<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; resiko</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/tag/resiko/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 08:27:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>skenario filem kehidupan</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2010/02/13/skenario-filem-kehidupan/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2010/02/13/skenario-filem-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 02:29:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Business Success]]></category>
		<category><![CDATA[bussiness]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[filem]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[kommmbis]]></category>
		<category><![CDATA[live]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind juara]]></category>
		<category><![CDATA[mm juara]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[skenario]]></category>
		<category><![CDATA[Success]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[ukm jatim]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1547</guid>
		<description><![CDATA[kehidupan saya itu seperti sebuah filem dimana yang jadi aktornya adalah saya sendiri, makanya supaya gak salah arah maka saya perlu bikin skenario tentang kehidupan saya. tidak hanya sebuah skenario tapi perlu banyak skenario karena walaupun saya jadi aktornya tapi bukan saya yang  jadi sutradaranya. apalagi ketika saya putuskan untuk jadi entrepreneur sebuah dunia yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1589" title="4skenario" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/02/4skenario-150x150.png" alt="4skenario" width="150" height="150" />kehidupan saya itu seperti sebuah filem dimana yang jadi aktornya adalah saya sendiri, makanya supaya gak salah arah maka saya perlu bikin skenario tentang kehidupan saya. tidak hanya sebuah skenario tapi perlu banyak skenario karena walaupun saya jadi aktornya tapi bukan saya yang  jadi sutradaranya. apalagi ketika saya putuskan untuk jadi entrepreneur sebuah dunia yang penuh ketidak pastian.<span id="more-1547"></span></p>
<p style="text-align: justify;">jadi apasih skenario itu, <strong>Skenario</strong> atau <strong>naskah film</strong> ialah <a title="Cetak biru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cetak_biru">cetak biru</a> yang ditulis untuk <a title="Film" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Film">film</a> atau <a title="Acara televisi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Acara_televisi">acara televisi</a>. Skenario dapat dihasilkan dalam bentuk olahan asli atau <a title="Adaptasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adaptasi">adaptasi</a> dari penulisan yang sudah ada seperti hasil sastra (<span style="color: #ff0000;">http://id.wikipedia.org/wiki/Skenario</span>). itu kalo buat filem tapi yang saya bikin buat kehidupan saya gak mungkin sesempurna itu tapi cukuplah buat panduan saya dalam menghadapi segala sesuatunya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">sesaat setelah mengikui pelatihan entrepreneur semangar berkobar dan rasa percaya diri meningkat, rasanya saya yakin mampu menjadi seorang entrepreneur hebat seperti yang diceritakan oleh para mentor di kelas pelatihan.</p>
<p style="text-align: justify;">rasanya jadi entrepreneur itu begitu mudahnya karena semu tips dan trik sudah dijelaskandi kelas pelatihan. yang diperlukan hanya keberanian dan niat yang kuat saja untuk mewujudkan semua impian saya buat jadi entrepreneur hebat.<img class="alignright size-full wp-image-1590" title="images" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/02/images.jpg" alt="images" width="114" height="114" /></p>
<p style="text-align: justify;">tapi pada kenyataannya berbeda jauh, saat saya dan beberapa kawan mulai mempraktekkan semua ilmu yang kami dapatkan, ternyata semuanya gak semudah membalikkan telapak tangan. banyak hambatan dan rintangan yang musti kami hadapi.</p>
<p style="text-align: justify;">lalu satu persatu dari kami mulai berguguran, entah itu tidak kuat menghadapi tantangan sehingga akhirnya kembali ke asalnya menjadi karyawan sebuah perusahaan ataupun bener-benar lenyap menghilang karena benar-benar tidak sanggup menghadapi masalah yang timbul akibat bisnis yang dikelolanya.</p>
<p style="text-align: justify;">saya menyadarinya bahwa saya mungkin akan mengalami saat- saat seperti ini, dulu beberapa kawan sering saling mengingatkan dan saling memperingatkan satu dengan yang lain akan kondisi bahaya hebat bila kita terpuruk. awalnya saya cuek tapi dalam perjalanan waktu saya mempersiapkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">ternyata memang sebagai entrepreneur kita musti harus selalu bersiap menghadapi semua kondisi, baik itu kondisi jaya ataupun kondisi terpuruk. saya yang semula cuek akhirnya berusaha gak cuek lagi, saya siapkan berbagai skenario buat masa depan saya.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-1591" title="rencana-ict" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/02/rencana-ict-150x150.jpg" alt="rencana-ict" width="150" height="150" />skenario apa yang akan saya lakukan apabila bisnis saya semakin jaya sehingga saya gak akan menjadi lupa diri dan sombong dan skenario apabila kondisi buruk menimpa saya. masing-masing tidak hanya satu skenario tapi ada 2 sampai 3 skenario untuk kondisi baik begitu juga saya bikin 3-4 skenario jika menghadapi kondisi terpuruk.</p>
<p style="text-align: justify;">ternyata benar teori yang bilang bahwa kondisi manusia itu gak selalu berada diatas, kadang disamping dan kadang dibawah. roda kehidupan itu benar-benar berputar, saya gak  selamanya berada diatas. kini posisi saya berada dibawah, saya shock dan sakit hati karena rasa malu dan harga diri yang terinjak-injak apalagi saya kembali merasa sendirian.</p>
<p style="text-align: justify;">ada satu hal yang ternyata tidak saya perkirakan, bahwa jika saya sedang ada masalah dalam perjalanan bisnis bisa jadi kondisinya benar-benar akan kesepian dalam kesendirian lagi seperti awal memulai bisnis sebelum bertemu dengan kawan-kawan sekomunitas.</p>
<p style="text-align: justify;">hal ini terjadi karena walaupun saya dan kawan-kawan itu berangkat sama-sama dari nol tapi dalam perjalanannya perkembangan bisnis kita berbeda-beda, ada yang langsung melejit, ada yang terseok-seok ada juga yang berjalan pelan tapiterus menanjak. belum lagi bisnis yang kita kerjakan berbeda satu sama lainnya. ini yang bisa jadi problem dikemudian hari. bukannya kami bertengkar atau bermusuhan satu dengan yang lainnya tapi akibat dari perbedaan bisnis yang dikelola dan perbedaan peningkatan level bisnis jadinya bisa bikin ketidak nyamanan komunikasi.</p>
<p style="text-align: justify;">memang pada awalnya kita sama-sama merintis dari nol dan permasalahan yang kami hadapi hampir sama seperti masalah sdm, permodalan, penjualan dan masalah dasar lainnya. tapi dalam perjalanan tetep masalah yang dihadapi juga gak terlalu berbeda tapi yang bikin berbeda adalah tingkat level bisnis dan bisnis apa yang dikelola.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1596" title="savingprivateryan" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/02/savingprivateryan-150x150.jpg" alt="savingprivateryan" width="150" height="150" />maksud saya, saya dan kawan yang sama-sama berbisnis pakaian misalnya bisa jadi gak nyambung lagi saat berkomunikasi saat bisnis pakaian saya baru punya 4 toko dan hanya punya 20 karyawan sedangkan kawan saya itu punya seratus karawan yang tersebar diberbagai tempat karena area penjualannya setara dengan 15 toko &#8211; jelas gak nyambung walaupun kita sama bisnisnya dan sama permasalahan tentang sdm yang dihadapi. belum lagi kalo bidang bisnis yang kita kelola berbeda pasti lebih gak nyambung lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">itu jika saya sedang dalam kondisi bisnis yang bagus dan kawan-kawan juga bisnisnya sedang bagus pula, kita masih bisa berdiskusi walaupun ada gap yang dalam diantara diskusi kita sehingga pembicaraan jadi gak seru karena kondisi yang tidak setara sehingga gak nyambung konteks yang dibicarakan.</p>
<p style="text-align: justify;">belum lagi saat ada yang sedang tertimpa masalah, nah biasanya saat sedang bermasalah kecenderungan dari kita adalah menup-nutupi kondisi sebenarnya yang sedang dialami. akibat berikut adalah menjadi sulit dihubungi, sulit diajak cangkruan apalagi saat diajak sharing. ini yang bikin entrepreneur saat terpuruk menjadi semakin terpuruk karena malu untuk mengakui kondisi yang sedang dialaminya, apalagi ketika saat jaya si entrepreneur itu menjadi tokoh panutan da tempat bertanya buat teman-temannya yang ingin bernisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">rasa gengsi dan malu memang sangat berbahaya, dalam kesepian dan kesendirian maka semua kondisi buruk akan sulit dicari solusinya. itu yang terjadi dan sedang saya alami. yang paling terpukul adalah rasa percaya diri, padahal percaya diri adalah kunci dalam menjalankan bisnis baik itu sedang bagus atau sedang terpuruk.</p>
<p style="text-align: justify;">seperti yang sudah saya rencanakan dalam salah satu skenario jika menghadapi saat sulit maka saya sengaja menghilang hampir 3 minggu, mengurung diri dirumah sambil mempersiapkan segala kondisi yang lebih  real lagi, tapi bukannya tambah siap malah semakin hancur moral dan psikis saya, sebab mengurung diri bikin gak ada lagi unsur motivasi yang masuk dalam diri saya. walaupun dari awal sesuai skenario saya gak akan menutupi kalo saya sedang menghadapi masalah tapi tetep ada rasa minder untuk bertemu dengan orang lain.<img class="alignright size-thumbnail wp-image-1597" title="dialog fiktif copy" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/02/dialog-fiktif-copy-150x150.jpg" alt="dialog fiktif copy" width="150" height="150" /></p>
<p style="text-align: justify;">saya coba perangi rasa &#8216;takut&#8217; itu sehingga pada minggu ke empat saya paksakan keluar untuk bertemu dengan banyak orang lagi. seperti yang sudah saya perkirakan banyak petanyaan ditujukan pada diri saya. saya tetep patuh terhadap semua skenario saya &#8211; saya jawab semua pertanyaan apa adanya tanpa saya tutupi walaupun tidak 100% semua masalah saya ceritakan, yang jelas saya selalu bercerita bahwa bisnis saya gak sebagus tahun-tahun yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">jujur dan terus terang itu berat banget walaupun gak semuanya diceritakan tetep aja gak enak ngomongnya. tapi saya nekad aja, cuek tetep keluyuran kemana-mana, tetep bergabung dengan berbagai komunitas malahan diminta untuk menjadi mentor dan pembicara di depan berbagai forum.</p>
<p style="text-align: justify;">yang saya  lakukan tetep mengacu pada skenario yang sudah saya bikin tapi memang pada prakteknya apa yang saya rencanakan akan berbeda hampir 80% dari kenyataan dilapangan. skenario saya gak semuanya cocok dengan apa yang harus saya hadapi pada alam nyata. tapi saya masih tetep bersyukur saya punya banyak skenario sehingga saya gak harus menghilang karena bingung harus berbuat apa ketika bisnis saya ambruk.</p>
<p style="text-align: justify;">dengan skenario minimal saya bisa menyelamatkan kehidupan saya, moral dan motivasi saya terus terpelihara sehingga saya tetep bisa berdiri tegak diantara kawan-kawan yang bisnisnya sedang moncer-moncernya. mungkin jika gak punya skenario nama samurai sudah lenyap menghilang ditelan kerpurukan bisnisnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1600" title="nm_plan_b_070914_ms" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/02/nm_plan_b_070914_ms-150x150.jpg" alt="nm_plan_b_070914_ms" width="150" height="150" />skenario adalah panduan tanpa panduan saya bakal tersesat dan makin terpuruk. tapi bergaul dan tetep memberikan motivasi pada orang lain adalah yang terpenting karena alam bawah sadar saya juga terus merekam motivasi yang saya ucapkan pada orang lain. motivasi yang saya katakan pada orang lain secara tidak saya sadari sebenarnya memotivasi diri saya sendiri belum lagi jika saya mendengar motivasi dari kawan yang memang moncer maka itu akan terekam lebih kuat dalam otak saya.</p>
<p style="text-align: justify;">bikin skenario kehidupan itu penting dan selalu bergaul serta berusaha jujur itu lebih penting lagi buat membangkitkan motivasi diri saya karena saya semakin sadar kalo saya  sebagai entrepreneur adalah benar-benar makluk kesepian dan sendirian jika saya gak mau bergerak dalam kondisi apapun.</p>
<h3 id="comments">One Response to “skenario filem kehidupan”</h3>
<ol>
<li id="comment-6101"> <img src="http://www.gravatar.com/avatar/5a818cb7e407a1d86a3bb565788736f9?s=32&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D32&amp;r=G" alt="" width="32" height="32" /> <cite>hilman airlangga</cite> Says:<br />
<small><a href="../2010/02/13/skenario-filem-kehidupan/#comment-6101">March 3rd, 2010 at 9:12 am</a> <a title="Edit comment" href="comment.php?action=editcomment&amp;c=6101">edit</a></small>It’s true boss, di kelas mentoring bikin kita semangat untuk melahirkan dan membesarkan unit bisnis, tapi gimana dalam perjalanan ternyata kondisinya tidak seindah warna aslinya….but……keep rockin’ aja….gak boleh cemen…..</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2010/02/13/skenario-filem-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>hebat dan goblok</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/31/hebat-dan-goblok/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/31/hebat-dan-goblok/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 14:20:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Business Success]]></category>
		<category><![CDATA[bussiness]]></category>
		<category><![CDATA[cak eko]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[goblok]]></category>
		<category><![CDATA[hebat]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind juara]]></category>
		<category><![CDATA[mm juara]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[Success]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1543</guid>
		<description><![CDATA[ Cak Eko, Kehebatan kita bukannya karena tidak pernah jatuh, tetapi mampu bangkit kembali setiap kali kita jatuh.
mungkin banyak orang bilang bangkit kembali setelah jatuh jatuh  itu hebat dan semakin cepat bangkit dari saat kita jatuh maka semakin hebatlah status kita dimata orang lain.hebat atau tidak hebat itu adalah suatu status yang diberikan oleh orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a onclick="ft(&quot;4:10:46:1068818208::::0:lf:::185905957054&quot;);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1068818208&amp;ref=nf"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/v22939/1510/33/q1068818208_4809.jpg" alt="Cak Eko" /></a><a onclick="ft(&quot;4:10:46:1068818208::::0:lf:::185905957054&quot;);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1068818208&amp;ref=nf"> Cak Eko</a>, <span style="color: #ff0000;">Kehebatan kita bukannya karena tidak pernah jatuh, tetapi mampu bangkit kembali setiap kali kita jatuh.</span></p>
<p style="text-align: justify;">mungkin banyak orang bilang bangkit kembali setelah jatuh jatuh  itu hebat dan semakin cepat bangkit dari saat kita jatuh maka semakin hebatlah status kita dimata orang lain.<span id="more-1543"></span>hebat atau tidak hebat itu adalah suatu status yang diberikan oleh orang lain pada kita. semakin di bilang hebat semakin banggalah hati kita. itu emang  sifat yang manusiawi sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi apakah orang lain itu tau apa yang namanya &#8216;proses&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">rasanya orang lain gak peduli dan gak mau tau dengan yang namanya proses itu . orang lain hanya mau tau hasil saja. bila hasilnya bagus maka akan disebut hebat dan bila hasilnya jelek maka akan disebut goblok. hanya ada dua hebat dan goblok &#8211; mana yang mau kita pilih?</p>
<p style="text-align: justify;">saya pribadi gak mau donk disebut goblok dan saya hanya mau menjadi sesuatu yang hebat. nah parahnya, dulu patokan &#8216;hebat dan goblok&#8217; itu selalu mengacu pada pandangan orang lain bukan pandangan dan keinginan dari diri saya sendiri, dan itu luar biasa bikin saya tersiksa setengah mati. karena nilai yang diberikan orang lain sebagai tolok ukur menjadi hebat itu tinggi sekali dan belum tentu saya meraihnya. sedangkan satu tingkat lebih rendah dari tolok ukur itu saya akan masuk kategori goblok.<img class="alignright" src="http://forum.kompas.com/members/imobil-albums-nothing-impossible-picture842-hebat.jpg" alt="" width="170" height="119" /></p>
<p style="text-align: justify;">tidak pernah ada yang membimbing saya untuk menemukan rasa percaya diri agar selamat dari cap goblok yang diberikan oleh orang lain saat saya gagal. stress, minder dan rasa rendah diri pastilah menyerang diri ini secara membabi buta.</p>
<p style="text-align: justify;">untung sehabis mengikuti pelatihan entrepreneur saya menemukan suatu komunitas yang sama-sama merangkak dari bawah untuk menunjukkan eksistensi masing-masing anggota komunitas itu pada orang lain bahwa mereka mampu jadi seorang pengusaha yang diakui oleh orang lain minimal dilingkungan sekitar.</p>
<p style="text-align: justify;">dengan adanya komunitas itu rasa percaya diri saya pelan-pelan bangkit sebab teman-teman dikomunitas bisa jadi tempat saya mengadu saat saya dicela dan memberikan petunjuk pada saat saya bingung.</p>
<p style="text-align: justify;">sepertri cerita-cerita lalu yang sudah saya tulis, hampir semua anggota komunitas kami ini bangkit berdiri tegak sesuai bidangnya masing-masing dan mampu memperoleh prestasi dari orang lain sesuai bidangnya masing-masing. gak semua memang &#8211; yang tidak kuat mental pasti akan gugur ditengah jalan dan itu bukan sesuatu yang  hebat karena itu sudah menjadi hukum alam bahwa yang lemah dan mudsah menyerah akan mati terlebih dulu.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1579" title="goblok" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/01/goblok-150x150.jpg" alt="goblok" width="150" height="150" />saya dan teman-teman yang lolos masing-masing memperoleh pengakuan sesuai bidang kami masing-masing. tidak ada yang sama diantara kami klupun ada pasti terdapat perbedaan yang menyolok.</p>
<p style="text-align: justify;">dari pengalaman ini saya mendapat suatu pelajaran berharga bahwa kalo mau jadi sesuatu yang hebat jadilah sesuatu menurut versi diri ini masing-masing dan sama sekali gak boleh terpengaruh terhadap apa kata orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">menjadi diri sendiri itu berat dan susah banget apalagi jadi diri sendiri yang berhasil dan sukses serta diakui orang lain. tapi segala kesulitan dan semua yang memberatkan itu menjadi tidak terlalu terasa saat saya punya banyak teman senasib dan sepenanggungan karena semuanya dirasakan bareng.</p>
<p style="text-align: justify;">kini semuanya terulang lagi, saat masing-masing dari kami sudah dapat pengakuan dari orang lain menurut versi kami masing-masing, ternyata jalan berikutnya didunia entrepreneur yang harus kami lewati tidak semulus yang kami perkirakan. jalan berikutnya yang harus kami lewati itu ternyata lebih sulit dan lebih berbahaya.</p>
<p style="text-align: justify;">saya merasa begitu karena saat harus menempuh jalan menuju level berikutnya dalam jalur entrepreneur ini saya serasa kembali pada masa-masa awal dulu. mulai merintis dan membangun lagi ditambah datangnya kondisi buruk dari luar yang memperparah kondisi ekonomi saya.</p>
<p style="text-align: justify;">mengulang suatu penderitaan itu pati lebih sulit dari pada menerimanya pertama kali karena menurut saya saat mengalami yang kedua saya sebelumnya pernah hidup nyaman dan tentram dimana semuanya mudah. itu yang gak pernah terbayang dalam benak saya bahwa suatu saat saya harus merangka dari bawah lagi dalam kondisi yang lebih parah dari sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih buruk lagi, kondisi ini hanya dialami oleh sebagian dari teman-teman yang dulunya bareng merintis bersama-sama saya. tidak semuanya mengalami masalah pada saat yang bersama, bahkan ada yang tidak mengalaminya sama sekali sehingga makin melejit bisnis yang digelutinya. kalaupun ada ang bermasalah maka tingkatan masalah yang kami hadapi masing-masing berbeda satu sama lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">kami yang dulunya kompak dan saling membantu serta saling memberi semangat lama kelamaan mulai berjalan sendiri-sendiri. bukanya kami saling bermusuhan tapi kondisi bisnis yang berbeda secara tidak langsung bikin gap komunikasi diantara kami.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://kecerdasanmotivasi.files.wordpress.com/2008/11/jump.jpeg" alt="" width="144" height="96" />mulailah saya dan beberapa kawan harus menghadapi kembali status &#8216;hebat dan goblok&#8217; dari orang lain. jika dulu kami adalah sebuah kelompok yang terdiri dari orang-orang hebat maka saat ada yang sakit secara ekonomi dan ada yang sehat secara ekonomi maka mulai lagi ada perbedaan disitu yang sehat disebut orang hebat dan yang sakit disebut orang goblok.</p>
<p style="text-align: justify;">tidaklah mungkin ada yang mau disebut goblok. oleh karenanya maka yang sakit dan bermasalah enggan bertanya pada yang sehat karena takut ketahuan sedang menghadapi masalah dan terancam mendapat sebutan goblok. mungkin karena alasan tersebut akhirnya komunikasi diantara kami mrenjadi semakin jarang dan akhirnya benar-benar tidak pernah berkomunikasi lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">saya sendiri melihat dari tanda-tanda alam bahwa yang punya gejala sakit semakin menjauh dan semakin sulit jika diajak berkumpul sedangkan yang sehat ternyata punya banyak kawan baru yang sama-sama sehat juga sehingga akhirnya bikin kelompok baru.</p>
<p style="text-align: justify;">ada yang membedakan seseorang yang sedang menghadapi masalah atau tidak, yaitu dari cara berkomunikasinya. yang tidak bermasalah akan lebih mudah bergaul dan akan segera mendapat kawan-kawan baru yang level bisnisnya sama atau bahkan mendapat kawan dengan level bisnis lebih tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">nah yang mengalami masalah dengan bisnisnya akan menutup diri karena ada kecenderungan ketahuan jika sedang menghadapi masalah. mereka tidak berani bertemu teman selevel bahkan punya kecenderungan untuk tidak berani menghadap teman yang berada di bawah level mereka. ada rasa malu atau gengsi menjadi orang goblok, dimana dulu pernah berhasil dan disebut hebat tapi kini harus turun status karena mengalami masalah dan punya kecenderungan  disebut  goblok oleh orang lain karena kegagalan dalam mengelola bisnisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">kalo saya bilang kondisi ini yang paling berat dan berbahaya yang harus dilewati dari pada sekedar cepat bangkit kembali saat jatuh. kondisi ini yang saya bilang sebagai &#8216;proses&#8217;.</p>
<p style="text-align: justify;">proses yang harus dilewati agar cepet bisa bangkit lagi atau proses bertahan supaya jatuhnya tidak semakin kejelungup sehingga semakin bertambah parah sakitnya atau malahan tidak bisa bangkit kembali.<img class="alignright" src="http://ceritakaos.com/wp-content/uploads/2008/07/hebat1.jpg" alt="" width="144" height="136" /></p>
<p style="text-align: justify;">kenapa saya bilang berat dan berbahaya karena sebagai entrepreneur saat mengalami saat  sulit itu dia kembali sendirian. tidaklah mungkin dia akan mencari solusi pada yang bukan entrepreneur karena pasti tidak akan nyambung dan jika memaksakan bertanya, maka yang akan jadi tempat bertanya adalah sesama kawan entrepreneur yang dulu pernah berada satu level tapi kini posisinya berada lebih diatas.</p>
<p style="text-align: justify;">atau bertanya pada level entrepreneur yang sama-sama satu level. disini harga diri dipertaruhkan dan sudah pasti tidak akan mungkin bertanya dengan entrepreneur yang level bisnisnya lebih rendah. dengan yang setara saja berat sekali rasanya untuk bertanya sebab yang setara itu bisa jadi dulunya adalah entrepreneur yang level bisnisnya lebih rendah atau masih pemula.</p>
<p>ternyata ada resiko yang akan terasa lebih sakit, yang harus dihadapi terlebih dulu. sebelum bisa disebut hebat, karena cepat bangkit kembali sesaat setelah jatuh.</p>
<p>ada yang sudah siap?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/31/hebat-dan-goblok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Nabi Sering Berlindung dari Hutang?</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/24/kenapa-nabi-sering-berlindung-dari-hutang/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/24/kenapa-nabi-sering-berlindung-dari-hutang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 04:38:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Business Success]]></category>
		<category><![CDATA[bussiness]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[Faedah Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind juara]]></category>
		<category><![CDATA[mm juara]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[shallallahu ‘alaihi wa sallam]]></category>
		<category><![CDATA[Success]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1520</guid>
		<description><![CDATA[ 

Dalam sebuah do’a yang dibaca di akhir shalat (sebelum salam), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan dari dua hal ini yaitu berbuat dosa dan banyak utang.
Bukhari membawakan hadits ini pada pembahasan adzan, sedangkan Muslim membawakan hadits ini pada pembahasan masjid dan tempat shalat.
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdoa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- //HEADER --> <!-- MAIN NAVIGATION --><!-- JoomlaWorks "Disqus Comment System for Joomla!" Plugin (v2.1) starts here --></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://rumaysho.com/images/stories/uang_3.jpg" alt="" width="115" height="90" />Dalam sebuah do’a yang dibaca di akhir shalat (sebelum salam), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan dari dua hal ini yaitu berbuat dosa dan banyak utang.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukhari membawakan hadits ini pada pembahasan adzan, sedangkan Muslim membawakan hadits ini pada pembahasan masjid dan tempat shalat.<span id="more-1520"></span></p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, “<strong>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdoa di akhir shalat (sebelum salam): ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MASIHID DAJJAL, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYA WAL MAMAAT, ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGROM [Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari adzab kubur, aku berlindung kepada-Mu dari bahaya dajjal, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan hidup dan mati. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari berbuat dosa dan banyak utang].”</strong></p></blockquote>
<p>Ibnul Qoyyim dalam Al Fawa’id (hal. 57, Darul Aqidah) mengatakan,</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allah dari berbuat dosa dan banyak utang karena <strong>banyak dosa akan mendatangkan kerugian di akhirat, sedangkan banyak utang akan mendatangkan kerugian di dunia.</strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Itulah yang diajarkan oleh suri tauladan kita. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa berdoa meminta perlindungan dari kedua hal ini dengan tujuan agar tidak merugi di dunia dan akhirat.<br />
Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari berbuat dosa dan banyak utang. Kami juga berlindung kepada-Mu dari kerugian di dunia dan akhirat. AMIN …</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal</span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Artikel http://rumaysho.com</span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Faedah Ilmu: 9 Dzulqo’dah 1429, di Panggang-Gunung Kidul.</span></p>
<div id="ja-mainnav"><span style="color: #ff0000;"><a href="http://rumaysho.com/faedah-ilmu/15-faedah-ilmu/2877-kenapa-nabi-sering-berlindung-dari-hutang-.html"><span style="width: 76px; height: 21px;">Kenapa </span><span style="width: 48px; height: 21px;">Nabi </span><span style="width: 66px; height: 21px;">Sering </span><span style="width: 108px; height: 21px;">Berlindung </span><span style="width: 41px; height: 21px;">dari </span><span style="width: 76px; height: 21px;">Hutang? </span></a></span></div>
<p><!-- //MAIN NAVIGATION --> <!-- CONTENT --></p>
<div>
<div>
<div>Rabu, 20 Januari 2010 05:00</div>
<div>Muhammad Abduh Tuasikal</div>
<div><a href="http://rumaysho.com/faedah-ilmu.html"> Faedah Ilmu </a> &#8211;   <a href="http://rumaysho.com/faedah-ilmu/15-faedah-ilmu.html"> Faedah Ilmu </a></div>
<p><!-- Start addthis module --></p>
<div><!-- AddThis Button BEGIN --> <script type="text/javascript">// <![CDATA[
// <![CDATA[
var addthis_pub = 'rumaysho';
var addthis_brand = 'Rumaysho.com';
// ]]&gt;</script> <a onclick="return addthis_sendto();" onmouseover="return addthis_open(this, '',  '[URL]', '[TITLE]'); " onmouseout="addthis_close();" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=20"><img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" border="0" alt="AddThis Social Bookmark Button" /></a> <script src="http://s7.addthis.com/js/200/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script> <!-- AddThis Button END --></div>
<p><!-- End addthis module --></p>
<div><a title="E-mail" onclick="window.open(this.href,'win2','width=400,height=350,menubar=yes,resizable=yes'); return false;" href="http://rumaysho.com/component/mailto/?tmpl=component&amp;link=aHR0cDovL3J1bWF5c2hvLmNvbS9mYWVkYWgtaWxtdS8xNS1mYWVkYWgtaWxtdS8yODc3LWtlbmFwYS1uYWJpLXNlcmluZy1iZXJsaW5kdW5nLWRhcmktaHV0YW5nLS5odG1s"><img src="http://rumaysho.com/images/M_images/emailButton.png" alt="E-mail" /></a> <a title="Cetak" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow" href="http://rumaysho.com/faedah-ilmu/15-faedah-ilmu/2877-kenapa-nabi-sering-berlindung-dari-hutang-.html?tmpl=component&amp;print=1&amp;layout=default&amp;page="><img src="http://rumaysho.com/images/M_images/printButton.png" alt="Cetak" /></a> <a title="PDF" onclick="window.open(this.href,'win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" rel="nofollow" href="http://rumaysho.com/faedah-ilmu/15-faedah-ilmu/2877-kenapa-nabi-sering-berlindung-dari-hutang-.pdf"><img src="http://rumaysho.com/templates/ja_nickel/images/pdf_button.png" alt="PDF" /></a></div>
<div>
<div id="comment_643877733_265648699261_10124078"><a title="Singgih Wahyudiyana" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000004789023"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/v22940/357/45/q100000004789023_5292.jpg" alt="Singgih Wahyudiyana" /></a></p>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000004789023">Singgih Wahyudiyana</a></p>
<div id="text_expose_id_4b5bce4c4fba54144939a">bagaimana pandangan Pak Sam tentang ini pak :<br />
<a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;8de9bf94b5faae640e42d7d179921c0b&quot;, event)" rel="nofollow" href="http://rumaysho.com/faedah-ilmu/15-faedah-ilmu/2877-kenapa-nabi-sering-berlindung-dari-hutang-.html" target="_blank"><span>http://rumaysho.com/faedah</span><span>-ilmu/15-faedah-ilmu/2877-</span><span>kenapa-nabi-sering-berlind</span>ung-dari-hutang-.html</a></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div>
<div id="profile_stream_container">
<div id="profile_minifeed">
<div id="div_story_1115704969_267837720339"><a title="Sam Urai" onclick="ft(&quot;4:9:74:100000004789023:::0:::267837720339:::5:1:28&quot;);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1343940194&amp;ref=mf"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/v22941/325/28/q1343940194_2701.jpg" alt="Sam Urai" /></a></p>
<div>
<div style="text-align: justify;"><a rel="dialog" href="http://www.facebook.com/ajax/minifeed/remove_confirm.php?story_id=div_story_1115704969_267837720339&amp;profile_id=100000004789023&amp;story_key=5429984459932105242&amp;story_type=74&amp;handler=prof"><span> </span></a><span><a onclick="ft(&quot;4:9:74:100000004789023:::0:::267837720339:::5:1:28&quot;);" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1343940194&amp;ref=mf">Sam Urai, </a> </span></div>
<div style="text-align: justify;"><span> </span>saya setuju banget pak &#8211; banyak utang akan mendatangkan kerugian di dunia, kalo kita nggak tau mau dipake apa duit hutang itu &#8211; tapi saya tidak setuju jika dilarang berhutang jika kita bisa memanfaatkan hutang itu untuk meningkatkan kesejahteraan diri kita, keluarga, lingkungan sekitar dan masyarakat yang membutuhkan&#8230;<span> </span></div>
<div style="text-align: justify;"><span>semoga berkenan pak atas jawaban saya&#8230;.</span></div>
</div>
<div><a onclick="ft(&quot;25:9:74:100000004789023:::0:::267837720339:::5:1:28&quot;);" href="http://www.facebook.com/walltowall.php?id=1343940194&amp;banter_id=100000004789023&amp;ref=nf"><br />
</a></div>
<form id="commentable_item_1115704969" action="/ajax/ufi/modify.php" method="POST"><span> </span></p>
<div>
<div>
<div id="comment_1115704969_267837720339_10118712"><a title="Singgih Wahyudiyana" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000004789023"><img src="http://profile.ak.fbcdn.net/v22940/357/45/q100000004789023_5292.jpg" alt="Singgih Wahyudiyana" /></a></p>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000004789023">Singgih Wahyudiyana</a></p>
<div id="text_expose_id_4b5bc998de4555a7bcc70" style="text-align: justify;">terima kasih pak sam atas pandangannya&#8230; sy sedang membutuhkan pandangan pandangan dari orang2 yang saya anggap akan memperluas pengetahuan saya termasuk pak sam&#8230; karena saya &#8216;terlanjur&#8221; untuk berhutang banyak (untuk ukuran saya)&#8230; sebagian gaji saya saat ini untuk mengangsur hutang2 untuk modal bisnis saya&#8230; tetapi alhamdulillah yang saya dapat jauh lebih banyak&#8230;.<br />
sekali lagi terima kasih dan mohon maaf</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<input name="link_data" type="hidden" value="{&quot;sty&quot;:&quot;74&quot;,&quot;actrs&quot;:&quot;100000004789023&quot;,&quot;fbid&quot;:&quot;267837720339&quot;,&quot;s_obj&quot;:&quot;5&quot;,&quot;s_edge&quot;:&quot;1&quot;,&quot;s_prnt&quot;:&quot;28&quot;,&quot;src&quot;:&quot;9&quot;}" /></form>
</div>
</div>
<div id="profile_pager_container">
<div>
<div><a onclick="ProfileStream.getInstance().showMore();return false;" href="http://www.facebook.com/profile.php?v=feed&amp;story_fbid=267837720339&amp;id=100000004789023#"></a><a onclick="ProfileStream.getInstance().showMore();return false;" href="http://www.facebook.com/profile.php?v=feed&amp;story_fbid=267837720339&amp;id=100000004789023#"><br />
</a></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/24/kenapa-nabi-sering-berlindung-dari-hutang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pertanyaan dasar untuk pondasi yang kuat</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/21/pertanyaan-dasar-untuk-pondasi-yang-kuat/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/21/pertanyaan-dasar-untuk-pondasi-yang-kuat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 18:56:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Business Success]]></category>
		<category><![CDATA[bussiness]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[koneksi]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind juara]]></category>
		<category><![CDATA[mm juara]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[Success]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[tombo ati]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1507</guid>
		<description><![CDATA[mana yang lebih penting dalam memulai usaha? Modal, tekad atau koneksi?
antara modal, tekad atau koneksi semuanya penting dalam memulai usaha, karena ketiga factor itu saling melengkapi satu sama lainnya. Jadi kita hanya bisa ngakalin jika salah satunya nggak ada. Dan biasanya yang menjadi kendala atau dijadikan alasan seeorang untuk memulai usaha adalah factor modal. Jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">mana yang lebih penting dalam memulai usaha? Modal, tekad atau koneksi?</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://anoeri.files.wordpress.com/2007/09/pondasi_3.jpg" alt="" width="136" height="111" />antara modal, tekad atau koneksi semuanya penting dalam memulai usaha, karena ketiga factor itu saling melengkapi satu sama lainnya. Jadi kita hanya bisa ngakalin jika salah satunya nggak ada. Dan biasanya yang menjadi kendala atau dijadikan alasan seeorang untuk memulai usaha adalah factor modal. Jika seseorang gak punya modal maka dia akan punya banyak alasan untuk tidak memulai suatu kegiatan usaha. Padahal ini salah banget, persepsi ini terjadi karena biasanya modal ini selalu diasumsikan sebagai uang. Padahal tekad dan koneksi juga bisa dikategorikan sebagai modal.<span id="more-1507"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa modal uang kita bisa memulai suatu usaha, uang dari koneksi yang mempercayai kita dalam menjalankan usaha ini. Disini posisi koneksi lebih sebagai investor artinya lagi jika kita dapat investor dari koneksi kita maka otomatis kita bisa mulai menjalankan usaha, masalah pembagian keuntungannya tergantung dari kesepakatan bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan tekad ini memang harus bener-bener kuat jika kita memang pingin berusaha. sebab berusaha itu sebenernya gampang-gampang sulit, punya banyak modal dan koneksi saja tidak menjamin suatu usaha itu akan berhasil dengan sukses jika tekad kita lemah dan tidak tahan banting  dalam menghadapi masalah. Dalam berbisnis masalah itu banyak sekali dan kita sebagai pengusaha harus sendirian dalam menghadapi masalah-masalah itu. Dan hanya dengan tekad yang kuatlah semua masalah bisa dicarikan solusinya. Dengan tekad yang kuat maka kita bisa meyakinkan koneksi kita mengenai bisnis yang hendak kita jalani tapi terhambat dalam masalah modal uang.<img class="alignright" src="http://bahasa.arfarcutben.com/wp-content/uploads/2009/03/online-business-risk-1_14.jpg" alt="" width="191" height="126" /></p>
<p style="text-align: justify;">Punya segudang koneksi tapi ternyata gak punya tekad yang kuat maka akan bikin kita mudah menyerah pada saat menawarkan proposal bisnis kita atau saat menawarkan produk-produk kita. Bila ditolak oleh seorang koneksi yang tidak tertarik dengan konsep bisnis  yang kita tawarkan maka dengan tekad yang kuat kita bisa mencari modal uang ke koneksi lain yang kita punya tapi kalo gak ada tekad kuat pasti menyerah pada tolakan pertama atau kedua.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan modal uang yang banyak apa dijamin bisa berhasil atau sukses dalam menjalankan usaha. Belum tentu! jika kita tidak punya koneksi trus kita mau jual kemana produk kita, menjual ke sembarang konsumen atau mencari konsumen dari awal tanpa ada koneksi tentulah suatu yang amat berat, mau menemui konsumen saja belum tentu bisa sekali atau dua kali janji tapi jika kita punya koneksi minimal kita akan langsung ditemui walaupun koneksi setuju terhadap apa yang kita tawarkan tapi pastinya ada kemudahan di langkah awal. Jadi ber-bisnislah dengan dan dalam kondisi apapun!!!</p>
<p style="text-align: justify;">gimana cara  menangkap peluang usaha yang potensial tapi resiko kecil????</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://farm4.static.flickr.com/3505/3273130401_5b11ee7950.jpg" alt="" width="162" height="116" />Sunan Bonang,  adalah salah satu wali songo yang berdakwah melalui pendekatan seni. salah satu karya monumental beliau adalah tembang <em>“Tombo Ati” </em>yang sekarang dipopulerkan oleh Emha Ainun Najib dan Opick. Tembang  ini berisi lima resep ampuh sebagai pelipur hati kita agar senantiasa dekat kepada-Nya. Nah salah satu dari bait-bait syair dari tembang “Tombo Ati” ini menggunakan bahasa Jawa berbunyi yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">‘Kaping telu wong kang sholeh kumpulono’</p>
<p style="text-align: justify;">Artinya kira-kira begini, berkumpul di sini adalah kita bisa bergaul, berteman, bahkan bisa memperoleh ilmu dari orang-orang yang soleh. Dengan sering bergaul, berinteraksi, dan berdiskusi dengan mereka, maka selain menambah wawasan keislaman kita juga akan semakin membuat kita berusaha mengikuti jejak mereka untuk senantiasa bertaqarrub kepada-Nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Trus hubungannya apa sama bisnis?</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://wahyudinsurance.files.wordpress.com/2009/11/pengertian_asuransi_managemen-resiko01.jpg" alt="" width="196" height="113" />Sama aja kalo mau pinter bisnis ya harus punya sering-sering bergaul, berteman, berinteraksi, dan berdiskusi dengan para pelaku usaha dari golongan apapun baik itu pemula sampai pengusaha kakap sekalipun. Dengan begitu maka kita akan akan memperoleh ilmu dan menambah wawasan bisnis kita. Dari kita yang gak gerti apapun jika banyak mendengar saja percakapan para pengusaha itu tanpa harus ikut terlibat dalam percakapan mereka maka secara tidak langsung apa yang mereka perbincangkan itu akan meresap dalam otak kita dan berakibat ilmu serta wawasan kita terisi dengan sendirinya. Dengan terisinya otak kita dengan ilmu dan wawasan bisnis secara otomatis kita akan dapat melihat sesuatu itu potensi bisnis atau bukan, terus jika sesuatu itu berpotensi menjadi peluang bisnis maka kira-kira resikonya sebesar apa jika kita eksekusi peluang itu. Yang dianggap besar atau kecilnya suatu resiko itu juga relative, pada setiap orang tidak sama, tergantung pada keberanian seseorang itu menanggung resiko dari potensi bisnis yang bakal dia jalani.</p>
<p style="text-align: justify;">Justru peluang usaha yang potensial seringkali muncul bukan dari presentasi bisnis di hotel-hotel mewah atau di pameran bisnis yang sekarang sedang trend diadakan dimana-mana. Tapi seringkali peluang bisnis itu muncul dari acara ngobrol santai anatara para pengusaha itu, kalau istilah suroboyoan-nya cankruan. Dari ngobrol santai ini secara tidak sengaja sering terlontar suatu gagasan tentang bisnis yag awalnya keluar begitu saja seperti sebuah guyonan tapi jika dipelajari dan ditelaah lebih dalan ternyata bisa menjadi suatu bisnis yang berpotensi besar menghasilkan banyak keuntungan.<img class="alignright" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/01/rock-climbing1.jpg" alt="" width="104" height="126" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan berkumpul ini jika kita masih bingung dan nggak ngerti caranya walaupun tahu sesuatu itu adalah peluang maka kita bisa bertanya pada pengusaha teman kita yang lebih senior. Bukan hanya dapat informasi tapi juga bisa diajarin sama pengusaha senior langsung gimana caranya mengubah suatu peluang berpotensi benar-benar menjadi suatu bisnis nyata yang benar-benar menghasilkan  suatu keuntungan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Nah jika para pengusaha yang sudah jadi saja masih suka berkumpul bersama dengan sesama pengusaha maka kenapa kita yang bukan pengusaha tapi pingin jadi pengusaha mengikuti cara itu. Modal yang dikeluarkan relative murah tapi hasilnya relative besar apalagi sekarang ini banyak sekali bermunculan berbagai komunitas pengusaha baik yang level anak kuliahan sampai yang level kakap.</p>
<p style="text-align: justify;">kenapa kita tidak memanfaatkanya?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/21/pertanyaan-dasar-untuk-pondasi-yang-kuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>paling apes ditolak</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/22/paling-apes-ditolak/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/22/paling-apes-ditolak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 14:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[basi]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[cowok]]></category>
		<category><![CDATA[ditolak]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[kaki lima]]></category>
		<category><![CDATA[kos]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[mentor]]></category>
		<category><![CDATA[pacar]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[risk]]></category>
		<category><![CDATA[sopan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[masa-masa saya menjadi mahluk tidak gaul dan takut sama wanita merupakan salah satu dari sekian banyak masa-masa suram saya. jangankan buat kenalan, ngajak ngobrol cewek aja saya musti mikir dua sampai lima kali. saya selalu  bingung tentang apa yang musti saya katakan pertama kali buat memulai percakapan. kok sepertinya yang mau saya katakan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">masa-masa saya menjadi mahluk tidak gaul dan takut sama wanita merupakan salah satu dari sekian banyak masa-masa suram saya. jangankan buat kenalan, ngajak ngobrol cewek aja saya musti mikir dua sampai lima kali.<img class="alignleft" src="http://youdee12.files.wordpress.com/2008/11/foto-3-cewek.jpg" alt="" width="171" height="120" /> <span id="more-351"></span>saya selalu  bingung tentang apa yang musti saya katakan pertama kali buat memulai percakapan. kok sepertinya yang mau saya katakan itu semuanya norak alias gak mutu. saat keberanian itu muncul cewek yang mau saya ajak ngobrol itu sudah beranjak pergi dan tidak ada lagi di dekat saya. selalu penyesalan yang muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">sama saja saat saat mau mulai usaha pertama kali setelah bangrut. yang muncul dalam benak saya adalah kesulitan dan kebingungan tentang bisnis apa yang mau saya coba jalani, kok sepertinya ide bisnis yang saya punya atau yang ditawarkan teman atau yang saya baca di buku-buku semuanya sulit buat dikerjakan. dalam masa penuh kebingungan dan kebimbangan kerjaan saya selama itu hanya berpikir saja dan selalu takut bila saya mulai merintis bisnis lagi akan menemui kegagalan.</p>
<p style="text-align: justify;">lama sekali saya takut buat memulai hubungan sama cewek, dari enam tahun masa kuliah saya mungkin setahun terakhir baru saya kenal sama cewek dan akhirnya bisa berpacaran selama tiga bulan. itu merupakan prestasi dan kesuksesan yang luar biasa buat saya.</p>
<p style="text-align: justify;">setelah saya inget-inget lagi apa sebenarnya yang bikin saya waktu itu bisa dapet cewek dan berpacaran ternyata selain lingkungan yang mendukung saya punya seorang teman baik yang menjadi tempat bertanya dan curhat saya. kawan itu satu kos-kosan dengan saya, dia itu punya banyak teman cewek dan menurut saya dia selalu mudah mendapatkan cewek baru bila dia bermasalah dan putus dengan pacarnya. saya mesti berguru sama yang jagoan cewek nih, biar cepet dapat pacar gitu pikiran saya. makanya kemudian setiap kali saya tertarik sama cewek saya selalu bertanya sama dia tentang apa yang harus saya lakukan supaya saya berani bertindak.<img class="alignright" src="http://www.cartoonstock.com/lowres/cha0041l.jpg" alt="" width="241" height="197" /></p>
<p style="text-align: justify;">sebenarnya yang dia bilang cuman sederhana. kalo ketemu cewek cakep yang saya minati saya cuman disuruh langsung menyapa aja dengan sopan trus tunggu reaksinya kalo dia tersenyum dan mbales artinya dia respon sama saya. habis itu baru deh kita mulai ngajakin ngobrol dengan pertanyaan-pertanyaan standart seperti nama, alamat, kuliah dimana, fakultas apa dan berbagai macam pertanyaan basi lainnya. pertanyaan norak dan basi dari saya itu pasti dijawab oleh sang cewek kecengan kalo cewek itu suka dan respek. pokoknya asal saya nanya dengan sopan pasti dijawab. gak mungkin seorang cewek akan menolak sapaan yang sopan dari seorang cowok. saya masih gak percaya dan takut saat itu, trus dengan enteng teman saya njawab, kalo cewek itu gak mau njawab sapaanmu paling kamu cuman ditinggal pergi, apasih ruginya, paling banter kamu sakit hati sebentar, ntar kalo kamu dah biasa dan banyak cewek yang bisa kamu ajak kenalan rasa sakit hati itu juga akan hilang dengan sendirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">saya pikir-pikir bener juga ya kata temen saya itu. dan kemudian saya mencoba buat praktek menyapa, mulanya emang berat banget dan sulit sekali. setiap ada masalah dengan pendekatan ke cewek saya selalu bertanya pada kawan tadi dan dia dengan santai dan enteng membina saya dengan sabar dan telaten. bahkan dia juga bersedia menemani dan mendampingi saya saya saat saya main kerumah cewek yang saya suka itu. teman tadi membuka pebicaraan dan kemudian menggiring percakapan supaya saya jadinya yang lebih banyak bicara. sekali dua kali pertemuan, saya masih didampinginya tapi pertemuan ketiga dan seterusnya dia suruh saya sendiri supaya saya lebih leluasa dan tidak ketergantungan terus.</p>
<p style="text-align: justify;">praktek saya mencari pacar pertama itu kemudian saya ulang disaat saya memulai bisnis pertama saya setelah bankrut. saya saat itu mencari pelatihan entrepreneur, dipelatihan itu saya nanti berharap bisa ketemu seorang yang sudah jago dan berpengalaman yang kemudian bisa jadi tempat bertanya saya, syukur-syukur dia mau membimbing saya saat saya bingung bahkan mungkin dia mau ngajarin saya secara detail, apa yang harus saya lakukan dalam mencari dan memulai bisnis baru.</p>
<p style="text-align: justify;">bener juga dalam pelatihan itu kemudian saya ketemu dengan orang-orang yang sudah punya jam terbang yang tinggi dalam berbisnis. disana saya bisa bertanya berbagai hal dari yang remeh temeh sampai yang serius. persis seperti pertanyaan saya dulu saat mencari pacar.</p>
<p style="text-align: justify;">para jagoan dan senior bisnis itu yang kemudian saya sebut mentor, saat pertama kali saya bertanya tentang mencari ide dan bagaimana memulai bisnis hanya menyuruh saya melakukan hal yang sederhana yaitu mencari dan bergabung dengan teman-teman yang juga sedang memulai bisnis. kalo sudah ketemu sering seringlah betanya dan berdiskusi tentang apa saja mengenai bisnis. kalo saya masih belum berani memulai sendiri bikinlah dulu bisnis bersama. kalo hal itu dilakukan terus menerus nanti dengan sendiri dalam diri saya akan muncul feeling dan naluri bisnis, gitu saran mereka.<img class="alignright" src="http://www.firehouse.com/cartoon/2006/combs_augmag.jpg" alt="" width="221" height="145" /></p>
<p style="text-align: justify;">dengan bimbingan para mentor itu, naluri bisnis saya mulai muncul, feeling dalam memilah-milah bisnis yang akan diterjuni mulai terasah. saya mulai paham gimana sih caranya memulai bisnis yang aman, saya sudah tau cara tips dan trik buat mulai lagi berbisnis, persis seperti dulu setelah diajari cara pendekatan ke cewek akhirnya saya jadi punya keberanian buat melakukan pendekatan ke banyak cewek lainnya. yang petama saja sulit tapi setelah cewek kedua, ketiga dan seterusnya menjadi semakin mudah dan bahkan sudah gak pake mikir lagi kalo ngajak cewek ngobrol dan kenalan.</p>
<p style="text-align: justify;">setelah sekian lama bergaul dan belajar dari para mentor, pengetahuan saya tentang bisnis mulai bertambah tapi penyakit lama masih belum hilang, saya masih takut buat memulai bisnis, takut mengalami kegagalan lagi dan takut menghadapi masalah-masalah dalam menjalankan bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">melihat saya dalam kondisi seperti itu salah seorang mentor berkata pada saya, kalo kamu tidak pernah merasakan memulai bisnis baru kamu tidak akan pernah berani dalam memulai bisnis. dalam memulai suatu bisnis itu yang harus saya pikirkan pertama kali adalah bukan keuntungan dalam bisnis yang akan dimulai. &#8220;jangan pernah berpikir tentang keuntungan saat memulai bisnis&#8221;, begitu katanya. itu adalah kesalahan fatal dari para entrepreneur pemula, selalu memikirkan keuntungan. nah saat keuntungan itu di letakkan sebanding dengan resiko yang akan dihadapi biasanya mereka takut dan akhirnya mundur sehingga bisnisnya tidak dimulai-mulai.</p>
<p style="text-align: justify;">seharusnya saat memulai bisnis, yang harus saya pertimbangkan dan menjadi perhatian utama adalah seberapa besar resiko kegagalan yang berani saya tanggung. saya disarankan selalu mencari dan memilah-milah serta menghitung kerugian maksimal yang dapat muncul dari perjalanan bisnis yang akan dimulai. kalo resiko kerugian maksimal itu sudah muncul dan saya berani menanggungnya segera dijalankan, kalo saya tidak berani menanggungnya segera tinggalkan dan jangan pernah berpikir lagi kearah situ. tapi segeralah mencari peluang bisnis baru buat dikerjakan.</p>
<p style="text-align: justify;">dalam berpikir tentang resiko maksimal justru bukannya memunculkan rasa takut malah kebalikannya keberanian yang timbul. misalnya saat saya memulai penyewaan mobil, saya mencari apasih resiko terburuknya. resiko terburuk dari rental mobil adalah mobil hilang dibawa kabur si penyewa, jelas rugi tapi bila mobil itu diasuransikan maka nilai mobil yang hilang itu akan diganti oleh asuransi. atau saat saya mau memulai bisnis jualan makanan di kaki lima, saya pikir kalo saya gagal saya hanya akan kehilangan seluruh modal awal saya sebesar lima juta rupiah. nilai lima juta besar buat saya bila hilang tapi dibalik itu saya akan punya segudang pengalaman berharga tentang mengelola bisnis makanan di kaki lima. dari pengalaman itu bila saya kelola dengan baik saya jadinya bisa meyakinkan investor buat mandapatkan modal yang bisa digunakan buat melangkah lagi.<img class="alignleft" src="http://www.truerockministries.com/onlinestore/Listen%20to%20our%20mentor.jpg" alt="" width="167" height="147" /></p>
<p style="text-align: justify;">saya jadi ingat kata kawan saya di kos-kosan, saat saya menyatakan bahwa saya tidak punya nyali buat nembak cewek yang saya suka. saat saya bener-bener gak berani buat menyatakan bahwa rasa suka saya ke cewek kecengan saya itu. kawan tadi enteng aja berkata, &#8220;apa sih yang bikin kamu gak berani nembak calon cewekmu, resiko terburuk dari menyatakan rasa suka ke seorang cewek adalah kamu bakalan ditolak sama dia. gak ada resiko yang lainya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">paling apes saya akan ditolak oleh cewek itu, saya gak mungkin di usir atau dimaki-maki oleh si cewek bila saya ngomong dengan sopan dan sungguh-sungguh, ditolak dan dimaki-maki hanya ada dalam sandiwara televisi. gak ada resiko yang lain. jadi setelah saya renungkan bahwa resiko terjelek saat menyatakan rasa cinta kecewek hanyalah ditolak, yang kemudian bisa berakibat sakit hati dan malu, hanya itu saja, gak ada yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi seberapa lama sih rasa malu dan sakit hati itu akan muncul dan bertahan dalam diri saya. seperti saat saya pertama kali belajar ngomong dan kenalan ke cewek. saat pertama dan kedua kali salah ngomong rasa malu muncul tapi setelah sering dan terbiasa gak ada lagi rasa malu yang muncul, yang ada malahan kesalahan ngomong itu bisa dijadikan bahan bercanda yang bisa bikin obrolan saya sama cewek bertambah akrab.</p>
<p style="text-align: justify;">kalo saya ditolak sama cewek saya pasti malu dan bisa sakit hati. tapi kalo dievaluasi lagi semua sebab kenapa saya ditolak cewek, akan bisa saya jadikan pelajaran buat nembak cewek-cewek yang lain. masih banyak cewek lain kok yang lebih baik dan lebih cakep dari cewek yang nolak tadi. jadi buat apa saya musti takut mengulangnya ke cewek lain. begitu saya dah tau rasanya ditolak yang pertama saya jadinya punya dendam buat menaklukkan cewek lain. dendam kesumat yang bilang dalam hati yang terus menyuruh saya  harus bisa punya pacar.</p>
<p style="text-align: justify;">ditolak satu cewek bikin saya penasaran buat menaklukkan cewek lainnya. gagal dan tertipu dalam memulai bisnis bikin saya penasaran buat membuktikan bahwa saya bukan mahluk bego yang gak bisa berbisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">gitu deh berkat bimbingan para mentor, saya bisa berhasil menghadapi rasa takut saya.</p>
<p style="text-align: justify;">dimasa jaya saya dulu akhirnya saya punya banyak teman cewek dan mudah dalam mencari pacar, hanya karena saya berani menangung resiko bila saya ditolak cintanya. sama dengan bisnis yang akhirnya saya jalani sampai sekarang, hanya karena saya berani menanggung resiko terburuknya, bisnis saya malah semakin berkembang pesat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/22/paling-apes-ditolak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kasian deh lu&#8230;.</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/21/kasian-deh-lu/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/21/kasian-deh-lu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 14:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[suatu malam saya kedatangan tamu, seorang marketing dari sebuah bank swasta yang sudah membantu saya mendapatkan kredit, gak banyak kok kredit yang saya peroleh dari bank itu, cuman 425jt. tapi jumlah itu gak penting yang lebih penting adalah cerita dia pada saya tentang kinerjanya. dia cerita dalam tahun 2009 ini karena adanya krisis yang menimpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://tell.fll.purdue.edu/JapanProj/FLClipart/Adjectives/poor.gif" alt="" width="249" height="171" />suatu malam saya kedatangan tamu, seorang marketing dari sebuah bank swasta yang sudah membantu saya mendapatkan kredit, gak banyak kok kredit yang saya peroleh dari bank itu, cuman 425jt. <span id="more-192"></span>tapi jumlah itu gak penting yang lebih penting adalah cerita dia pada saya tentang kinerjanya. dia cerita dalam tahun 2009 ini karena adanya krisis yang menimpa dunia dan berimbas pada dunia pemberian kredit, termasuk pada bank tempat dia bekerja. akibat dari krisis tersebut, permohonan kredit yang diajukan nasabahnya menurun sehingga berakibat pada omset yang melorot. karena pemberian kredit yang terus melorot pada nasabahnya, maka bank tersebut berusaha memacu karyawan-karyawannya terutama bagian marketing untuk berlomba-lomba mencari nasabah yang mau mengajukan kredit. iming-iming yang diberikan oleh bank tersebut pada karyawannya adalah bila seorang marketing memperoleh penjualan kredit tertinggi diwilayahnya, disini wilayah surabaya, gresik dan sidoarjo, secara komulatif selama periode kerja tiga bulan-an maka dia akan memperoleh bonus berupa insentif sebesar dua juta rupiah.</p>
<p>akibat iming-iming bonus itu maka teman saya ini rela bekerja luar biasa ektra keras, pergi pagi-pagi dan pulang diatas jam sembilan malam, ini sudah dilakukan selama tiga bulan, sehingga dia adalah kandidat terkuat juara pertama, dan omsetnya saja sampai perengahan bulan sudah 600 juta lebih.</p>
<p>saya terperangah mendengar ceritanya&#8230;</p>
<p>buat nyari duit dua juta saja dia rela pergi pagi dan pulang malam hampir tiap hari selama tiga bulan termasuk hari sabtu dan minggu meninggalkan anak dan istrinya. mending kalo duit dua juta itu diperoleh setiap bulan, lha ini per tiga bulan sekali.</p>
<p>gileeee, hebat luar biasa&#8230;.</p>
<p>betapa bahagianya teman tadi bila dapat dua juta rupiah, tapi yang lebih bahagia adalah bank tempat dia kerja, hanya dengan pancingan bonus sebesar maksimal 2 juta saja bisa bikin rata-rata karyawannya kerja gulung koming setiap hari selama tiga bulan. bisa diitung kan omset bank tadi, bila seorang karyawan seperti teman tadi dapat minimal 600 juta dikali berapa tenaga marketing dari setiap cabang dikali jumlah cabang diwilayah itu dikali tiga bulan.</p>
<p>padahal teman saya itu hebat lho, dia punya kemampuan luar biasa dalam mencarikan uang buat orang lain. dan uang yang dicarikannya itu jumlahnya gak main-main, bukan jumlah yang recehan. itu yang bikin saya heran, dia mau-maunya bekerja keras buat orang lain untuk penghasilan yang jumlahnya tidak seberapa.</p>
<p>saya pernah bertanya padanya tentang kemampuannya itu, kenapa kemampuannya yang luar biasa itu tidak digunakan untuk mencari uang buat dirinya sendiri. apa dia tidak sadar akan kemampuannya itu. dia menjawab sebenarnya dia sadar terhadap apa yang dia kerjakan selama ini. dia sadar akan kerja kerasnya, sadar akan hasil yang diperolehnya dan sadar akan berapa besar uang yang diperoleh nasabahnya atas bantuannya itu.</p>
<p>trus saya tanya lagi, &#8220;kalo kamu sadar kenapa kamu gak bikin usaha sendiri saja trus nyari pinjaman yang banyak ke bank, padahal kamu toh sudah sangat paham terhadap cara-caranya?&#8221; dia cuman bilang kesaya bahwa dia gak tau cara muter duit itu, dan karena dia gak tau dia gak berani melakukannya. dia hanya berani melakukan yang pasti-pasti saja walaupun harus kerja keras dan hasilnya sedikit.</p>
<p>teman saya itu gak berani bertindak, dia tidak berani melakukan resiko terhadap hal yang dia tidak tau. ini aneh banget menurut saya. teman tadi itu, karena jago mencarikan pinjaman ke pengusaha maka dia punya banyak relasi pengusaha. apalagi teman tadi itu selalu membina hubungan baik dengan nasabah-nasabah yang pengusaha sehingga terjadi hubungan yang akrab, seperti pertemanan antara saya dan dia. karena akrab, maka relasinya yang pengusaha, tidak segan-segan berbagi cerita tentang bisnis, tentang peluang-peluang ada, tentang solusi bila ada masalah. bahkan seringkali ada yang menawarkan akan membantu membinanya bila dia membuka usaha.</p>
<p>penawaran demi penawaran di perolehnya, support juga didapatnya. tapi tetep aja teman tadi gak berani bertindak gak berani berubah haluan, dan tetap dengan alasan dia gak bisa dan gak mengerti cara-caranya. ini yang juga bikin saya heran, dulu sebelom dia jadi marketing berprestasi seperti sekarang dia toh juga memulainya dari gak bisa, dari sulitnya mencari nasabah pertama yang mau ngambil kredit darinya. kondisinya sama, saat awal bekerja dia mulai dari gak bisa plus menerima resiko gak diperpanjang masa kerjanya bila target omset gak masuk. nah sekarang bila memulai usaha dia juga sama seperti dulu, mulai dari gak bisa dan tetep punya resiko yang sama kehilangan penghasilan bila terget omset gak masuk. semuanya sama, tapi dia tetep gak mau berubah. dia tetep merasa nyaman dengan kerja kerasnya yang dilakukan tiap hari hanya demi kepastian penghasilan.</p>
<p>emang sih tiap orang berhak bertindak sesuai dengan kenyamanan yang sesuai menurut diri masing-masing. tapi mestinya kita juga harus nyadar terhadap potensi diri yang dimiliki. karena tiap orang emang punya potensi, hebat tidaknya suatu potensi tergantung dari diri orang itu sendiri mau mengasahnya atau tidak. trus kalo sudah nyadar tentang potensi yang dimiliki kenapa harus memilih peluang buat memperkaya oran lain kenapa gak memilih peluang buat memperkaya diri sendiri.</p>
<p>seberapa besarnya penghasilan yang diberikan oleh orang lain pada diri kita, pasti lebih besar penghasilan orang yang memberi tadi, besarnya bisa berlipat-lipat, bisa puluhan bahkan ratusan kali lipat. dan itu semua karena kerja keras kita buat mereka.</p>
<p>asyik kan&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/21/kasian-deh-lu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Take a Risk, get a dream …</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2008/12/22/take-a-risk-get-a-dream-%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2008/12/22/take-a-risk-get-a-dream-%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 12:15:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[get dream]]></category>
		<category><![CDATA[laskar pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[take risk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[judul diatas mengingatkan saya pada seorang teman lama yang selalu menulis :
Take a Risk, get a dream… 

pada setiap tulisan-tulisannya di milis. artinya menurut saya kira-kira begini &#8216;ambilah resiko dan raihlah mimpimu&#8217;
seorang entrepreneur yang berhasil harus punya mimpi yang besar selain itu dia juga harus berani mengambil resiko yang muncul dari pilihannya dan dari setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>judul diatas mengingatkan saya pada seorang teman lama yang selalu menulis :</p>
<p>Take a Risk, get a dream… <img class="alignleft" src="http://www.piperreport.com/archives/Images/Financial%20Risk%20-%20Dice%20-%202.jpg" alt="" width="183" height="127" /></p>
<p><span id="more-55"></span></p>
<p>pada setiap tulisan-tulisannya di milis. artinya menurut saya kira-kira begini &#8216;ambilah resiko dan raihlah mimpimu&#8217;</p>
<p>seorang entrepreneur yang berhasil harus punya mimpi yang besar selain itu dia juga harus berani mengambil resiko yang muncul dari pilihannya dan dari setiap langkah-langkah yang ditempuhnya untuk mencapai mimpi-mimpi tersebut.</p>
<p>&#8216;mimpi adalah kunci<br />
untuk kita menaklukkan dunia<br />
berlarilah<br />
tanpa lelah sampai engkau<br />
meraihnya&#8217;</p>
<p>gitu kata lirik lagu laskar pelangi buatan nidji yang sangat memotivasi saya dan jadi lagu kebangsaan saya.</p>
<p>&#8216;get a dream&#8217;</p>
<p>seringkali kita bermimpi besar buat jadi entrepreneur tapi seringkali kita takut untuk mengambil resiko dalam meraihnya, ini sering terjadi pada teman-teman yang masih karyawan yang gak puas dalam dunianya tapi enggan meninggalkan kenyamanan yang sudah diperolehnya selama menjadi karyawan. atau teman-teman mahasiswa yang tetep ngantri jadi PNS walau harus bersaing dengan puluhan ribu manusia lain buat segelintir lowongan.</p>
<p>tapi seringkali juga mimpi besar kita membuat kita nekad untuk mengambil semua resiko tanpa pikir panjang.</p>
<p>mana yang mau kita pilih?</p>
<p>apapun pilihan kita buat mencapai mimpi-mimpi emang ada resiko yang harus dihadapi. karena tanpa mimpi pun hidup ini sudah sangat beresiko, jadi buat apalagi takut untuk mengambil resiko baru.</p>
<p>&#8216;take a risk&#8217;</p>
<p>ambilah resiko sesuai dengan kemampuan kita dan jangan sekali kali mengambil resiko diluar kemampuan kita. bukan bermaksud sok tua atau sok tau dengan sok ngajarin. tapi emang gitu kenyataannya kalo kita terlalu berani mengambil resiko bikin kita kurang hati-hati dan jadi ceroboh sehingga bukannya keberhasilan yang diperoleh tapi malah kegagalan. kegagalan yang ancur-ancuran.</p>
<p>kalo sudah ancur kadang sulit bagi kita buat bangkit lagi apalagi kalo lingkungan terdekat kita sudah mencemooh, sakit banget rasanya. hanya orang-orang pilihan yang bisa bangkit dari kehancuran totalnya dan itu jarang sekali terjadi.</p>
<p>makanya dalam setiap pengambilan resiko kita mesti mikir dulu apa resiko terburuknya, kalo resiko terburuk udah ketemu berani gak kita mengambilnya. kalo gak berani ya jangan diambil. trus kalo gak diambil gimana mencapai mimpi besar kita.</p>
<p>caranya ya kita musti agak menunda dulu, ambil resiko yang paling mudah kita tanggulangi, dengan resiko terkecil pastinya dalam meraih mimpi besar akan lebih lama waktu yang harus ditempuh. tapi gak apa-apa dari pada kehacuran total yang didapat sebelum mimpi bisa diraih. tertunda tapi penuh rencana jauh lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.</p>
<p>nah kalo resiko terkecil dah bisa kita taklukkan pastinya ada keberhasilan yang kita raih. sekarang tingkatkan pengambilan resiko tadi menjadi 2 kalinya&#8217; selama resiko itu masih bisa terima tentunya. kalo berhasil ulagi lagi degan yang lebih berat, gitu aja terus selama berulang-ulang, tingkatkan terus jenis resiko yang musti kita ambil. kalo kita sabar, pastinya mimpi-mimpi besar tadi akan tercapai dengan sendirinya.</p>
<p>kalopun gagal sakitnya pun tidak seberapa, sementara itu kita masih punya semangat buat melakukannya lagi, masih punya semangat buat meng-evaluasi kenapa sampe kita gagal, apa yang salah dan apa solusinya. minimal gak bikin kita sakit hati dan frustasi.</p>
<p>get a dream&#8230;get a big dream&#8230;.</p>
<p>wajib hukumnya</p>
<p>take a risk&#8230;take a big risk</p>
<p>juga wajib hukumnya,</p>
<p>tanpa itu gak akan ada kemajuan dalam hidup ini.</p>
<p>mestinya ditambain lagi di belakangnya &#8230;..&#8217;tapi tetap berhati-hatilah&#8217;</p>
<p>berhubung saya gak bisa ngartiinnya dalam bahasa inggris jadinya saya tulis gini aja :</p>
<p><strong>Take a Risk, get a dream …tapi tetap berhati-hatilah</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2008/12/22/take-a-risk-get-a-dream-%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

