<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; sombong</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/tag/sombong/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 05:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>jangan pernah sombong &#8211; berpikir untuk bercanda sombong saja jangan</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/16/jangan-pernah-sombong-berpikir-untuk-bercanda-sombong-saja-jangan/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/16/jangan-pernah-sombong-berpikir-untuk-bercanda-sombong-saja-jangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 16:21:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[allah]]></category>
		<category><![CDATA[arrogant]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[hukuman]]></category>
		<category><![CDATA[punishment]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[syeh pudji]]></category>
		<category><![CDATA[syeh puji]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=865</guid>
		<description><![CDATA[
awalnya saya gak mengerti kenapa kok saya beberapa bulan lalu dapat musibah dengan hancurnya cash flow bisnis saya yang turun ke level 50% sehingga menggangu kemampuan bayar dan kemampuan transaksi dagang saya. sampai pada suatu hari saat saya sedang tidur saya dapat mimpi potongan-potongan kejadian yang gak nyambung ujung pangkalnya. karena saya anggap mimpi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://www.photopumpkin.com/wp-content/uploads/tit-for-tat.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.photopumpkin.com/wp-content/uploads/tit-for-tat.jpg" alt="" width="161" height="107" /></a>awalnya saya gak mengerti kenapa kok saya beberapa bulan lalu dapat musibah dengan hancurnya cash flow bisnis saya yang turun ke level 50% sehingga menggangu kemampuan bayar dan kemampuan transaksi dagang saya. sampai pada suatu hari saat saya sedang tidur saya dapat mimpi potongan-potongan kejadian yang gak nyambung ujung pangkalnya. karena saya anggap mimpi yang gak jelas saya cuekin saja mimpi itu, paling karena saya kecapean jadinya dapat mimpi yang gak jelas ujung pangkalnya. <span id="more-865"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>nah yang aneh lagi beberapa hari kemudian saat saya sedang mandi tiba-tiba dalam benak saya terlintas bayangan mimpi itu, tapi sekarang lebih jelas dan nyambung sehingga tercipta suatu rangkaian cerita. dan yang mengagetkan rangkaian cerita itu menjawab pertanyaan saya kenapa saya kok dapat musibah sedahsyat itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;">dalam bayangan saya terlintas perbuatan saya pada saat lebaran tahun lalu, saat itu di media massa heboh tayangan dan tulisan mengenai musibah di kota pasurun dimana ada seorang pengusaha kaya dan berpengaruh yang membagikan zakatnya secara langsung, sehingga menimbulkan korban jiwa kematian puluhan orang yang seharusnya menerima zakat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">musibah itu lalu saya pikir-pikir dan saya bikin guyonan. pertama kali guyonan itu saya lontarkan pada orang rumah, saya bilang ke ibunya anak-anak bahwa sebenarnya total jumlah nominal yang diberikan si orang kaya itu gak banyak-banyak sekali, tapi menjadi terlihat banyak karena diberikan dalam jumlah pecahan nominal 20 ribu rupiah sehingga berkesan sangat banyak, dan itu tambah berkesan dari jumlah kaum fakir yang mengantri.<a href="http://susansudarwin.files.wordpress.com/2008/11/sombong.jpg"><img class="alignright" src="http://susansudarwin.files.wordpress.com/2008/11/sombong.jpg" alt="" width="144" height="144" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">saya bilang lagi jumlah segitu, selisihnya tidak lebih banyak dari jumlah total uang yang kita keluarkan, bila tidak dikeluarkan perbulan tapi dikeluarkan setahun sekali menjelang hari raya. trus angan-angan saya jadi bertambah liar, saya juga pingin melakukan itu didepan rumah saya supaya keliahan oleh orang banyak. tapi tindakan itu akan saya lakukan secara aman dengan melibatkan petugas kemanan supaya semuanya berjalan tertib dan tidak menimbulkan korban. pikiran liar saya itu ditertawakan oleh ibunya anak-anak dan dia sama sekali tidak setuju, karena menurutnya itu termasuk perbuatan pamer dan bisa memuat saya kemudian menjadi sombong dan lupa diri. karena tidak disetujui maka saya abaikan rencana saya itu, karena saya yakin bener omongannya bahwa dengan perbuatan yang maksudnya baik tapi caranya kurang baik itu kecenderungan untuk pamer dan sombong menjadi terbuka lebar.</p>
<p style="text-align: justify;">saya memang membuang niat itu jauh-jauh. tapi saya tidak diam saja, karena saya suka ngobrol maka selalu bercerita kemana-mana terutama dengan kawan-kawan dekat tentang rencana konyol tersebut. maksudnya hanya sebagai bahan guyonan, tapi mungkin karena saya keseringan bercerita rasa-rasanya perbuatan saya itu tidak disukai oleh allah dan saya kemudian di hukum olehNya. saya di tampol ‘pla-plak-plak’ tidak secara langsung sih, tapi kemudian hukuman itu terasa jauh setelah hari raya lewat.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://images.plurk.com/3150118_8b593d99e7f594b00870299d53431292.jpg"><img class="alignright" src="http://images.plurk.com/3150118_8b593d99e7f594b00870299d53431292.jpg" alt="" width="151" height="134" /></a>awalnya tidak terlalu terasa tapi cukup mengganggu, beberapa bulan setelah tahun baru saya lewati, ada gejala permasalahan dalam rumah tangga kami bukan masalah keuangan tapi masalah lain berlanjut pada pertengkaran hebat antara saya dan ibunya anak-anak. yang namanya dalam kondisi tidak nyaman karena sedang bertengkar, berefek juga dalam pekerjaan kami sehari-hari termasuk dalam bisnis kami. komunikasi kami yang biasanya lancar jadi agak terhambat dan sering jalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi satu dengan lainnya. suatu hari saat hendak mengembalikan uang kepada investor ibunya anak-anak dirampok dengan cara mobilnya dikempeskan dan saat dia turun memeriksa ban mobil, tas tangannya yang diletakkan di jok dekat sopir dirampas dan dibawa kabur penjahat.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://yamaha-vega.or.id/images/article/AR0712270001_01_Sombong-2008.jpg"><img class="alignleft" src="http://yamaha-vega.or.id/images/article/AR0712270001_01_Sombong-2008.jpg" alt="" width="151" height="151" /></a>padahal dalam tas itu ada uang dalam jumlah besar dan perhiasan yang harus dikembalikan pada investor. karena kejadian itu raiblah uang pinjaman tersebut. membawa uang dalam nominal besar menurut saya bukan perbuatan ceroboh karena uang segitu sebenarnya sedikit secara fisik karena berupa pecahan 100 ribu-an, maksudnya bisa dengan mudah diselipkan sehingga tersembunyi dengan aman. tapi mungkin karena sudah diatur oleh allah maka jadinya uang yang tadinya diselipkan dipindah kan kedalam tas karena rumah investor yang dituju sudah dekat, dan uang itu dibawa begitu saja karena si investor ini tradisional banget sehingga tidak akrab dengan bank.</p>
<p style="text-align: justify;">pokoknya alasannya pembelaannya norak banget deh!!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">ya sudah uang investor lenyap dan kami harus mengganti uang tersebut dan itu semua merembet ke perngaturan dan perputaran cash flow bisnis kami sampe akhirnya terjadilah kejadian ‘kaki diatas dan kepala dibawah’……….</p>
<p style="text-align: justify;">tadinya saya pikir ini hanya musibah belaka, apalagi didukung oleh sedang terjadinya peristiwa krisis ekonomi dunia. banyak orang sedang kesulitan, tapi dengan rangkaian cerita yang tiba-tiba muncul dalam benak saya, membuat saya sadar bahwa ini bukan krisis dan musibah belaka, tapi rasanya saya sedang ditegur oleh allah karena saya sombong. yang lebih membuat yakin lagi, ketika kami hitung jumlah uang yang dirampok itu hanya beda tipis &#8211; dua level dibawah jumlah uang yang rencananya dalam benak saya secara bercanda akan saya bagikan sebagai zakat pada hari raya (levelnya kelipatan 5 juta). dua stip dibawah jumlah yang saya guyonkan pada kawan-kawan saya.<a href="http://wallpaper.iluvislam.com/image/bumi-2.gif"><img class="alignright" src="http://wallpaper.iluvislam.com/image/bumi-2.gif" alt="" width="169" height="112" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">saya merasa allah masih sangat sayang pada kami dan saya merasa bahwa kami tidak dihukum secara keras banget, tapi hanya berupa teguran saja. hanya sebagian dari uang uang kami yang hilang, tapi efeknya jadi luar biasa, karena kami sangat terbebani secara moril dan perasaan. walau hanya ditegur, itupun rasanya sudah berat banget buat kami, terutama buat saya.</p>
<p style="text-align: justify;">ini pelajaran buat saya dan keluarga supaya tidak mengulangi perbuatan itu lagi. buat berpikir dan berencana saja saya sekarang tidak berani.</p>
<p style="text-align: justify;">saya merasa, tindakan saya yang belum terlanjur berbuat dalam tindakan pamer dan sombong secara real, melainkan masih berupa angan-angan dan dimulut saja, sudah ditampar segitu keras dan menyakitkan, lalu bagaimana yang bertindak real?</p>
<p style="text-align: justify;">pasti lebih sakit lagi hukumannya.<a href="http://belajaraffiliasi.com/wp-content/uploads/2009/07/syech-Puji1.JPG"><img class="alignright" src="http://belajaraffiliasi.com/wp-content/uploads/2009/07/syech-Puji1.JPG" alt="" width="200" height="141" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">ini masih dugaan saya secara pribadi. semua orang yang bertindak pamer untuk pembagian zakat saat lebaran tahun lalu dapat musibah. saya yang hanya berpikir dan berkata guyon dapat hukuman. pelaku di pasuruan yang rencananya hendak saya contoh lebih berat lagi hukumannya dari saya. orang kaya itu sekarang sakit keras karena strees akibat tidak kuat menanggung beban dari banyaknya korban yang meninggal akibat perbuatannya yang seharusnya merupakan pekerjaan mulia. belum lagi putranya diperiksa dan ditahan oleh yang berwajib karena perbuatan itu dianggap tindak pidana.<a href="http://3.bp.blogspot.com/_HWragR5Ao68/RvyBmPvsy9I/AAAAAAAAADI/YGZBxJ-0Pe4/s320/fakir+miskin.jpg"><img class="alignleft" src="http://3.bp.blogspot.com/_HWragR5Ao68/RvyBmPvsy9I/AAAAAAAAADI/YGZBxJ-0Pe4/s320/fakir+miskin.jpg" alt="" width="154" height="115" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">lalu ada satu lagi pelaku yang bertindak serupa dari kota semarang. memang pembagian zakatnya berlangsung aman dan tertib tapi efek lain dari kejadian itu membuatnya menderita jauh lebih parah dari yang saya rasakan. karenanya saya merasa, dia juga dapat hukuman dari allah akibat pembagian zakat itu. hukumannya juga tidak langsung saat itu juga seperti yang saya alami.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi jauh-jauh hari setelah peristiwa zakat di bulan romadhon tahun 2008 itu lewat, dia mendapat berbagai cobaan dan musibah akibat perbuatannya sendiri memang, akibatnya kini orang itu sedang di penjara oleh pihak yang berwajib karena tuduhan berbagai kasus. tindakannya memang kurang terpuji, tapi tindakan-tindakan yang hampir sama sebelum-sebelumnya tidak membuat orang itu punya masalah hukum apapun, bahkan dia menjadi tokoh di daerahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">yang jelas kalau saya hanya morilnya yang kena sebagai hukuman, orang dari semarang dan pasuruan itu terkena hukuman secara lengkap baik secara fisik maupun moril.</p>
<p style="text-align: justify;">sungguh mengerikan sekali………</p>
<p style="text-align: justify;">jadinya saya kapok tidak akan lagi mengulanginya, hanya berpikir dan berkata guyonan saja hukuman buat saya begitu berat apalagi kalau sampai terealisasi…….</p>
<p style="text-align: justify;">saya berjanji tidak akan sombong, berniat dan berpikir saja kini tidak berani apalagi sampai bertindak…..</p>
<p style="text-align: justify;">moga-moga niat ini berjalan lancar dan dikabulkan allah!!!!!!!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://bajangkar.files.wordpress.com/2009/03/syekh-puji-uang.jpg"><img class="alignleft" src="http://bajangkar.files.wordpress.com/2009/03/syekh-puji-uang.jpg" alt="" width="150" height="133" /></a>hiiiiiiii…….</p>
<p style="text-align: justify;">mungkin nasib saya akan sama dengan dua orang tadi, dapat hukuman secara fisik dan moril yang membuat apa yang dirintis dari nol secara bertahun-tahun hancur lebur dalam sekejap saja, padahal mereka berdua masing-masing menjadi tokoh masyarakat di daerahnya masing-masing. mereka yang tokoh saja tidak bisa berbuat apa-apa dalam menghadapi hukuman allah, apalagi saya yang bukan siapa-siapa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/16/jangan-pernah-sombong-berpikir-untuk-bercanda-sombong-saja-jangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kok gitu sih bentuknya!</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/07/kok-gitu-sih-bentuknya/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/07/kok-gitu-sih-bentuknya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 15:07:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk]]></category>
		<category><![CDATA[kere]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[potongan]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[salah satu sifat jelek saya adalah sering sekali menilai seseorang dari penampilan luarnya.setiap kali saya ketemu dengan seseorang yang saya liat pertama adalah penampilannya, bersih apa enggak, keren apa enggak, kendaraan yang dipakainya apaan, kalo mobil bagus apa enggak, pokoknya yang gitu-gitu deh. kalo hanya sekedar ketemu teman baru sih gak terlalu parah saya menilai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>salah satu sifat jelek saya adalah sering sekali menilai seseorang dari penampilan luarnya.<span id="more-219"></span><a href="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/03/positive.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-228" title="positive" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/03/positive-300x300.gif" alt="" width="300" height="300" /></a>setiap kali saya ketemu dengan seseorang yang saya liat pertama adalah penampilannya, bersih apa enggak, keren apa enggak, kendaraan yang dipakainya apaan, kalo mobil bagus apa enggak, pokoknya yang gitu-gitu deh. kalo hanya sekedar ketemu teman baru sih gak terlalu parah saya menilai seseorang dari bentuk luarnya. yang terparah kalo pas saya ketemu dengan seorang yang saya sering dengar nama bekennya atau di puji-puji sama teman-teman dekat saya sebagai tokoh yang dikagumi atau ketemu sama orang yang artikelnya sering saya baca di media.</p>
<p>begitu ketemu sama orang-orang tadi, otak kotor saya langsung bekerja secara otomatis, &#8220;lho orang ini bentuknya aja cuman kayak gitu, gak ada potongan orang kaya blas, kok bisa ya teman-teman saya memuji-muji&#8221; begitu biasanya otak kotor saya mengolah data yang ada.</p>
<p>&#8220;dari bentuknya aja masih kerenan saya, mobilnya aja masih bagusan mobil saya, baju yang dipakai biasa aja, trus dimana kehebatannya? kok teman-teman pada memuji-muji?&#8221; gitu pertanyaan yang muncul.</p>
<p>&#8220;kok bisa-bisanya orang kayak gitu bikin orang lain terpesona, apa ya hebatnya?&#8221;</p>
<p>kayak gitu deh pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari dalam otak kotor saya. sangat parah, saya sadar kalo pikiran kotor kayak gitu jelek banget tapi saya juga susah banget ngilanginnya. karena muncul secara otomatis, kayaknya saya berusaha keras buat ngelawannya. yang saya lakukan biasanya berusaha mencari data yang lebih banyak tentang orang-orang tadi. dari data yang saya dapat biasanya saya pake buat ngelawan pikiran kotor yang sudah bercokol duluan di otak saya.</p>
<p>bentuk, potongan seseorang kadang memang bisa menipu tapi yang gak bisa menipu adalah &#8216;aroma aura&#8217; dari orang tersebut. seseorang dengan bentuk dan potongan kere gak bakalan bisa menyembunyikan aroma aura priyayinya kalo emang dia itu pada dasarnya priyayi. tapi seseorang yang gak punya aroma aura priyayi dalam kondisi gimanapun kerennya tetep gak bakalan bisa menampakkan aura priyayinya. yang paling parah adalah sudah bentuknya gak keruan plus gak punya aroma aura priyayi, nah yang kayak gini kok bisa-bisanya jadi tokoh panutan.</p>
<p>itu yang sering bikin saya heran, gak habis pikir atau bikin keraguan dalam hati saya. trus memunculkan rasa sombong dalam diri saya, apa bener saya harus ndengerin omongannya atau apa bener saya harus bertindak sesuai dengan apa yang dia bilang. pokonya banyak deh muncul pertentangan dalam diri saya.</p>
<p>tapi dari orang-orang tadi, walau bagaimanapun bentuknya mereka dan apapun data yang saya peroleh, saya akan tetep harus salut juga pada akhirnya pada mereka, karena kepercayaan diri yang ada pada diri orang-orang tadi sudah bisa bikin orang lain terpengaruh, sudah bisa meng-inspirasi orang-orang yang ada disekitarnya.</p>
<p>bentuk jelek, gak keren, mobil butut, duit cekak ternyata gak penting-penting bener. itu cuman ada di otak kotor saya. yang terpenting ternyata adalah seberapa bisanya kita mempengaruhi orang lain disekitar kita secara positif dan membuat orang-orang disekitar kita juga jadi ikut berpikiran positif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/07/kok-gitu-sih-bentuknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>hawa panas menyerang&#8230;.</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/20/hawa-panas-menyerang/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/20/hawa-panas-menyerang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 03:32:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[bakso kepala sapi]]></category>
		<category><![CDATA[kepepet]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[zona nyaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[ada fenomena menarik yang saya alami. pada saat ini saya punya semakin saya banyak teman, teman-teman yang semuannya pengusaha, tapi rasanya hidup ini semakin tidak tenang rasanya.kenapa bisa begitu?
karena teman-teman saya itu semakin hari semakin menunjukkan prestasi bisnis yang gilang gemilang. yang tadinya kita sama-sama merayap untuk maju, sekarang rasanya saya sudah banyak ketinggalan karena saya masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ada fenomena menarik yang saya alami. pada saat ini saya punya semakin saya banyak teman, teman-teman yang semuannya pengusaha, tapi rasanya hidup ini semakin tidak tenang rasanya.<span id="more-184"></span><img class="alignleft" src="http://mave.files.wordpress.com/2007/11/istana-pagaruyung-istano-saat-kebakaran.jpg" alt="" width="299" height="282" />kenapa bisa begitu?</p>
<p>karena teman-teman saya itu semakin hari semakin menunjukkan prestasi bisnis yang gilang gemilang. yang tadinya kita sama-sama merayap untuk maju, sekarang rasanya saya sudah banyak ketinggalan karena saya masih merangkak sedangkan banyak teman saya yang sudah berlari kencang. saking kencangnya sehingga sudah sulit lagi buat dikejar.</p>
<p>dengan banyak hal yang saya peroleh dari hasil usaha saya, agaknya bikin saya selama ini sudah kembali masuk ke dalam zona nyaman. suatu wilayah yang sangat berbahaya, dimana bisa membuat diri kita terlena. padahal zona nyaman itu seharusnya gak boleh didekati, apalagi untuk dimasuki.</p>
<p>keadaan disana sangat tenang, nyaman dan damai. kehidupan berjalan mulus tanpa ada rintangan, tanpa saingan dan kompetitor. kondisi ini bikin terlena. padahal mestinya saat kita memproklamasikan diri kita sebagai entrepreneur, zona nyaman langsung di taruh didepan kita dengan tanda perboden yang besar. harus selalu kita hindari. tapi menghindarnya ternyata sulit tidak semudah yang dibayangkan, apalagi saat usaha kita sudah bisa berputar dengan sendirinya tanpa perlu terlalu banyak campur tangan dari kita sebagai owner. saya merasakan itu sekarang ini. rasa bosan yang luar biasa datang menghampiri, sepertinya sudah gak ada tantangan lagi, saya bingung musti bikin apa dan bingung musti ngerjain apa.</p>
<p>dulu pada saat mulai, saat merintis usaha, rasanya pingin banget ditanyain sama teman-teman, relasi atau orang lain yang gak kita kenal sama sekali tentang keberhasilan bisnis yang saya miliki. pingin sekali dirubung sama teman-teman yang sedang bingung mencari bisnis, persis seperti saya dulu ngerubung para mentor yang sudah sukses bisnisnya, ngejar-ngejar mereka hanya sekedar bisa bertanya atau foto bareng. rasanya gimana gitu perasaan saya saat itu, melihat mentor-mentor saya itu dirubung murid-muridnya, ditanya macem-macem tentang bisnis. saat para mentor itu menjawab pertannyaan kita, rasanya mereka itu gagah banget, sakti mandraguna, hebat.</p>
<p>pingin sekali rasanya jadi kayak mereka, jadi mentor yang hebat, punya bisnis yang katanya bagus, yang bisa menjawab segala pertannyaan kita dengan mudahnya&#8230;.</p>
<p>sekarang ini sekian tahun berlalu,</p>
<p>rasa sombong dah datang menyerang, memasuki otak saya&#8230;</p>
<p>saya dah ngerasa jadi mentor, dirubung orang banyak yang bertanya dengan kagum pada saya, punya murid, punya toko lebih dari satu, punya asset lebih dari satu, punya hutang lancar yang banyak, punya karyawan banyak, sering diundang jadi pembicara, duduksejajar dengan para mentor, bahkan lebih dulu dapat award dari mentor-mentor saya dan masih banyak lagi perasaan yang bikin bangga.</p>
<p>semua bikin terlena, bikin mabuk, bikin melayang di awang-awang, bikin masuk di zona nyaman yang terlarang itu.</p>
<p>trus apalagi yang dicari kayaknya semua sudah terhidang didepan mata tinggal menyantap saja. apa yang dulu saya impikan, rata-rata sudah terealisasi&#8230;.</p>
<p>parah&#8230;</p>
<p>sampai suatu saat saya dapat sms dari teman, yang mengabarkan bahwa dia masuk tv, metro tv, talk show dengan rhenald khasali dan dian sastrowardoyo, hebat luar biasa.  teman baik saya itu ternyata sudah berubah menjelma menjadi raksasa yang menakutkan. anggara pemilik bakso kepala sapi yang selama ini selalu saya anggap sebagai anak kecil, anak bawang, anak kemaren sore benar-benar sudah ber&#8217;triwikrama&#8217; menjadi tokoh nasional yang fenomenal.</p>
<p>kenapa anggara bisa, saya pikir, saya renungkan sampe gak bisa tidur. ternyata yang dia lakukan sederhana kok, dia cuman mencari lingkungan baru yang membuat adrenalinnya berpacu lebih kencang, dia tinggalin surabaya tempatnya sekolah dan pulang kampung dimana dia dekat dengan orang tuanya. di surabaya dia merasa tidak ada tantangan karena lingkungan disitu tidak membuatnya berpacu, di kampungnya dia hidup lebih tidak tenang karena orang tuanya pasti akan berteriak setiap saat agar anggara segera berprestasi. di kampungnya dia lebih dekat dengan para pengusaha yang lebih sakti dimana bisa bikin dia terpacu dalam berbuisnis, ilmu-ilmu baru dapat dia peroleh jurus-jurus baru segera dapat dia kembangkan buat kesuksesannya.</p>
<p>itu menyadarkan saya seperti menampar pipi kiri dan kanan sehingga saya terbangun. wah saya harus segera berubah harus segera merombak rutinitas yang sekarang menjadi kegiatan sehari-hari. harus cari tantangan baru, harus cari kawan baru, harus cari lingkungan baru yang bisa melecut saya untuk menghasilkan suatu prestasi baru.</p>
<p>ada pesan awal yang saya dapat dari seorang mentor saat saya mulai jadi entrepreneur, dia mengatakan  seseorang dapat menjadi sesuatu yang luar biasa bila dia memulainya dalam kondisi terdesak, kepepet, ternyata sangat mengena. dan itu ternyata gak harus dilakukan oleh para pemula saja. setiap orang harus melakukannya tidak peduli siapapun dan dalam kondisi apapun.</p>
<p>saya merasa saya harus tetap dalam kondisi kepepet kalo mau selamat, kalau mau tetap maju kalau beneran pingin berubah. saya merasa gak  boleh sedetikpun merasa nyaman, saya harus bikin sendiri kondisi kepepet itu, beda dengan dulu dimana saya terjebak dalam kondisi yang benar-benar kepepet sehingga gak ada pilihan lain, selain melakukan sesuatu. take action!</p>
<p>kondisi sekarang sangat berbeda saya yang harus menciptakannya, dulu kepepet merupakan suatu hal yang dihindari, sesuatu yang menakutkan tapi sekarang kepepet merupakan sesuatu yang dicari dan dirindukan&#8230;</p>
<p>aneh kan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/20/hawa-panas-menyerang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

