<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; promosi</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/tag/promosi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 05:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menggali Ilmu Bertanya untuk Menjadi Kaya</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2010/07/22/menggali-ilmu-bertanya-untuk-menjadi-kaya/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2010/07/22/menggali-ilmu-bertanya-untuk-menjadi-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 14:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[bento]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Business Success]]></category>
		<category><![CDATA[bussiness]]></category>
		<category><![CDATA[Duel]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[harian surya]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu bertanya]]></category>
		<category><![CDATA[invest]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[investor]]></category>
		<category><![CDATA[jangan berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Berpikir Jadi Pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan berpikir jadi pengusaha & jangan pernah berpikir menjadi entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[jangan berpikir jadi pengusaha dan jangan pernah berpikir jadi entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[kommmbis]]></category>
		<category><![CDATA[koran]]></category>
		<category><![CDATA[mainstream]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind juara]]></category>
		<category><![CDATA[Maut]]></category>
		<category><![CDATA[Menggali Ilmu Bertanya untuk Menjadi Kaya]]></category>
		<category><![CDATA[mm juara]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>
		<category><![CDATA[pecel]]></category>
		<category><![CDATA[promo]]></category>
		<category><![CDATA[promosi]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[samurai]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[surat kabar]]></category>
		<category><![CDATA[surya]]></category>
		<category><![CDATA[takon.ology]]></category>
		<category><![CDATA[Takonology]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[TDA nGalam]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[ukm jatim]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[wenmit]]></category>
		<category><![CDATA[wirausahawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1781</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 15 Juli 2010
Menggali Ilmu Bertanya untuk Menjadi Kaya

Senin, 12 Juli 2010 &#124; 09:06      WIB


Menjelang Duel Maut Samurai Vs Takonology,

Surabaya &#8211; SURYA- Kalau Anda ingin berbisnis, mana yang didahulukan: lakukan dulu, mikir belakangan; ataukah pikir dulu dengan masak, baru melakukan? Dua pilihan itu tampaknya sederhana, tapi sebetulnya mencerminkan dua arus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration: underline;">Kamis, 15 Juli 2010</span></p>
<h2><strong>Menggali Ilmu Bertanya untuk Menjadi Kaya</strong></h2>
<ul>
<li>Senin, 12 Juli 2010 | 09:06      WIB</li>
</ul>
<p><a href="http://www.surya.co.id/2010/07/12/menggali-ilmu-bertanya-untuk-menjadi-kaya.html"></a><a href="http://www.surya.co.id/2010/07/12/menggali-ilmu-bertanya-untuk-menjadi-kaya.html"></a><a href="http://www.surya.co.id/2010/07/12/menggali-ilmu-bertanya-untuk-menjadi-kaya.html"></a></p>
<p><strong>Menjelang Duel Maut Samurai Vs Takonology,</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
<strong>Surabaya</strong><strong> &#8211; SURYA-</strong></strong> Kalau Anda ingin berbisnis, mana yang didahulukan: lakukan dulu, mikir belakangan; ataukah pikir dulu dengan masak, baru melakukan? Dua pilihan itu tampaknya sederhana, tapi sebetulnya mencerminkan dua arus besar (mainstream) pemikiran dalam dunia bisnis, dan bahkan kehidupan.<span id="more-1781"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dua arus pemikiran itulah yang akan dipaparkan oleh Samurai, 39, seorang wirausahawan muda Surabaya yang sedang menanjak, dan penemu “ilmu bertanya” takonology, yakni Lupeng Magnum, 37. Setelah pemaparan, keduanya bakal beradu taktik dan jurus dalam meningkatkan profit dan karakter pada sebuah acara yang akan digelar Harian Surya dan Kiyoe Production, Selasa (13/7) esok.</p>
<p style="text-align: justify;">Samurai —yang menulis buku “Jangan BERPIKIR Jadi Pengusaha”— dan Lupeng Magnum merupakan sosok-sosok yang mewakili dua arus pemikiran berbeda tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Samurai condong pada pilihan “kerjakan dulu, jangan banyak berpikir dan pertimbangan”, sedangkan Lupeng cenderung “buatlah pertimbangan yang masak, baru kemudian lakukan”. Mana yang benar?</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Samurai (yang memiliki sejumlah jaringan waralaba makanan dan juga Ketua Surabaya Entrepreneurs Club), untuk memulai usaha, tindakan atau bergerak adalah penting. Bahkan tak hanya bergerak, tapi bergerak cepat. Dia punya pengalaman pribadi soal itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika memulai usaha “Wenmit Pecel Bento”, modal dia hanya Rp 10 juta. Untuk bikin gerobak dagangan membutuhkan Rp 6 juta, sehingga tersisa Rp 4 juta. Sembari menunggu pembuatan gerobak selama 2 minggu, Sam —panggilan Samurai— tak ingin diam.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan sisa modal Rp 4 juta, dia mendesain iklan dan kemudian mengiklankan bisnis Wenmit-nya yang baru berupa “janin” itu ke media massa. Total duit yang dikeluarkan untuk itu Rp 2 juta, sehingga tinggal Rp 2 juta yang tercadangkan untuk biaya operasional dan biaya tak terduga kelak ketika Wenmit mulai dioperasikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kecepatan Sam bertindak, yang bagi beberapa orang disamakan dengan spekulasi, ternyata membawa hasil. Iklan itu mendapat respons, dia menerima banyak telepon dari orang-orang yang ingin bekerja sama dengan Wenmit. Akhirnya, beberapa orang deal untuk bermitra dan bahkan mereka sudah mau membayar uang muka 50 persen dari harga jual kemitraan yang dipatok Sam sebesar Rp 15 juta. Dengan kata lain, bisnis belum mulai, untung sudah di tangan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Bahkan, ada mitra yang mau melunasi sendiri biaya gerobak. Kuncinya adalah kepercayaan, dan saya memang menjaga itu,” kata Sam, yang berbisnis juga di bidang properti dan garmen serta aktif di organisasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Jatim.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Sam, jika terlalu banyak berpikir, orang tidak akan berani bergerak, sehingga akan tertinggal. “Kalau bertindak dan salah, ya anggap itu sebagai pengalaman. Guru yang bernilai adalah pengalaman,” tegas dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Lain lagi dengan Lupeng Magnum. Pria asal Pati, Jawa Tengah, ini pernah sukses sebagai eksportir furnitur dengan omzet rata-rata Rp 8 miliar per tahun. Ia juga penah memiliki Disna FC —sebuah klub sepak bola terkenal di Pati.</p>
<p style="text-align: justify;">Memulai usaha dengan modal dengkul pada tahun 2002, Lupeng kemudian meraih kejayaan selama 2004-2006. Di masa itu, ia pun mengembangkan sayap mendirikan usaha konveksi serta toko olahraga di dua kota.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, karena kesuksesan dalam waktu relatif singkat itu, Lupeng menjadi terlalu percaya diri. Tawaran-tawaran bisnis yang datang, tanpa pikir panjang, dia sambar. “Karena terlalu percaya diri, saya waktu itu pokoknya bertindak dan bertindak saja saat melakukan ekspansi usaha. Mikirnya belakangan,” kata Lupeng, jebolan Universitas Gadjah Mada Jogjakarta ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ujung-ujungnya, tak hanya sejumlah bisnis barunya gagal, bisnis utamanya pun juga goyah dan bahkan jatuh pada tahun 2009. Ia juga ditipu mitranya. “Karena terlalu percaya diri, saya jadi spekulatif,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Belajar dari pengalaman itu, di tengah kehancuran bisnis, Lupeng kemudian melakukan perenungan. Lahirlah ilmu baru dari perenungan itu, yang disebutnya takonology. Dia juga mendirikan Takonology Institute. Takonology berasal dari takon, kata bahasa Jawa yang berarti “tanya” atau “bertanya”, serta logy (dari asal kata logos) yang berarti “ilmu”. Jadi, takonology adalah ilmu atau seni bertanya yang berkualitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Intinya, Lupeng kini justru menganjurkan orang untuk bertanya dulu dengan benar, kemudian melakukan pertimbangan, dan baru bertindak. Secara ekstrem bisa dikatakan, Lupeng berada di pemikiran yang beda dengan Samurai. Tapi, betulkah demikian? Apakah dua pemikiran itu tak bisa dikompromikan dan diambil yang terbaik dari masing-masing?</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk jelasnya, kita bisa mengikuti paparan dan adu taktik serta jurus antara Lupeng dan Samurai dalam acara “Duel Maut Samurai Vs Takonology” yang digelar di Kantor Harian Surya pada Selasa (13/7) besok. Informasi kepesertaan bisa menghubungi telepon (031) 83357590 atau (031) 91679872. sunarko</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><a href="http://www.surya.co.id/"></a></p>
<p><script type="text/javascript">// <![CDATA[
tulis_Tanggal();
// ]]&gt;</script></p>
<p><a href="http://www.surya.co.id/"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2010/07/22/menggali-ilmu-bertanya-untuk-menjadi-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>apakah enak menjadi sponsor?</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2010/07/16/apakah-enak-menjadi-sponsor/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2010/07/16/apakah-enak-menjadi-sponsor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 01:08:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[bento]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Business Success]]></category>
		<category><![CDATA[bussiness]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[harian surya]]></category>
		<category><![CDATA[invest]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[investor]]></category>
		<category><![CDATA[jangan berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Berpikir Jadi Pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan berpikir jadi pengusaha & jangan pernah berpikir menjadi entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[jangan berpikir jadi pengusaha dan jangan pernah berpikir jadi entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[kommmbis]]></category>
		<category><![CDATA[koran]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind juara]]></category>
		<category><![CDATA[mm juara]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>
		<category><![CDATA[pecel]]></category>
		<category><![CDATA[promo]]></category>
		<category><![CDATA[promosi]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[samurai]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[sponsor]]></category>
		<category><![CDATA[sponsprship]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[surat kabar]]></category>
		<category><![CDATA[surya]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[TDA nGalam]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[ukm jatim]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[wenmit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1777</guid>
		<description><![CDATA[suatu saat saya minta kawan saya untuk mensponsori acara yang saya bikin. dengan janji bahwa nanti akan saya sediain alat sajinya sebanyak yang dia butuhkan, dan brosur berupa stiker yang mencantumkan nama dan nomor teleponnya yang akan saya tempel di alat saji tersebut.  kawan tadilah yang saya minta untuk membiayai serta mengisinya dengan makanan.
si kawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2008/01/sponsor_baby.jpg" alt="" width="153" height="129" />suatu saat saya minta kawan saya untuk mensponsori acara yang saya bikin. dengan janji bahwa nanti akan saya sediain alat sajinya sebanyak yang dia butuhkan, dan brosur berupa stiker yang mencantumkan nama dan nomor teleponnya yang akan saya tempel di alat saji tersebut.  kawan tadilah yang saya minta untuk membiayai serta mengisinya dengan makanan.<span id="more-1777"></span></p>
<p style="text-align: justify;">si kawan menyetujui, dan memang mempersiapkan dengan baik semua yang dibutuhkan, tapi ternyata dalam praktek menuju hari H banyak hal tiddak diinginkan yang terjadi, ada  saja halangan yang menghadang persiapan-persiapan kami.</p>
<p style="text-align: justify;">semua sibuk, saya si kawan dan team saya memang sibuk dengan urusan dan bisnis masing-masing. 3 hari sebelum hari H, team saya yang mempersiapkan peralatan yang hendak di pakai tiba-tiba sakit sehingga berhalangan untuk belanja peralatan tadi. akibatnya anggota team saya itu baru bisa belanja keesokan harinya. ndak dinyana ndak disangka hari itu ternyata tanggal merah yang berarti liburan sehingga banyak tempat yang tutup, ternyata lagi tanggal merahnya dua hari berturut-turut, pusing deh jadinya sebab hari H semakin dekat padahal peralatan belon siap. team saya segera memberi tahu pada kawan itu dan si kawan memaklumi dengan syarat sore hari pada hari H minus 1 semua peralatan harus sudah diantar ke tempatnya. team saya menyanggupinya.</p>
<p style="text-align: justify;">alhamdulillah, sesuai dengan janji maka pada sore hari yang dijanjikan yaitu hari H minus 1, maka peralatan dan stiker yang kami janjikan berhasil dikirim ke tempat kawan saya. kawan tadi menerima dan sempat melihat apa yang tertcantum pada stiker yang rencananya akan di tempel di peralatan yang telah kami siapkan juga. beliau tanpa komplain menerima, bahkan sempat mengemukakan komentar pada kami, ”kok ada nama saya juga disamping nomor teleponnya?”<img class="alignright" src="http://www.lebaneseindubai.com/news/GoldSponsor.jpg" alt="" width="109" height="109" /></p>
<p style="text-align: justify;">saya pun merespon ”supaya mereka tau siapa nama yang harus dihubungi bila mereka berminat” begitu kata saya dan kawan tadi pun manggut-manggut. setelah beliau menerima semuanya dan tidak ada lagi yang mesti dibicarakan, saya buru-buru berpamitan karena besok pagi-pagi saya harus mempersiapkan fisik dan mental pada acara itu, antara kami datang dan pamit mungkin sekitar 10 menit saja kurang lebih. pokoknya rada terburu-buru deh&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">malamnya team saya sempat berhubungan lagi dengan kawan tadi, dan menegaskan janji untuk ketepatan waktu datang di acara. kesepakatan yang terjadi adalah, karena tidak ada yang bisa menjemputnya maka kawan tadi akan mengusahakan kiriman datang pada pukul 12, satu jam sebelum acara kami berakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">esok paginya saya dan team focus pada acara yang kami bikin, kami yakin banget pada kawan tadi bahwa semuanya akan beres dan tepat waktu kaena beliau memang sudah punya jam terbang yang terbukti kehebatannya dalam hal kreadibilitas.</p>
<p style="text-align: justify;">nah, ternyata masalah muncul lagi. pada jarum jam menunjukkan pukul 11.30 siang, lom ada tanda-tanda kiriman dari si kawan datang. padahal kesepakatan yang kami bikin adalah, paket akan datang pukul 12 siang. yang bikin tambah panik, adanya situasi dimana si kawan gak bisa dihubungi, telepon tidak diangkat dan sms tidak terbalas.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://www.vitalsignsconference.com/sponsorpic.jpg" alt="" width="170" height="110" />kepanikan makin merajalela karena pada saat pukul 12 siang, tetep aja lom terjadi komunikasi. sebagai akibat team yang ada diluar meminta agar team yang ada didalam memperpanjang acara, entah gimana caranya supaya para hadirin yang datang tidak mengetahui adanya keterlambatan kedatangan paket yang dijanjikan.</p>
<p style="text-align: justify;">kepanikan semakin menjadi-jadi karena pada saat pukul 12.30 masih lom ada kontak dari si kawan. kondisi tambah memanas sebab yang punya tempat sudah memberi isyarat agar acara diakhiri pada pukul 13, sesuai dengan kesepakatan.</p>
<p style="text-align: justify;">dalam panik team ndak putus asa, tehnik negosiasi dipakai jurus rayuan maut dikeluarkan untuk minta perpanjangan waktu lebih lama, agar dapat menggunakan tempat itu sedikit lebih lama lagi dengan alasan para hadirin benar-benar tehibur dan ndak beranjak sedikitpun dari tempat acara. kami semakin bersemangat untuk nego dengan pemilik acara karena tiba-tiba si kawan mengabarkan bahwa beliau akan tiba dengan paket yang dibawanya sekitar 20 menit lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">sekali lagi kami ucapkan alhamdulillah, sebab pemilik tempat memberi kan ijinnya, dan singkat cerita, paket yang dibawa si kawan datang tepat pada acara kami tutup, walaupun terlambat 90 menit dari waktu yang sudah disepakati bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">efek dari keterlambatan itu, cukup parah dimaka maka hadirin yang datang langsung mengambil isi dari paket tanpa membaca lagi peralatan yang sudah di tempeli stiker brosur promosi. hadirin mengambil isinya, dan langsung pulang tanpa peduli pada peralatan yang telah ditempeli stiker promo, karena memang sudah lewat waktunya untuk pulang.<img class="alignright" src="http://www.theproducersperspective.com/.a/6a00e54ef2e21b88330115705fb898970b-pi" alt="" width="120" height="125" /></p>
<p style="text-align: justify;">si kawan kecewa sekali hatinya, beliau merasa semua jeih payah tenaga dan biaya besar yang dikeluarkannya untuk acara itu tidak dihargai sama sekali, apalagi saat ucapan terima kasih di sampaikan. maka yang dibacakan adalah sponsor dari brand atau merek nya saja, nama kawan tadi sama sekali ndak disebut-sebut dalam acara itu. beliau sakit hati sekali, padahal ndak sedikit tenaga, pikiran dan biaya yang telah dikeluarkannya untuk kesuksesan acara ini.</p>
<p style="text-align: justify;">beliau merasa ndak ada penghargaan sama sekali yang beliau terima, ndak ada ucapan terima kasih yang beliau terima, bahkan beliau sempat dipersulit masuk karena namanya tidak dikenal oleh team yang menjaga di pintu masuk.</p>
<p style="text-align: justify;">marah besar beliau pada saya, saya dianggap mau menang sendiri karena notabene hanya merek saja yang disebut, padahal merek itu merek saya, tapi status kawan tadi sebagai partner yang telah bekerja keras dan berkorban baik tenaga dan uang yang tidak sedikit sama sekali tidak disebut-sebut.</p>
<p style="text-align: justify;">semakin marah  dan kecewa hati kawan saya itu karena ternyata pada x banner yang berada disana tidak disebut juga nama dan nomor telepon beliau. jerih payahnya ndak dihargai sama sekali, sponsor shipnya ndak di gubris, saya dianggap mau menang sendiri dan mau terkenal sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">pastinya beliau marah besar, sebab bukan sekali itu saja beliau menjadi sponsor terhadap acara dan merek dagang saya, sudah berulang kali dan itu selalu dengan pengorbanan tenaga dan uang yang besar. saya benar-benar dianggap mau menang sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">tentu saya punya alasan kenapa hal tersebut terjadi, bukannya saya ndak menghargai beliau, toh semua sudah berdasarkan kesepakatan, dan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan itu memang karena dari awal semuanya sudah salah dan terburu-buru.<img class="alignleft" src="http://www.greekshares.com/uploads/image/learn_how_to_invest_post_graduate.jpg" alt="" width="157" height="104" /></p>
<p style="text-align: justify;">pertama ada masalah saat penyediaan bahan baku sehingga semua dilakukan dengan terburu-buru, tapi tidak ada komplain jadi dianggap semua beres. dan sampai hari H para pihak yang terlibat tidak ada yang membicarakannya lagi, jadi masing-masing menganggap tidak ada masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">kedua, adanya keterlambatan kedatangan paket di tempat acara yang tidak memungkinkan hadirin untuk membaca atau menikmati peratatan yang membungkus paket itu, yang dituju hadirin adalah isi lalu langsung pulang. andai paket tidak telat mestinya hadirin akan sempat menikmati peralatan dan membaca stiker promosi yang ada pada peralatan pembungkus paket itu.</p>
<p style="text-align: justify;">ketiga, tidak adanya koordinasi yang baik antara para pihak. dimana para pihak tidak bisa saling berhubungan sebelum semuanya menjadi terlambat.. andai ada komunikasi yang baik sebelum acara, pada saat acara, ada kejelasan tentang keterlambatan, dan ada komunikasi tentang situasi acara. pastinya kesalahpahaman tidak terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">keempat, andai sesudah acara kawan tadi langsung mendamrat saya karena kekecewan dan kemarahan yang dirasakannya tentunya semua bisa dibicarakan dengan baik. tapi yang terjadi berbeda, kawan itu tidak berbicara dengan saya dan karena saya anggap semuanya clear saya dan team pulang duluan. yang terjadi ternyata beliau yang pulang lebih lambat dari saya ngobrol dengan  team panitia yang lain yang masih belum pulang dan mereka ndak ngerti apa-apa tentang deal ddan kesepakatan yang di bikin anatara saya dan si kawan. jadi komentar-komentar dari mereka yang gak ngerti apa-apa itu semakin bikin memuncak kemarahan si kawan.</p>
<p style="text-align: justify;">dengan adanya keempat hal diatas maka semua alasan pembelaan saya ndak bisa diterima oleh si kawan, padahal kesepakatan tidak tertulis kami menyatakan adanya open managemen dan semua hasil dari acara yang disponsorinya akan dimasukkan dalam omsetnya.</p>
<p style="text-align: justify;">amarah membutakan segalanya, saya hampir saja terpancing juga, untung ada anggota team yang masih berkepala dingin dan menasehati agar saya bersabar.<img class="alignright" src="http://www.thinkinvest.ro/think_invest_logo2.jpg" alt="" width="221" height="116" /></p>
<p style="text-align: justify;">nasehat dari anggota team bikin kepala saya dingin, dan saya dinasehatinya lain kali jika meminta seseorang untuk menjadi sponsor sebaiknya dijelaskan dengan detail bahwa hasil sponsor itu tidak bisa langsung dirasakan saat itu juga, atau dalam waktu dekat. menjadi sponsor itu ibarat investasi, namanya juga investasi maka serta merta hasil yang diingankan blom dapat langsung diukur tapi memerlukan waktu.  Apalagi untuk produk-produk yang termasuk pendatang baru maka sponsorship merupakan budget terbesar yang resiko hilangnya juga sangat besar. Karna biaya untuk membangun awareness sangatlah besar. Efek yang diharapkan natinya ketika smua aware dan dibawah sadrnya penuh dengan nama produk kami maka ketika mereka ingin berbisnis otomatis akan bergerak ke merk kami.</p>
<p style="text-align: justify;">lain kali saya juga di minta untuk memberi tahu pada calon-calon sponsor kami, bahwa hasil pengorbanan dalam menjadi sponsor ada kemungkinan kembali dalam waktu yang lama atau tidak kembali sama sekali. karena sekali lagi menjadi sponsor itu sama dengan investasi pada suatu bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">satu lagi yang diminta oleh team agar para sponsor saya yang kecewa langsung komplain pada saya selaku penanggung jawab atau yang meminta mereka menjadi sponsor secepat dan sesegera mungkin. jika ini terjadi maka kekecewaan bisa dibicarakan langsung tanpa memungkinkan melibatkan pihak ketiga yang gak ngerti apa-apa dan ada peluang untuk memperkeruh suasana karena memang mereka ndak tau apa-apa.</p>
<p style="text-align: justify;">jika para calon-calon sponsor ini tahu resiko mereka tentu hal yang saya alami ini tidak akan terulang lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">dan kasus yang saya alami ini semoga bisa menjadi pelajaran berharga buat saya untuk berhati-hati serta gak gegabah dalam berbicara dan bernegosiasi dengan semua pihak, termasuk jika pihak-pihak itu sudah sangat akrab dengan saya&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">mantabz kanan!!!!!!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2010/07/16/apakah-enak-menjadi-sponsor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

