
saat ngluyur di jakarta tempo hari, saya main kerumah seorang teman sma. dianya tinggal disebuah rumah yang berukuran 3x3,5. ia hidup disana bersama dengan seorang istri dan 2 orang putranya yang sudah duduk di bangky sekolah dasar. bener-bener rumah yang gak layak disebut rumah huni - atapnya terbuat dari asbes yang bila hari semakin siang maka udara di dalam rumah yang bertembok batako tanpa plester serta lantai berkeramik yang sudah hancur di sana sini sehingga plester semennya tampak dimana-mana itu semakan panas dan pengap.
yang tampak mewah dari rumah tanpa perabot itu hanya sebuah televisi 14' jaman dulu yang suara dan gambarnya gak jelas lagi. pintu dan tembok depannya terbuat dari seng sedang ada sebuah pintu dari seng yang berhubungan dengan halaman belakang yang sudah dilapisi plester semen. di sana ada tempat cuci piring yang menjadi satu [+]
- Lapangan Golf, Tempat buat nga...
- jika tidak paham, kedit adalah...
- orang Indonesia selalu saja ge...
- terjatuh akibat terlalu yakin ...
- sebuah diskusi ringan tentang ...
- mau makan aja kok sampai ‘in...
- godaan asap sate….
- memang gak selalu duit…
- Aburizal Bakrie, “Saya P...
- kerja efektif secara jika mau ...
- pengangguran oh pengangguran
- ketika anak-anak merasa di ter...



