalah :</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>seorang<span> </span></span><a title="Insinyur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Insinyur"><span>insinyur</span></a><span><span> </span></span><span>dan<span> </span></span><a title="Pengusaha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pengusaha"><span>pengusaha</span></a><span><span> </span></span><span>di<span> </span></span><a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia"><span>Indonesia</span></a><span>. Ciputra menghabiskan masa kecil hingga remajanya di sebuah desa terpencil di pojokan Sulawesi Utara. Begitu jauhnya sehingga desa itu sudah nyaris berada di<span> </span></span><a title="Sulawesi Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Tengah"><span>Sulawesi Tengah</span></a><span>. Jauh dari<span> </span></span><a title="Manado" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manado"><span>Manado</span></a><span>, jauh pula dari<span> </span></span><a title="Palu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palu"><span>Palu</span></a><span>. Sejak kecil Ciputra sudah merasakan kesulitan dan kepahitan hidup. Terutama saat bapaknya ditangkap dan diseret dihadapannya oleh pasukan tak dikenal, dituduh sebagai mata-mata Belanda/ Jepang dan tidak pernah kembali lagi (pada tahun 1944). Ketika remaja sekolah di SMP Frater Donbosco Manado.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Ketika tamat<span> </span></span><a title="SMA" href="http://id.wikipedia.org/wiki/SMA"><span>SMA</span></a><span>, kira-kira saat dia berusia 17 tahun, dia meninggalkan desanya menuju Jawa, lambang kemajuan saat itu. Dia ingin memasuki perguruan tinggi di<span> </span></span><a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa"><span>Jawa</span></a><span>. Maka, masuklah dia ke<span> </span></span><a title="ITB" href="http://id.wikipedia.org/wiki/ITB"><span>ITB</span></a><span><span> </span></span><span>(Institut Teknologi Bandung). Keputusan Ciputra untuk merantau ke Jawa tersebut merupakan salah satu momentum terpenting dalam hidupnya yang pada akhirnya menjadikan Ciputra orang sukses. Keputusan Ciputra untuk merantau ketika tamat SMA merupakan keputusan yang tepat, karena pada usia tersebut muncul adanya keinginan untuk bebas yang disertai rasa tanggung jawab pada diri individu. Ciputra adalah perantau yang sempurna. Dia mendapatkan kebebasan, tapi juga memunculkan rasa tanggung jawab pada dirinya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Setelah menyelesaikan kuliahnya Di<span> </span></span><a title="ITB" href="http://id.wikipedia.org/wiki/ITB"><span>ITB</span></a><span>, Ciputra mengawali karirnya di<span> </span></span><a title="Jaya Group (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jaya_Group&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span>Jaya Group</span></a><span>, perusahaan daerah milik Pemda<span> </span></span><a title="DKI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DKI"><span>DKI</span></a><span>. Keberadaan Ciputra di<span> </span></span><a title="Jaya Group (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jaya_Group&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span>Jaya Group</span></a><span><span> </span></span><span>ternyata tidak terpengaruh oleh kondisi politik. Berbagai perubahan politik telah terjadi, namun Ciputra bisa tetap bertahan di Jaya Group. Ciputra bekerja di<span> </span></span><a title="Jaya Group (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jaya_Group&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span>Jaya Group</span></a><span><span> </span></span><span>sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun dan setelah itu, sampai dengan saat ini, sebagai penasihat bersama Bapak<span> </span></span><a title="Gubernur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gubernur"><span>Gubernur</span></a><span><span> </span></span><a title="Sutiyoso" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sutiyoso"><span>Sutiyoso</span></a><span>. Di perusahaan<span> </span></span><a title="DKI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DKI"><span>DKI</span></a><span><span> </span></span><span>tersebut Ciputra bisa bertahan lama karena dua hal,pertama, Ciputra merasa</span><a title="DKI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DKI"><span>DKI</span></a><span><span> </span></span><span>mewakili rakyat Jakarta dan ia senang bisa melakukan sesuatu untuk rakyat. Kedua, Ciputra merasa diberi kebebasan untuk berinovasi di</span><a title="Jaya Group (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jaya_Group&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span>Jaya Group</span></a><span>, termasuk dalam pembangunan proyek<span> </span></span><a title="Ancol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ancol"><span>Ancol</span></a><span>. Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan<span> </span></span><a title="Metropolitan Group (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metropolitan_Group&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span>Metropolitan Group</span></a><span>, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Pada masa itu, Ciputra duduk sebagai direktur utama di Jaya Group dan di Metropolitan Group sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Namun dengan prinsip hidup yang kuat Ciputra mampu melewati masa itu dengan baik. Ciputra selalu berprinsip bahwa jika kita bekerja keras dan berbuat dengan benar, Tuhan pasti buka jalan. Dan banyak mukjizat terjadi, seperti adanya kebijakan moneter dari pemerintah, diskon bunga dari beberapa bank sehingga ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Ciputra telah sukses melampaui semua orde; orde lama, orde baru, maupun orde reformasi. Dia sukses membawa perusahaan daerah maju, membawa perusahaan sesama koleganya maju, dan akhirnya juga membawa perusahaan keluarganya sendiri maju. Banyak investor yang memegang surat hutang dan saham perusahaan-perusahaan publik yang dimiliki Ciputra. Ciputra harus gigit jari ketika nilai surat-surat berharga tersebut menjadi tidak berharga sama sekali. Selain itu juga banyak nasabah yang dirugikan ketika Bank Ciputra ditutup oleh Pemerintah karena dianggap tidak layak.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Pada usianya yang ke-75, ketika akhirnya dia harus memikirkan pengabdian masyarakat apa yang akan ia kembangkan, dia memilih bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan universitas Ciputra. Bukan sekolah biasa. Sekolah ini menitikberatkan pada enterpreneurship. Dengan sekolah kewirausahaan ini Ciputra ingin menyiapkan bangsa Indonesia menjadi bangsa pengusaha.</span></p>
<p style="text-align: justify;">(sumber wikipedia)</p>
<p class="MsoNormal"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/30/ir-ciputra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
