<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; pacar</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/tag/pacar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 05:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>paling apes ditolak</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/22/paling-apes-ditolak/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/22/paling-apes-ditolak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 14:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[basi]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[cowok]]></category>
		<category><![CDATA[ditolak]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[kaki lima]]></category>
		<category><![CDATA[kos]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[mentor]]></category>
		<category><![CDATA[pacar]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[risk]]></category>
		<category><![CDATA[sopan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[masa-masa saya menjadi mahluk tidak gaul dan takut sama wanita merupakan salah satu dari sekian banyak masa-masa suram saya. jangankan buat kenalan, ngajak ngobrol cewek aja saya musti mikir dua sampai lima kali. saya selalu  bingung tentang apa yang musti saya katakan pertama kali buat memulai percakapan. kok sepertinya yang mau saya katakan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">masa-masa saya menjadi mahluk tidak gaul dan takut sama wanita merupakan salah satu dari sekian banyak masa-masa suram saya. jangankan buat kenalan, ngajak ngobrol cewek aja saya musti mikir dua sampai lima kali.<img class="alignleft" src="http://youdee12.files.wordpress.com/2008/11/foto-3-cewek.jpg" alt="" width="171" height="120" /> <span id="more-351"></span>saya selalu  bingung tentang apa yang musti saya katakan pertama kali buat memulai percakapan. kok sepertinya yang mau saya katakan itu semuanya norak alias gak mutu. saat keberanian itu muncul cewek yang mau saya ajak ngobrol itu sudah beranjak pergi dan tidak ada lagi di dekat saya. selalu penyesalan yang muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">sama saja saat saat mau mulai usaha pertama kali setelah bangrut. yang muncul dalam benak saya adalah kesulitan dan kebingungan tentang bisnis apa yang mau saya coba jalani, kok sepertinya ide bisnis yang saya punya atau yang ditawarkan teman atau yang saya baca di buku-buku semuanya sulit buat dikerjakan. dalam masa penuh kebingungan dan kebimbangan kerjaan saya selama itu hanya berpikir saja dan selalu takut bila saya mulai merintis bisnis lagi akan menemui kegagalan.</p>
<p style="text-align: justify;">lama sekali saya takut buat memulai hubungan sama cewek, dari enam tahun masa kuliah saya mungkin setahun terakhir baru saya kenal sama cewek dan akhirnya bisa berpacaran selama tiga bulan. itu merupakan prestasi dan kesuksesan yang luar biasa buat saya.</p>
<p style="text-align: justify;">setelah saya inget-inget lagi apa sebenarnya yang bikin saya waktu itu bisa dapet cewek dan berpacaran ternyata selain lingkungan yang mendukung saya punya seorang teman baik yang menjadi tempat bertanya dan curhat saya. kawan itu satu kos-kosan dengan saya, dia itu punya banyak teman cewek dan menurut saya dia selalu mudah mendapatkan cewek baru bila dia bermasalah dan putus dengan pacarnya. saya mesti berguru sama yang jagoan cewek nih, biar cepet dapat pacar gitu pikiran saya. makanya kemudian setiap kali saya tertarik sama cewek saya selalu bertanya sama dia tentang apa yang harus saya lakukan supaya saya berani bertindak.<img class="alignright" src="http://www.cartoonstock.com/lowres/cha0041l.jpg" alt="" width="241" height="197" /></p>
<p style="text-align: justify;">sebenarnya yang dia bilang cuman sederhana. kalo ketemu cewek cakep yang saya minati saya cuman disuruh langsung menyapa aja dengan sopan trus tunggu reaksinya kalo dia tersenyum dan mbales artinya dia respon sama saya. habis itu baru deh kita mulai ngajakin ngobrol dengan pertanyaan-pertanyaan standart seperti nama, alamat, kuliah dimana, fakultas apa dan berbagai macam pertanyaan basi lainnya. pertanyaan norak dan basi dari saya itu pasti dijawab oleh sang cewek kecengan kalo cewek itu suka dan respek. pokoknya asal saya nanya dengan sopan pasti dijawab. gak mungkin seorang cewek akan menolak sapaan yang sopan dari seorang cowok. saya masih gak percaya dan takut saat itu, trus dengan enteng teman saya njawab, kalo cewek itu gak mau njawab sapaanmu paling kamu cuman ditinggal pergi, apasih ruginya, paling banter kamu sakit hati sebentar, ntar kalo kamu dah biasa dan banyak cewek yang bisa kamu ajak kenalan rasa sakit hati itu juga akan hilang dengan sendirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">saya pikir-pikir bener juga ya kata temen saya itu. dan kemudian saya mencoba buat praktek menyapa, mulanya emang berat banget dan sulit sekali. setiap ada masalah dengan pendekatan ke cewek saya selalu bertanya pada kawan tadi dan dia dengan santai dan enteng membina saya dengan sabar dan telaten. bahkan dia juga bersedia menemani dan mendampingi saya saya saat saya main kerumah cewek yang saya suka itu. teman tadi membuka pebicaraan dan kemudian menggiring percakapan supaya saya jadinya yang lebih banyak bicara. sekali dua kali pertemuan, saya masih didampinginya tapi pertemuan ketiga dan seterusnya dia suruh saya sendiri supaya saya lebih leluasa dan tidak ketergantungan terus.</p>
<p style="text-align: justify;">praktek saya mencari pacar pertama itu kemudian saya ulang disaat saya memulai bisnis pertama saya setelah bankrut. saya saat itu mencari pelatihan entrepreneur, dipelatihan itu saya nanti berharap bisa ketemu seorang yang sudah jago dan berpengalaman yang kemudian bisa jadi tempat bertanya saya, syukur-syukur dia mau membimbing saya saat saya bingung bahkan mungkin dia mau ngajarin saya secara detail, apa yang harus saya lakukan dalam mencari dan memulai bisnis baru.</p>
<p style="text-align: justify;">bener juga dalam pelatihan itu kemudian saya ketemu dengan orang-orang yang sudah punya jam terbang yang tinggi dalam berbisnis. disana saya bisa bertanya berbagai hal dari yang remeh temeh sampai yang serius. persis seperti pertanyaan saya dulu saat mencari pacar.</p>
<p style="text-align: justify;">para jagoan dan senior bisnis itu yang kemudian saya sebut mentor, saat pertama kali saya bertanya tentang mencari ide dan bagaimana memulai bisnis hanya menyuruh saya melakukan hal yang sederhana yaitu mencari dan bergabung dengan teman-teman yang juga sedang memulai bisnis. kalo sudah ketemu sering seringlah betanya dan berdiskusi tentang apa saja mengenai bisnis. kalo saya masih belum berani memulai sendiri bikinlah dulu bisnis bersama. kalo hal itu dilakukan terus menerus nanti dengan sendiri dalam diri saya akan muncul feeling dan naluri bisnis, gitu saran mereka.<img class="alignright" src="http://www.firehouse.com/cartoon/2006/combs_augmag.jpg" alt="" width="221" height="145" /></p>
<p style="text-align: justify;">dengan bimbingan para mentor itu, naluri bisnis saya mulai muncul, feeling dalam memilah-milah bisnis yang akan diterjuni mulai terasah. saya mulai paham gimana sih caranya memulai bisnis yang aman, saya sudah tau cara tips dan trik buat mulai lagi berbisnis, persis seperti dulu setelah diajari cara pendekatan ke cewek akhirnya saya jadi punya keberanian buat melakukan pendekatan ke banyak cewek lainnya. yang petama saja sulit tapi setelah cewek kedua, ketiga dan seterusnya menjadi semakin mudah dan bahkan sudah gak pake mikir lagi kalo ngajak cewek ngobrol dan kenalan.</p>
<p style="text-align: justify;">setelah sekian lama bergaul dan belajar dari para mentor, pengetahuan saya tentang bisnis mulai bertambah tapi penyakit lama masih belum hilang, saya masih takut buat memulai bisnis, takut mengalami kegagalan lagi dan takut menghadapi masalah-masalah dalam menjalankan bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">melihat saya dalam kondisi seperti itu salah seorang mentor berkata pada saya, kalo kamu tidak pernah merasakan memulai bisnis baru kamu tidak akan pernah berani dalam memulai bisnis. dalam memulai suatu bisnis itu yang harus saya pikirkan pertama kali adalah bukan keuntungan dalam bisnis yang akan dimulai. &#8220;jangan pernah berpikir tentang keuntungan saat memulai bisnis&#8221;, begitu katanya. itu adalah kesalahan fatal dari para entrepreneur pemula, selalu memikirkan keuntungan. nah saat keuntungan itu di letakkan sebanding dengan resiko yang akan dihadapi biasanya mereka takut dan akhirnya mundur sehingga bisnisnya tidak dimulai-mulai.</p>
<p style="text-align: justify;">seharusnya saat memulai bisnis, yang harus saya pertimbangkan dan menjadi perhatian utama adalah seberapa besar resiko kegagalan yang berani saya tanggung. saya disarankan selalu mencari dan memilah-milah serta menghitung kerugian maksimal yang dapat muncul dari perjalanan bisnis yang akan dimulai. kalo resiko kerugian maksimal itu sudah muncul dan saya berani menanggungnya segera dijalankan, kalo saya tidak berani menanggungnya segera tinggalkan dan jangan pernah berpikir lagi kearah situ. tapi segeralah mencari peluang bisnis baru buat dikerjakan.</p>
<p style="text-align: justify;">dalam berpikir tentang resiko maksimal justru bukannya memunculkan rasa takut malah kebalikannya keberanian yang timbul. misalnya saat saya memulai penyewaan mobil, saya mencari apasih resiko terburuknya. resiko terburuk dari rental mobil adalah mobil hilang dibawa kabur si penyewa, jelas rugi tapi bila mobil itu diasuransikan maka nilai mobil yang hilang itu akan diganti oleh asuransi. atau saat saya mau memulai bisnis jualan makanan di kaki lima, saya pikir kalo saya gagal saya hanya akan kehilangan seluruh modal awal saya sebesar lima juta rupiah. nilai lima juta besar buat saya bila hilang tapi dibalik itu saya akan punya segudang pengalaman berharga tentang mengelola bisnis makanan di kaki lima. dari pengalaman itu bila saya kelola dengan baik saya jadinya bisa meyakinkan investor buat mandapatkan modal yang bisa digunakan buat melangkah lagi.<img class="alignleft" src="http://www.truerockministries.com/onlinestore/Listen%20to%20our%20mentor.jpg" alt="" width="167" height="147" /></p>
<p style="text-align: justify;">saya jadi ingat kata kawan saya di kos-kosan, saat saya menyatakan bahwa saya tidak punya nyali buat nembak cewek yang saya suka. saat saya bener-bener gak berani buat menyatakan bahwa rasa suka saya ke cewek kecengan saya itu. kawan tadi enteng aja berkata, &#8220;apa sih yang bikin kamu gak berani nembak calon cewekmu, resiko terburuk dari menyatakan rasa suka ke seorang cewek adalah kamu bakalan ditolak sama dia. gak ada resiko yang lainya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">paling apes saya akan ditolak oleh cewek itu, saya gak mungkin di usir atau dimaki-maki oleh si cewek bila saya ngomong dengan sopan dan sungguh-sungguh, ditolak dan dimaki-maki hanya ada dalam sandiwara televisi. gak ada resiko yang lain. jadi setelah saya renungkan bahwa resiko terjelek saat menyatakan rasa cinta kecewek hanyalah ditolak, yang kemudian bisa berakibat sakit hati dan malu, hanya itu saja, gak ada yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi seberapa lama sih rasa malu dan sakit hati itu akan muncul dan bertahan dalam diri saya. seperti saat saya pertama kali belajar ngomong dan kenalan ke cewek. saat pertama dan kedua kali salah ngomong rasa malu muncul tapi setelah sering dan terbiasa gak ada lagi rasa malu yang muncul, yang ada malahan kesalahan ngomong itu bisa dijadikan bahan bercanda yang bisa bikin obrolan saya sama cewek bertambah akrab.</p>
<p style="text-align: justify;">kalo saya ditolak sama cewek saya pasti malu dan bisa sakit hati. tapi kalo dievaluasi lagi semua sebab kenapa saya ditolak cewek, akan bisa saya jadikan pelajaran buat nembak cewek-cewek yang lain. masih banyak cewek lain kok yang lebih baik dan lebih cakep dari cewek yang nolak tadi. jadi buat apa saya musti takut mengulangnya ke cewek lain. begitu saya dah tau rasanya ditolak yang pertama saya jadinya punya dendam buat menaklukkan cewek lain. dendam kesumat yang bilang dalam hati yang terus menyuruh saya  harus bisa punya pacar.</p>
<p style="text-align: justify;">ditolak satu cewek bikin saya penasaran buat menaklukkan cewek lainnya. gagal dan tertipu dalam memulai bisnis bikin saya penasaran buat membuktikan bahwa saya bukan mahluk bego yang gak bisa berbisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">gitu deh berkat bimbingan para mentor, saya bisa berhasil menghadapi rasa takut saya.</p>
<p style="text-align: justify;">dimasa jaya saya dulu akhirnya saya punya banyak teman cewek dan mudah dalam mencari pacar, hanya karena saya berani menangung resiko bila saya ditolak cintanya. sama dengan bisnis yang akhirnya saya jalani sampai sekarang, hanya karena saya berani menanggung resiko terburuknya, bisnis saya malah semakin berkembang pesat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/22/paling-apes-ditolak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>seperti mencari pacar&#8230;.</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/17/seperti-mencari-pacar/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/17/seperti-mencari-pacar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 17:44:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[jomblo]]></category>
		<category><![CDATA[kredit]]></category>
		<category><![CDATA[pacar]]></category>
		<category><![CDATA[permodalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[setiap kali ngobrol tentang bisnis atau tentang entrepreneur atau membaca tentang profil atau liputan tentang pengusaha pemula atau pengusaha ukm tradisional, diujung uraian atau percakapan selalu ada keluhan tentang masalah permodalan. kenapa sih modal selalu dijadiin alasan klasik buat segitu banyak entrepreneur yang membuatnya kesulitan dalam mengembangkan usaha.  
emang sih menurut saya nyari modal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">setiap kali ngobrol tentang bisnis atau tentang entrepreneur atau membaca tentang profil atau liputan tentang pengusaha pemula atau pengusaha ukm tradisional, diujung uraian atau percakapan selalu ada keluhan tentang masalah permodalan. kenapa sih modal selalu dijadiin alasan klasik buat segitu banyak entrepreneur yang membuatnya kesulitan dalam mengembangkan usaha. <img class="alignleft" src="http://1.bp.blogspot.com/_rlW5JENkQg8/SXWCyfi890I/AAAAAAAAAEs/_twm3HHPlWU/s320/pacaran.JPG" alt="" width="232" height="178" /> <span id="more-334"></span></p>
<p style="text-align: justify;">emang sih menurut saya nyari modal buat bikin usaha atau buat ngembangin usaha itu susah-susah gampang. dibilang susah juga enggak di bilang gampang juga enggak.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi sebenernya kenapa sih kebanyakan orang itu selalu bilang kesulitan nyari modal. kalo saya bilang yang kesulitan nyari modal itu pastinya kurang deh pengenalan atau pendekatannya sama bank sebagai pemberi dana.</p>
<p style="text-align: justify;">ini ibaratnya saya cowok mau nyari pacar, apabila saya ngicer seorang cewek dari jauh aja kemudian tidak pernah berusaha kenalan, ngajak ngobrol, dan mencari perhatiannya, mana mau cewek itu jadi pacar saya.</p>
<p style="text-align: justify;">bank juga sama, ibarat dia calon cewek saya, saya harus kenalan dulu sama bank, dan bank sebagai calon pacar saya harus tau dulu seperti apa sih kondisi cowok yang naksir dan minta di jadiin pacar.</p>
<p style="text-align: justify;">buat ngejadiin cewek inceran kita sebagai pacar, setelah kenalan saya musti sering apel, sering ngajak jalan bahkan sering ngajak makan. bahkan saat penjajakan itu calon cewek saya itu juga sering saya ajak ke tempat saya nonkrong dan saya kenalin sama teman-teman saya. maksudnya saat si cewek sudah mau jadi pacar saya dia tidak kaget lagi dengan lingkungan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">saat saya mau ngajuin kredit ke bank saya juga lakukan langkah yang hampir sama. saya datang ke bank inceran saya. kemudian saya berkenalan dengan membuka rekening di bank tadi. gak cukup kenalan dengan buka rekening, saya juga harus sering apel ke bank itu dengan sering setoran duit saya kesana. berapapun duit yang saya dapat harus sesering mungkin disetorkan, walaupun setelah disetor kemudian saya ambil lagi karena emang saya perlukan buat perputaran bisnis saya. dengan sering datang dan setor uang ke bank saya berharap si bank akan mulai menaruh perhatian pada saya. dari setoran-setoran saya tadi bank akan bisa menilai berapa besarnya perputaran uang di bisnis saya.</p>
<p style="text-align: justify;">semakin sering saya setor ke bank itu apalagi bila nilai duit yang disetorkan gede-gede maka si bank akan semakin yakin akan kemampuan financial saya. seperti cewek inceran saya yang akan bertambah yakin dengan keseriusan saya bila saya sering main kerumahnya, tidak hanya saat apel dimalam minggu. keseriusan saya pada cewek itu juga teruji dengan seringnya saya ngajak dia nonton atau nraktir makan, walau gak harus selalu  saya yang bayarin tapi niat untuk nraktir aja sudah dapat poin dimata calon cewek saya.</p>
<p style="text-align: justify;">saat pendekatan sama cewek inceran saya itu biasanya saya akan menjadi mahluk paling penurut. apapun yang calon cewek saya minta biasanya akan saya usahakan buat penuhi. kalo dia minta jemput saya pasti akan bela-belain jemput, kalo dia minta hadiah boneka pas ulang tahunnya saya dengan senang hati akan penuhi buat nunjukin sama calon cewek saya itu saya bener-bener serius ngejadiin dia sebagai pacar saya. bahkan kalo lagi ngegombal saya sering bilang &#8220;apapun yang kamu minta akan saya penuhi, bila perlu gunung akan kudaki dan  lautan akan kusebrangi&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">pokoknya gombal abis deh!</p>
<p style="text-align: justify;">nah saat ngajuin kredit di bank saya juga harus penuhi segala permintaan bank walaupun kadang sulit. persis seperti saat saya ngegombal sama calon cewek saya itu. saat ngajuin kredit, biasanya bank minta surat ijin usaha perdagangan (siup) yang kemudian saya bikin di kantor departemen perdagangan. trus saat bank minta nomor pokok wajib pajak (npwp) saya langsung bergegas bikin di kantor pajak. setelah itu bank akan minta saya perlihatkan rekening tabungan saya tiga sampai enam bulan terakhir. karena saya sering ngapel ke bank dan kalo datang pati setor duit maka bank pastinya akan yakin dengan kemampuan financial saya.</p>
<p style="text-align: justify;">walaupun saya sudah nunjukin niat serius saya buat macarin cewek kecengan saya itu , sering kali si cewek masih jual mahal dia masih belom yakin akan kesungguhan niat tulus saya. apalagi kalo cewek itu tau saya itu badung dia pasti akan mencari bukti-bukti yang bisa bikin dia yakin bahwa saya adalah calon pacar yang tepat buat dia. cewek itu biasanya akan ngirim temen-temen seganknya buat nanya-nanya tentang saya pada teman-teman saya. biasanya kalo temen-temen sicewek memperoleh data yang akurat tentang diri saya dan mereka yakin bahwa saya adalah cowok baik-baik, maka otomatis si cewek idaman saya akan dengan senang hati menjadikan saya pacarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">bank juga sama, buat meyakinkan bahwa saya adalah calon kreditur yang baik mereka akan kirimkan analis kredit buat melakukan pemeriksaan terhadap saya. mereka akan teliti apakah bisnis saya beneran ada, apakah saya punya kredit macet pada pihak lain atau tidak, apakah bisnis saya memang layak diberikan kredit dan apakah saya bila diberi kredit akan mampu membayarnya sampai lunas. kalo semua pemeriksaan itu berhasil menunjukkan bahwa saya memang seorang yang kredibel tentu saja bank tidak akan ragu-ragu mengucurkan dana kredit buat saya.</p>
<p style="text-align: justify;">kadang saat saya nyari cewek buat dijadikan pacar begitu gampangnya sehingga saya tidak memerlukan waktu yang lama buat jadian dan pacaran sama cewek itu. tapi seringkali saat saya begitu ngebetnya pingin pacaran, malah saya gak dapat-dapat cewek. bukannya bisa cepet menaklukan hati sang cewek pujaan trus kemudian bisa pacaran, eh malahan tolakan yang saya dapetin.</p>
<p style="text-align: justify;">gitu juga saat nyari kredit di bank, saat bener-bener butuh dan harus cepet ngedapetinnya malahan saya ditolak oleh bank. kadang dengan berbagai alasan yang sering gak masuk akal. makanya kejadian seperti itu kemudian saya jadiin pelajaran, kalo nyari kredit gak boleh buru-buru harus santai dengan persiapan matang.</p>
<p style="text-align: justify;">asik emang kalo begitu saya ngicer cewek kemudian gak pake pendekatan yang lama cewek itu lantas langsung klepek-klepek jatoh dalam pelukan saya. tapi kalo emang buat naklukin si cewek perlu perjuangan ekstra saya biasanya tetep ngejar terus sampek cewek itu bener-bener gak mau sama saya.</p>
<p style="text-align: justify;">ya memang kalo begitu saya ngajukan kredit trus langsung di setujui tanpa perlu bersusah payah tentu bikin hati saya senang, tapi sering kali saya bener-bener harus berjuang keras buat meyakinkan pihak bank, sudah prosesnya lama dan sulit, hasilnya bukannya disetujui malahan tolakan yang saya dapatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">kalo sampai saya sudah berusaha keras tapi cewek itu bener-bener gak mau sama saya, pastinya saya gak akan teruskan usaha yang sia-sia itu. saya akan alihkan perhatian saya ke cewek lain. kan masih banyak cewek lain yang lebih cantik, lebih sexy, lebih kece dan lebih baik dari cewek yang nolak saya tadi. tinggal memompa semangat saya saja untuk memulai perjuangan yang baru lagi. <img class="alignright" src="http://www.lenzing.com/fibers/media/etikett_Modal_neu.jpg" alt="" width="139" height="139" /></p>
<p style="text-align: justify;">kalo sampe permohonan kredit saya gak disetujui sama bank yang saya incer, saya pasti akan mengalihkan perhatian ke bank lain. toh  banyak bank di indonesia dan semuanya berlomba-lomba mencari nasabah buat di kucuri dana kredit.  kalo saya  langsung putus  asa begitu sekali ditolak, tentunya saya gak akan seperti sekarang dipercaya oleh banyak bank mengelola kredit yang mereka kucurkan pada saya.</p>
<p style="text-align: justify;">biasanya dulu saat saya nyari cewek buat dijadiin pacar, kecengan saya tidak cuman satu. saya punya beberapa cewek yang saya taksir, makanya saya sering mengadakan pendekatan kebeberapa cewek sekaligus. jadi kalo ditolak satu masih ada calon yang lain. karena punya beberapa kecengan yang di prospek sekaligus, sering malahan saya harus berpacaran dengan lebih dari satu cewek dalam saat yang bersamaan. tentunya saat itu saya harus pinter-pinter bagi waktu dan perhatian.</p>
<p style="text-align: justify;">kebiasaan itu ternyata terbawa sampai sekarang, saat saya ngajukan permohonan kredit, biasanya saya tidak cuman berpatokan pada satu bank saja. saya ajukan aplikasi pada banyak bank, dengan harapan kalo satu di tolak, bank yang lain akan menyetujuinya. dengan cara seperti itu, beberapa kali saya bahkan memperoleh kredit yang bersamaan dari beberapa bank.</p>
<p style="text-align: justify;">saya yakin kok, setiap orang yang pernah pacaran dan tidak menjadi jomblo seumur hidup, akan mudah mendapatkan kredit, bila dia mau melakukan pengenalan dan pendekatan yang intensip pada pihak perbankan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<h3 id="comments">One Response to “seperti mencari pacar….”</h3>
<ol class="commentlist">
<li id="comment-2323" class="alt"><img class="avatar avatar-32" src="http://www.gravatar.com/avatar/c2f1b016c2a8e174e44213dc9b2706bb?s=32&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D32&amp;r=G" alt="" width="32" height="32" /> <cite>bagus </cite>(<span id="lw_1254762201_0" class="yshortcuts"><a href="http://us.mc388.mail.yahoo.com/mc/compose?to=bagus_bpd@yahoo.co.id">bagus_bpd@yahoo.co.id</a>)</span> Says : <span style="font-size: 11px;"><a href="http://www.samuraijagoan.com/2009/03/17/seperti-mencari-pacar/#comment-2323">October 3rd, 2009 at 8:25 am</a> <a title="Edit comment" href="http://www.samuraijagoan.com/wp-admin/comment.php?action=editcomment&amp;c=2323">edit</a> =&gt; <span style="font-size: 13px;">artikel yang bagus sekali kawan </span></span></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/17/seperti-mencari-pacar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

