<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; pacaran</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/tag/pacaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 05:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>jual diri</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/26/jual-diri/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/26/jual-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 18:26:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[adik]]></category>
		<category><![CDATA[jual]]></category>
		<category><![CDATA[kakak]]></category>
		<category><![CDATA[maeketing]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[selling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[tidak ada sama sekali keinginan saya bila setamat kuliah nantinya akan bekerja menjadi sales, marketing atau apapun yang berbau menjual.   saya merasa diri saya ini gak ada bakat sama sekali buat jualan. ngomong aja sulit boro-boro menawarkan sesuatu buat dibeli orang lain.
karena merasa gak bakalan mampu menjual makanya kemudian saya gak pernah berpikiran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">tidak ada sama sekali keinginan saya bila setamat kuliah nantinya akan bekerja menjadi sales, marketing atau apapun yang berbau menjual.  <img class="alignleft" src="http://i.zdnet.com/blogs/selling-soa-stating-the-obvious.gif" alt="" width="225" height="241" /> <span id="more-405"></span>saya merasa diri saya ini gak ada bakat sama sekali buat jualan. ngomong aja sulit boro-boro menawarkan sesuatu buat dibeli orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">karena merasa gak bakalan mampu menjual makanya kemudian saya gak pernah berpikiran sama sekali tentang penjualan dan belajar tentang menjual sesuatu. apalagi latar belakang pendidikan saya adalah lulusan fakultas hukum di salah satu universitas swasta di jawa tengah.</p>
<p style="text-align: justify;">setelah kuliah, saya bekerja di salah satu bank swasta asing dan ditempatkan dibagian menjualan. saya bersyukur lagi karena tidak harus jualan selama bekerja.</p>
<p style="text-align: justify;">karenanya selama kehidupan pergaulan di kampus saya pun saya juga gak pernah jualan apa-apa. saya hanya bergaul dengan teman-teman sekos atau seangkatan saja. sampai akhirnya saya belajar buat pacaran dibawah bimbingan seorang teman baik.</p>
<p style="text-align: justify;">selama melakukan pendekatan dengan cewek itu yang saya lakukan adalah memperkenalkan diri kemudian berusaha membuat hubungan semakin akrab antara saya dengan dia. cara yang saya lakukan adalah memberi perhatian, berusaha memahami segala sesuatu tentang sifat dan kebiasaan cewek saya itu, memberi hadiah, bahkan ngajak makan atau ngajak nonton.</p>
<p style="text-align: justify;">saya berusaha sesering mungkin ngobrol dengan dia, saya berusaha bercerita apa saja. semua hal saya bikin menjadi bahan ngobrol, selain berusaha mengenal cewek saya itu. saya juga berusaha memperkenalkan diri saya padanya. saya cerita semua hal mengenai diri saya, pastinya yang saya ceriakan adalah semua hal yang baik dan positif. gak mungkin donk saya cerita tentang sisi jelek saya sama cewek saya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">saya cerita tentang hobi saya, saya cerita tentang orang tua dan adik-adik saya. bahkan teman-teman di kos atau teman main saya juga ceritakan sama dia. pokoknya saya berusaha ceritakan semuanya.</p>
<p style="text-align: justify;">suatu hal yang sangat sulit, saat saya berusaha bercerita tentang diri saya sama cewek tadi. lebih sulit lagi saat saya harus memperkenalkan diri sama ibunya terus harus beramah tamah dengan adik atau kakak cowoknya. luar biasa beratnya pekerjaan itu. berusaha ngobrol dengan anaknya saja sulit, lha kemudian ditambah kesulitan tingkat tinggi ngajak ngobrol ibunya, kakak dan adiknya. apalagi saya juga harus berusaha bersikap sopan dan manis didepan mereka. intinya sama juga berusaha memperkenalkan semua kebaikan yang saya miliki supaya mereka memperbolehkan saya berpacaran.</p>
<p style="text-align: justify;">memperkenalkan diri pada orang laing yang asing sungguh suatu yang berat dan sulit. tapi saya harus melakukannya karena saya punya tujuan pingin pacaran.</p>
<p style="text-align: justify;">setelah bekerja dan semakin punya banyak teman cewek dan semakin menggebu-gebu niat saya buat pacaran maka semakin sering saya harus berkenalan sama cewek baru, ngajak ngobrol, becerita yang baik-baik tentang diri saya, berkenalan lagi dengan keluarga sicewek yang sedang saya incer. semakin sering saya pacaran semakin lincah jadinya saya berbicara tentang diri saya. yang tadinya bisa menghabiskan waktu berkali-kali apel baru si cewek terbuka dan menerima saya menjadi pacarnya. lantas karena sudah semakin terbiasa dan berpengalaman, saya jadi lebih mudah buat mbikin cewek itu suka dengan saya. bahkan sering juga terjadi hanya dengan dua kali apel saja, si cewek langsung klepek-klepek dan mau pacaran sama saya. <img class="alignright" src="http://www.narakrisna.com/wp-content/uploads/2008/08/jualan-laku.jpg" alt="" width="214" height="142" /></p>
<p style="text-align: justify;">begitu juga saat mengambil hati ibunya, atau kakak cowoknya atau adeknya, semakin sering diasah kemampuan nge-gombal saya semakin lebih mudah saya mengambil simpati mereka. gak cuman dengan ngajak ngobrol saja, saya juga sering membawa makanan kesukaan mereka saat apel atau saat main kerumah cewek saya. berbagai cara saya lakukan supaya saya bisa pacaran.</p>
<p style="text-align: justify;">ternyata tanpa saya sadari saya melakukan hal yang selama ini saya anggap saya tidak mampu melakukannya. tanpa sadari saya melakukan hal yang selama ini saya hindari. tanpa saya sadari ternyata saya berjualan!</p>
<p style="text-align: justify;">setelah saya pikir-pkir dan saya renungkan lagi, apa yang saya lakukan dalam berkenalan dengan cewek, ngajakin ngobrol si cewek dan keluarganya. berusaha memahami mereka, hingga berusaha memperkenalkan semua kebaikan saya kepada mereka. saya kemudian berkesimpulan bahwa semua tindakan saya dalam mengambil simpati pacar saya dan keluarganya itu sama seperti kalo saya sedang menawarkan barang ke konsumen.</p>
<p style="text-align: justify;">kalo saya liat, dalam kasus saya nyari pacar ini, barang yang ditawarkan adalah diri saya sendiri. saya berusaha menjual diri saya buat menarik simpati sicewek agar mau pacaran saya saya, agar mau jalan sama saya. dan saya merusaha menarik simpati ibu si cewek agar mengijinkan saya ngajakin anaknya jalan,  agar mengijinkan saya ngapel berlama-lama bahkan kadang sampai larut malam</p>
<p style="text-align: justify;">kalo saya berhasil membuat cewek kecengan saya itu akhirnya menerima diri saya menjadi pacarnya, dan kalo saya berhasil minta ijin ke orang tua pacar saya buat ngajakin anaknya jalan-jalan saat ngapel di malam minggu. secara tidak langsung menurut versi saya, sama saja dengan keberhasilan saya dalam menjual suatu barang di bisnis saya.</p>
<p style="text-align: justify;">dalam berbagai teori penjualan yang saya pelajari dari buku dan literatur. dikatakan bahwa kalo saya mau menjual sesuatu ke konsumen maka saya harus bisa menarik simpati dari konsumen. banyak cara yang bisa saya dilakukan seperti mengajak konsumen ngobrol berbicara tentang berbagai hal, memahami kebutuhan si konsumen, mencerita tentang keunggulan barang yang mau dijual dan berbagai macam trik lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">nah apabila si konsumen sudah mau ngobrol dengan saya, trus apabila saya sudah bisa membuat calon konsumen itu memperhatikan barang yang saya tawarkan maka kebehasilan saya sudah diambang pintu. dengan kondisi seperti itu maka jelas konsumen sudah tertarik pada produk saya. dan saya akan berhasil dalam penjualan bila akhirnya konsumen membeli barang yang saya tawarkan padanya. <img class="alignleft" src="http://celikalper.files.wordpress.com/2009/03/marketing.jpg" alt="" width="197" height="193" /></p>
<p style="text-align: justify;">saya sama sekali tidak menyangka kalau dalam kehidupan saya bersosialisasi, dalam kehidupan saya berpacaran ternyata secara tidak langsung mengasah kemampuan saya dalam berjualan. saat saya nyari pacar sama dengan saya nyari konsumen, saat saya bercerita tentang kebaikan diri saya sama dengan berpromosi dan menawarkan barang dagangan saya. saat saya berkenalan dengan cewek sama saat saya memberi tahu pada konsumen bahwa saya punya sesuatu yang bisa mereka beli. dan saat cinta saya diterima sama seperti saat konsumen membeli barang dagangan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">masih ada kesamaan yang lain seperti saat saya nratir makan seorang cewek atau ngajakin nonton itu juga bisa diartikan sebagai proses bernegosiasi. saat saya member hadiah atau membawakan makanan kesukaan si cewek atau keluarganya seperti saat saya memberikan service dan pelayanan yang terbaik pada konsumen saya.</p>
<p style="text-align: justify;">saat saya ditolak dalam melakukan pendekatan pada seorang cewek rasanya juga sama sebelnya jika konsumen tidak jadi membeli dagangan saya. saat saya merayu pacar saya supaya gak marah lagi bila saya berbuat salah seperti saat saya merayu pembeli yang sedang kebingungan hendak memutuskan jadi membeli atau tidak.</p>
<p style="text-align: justify;">saya akhirnya bersyukur bahwa saya banyak punya pacar, banyak berjuang dalam mencari cewek buat dijadikan pacar. sehingga sekarang saya merasa menjadi seorang marketing jempolan yang selalu sukses dalam memenuhi target pejualan. semangat ini yang saya pakai terus saat saya berjuang dalam memasarkan produk-produk bisnis saya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/26/jual-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>paling apes ditolak</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/22/paling-apes-ditolak/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/22/paling-apes-ditolak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 14:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[basi]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[cowok]]></category>
		<category><![CDATA[ditolak]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[kaki lima]]></category>
		<category><![CDATA[kos]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[mentor]]></category>
		<category><![CDATA[pacar]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[risk]]></category>
		<category><![CDATA[sopan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[masa-masa saya menjadi mahluk tidak gaul dan takut sama wanita merupakan salah satu dari sekian banyak masa-masa suram saya. jangankan buat kenalan, ngajak ngobrol cewek aja saya musti mikir dua sampai lima kali. saya selalu  bingung tentang apa yang musti saya katakan pertama kali buat memulai percakapan. kok sepertinya yang mau saya katakan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">masa-masa saya menjadi mahluk tidak gaul dan takut sama wanita merupakan salah satu dari sekian banyak masa-masa suram saya. jangankan buat kenalan, ngajak ngobrol cewek aja saya musti mikir dua sampai lima kali.<img class="alignleft" src="http://youdee12.files.wordpress.com/2008/11/foto-3-cewek.jpg" alt="" width="171" height="120" /> <span id="more-351"></span>saya selalu  bingung tentang apa yang musti saya katakan pertama kali buat memulai percakapan. kok sepertinya yang mau saya katakan itu semuanya norak alias gak mutu. saat keberanian itu muncul cewek yang mau saya ajak ngobrol itu sudah beranjak pergi dan tidak ada lagi di dekat saya. selalu penyesalan yang muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">sama saja saat saat mau mulai usaha pertama kali setelah bangrut. yang muncul dalam benak saya adalah kesulitan dan kebingungan tentang bisnis apa yang mau saya coba jalani, kok sepertinya ide bisnis yang saya punya atau yang ditawarkan teman atau yang saya baca di buku-buku semuanya sulit buat dikerjakan. dalam masa penuh kebingungan dan kebimbangan kerjaan saya selama itu hanya berpikir saja dan selalu takut bila saya mulai merintis bisnis lagi akan menemui kegagalan.</p>
<p style="text-align: justify;">lama sekali saya takut buat memulai hubungan sama cewek, dari enam tahun masa kuliah saya mungkin setahun terakhir baru saya kenal sama cewek dan akhirnya bisa berpacaran selama tiga bulan. itu merupakan prestasi dan kesuksesan yang luar biasa buat saya.</p>
<p style="text-align: justify;">setelah saya inget-inget lagi apa sebenarnya yang bikin saya waktu itu bisa dapet cewek dan berpacaran ternyata selain lingkungan yang mendukung saya punya seorang teman baik yang menjadi tempat bertanya dan curhat saya. kawan itu satu kos-kosan dengan saya, dia itu punya banyak teman cewek dan menurut saya dia selalu mudah mendapatkan cewek baru bila dia bermasalah dan putus dengan pacarnya. saya mesti berguru sama yang jagoan cewek nih, biar cepet dapat pacar gitu pikiran saya. makanya kemudian setiap kali saya tertarik sama cewek saya selalu bertanya sama dia tentang apa yang harus saya lakukan supaya saya berani bertindak.<img class="alignright" src="http://www.cartoonstock.com/lowres/cha0041l.jpg" alt="" width="241" height="197" /></p>
<p style="text-align: justify;">sebenarnya yang dia bilang cuman sederhana. kalo ketemu cewek cakep yang saya minati saya cuman disuruh langsung menyapa aja dengan sopan trus tunggu reaksinya kalo dia tersenyum dan mbales artinya dia respon sama saya. habis itu baru deh kita mulai ngajakin ngobrol dengan pertanyaan-pertanyaan standart seperti nama, alamat, kuliah dimana, fakultas apa dan berbagai macam pertanyaan basi lainnya. pertanyaan norak dan basi dari saya itu pasti dijawab oleh sang cewek kecengan kalo cewek itu suka dan respek. pokoknya asal saya nanya dengan sopan pasti dijawab. gak mungkin seorang cewek akan menolak sapaan yang sopan dari seorang cowok. saya masih gak percaya dan takut saat itu, trus dengan enteng teman saya njawab, kalo cewek itu gak mau njawab sapaanmu paling kamu cuman ditinggal pergi, apasih ruginya, paling banter kamu sakit hati sebentar, ntar kalo kamu dah biasa dan banyak cewek yang bisa kamu ajak kenalan rasa sakit hati itu juga akan hilang dengan sendirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">saya pikir-pikir bener juga ya kata temen saya itu. dan kemudian saya mencoba buat praktek menyapa, mulanya emang berat banget dan sulit sekali. setiap ada masalah dengan pendekatan ke cewek saya selalu bertanya pada kawan tadi dan dia dengan santai dan enteng membina saya dengan sabar dan telaten. bahkan dia juga bersedia menemani dan mendampingi saya saya saat saya main kerumah cewek yang saya suka itu. teman tadi membuka pebicaraan dan kemudian menggiring percakapan supaya saya jadinya yang lebih banyak bicara. sekali dua kali pertemuan, saya masih didampinginya tapi pertemuan ketiga dan seterusnya dia suruh saya sendiri supaya saya lebih leluasa dan tidak ketergantungan terus.</p>
<p style="text-align: justify;">praktek saya mencari pacar pertama itu kemudian saya ulang disaat saya memulai bisnis pertama saya setelah bankrut. saya saat itu mencari pelatihan entrepreneur, dipelatihan itu saya nanti berharap bisa ketemu seorang yang sudah jago dan berpengalaman yang kemudian bisa jadi tempat bertanya saya, syukur-syukur dia mau membimbing saya saat saya bingung bahkan mungkin dia mau ngajarin saya secara detail, apa yang harus saya lakukan dalam mencari dan memulai bisnis baru.</p>
<p style="text-align: justify;">bener juga dalam pelatihan itu kemudian saya ketemu dengan orang-orang yang sudah punya jam terbang yang tinggi dalam berbisnis. disana saya bisa bertanya berbagai hal dari yang remeh temeh sampai yang serius. persis seperti pertanyaan saya dulu saat mencari pacar.</p>
<p style="text-align: justify;">para jagoan dan senior bisnis itu yang kemudian saya sebut mentor, saat pertama kali saya bertanya tentang mencari ide dan bagaimana memulai bisnis hanya menyuruh saya melakukan hal yang sederhana yaitu mencari dan bergabung dengan teman-teman yang juga sedang memulai bisnis. kalo sudah ketemu sering seringlah betanya dan berdiskusi tentang apa saja mengenai bisnis. kalo saya masih belum berani memulai sendiri bikinlah dulu bisnis bersama. kalo hal itu dilakukan terus menerus nanti dengan sendiri dalam diri saya akan muncul feeling dan naluri bisnis, gitu saran mereka.<img class="alignright" src="http://www.firehouse.com/cartoon/2006/combs_augmag.jpg" alt="" width="221" height="145" /></p>
<p style="text-align: justify;">dengan bimbingan para mentor itu, naluri bisnis saya mulai muncul, feeling dalam memilah-milah bisnis yang akan diterjuni mulai terasah. saya mulai paham gimana sih caranya memulai bisnis yang aman, saya sudah tau cara tips dan trik buat mulai lagi berbisnis, persis seperti dulu setelah diajari cara pendekatan ke cewek akhirnya saya jadi punya keberanian buat melakukan pendekatan ke banyak cewek lainnya. yang petama saja sulit tapi setelah cewek kedua, ketiga dan seterusnya menjadi semakin mudah dan bahkan sudah gak pake mikir lagi kalo ngajak cewek ngobrol dan kenalan.</p>
<p style="text-align: justify;">setelah sekian lama bergaul dan belajar dari para mentor, pengetahuan saya tentang bisnis mulai bertambah tapi penyakit lama masih belum hilang, saya masih takut buat memulai bisnis, takut mengalami kegagalan lagi dan takut menghadapi masalah-masalah dalam menjalankan bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">melihat saya dalam kondisi seperti itu salah seorang mentor berkata pada saya, kalo kamu tidak pernah merasakan memulai bisnis baru kamu tidak akan pernah berani dalam memulai bisnis. dalam memulai suatu bisnis itu yang harus saya pikirkan pertama kali adalah bukan keuntungan dalam bisnis yang akan dimulai. &#8220;jangan pernah berpikir tentang keuntungan saat memulai bisnis&#8221;, begitu katanya. itu adalah kesalahan fatal dari para entrepreneur pemula, selalu memikirkan keuntungan. nah saat keuntungan itu di letakkan sebanding dengan resiko yang akan dihadapi biasanya mereka takut dan akhirnya mundur sehingga bisnisnya tidak dimulai-mulai.</p>
<p style="text-align: justify;">seharusnya saat memulai bisnis, yang harus saya pertimbangkan dan menjadi perhatian utama adalah seberapa besar resiko kegagalan yang berani saya tanggung. saya disarankan selalu mencari dan memilah-milah serta menghitung kerugian maksimal yang dapat muncul dari perjalanan bisnis yang akan dimulai. kalo resiko kerugian maksimal itu sudah muncul dan saya berani menanggungnya segera dijalankan, kalo saya tidak berani menanggungnya segera tinggalkan dan jangan pernah berpikir lagi kearah situ. tapi segeralah mencari peluang bisnis baru buat dikerjakan.</p>
<p style="text-align: justify;">dalam berpikir tentang resiko maksimal justru bukannya memunculkan rasa takut malah kebalikannya keberanian yang timbul. misalnya saat saya memulai penyewaan mobil, saya mencari apasih resiko terburuknya. resiko terburuk dari rental mobil adalah mobil hilang dibawa kabur si penyewa, jelas rugi tapi bila mobil itu diasuransikan maka nilai mobil yang hilang itu akan diganti oleh asuransi. atau saat saya mau memulai bisnis jualan makanan di kaki lima, saya pikir kalo saya gagal saya hanya akan kehilangan seluruh modal awal saya sebesar lima juta rupiah. nilai lima juta besar buat saya bila hilang tapi dibalik itu saya akan punya segudang pengalaman berharga tentang mengelola bisnis makanan di kaki lima. dari pengalaman itu bila saya kelola dengan baik saya jadinya bisa meyakinkan investor buat mandapatkan modal yang bisa digunakan buat melangkah lagi.<img class="alignleft" src="http://www.truerockministries.com/onlinestore/Listen%20to%20our%20mentor.jpg" alt="" width="167" height="147" /></p>
<p style="text-align: justify;">saya jadi ingat kata kawan saya di kos-kosan, saat saya menyatakan bahwa saya tidak punya nyali buat nembak cewek yang saya suka. saat saya bener-bener gak berani buat menyatakan bahwa rasa suka saya ke cewek kecengan saya itu. kawan tadi enteng aja berkata, &#8220;apa sih yang bikin kamu gak berani nembak calon cewekmu, resiko terburuk dari menyatakan rasa suka ke seorang cewek adalah kamu bakalan ditolak sama dia. gak ada resiko yang lainya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">paling apes saya akan ditolak oleh cewek itu, saya gak mungkin di usir atau dimaki-maki oleh si cewek bila saya ngomong dengan sopan dan sungguh-sungguh, ditolak dan dimaki-maki hanya ada dalam sandiwara televisi. gak ada resiko yang lain. jadi setelah saya renungkan bahwa resiko terjelek saat menyatakan rasa cinta kecewek hanyalah ditolak, yang kemudian bisa berakibat sakit hati dan malu, hanya itu saja, gak ada yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi seberapa lama sih rasa malu dan sakit hati itu akan muncul dan bertahan dalam diri saya. seperti saat saya pertama kali belajar ngomong dan kenalan ke cewek. saat pertama dan kedua kali salah ngomong rasa malu muncul tapi setelah sering dan terbiasa gak ada lagi rasa malu yang muncul, yang ada malahan kesalahan ngomong itu bisa dijadikan bahan bercanda yang bisa bikin obrolan saya sama cewek bertambah akrab.</p>
<p style="text-align: justify;">kalo saya ditolak sama cewek saya pasti malu dan bisa sakit hati. tapi kalo dievaluasi lagi semua sebab kenapa saya ditolak cewek, akan bisa saya jadikan pelajaran buat nembak cewek-cewek yang lain. masih banyak cewek lain kok yang lebih baik dan lebih cakep dari cewek yang nolak tadi. jadi buat apa saya musti takut mengulangnya ke cewek lain. begitu saya dah tau rasanya ditolak yang pertama saya jadinya punya dendam buat menaklukkan cewek lain. dendam kesumat yang bilang dalam hati yang terus menyuruh saya  harus bisa punya pacar.</p>
<p style="text-align: justify;">ditolak satu cewek bikin saya penasaran buat menaklukkan cewek lainnya. gagal dan tertipu dalam memulai bisnis bikin saya penasaran buat membuktikan bahwa saya bukan mahluk bego yang gak bisa berbisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">gitu deh berkat bimbingan para mentor, saya bisa berhasil menghadapi rasa takut saya.</p>
<p style="text-align: justify;">dimasa jaya saya dulu akhirnya saya punya banyak teman cewek dan mudah dalam mencari pacar, hanya karena saya berani menangung resiko bila saya ditolak cintanya. sama dengan bisnis yang akhirnya saya jalani sampai sekarang, hanya karena saya berani menanggung resiko terburuknya, bisnis saya malah semakin berkembang pesat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/22/paling-apes-ditolak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Gaul Donk</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/20/yang-gaul-donk/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/20/yang-gaul-donk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 18:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[jomblo]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[toko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[
Saat saya kuliah dulu teman-teman satu kos saya adalah para jomblo yang gak punya pacar, bisanya hanya mengagumi cewek dari jauh dan gak pernah berani kenalan atau pendekatan ke cewek-cewek. Teman bermain saya saat kuliah pun golongan pria-pria seperti itu. Akibatnya selama kuliah yang memakan waktu enam tahun itu saya hanya satu kali berpacaran dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saat saya kuliah dulu teman-teman satu kos saya adalah para jomblo yang gak punya pacar, bisanya hanya mengagumi cewek dari jauh dan gak pernah berani kenalan atau pendekatan ke cewek-cewek. <img class="alignleft" src="http://adekrawie.files.wordpress.com/2007/12/5331654924_0662616579_o.jpg" alt="" width="219" height="146" />Teman bermain saya saat kuliah pun golongan pria-pria seperti itu. Akibatnya selama kuliah yang memakan waktu enam tahun itu saya hanya satu kali berpacaran dan waktunyapun hanya tiga bulan, itupun terjadi setahun sebelum saya lulus.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kok bisa begitu, kenapa?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kira-kira jawabannya karena lingkungan di sekitar saya adalah kaum joblowan sehingga itu mempengaruhi pola kehidupan dan perilaku saya. Kemudian setahun terakhir saya pindah kos, dan ditempat kos saya yang baru adaa dua teman satu kos saya mempunyai pacar-pacar yang cantik, sehingga berpengaruh pada saya untuk mulai melakukan pendekatan ke cewek dan sayapun berhasil berpacaran walaupun hanya tiga bulan lamanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sungguh memalukan!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saat tahun-tahun awal saya berbisnis dulu, saya sama sekali tidak punya teman entrepreneur. Kawan saya sehari-hari hanyalah karyawan saya dan kawan saya di luar bisnis hanyalah orang-orang yang bingung nyari kerjaan atau orang-orang yang sedang berbangga hati karena mereka baru saja keterima kerja. Jadinya kalo kita ngobrol-ngobrol gak nyambung. Saat mereka mengeluh tentang beratnya kerjaan mereka dan sedikitnya gaji yang diterima atau ngomongin dan ngejelek-jelekin bosnya, saya malah ngomongin tentang omset dan mengeluh tentang sulitnya ngrusin sdm.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Gak nyambung sama sekali, dan itu berakibat saya hidup sebagai entrepreneur sendirian. Saya selalu ragu atas pilihan saya sebagai entrepreneur dan akhirnya berakibat fatal, bisnis pertama saya gagal total dan membuat <span> </span>kerugian sampai ratusan juta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Lulus kuliah saya pergi ke Jakarta, mencari kerjaan disana dan keterima sebagai karyawan di salah satu bank asing ternama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Bangga donk.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kerja pakai baju lengan panjang, memakai belalai di leher, memakai keplek yang menempel di saku baju, pokoknya rapi jail. Bekerja di ruang ber-ac di lantai duapuluh dua di gedung pencakar langit di jalan sudirman Jakarta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Teman sekantor saya juga juga keren daan rapi-rapi. Teman-teman cowok saya rata-rata punya banyak relasi cewek dan mereka bergaul akrab satu sama lainnya. Walaupun mereka tidak selalu berpacaran, tapi hubungan pertemanan antara cewek dan cowok di tempat kerja saya ini akrab sekali. Tidak hanya antar rekan kerja tapi juga dengan teman-teman lain di luar kantor kita. Pengaruh lingkungan ini terasa banget buat saya, selama kerja kantoran saya jadinya punya banyak teman, lebih banyak teman cewek dari pada teman cowoknya karena pada dasarnya saya suka sekali bergaul sama cewek-cewek terutama sama cewek cakep.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Yang tadinya saya gak berani berkawan dengan cewek sekarang jadi berani, saya juga lebih mudah melakukan pendekatan ke cewek-cewek itu. Kalopun saya mengalami kesulitan saya bisa dengan mudah minta saran dan bantuan ke teman-teman yang ada. Mereka semua support saya, sehingga jika saya gak punya teman cewek baru, saya bisa minta dikenalin sama mereka ke teman-teman ceweknya yang beda kantor atau yang masih kuliah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Akibatnya cukup fatal buat saya. Kayaknya ini seperti balas dendam buat saya, dulu saat kuliah susahnya setengah mati nyari teman cewek apalagi nyari pacar, lha sekarang saat kerja kayaknya gampang banget nyari pacar apalagi berteman. Sampai-sampai saat itu saya bisa berpacaran dengan lebih dari dua cewek sekaligus. Sehingga perlu bantuan agenda buat ngatur waktunya dan buat mengingatkan tentang apa saja yang sudah saya katakana dan saya lakukan supaya tidak berulang pada cewek yang sama tapi masih valid berlaku pada cewek yang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Setelah kegagalan di bisnis pertama, saya hampir saja kembali menjadi karyawan. Tapi disaat terakhir tidak jadi karena ketemu sebuah pelatihan entrepreneur. Dalam pelatihan itu saya bertemu dengan banyak kawan baru yang mempunyai kesamaan keinginan. Kami di pelatihan ini sebagian besar sedang merintis bisnis atau sedang mencari cari bisnis untuk memulai merintis usaha baru.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Karena adanya kesamaan nasib dan keinginan ini saya dan teman-teman se-pelatihan bahkan dengan alumni pelatihan itu jadinya sering kumpul-kumpul bareng. Bercerita tentang bisnis, kesulitan apa yang dihadapi, bisnis apa yang layak dijalankan, saling membantu mencari solusi bila ada yang menghadapi masalah, saling memotivasi satu sama lainnya bila ada yang putus asa. Yang bisnisnya sudah jalan memberi contoh dan memberikan saran-saran pada yang baru mulai atau yang masih nyari-nyari bisnis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Karena hampir tiap hari ketemu, ngobrolin bisnis atau peluang usaha, akhirnya dalam benak saya nyantol kuat niatan buat merintis usaha baru. Sudah tidak kepikiran lagi buat ngelamar pekerjaan di kantoran. Mulai deh saya nyoba ngejalanin bisnis baru. Dari jualan baju, bikin rental mobil, mencoba investasi di bisnis agro yang akhirnya duit raib dibawa kabur si pengelolanya, bahkan nyoba beli rumah dengan cara nyicil lewat kredit bank. Saya coba semua trik dan peluang usaha yang menarik hati saya. Banyak yang gagal bahkan ketipu, tapi semua itu gak bikin saya putus asa. Soalnya teman-teman saya terus memotivasi, ngomporin dan membangkitkan semangat saya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pelan-pelan karena selalu bergaul dikalangan entrepreneur, jiwa bisnis saya semakin terasah. Saya bertemu dengan orang yang ngajakin dan ngajarin saya buka toko pertama juga akibat saya rajin bergaul dengan teman sesama entrepreneur. Saya belajar banyak dari dia, bahkan setelah dia gak berpartner lagi dengan saya dan kembali ke dunianya sebagai guru.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dari pengalaman buka toko pertama dan karena dikomporin oleh teman-teman entrepreneur yang lain, akhirnya saya mulai membuka toko saya yang kedua, yang ketiga sampai pada toko saya yang ke empat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pengalaman bergaul positif bikin saya ketagihan, saat saya bergaul dengan komunitas gaul di tempat kerja, saya akhirnya jadi tidak kesulitan saat nyari pacar. Padahal dulu saat kuliah karena bergaul dengan para jomblo yang kuper saya jadi ikutan jomblo dan kuper juga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saat saya berbisnis sendirian tanpa kawan dan komunitas entrepreneur, kegagalan yang saya peroleh. Kemudian saat saya menemukan kawan-kawan dari dunia entrepreneur saya jadi lebih mudah mencari dan memulai bisnis walaupun rintangan dan hambatan masih tetap menghadang, tapi itu semua gak bikin saya putus asa. saya tetap bersemangat mulai dari saya ngerintis sampai berkembang pesat seperti sekarang ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Semua itu berkat<span> </span>saya bergaul dengan lingkungan dan komunitas yang tepat dan positif mendukung saya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/20/yang-gaul-donk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

