<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; otak kanan</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/tag/otak-kanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 05:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>bunga</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/10/06/bunga/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/10/06/bunga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 17:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[bunga bank]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[hawa]]></category>
		<category><![CDATA[kaum hawa]]></category>
		<category><![CDATA[otak kanan]]></category>
		<category><![CDATA[prosentase]]></category>
		<category><![CDATA[rate]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=960</guid>
		<description><![CDATA[bunga adalah sesuatu yang indah dan wangi, enak di pandang dan nikmat di cium baunya. oleh karenanya bunga sangat disukai oleh banyak orang terutama oleh kaum hawa. tapi bunga yang saya maksud ini berbeda, bunga yang satu ini tidak disukai oleh orang kebanyakan. bahkan cenderung untuk di hindari dan itu gak peduli lagi dengan jenis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://infosyiah.files.wordpress.com/2008/03/bunga.jpg"><img class="alignleft" src="http://infosyiah.files.wordpress.com/2008/03/bunga.jpg" alt="" width="130" height="128" /></a>bunga adalah sesuatu yang indah dan wangi, enak di pandang dan nikmat di cium baunya. oleh karenanya bunga sangat disukai oleh banyak orang terutama oleh kaum hawa. tapi bunga yang saya maksud ini berbeda, bunga yang satu ini tidak disukai oleh orang kebanyakan. bahkan cenderung untuk di hindari dan itu gak peduli lagi dengan jenis kelamin, pria atau wanita rata-rata tidak menyukainya dan cenderung menghindarinya.<span id="more-960"></span>bunga yang saya maksukan adalah bunga bank.</p>
<p style="text-align: justify;">kenapa saya teringat sama bunga yang nyebeliin ini. sebabnya adalah suatu pagi saya di telepon seorang senior saya dari luar kota, beliau meminta pendapat saya tentang penawaran kredit dari suatu bank bumn. beliau ini tertarik untuk mengambilnya sebab beliau sadar sekali tanpa bantuan kredit perbangkan bisnis yang sedang dikelolanya akan sulit untuk diajak berlari. sedangkan untuk mengambil kredit itu beliau merasa sangat sakit hati saat menghitung jumlah bunga yang dibebankan kepada beliau, selama masa angsuran yang sekitar tiga tahun. padahal beliau ini sudah mendapatkan fasilitas spesial rate,  yaitu gak sampai satu persen bunga perbulannya. hal itu disebabkan beliau termasuk nasabah binaan bank tersebut yang terbaik.</p>
<p style="text-align: justify;">saya cuman bisa ngasih saran sama beliau, bahwa prinsip utama saya kalo minjem duit or ngajuin kredit ke bank adalah tidak pernah sekali-kalinya  yang namanya ngeliat dan ngitung bunganya. ngelirik aja gak pernah! yang saya selalu liat adalah jumlah angsurannya. kalo jumlah angsurannya menurut otak dan hati saya mampu saya bayar, maka saya ambil kredit tersebut. tapi jika saya rasa saya tidak mampu maka saya batalkan pengajuan kredit tersebut.<a href="http://www.matanews.com/wp-content/uploads/suku_bunga.jpg"><img class="alignright" src="http://www.matanews.com/wp-content/uploads/suku_bunga.jpg" alt="" width="144" height="108" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">saya ikuti intuisi saya, karena saya yakin kalau intuisi saya bilang bisa maka insyaallah saya benar-benar bisa. saya selalu ikuti intuisi positif saya. total jumlah bunga selalu saya tidak hitung karena pasti bikin sakit hati. saya hanya cukup mengetahui besaran prosentase bunga yang harus saya tanggung. itu saja sudah sangat cukup buat saya.</p>
<p style="text-align: justify;">kenapa begitu?</p>
<p style="text-align: justify;">pikiran saya biasanya simple aja, besaran bunga bank berkisar antara 1% sampai 2,75%. yang sekitar satu persen biasanya pinjaman dengan jaminan, jaminannya biasanya property dan yang diatas itu biasanya pinjaman tanpa agunan alias KTA atau kartu kredit.</p>
<p style="text-align: justify;">sedangkan margin keuntungan dari suatu bisnis antara 3% sampai 10% untuk jasa dan perdagangan (ini hitungan versi saya sendiri lho, kalo gak setuju ya monggo kerso) bisa sampai 12,5% atau bahkan lebih tinggi dari itu  bila produknya makanan atau minuman.</p>
<p style="text-align: justify;">jadi menurut saya selisih dari bunga dan margin keuntungan masih cukup jauh. bila bisnis kita dikelola dengan baik dan benar, maka margin keuntungan sangat bisa untuk menutup pembayaran bunga plus pokok pinjaman yang menjadi beban kita setiap jatuh tempo.</p>
<p style="text-align: justify;">itu saja cara yang saya selalu gunakan buat ngeboongin atau membodohi otak pintar saya. jika otak pintar saya bilang, dengan besaran prosentase sekian yang musti saya tanggung saya mampu membayar maka otak pintar itu akan bikin hati saya tenang dan kemudian saya bisa bekerja tanpa beban untuk menutup semua tanggung jawab tadi. tapi jika otak pintar ini bilang saya gak akan mampu dan saya tetep nekad melakukannya dijamin saya pasti bener-bener gak mampu.</p>
<p style="text-align: justify;">ada lagi cara saya buat ngeboongin otak pintar saya. saat saya mengetahui besaran prosentase bunga kredit usaha maka saya selalu membandingan dengan bunga kredit kepemilikan rumah (kpr) atau mobil (kpm).</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.sripoku.com/foto/berita/2009/7/8/8-7-2009-bis55991_ilustrasi_suku_bunga.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.sripoku.com/foto/berita/2009/7/8/8-7-2009-bis55991_ilustrasi_suku_bunga.jpg" alt="" width="144" height="108" /></a>saya bilang sama otak saya, &#8220;tidak ada satupun manusia yang menyesal telah mengambil kpr selama lima belas atau bahkan dua puluh tahun dengan bunga yang besarannya sama ataupun diatas satu persen, padahal kalo dihitung totalnya selama puluhan tahun itu pasti mengerikan jumlah bunganya, atau tidak ada yang menyesal telah mengansur kpm selama maksimal empat tahun dengan besaran bunga yang hampir sama&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">kok bisa gitu ya.</p>
<p style="text-align: justify;">padahal semua orang pasti tahu dan paham, bahwa harga mobil itu selalu turun jauh nilainya pada saat kredit mobil itu lunas dalam kondisi apapun.  atau pada saat mobil itu dijual pasti harganya jauh banget dari harga pada saat mobil itu dibeli.  tapi tetep saja lebih banyak orang yang membeli mobil secara kredit daripada yang secara tunai. kalo kredit rumah masih mending, sebab harga jualnya dalam kondisi normal dan tenang selalu pasti lebih tinggi dari harga saat dibeli walaupun selisih antara harga beli tunai dan beli kredit sangat jauh.</p>
<p style="text-align: justify;">hampir tidak ada orang yang sakit hati saat kredit rumah atau mobil.</p>
<p style="text-align: justify;">kenapa bila kita melakukan kredit yang dua tadi pikiran dan perasaan kita tenang,  sedangkan jika melakukan kredit usaha rasanya lebih sakit hati?</p>
<p style="text-align: justify;">kalo saya bilang otak pintar kita sudah senang duluan karena yang tadinya tidak punya rumah atau mobil dengan cara kredit jadinya kemudian bisa memiliki benda-benda yang diidamkan tersebut. secara tidak langsung kita sudah mengalihkan perhatian otak pintar kita pada hal-hal yang menyenangkan,  jadinya otak pintar kita lupa akan total jumlah bunga yang bisa bikin sakit hati dan semua resiko yang bakal dihadapi bila kita gagal bayar.</p>
<p style="text-align: justify;">mengalihkan perhatian otak pintar pada hal-hal yang menyenangkan adalah salah satu bentuk cara membodohi otak pintar kita.<a href="http://www.sripoku.com/foto/berita/2009/6/2/2-6-2009-bisBunga%20bank2.jpg"><img class="alignright" src="http://www.sripoku.com/foto/berita/2009/6/2/2-6-2009-bisBunga%20bank2.jpg" alt="" width="298" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">saya rajin membodohi otak pintar saya dalam segala hal, terutama dalam hal kredit. saya alihkan perhatiannya dengan hal-hal yang menyenangkan, saya alihkan perhatiannya dengan besaran prosentase keuntungan, saya alihkan perhatiannya dengan kegunaan atau fungsi sesuatu yang bisa saya beli dengan cara kredit.</p>
<p style="text-align: justify;">saya rajin sekali membodohi otak pintar saya, yang rajin berpikir rasional, tapi takut mengambil resiko itu, dengan cara mengalihkannya pada hal-hal positif dari tindakan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">pengalaman yang sudah saya alami selama ini, bikin saya yakin bahwa bila otak pintar kita sudah biasa dibodohi dengan hal-hal positif maka saya akan berani bertindak (tetep dengan kehati-hatian tentunya), tidak takut-takut dan tidak gampang sakit hati.</p>
<p style="text-align: justify;">apalagi takut dan sakit hati terhadap bunga bank, jauh deh itu dari saya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/10/06/bunga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>rasa takut</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/30/rasa-takut/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/30/rasa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 10:47:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[dewa]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[fear]]></category>
		<category><![CDATA[otak kanan]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[setengah dewa]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[takut]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=935</guid>
		<description><![CDATA[saya selalu memilik rasa takut dan rasa takut itu selalu ada dalam diri saya, saya rasa punya rasa takut itu normal banget deh dan manusiawi sekali lho. kalo sampai saya gak punya rasa takut jangan-jangan saya sudah bukan manusia normal lagi, tapi sudah menjelma menjadi manusia setengah dewa.walaupun dalam tulisan-tulisan saya atau dalam pembicaraan saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">saya selalu memilik rasa takut dan rasa takut itu selalu ada dalam diri saya, saya rasa punya rasa takut itu normal banget deh dan manusiawi sekali lho. kalo sampai saya gak punya rasa takut jangan-jangan saya sudah bukan manusia normal lagi, tapi sudah menjelma menjadi manusia setengah dewa.<span id="more-935"></span><a href="http://1.bp.blogspot.com/_-8KsPgloS88/Spn_PbhIH4I/AAAAAAAAASg/SdXUumRolbA/s320/Takut%2Bdan%2Bsesal.gif"><img class="alignleft" src="http://1.bp.blogspot.com/_-8KsPgloS88/Spn_PbhIH4I/AAAAAAAAASg/SdXUumRolbA/s320/Takut%2Bdan%2Bsesal.gif" alt="" width="180" height="180" /></a>walaupun dalam tulisan-tulisan saya atau dalam pembicaraan saat ngobrol, saya selalu bilang, biar gak punya rasa takut, atau supaya rasa takut ini hilang mendingan gak usah mikir aja sama sekali – <span> </span>atau jangan pernah dipikir.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">tapi gak usah munafik saya tetep punya rasa takut, takut terhadap masa depan saya, takut terhadap apa yang sudah saya lakukan, takut terhadap kelangsungan bisnis saya dan berbagai macam rasa takut lainnya yang muncul dalam otak saya ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">tapi beneran satu-satunya cara mujarab saya buat ngilangin rasa takut ini adalah dengan cara jangan pernah mikir – dan itu sudah resep paling top. tapi walau bagaimanapun rasa takut itu tetep penting buat saya, apalagi setelah berbagai kondisi buruk menghantam kedidupan dan bisnis saya. kini rasa takut itu justru kerap hadir dan menjadi akrab dengan saya dan kini saya sedang mencoba bersahabat dengan rasa takut padahal menurut ilmu yang saya peroleh saat pelatihan entrepreneur dulu, tabu rasanya jika punya rasa takut saat menjadi entrepreneur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">antara rasa syukur dan sebel berkecamuk dalam otak ini, sebagai respon terhadap rasa takut yang muncul. kadang rasa takut saya anggap sebagai penghalang langkah saya untuk segera melakukan action, tapi dilain sisi rasa takut sering juga menjadi penyelamat buat saya agar jangan buru-buru melakukan action dengan gegabah, supaya kesalahan yang saya buat di masa lalu tidak terulang lagi. rasa takut justru bikin saya lebih lama mikir dan mengevaluasi segala sesuatunya, sehingga akhirnya walaupun saya jauh lebih lambat buat melakukan action tapi jadinya action yang saya lakukan menjadi lebih terencana dan lebih terstruktur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">dengan sering munculnya rasa takut dalm hati dan pikiran, bikin langkah saya lebih hati-hati. bahkan sangat hati-hati dan gak grusa grusu lagi. mungkin, ini menurut saya lho, buat seseorang yang sedang memperbaiki dan memulihkan kondisi fisiknya agar normal dan lincah seperti sediakala, seperti kondisi yang sedang saya alami saat ini, agaknya rasa takut yang bikin langkah saya lebih lambat dan hati-hati sangat diperlukan dan bisa menjadi pilar utama yang baru.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">kenapa rasa takut itu penting buat seseorang yang sedang memulihkan diri? seperti saya contohnya. kalo saya bilang, hal itu disebabkan karena tonggak lama yang menjadi penyangga kehidupan atau bisnis saya saat ini sedang tidak kokoh lagi, sehingga apabila saya salah langkah sedikit saja, tonggak yang rapuh tadi bisa bener-bener runtuh. dan kalo itu bener-bener runtuh, maka buyarlah semua yang sudah saya rintis dan saya bangun bertahun-tahun lalu. makanya rasa takut sangat penting buat saya saat ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">rasa takut bisa jadi rem yang mujarab buat saya. saya bisa berpikir lebih jernih dan lebih panjang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">yang tersulit dalam menghadapi rasa takut ini mungkin bukan terhadap rasa takut itu sendiri. tapi terhadap efek yang ditimbulkan oleh rasa takut. karena takut saya jadinya mikir kelamaan, karena mikir kelamaan saya jadinya telat action bahkan bisa gak melakukan action sama sekali, dan karena itu semua saya jadinya mendapat ledekan dan cemoohan dari teman-teman dekat atau dari lingkungan sesama entrepreneur. nah akibat dari cemoohan ini yang biasanya fatal.<a href="http://meditation.org.au/images/fear.jpg"><img class="alignright" src="http://meditation.org.au/images/fear.jpg" alt="" width="174" height="130" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">ledekan dan cemoohan yang saya peroleh sering kali sangat menyakitkan hati. jadinya saya dulu sering mata gelap dan dengan menjadikan ‘otak kanan’ sebagai alasan saya dan banyak teman-teman lalu action dan biasanya action kami itu punya kecenderungan untuk ngawur – akibatnya bisa ditebak, banyak yang berguguran disaat awal bahkan ditengah-tegah perjalanan dan sedikit yang mencapai finish.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">mungkin berdasarkan apa yang sudah pernah saya alami, yang seharusnya saya lakukan adalah, saya harus pandai-pandai menempatkan rasa takut dalam diri saya. saya gak mungkin menghalangi timbulnya rasa takut itu tapi bila dia muncul saya gak boleh mengabaikannya begitu saja, saya harus tetap mewaspadai sebagai peringatan terhadap apa yang sudah atau akan saya lakukan. tapi saya juga tidak boleh membiarkan rasa takut itu menguasai diri saya sepenuhnya, sehingga saya kembali menjadi manusia yang selalu khwatir dan menjadi tidak percaya diri lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">mungkin itu yang terbaik yang harus saya lakukan………</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">saya harus belajar bagaimana menjadikan rasa takut sebagai sahabat dan tidak menjadikannya sebagai musuh seperti dulu………</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">saya harus banyak belajar lagi untuk menyeimbangkan rasa takut itu………..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">saya harus bisa menggunakan rasa takut itu sebagai rem dan sebagai gas pada saat yang tepat………..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">dan pada saat itu mungkin saya sudah benar-benar menjadi manusia setengah dewa – semoga!!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/09/30/rasa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>padahal otaknya di kiri lho</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/06/10/padahal-otaknya-di-kiri-lho/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/06/10/padahal-otaknya-di-kiri-lho/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 06:49:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[kredit macet]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[mentoring]]></category>
		<category><![CDATA[otak kanan]]></category>
		<category><![CDATA[otak kiri]]></category>
		<category><![CDATA[samurai]]></category>
		<category><![CDATA[team]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[berapa waktu belakangan ini sepertinya masalah lagi akrab dengan saya.
dan masalah yang pingin berakrab-akrab ria dengan saya itupun bukan masalah sepele, karena menurut beberapa teman masalah yang sedang saya hadapi itu sangat parah, di ibaratkan mungkin sama dengan kiamat kecil dalam kehidupan saya. 
sebagian dari masalah yang bakal saya hadapi sempet saya tulis di beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">berapa waktu belakangan ini sepertinya masalah lagi akrab dengan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">dan masalah yang pingin berakrab-akrab ria dengan saya itupun bukan masalah sepele, karena menurut beberapa teman masalah yang sedang saya hadapi itu sangat parah, di ibaratkan mungkin sama dengan kiamat kecil dalam kehidupan saya. <a href="http://supersuga.files.wordpress.com/2008/03/otak-kiri-kanan.jpg"><img class="alignleft" src="http://supersuga.files.wordpress.com/2008/03/otak-kiri-kanan.jpg" alt="" width="212" height="147" /></a><span id="more-454"></span></p>
<p style="text-align: justify;">sebagian dari masalah yang bakal saya hadapi sempet saya tulis di beberapa tempat dan menarik perhatian yang membaca, komentar-komentar pun bermunculan baik yang positif mendukung dan membesarkan semangat saya atau yang negatif dan menyalakan karena itu adalah akibat dari perbuatan saya sendiri selama ini maka sekarang saya lagi panen hasilnya.</p>
<p style="text-align: justify;">menyenangkan sekali ternyata tulisan saya itu cukup menarik perhatian. itu bikin saya penasaran terhadap diri saya sendiri. jangankan orang lain yang hanya mbaca atau sekedar dengar dari mulut ke mulut. ibu kandung yang melahirkan saya dari rahimnya saja sempet kejet-kejet begitu dengar cerita saya secara detail. beliau memang sengaja saya undang ke surabaya dari liburannya di rumah adik-adik saya dijakarta, khusus supaya bisa dengerin langsung apa yang bakal dialami oleh putra tunggalnya. setabah-tabahnya ibunda, tetep aja cerita yang beliau dengar dari mulut saya langsung itu sangat mengagetkan. beliau gak nyangka kalo putranya itu bertindak kelewatan, tindakan yang saya lakukan itu menurut beliau bukan tindakan manusia normal udah melewati batas toleransi pikiran dan akal sehat manusia normal.</p>
<p style="text-align: justify;">saking hebohnya cerita saya, beliau yang biasanya temperamental (dan itu menurun ke saya hampir 90%) sampe-sampe gak bisa marah lagi, langsung ambil koran dan kipas-kipas padahal kita ada dalam ruangan ber-ac. bener-bener gak habis pikir beliau ini, kokada orang yang bisa bertahan hidup selama lima tahun, dengan hanya menggunakan 100% dana dari kredit bank. dan selama lima tahun itu orang tersebut bukan hanya sekedar bertahan hidup tapi level kehidupannya setiap tahun semakin meningkat menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. uang dari kredit tersebut diputer-puter disegala tempat sehingga bisa menghasilkan empat toko baju, menghasilkan kepemilikan property sampe 15 unit walaupun belum selesai masa angsurannya, memiliki 2 unit mobil yang juga masih diangsur, memiliki 3 unit sepeda motor angsuran, memiliki aset logam mulia, bisa dipakai bermain di bursa saham, dipakai buat sedekah, dipake buat buanyak hal lainnya yang juga gak masuk akal.</p>
<p style="text-align: justify;">dan yang bikin beliau gak habis pikir dan  <em>istigfar gak habis-habis</em>nya adalah karena orang itu adalah saya, putra kandungnya.</p>
<p style="text-align: justify;">setelah bisa mengatur nafas lagi, cuman sekalimat yang bisa disampaikan &#8220;selesaikan semua hutangmu, mulailah dari awal lagi dan kalau perlu mulai lagi dalam keadaan miskin&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">ampun deh, saya disuruh melakukan hal yang paling anti saya lakukan, karna saya  memang gak pernah bercita-cita untuk nutup hutang-hutang saya. tapi apa mau dikata itu sabda ibunda, apalagi sekarang saya dalam keadaan &#8216;kaki diatas kepala dibawah&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">mau gak mau, ya harus mau. dan itu harus dilakukan! dulu waktu ngutang gak mikir kenapa saat disuruh nutup mesti mikir. toh nanti kalo keadaan dah normal pasti lebih mudah buat ngejelasin lagi ke beliau tentang pentingnya berhutang.</p>
<p style="text-align: justify;">satu dari dua masalah yang sedang menerpa saya sudah jelas endingnya = nutup kedit di bank. sedang masalah yang satunya masih terkatung-katung dalam ketidak pastian.</p>
<p style="text-align: justify;">sambil menyelesaikan masalah kredit, ternyata saya diundang  buat sharing2 bisniss oleh teman-teman dari Lamongan Entrepreneur Community, rupanya oleh mereka saya dianggap tokoh hebat (belum tau dia aslinya) emang sih buat kategori surabaya aja, siapa sih yang gak kenal samurai, seorang yang sering jadi tukang kompor temen-temenya agar jadi entrepreneur. saya emang paling gampang diajak cankruan, setiap saat dan kapan saja hampir tidak pernah nolak, apakah pagi hari, siang, sore, malam atau bahkan lewat tengah malam.</p>
<p style="text-align: justify;">dalam perjalanan ke lamomgan, saya cerita tentang masalah saya sama teman seperjalanan yang sudah menjadi team yang cukup solid dalam semangat entrepreneur. mereka itu adalah ronny orysu, mahar ayu dan ainy aja deh. kita mulai kompak saat diundang oleh ILO ke jakarta mewakili Surabaya Entrepreneur Club untuk mengadiri kongress kepemudaan yg diadakan oleh ILO. <a href="http://ekojuli.files.wordpress.com/2009/05/jempolve4.jpg"><img class="alignright" src="http://ekojuli.files.wordpress.com/2009/05/jempolve4.jpg" alt="" width="176" height="141" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">saya bercerita kepada mereka tentang &#8216;kaki saya yang sekarang ada diatas dan kepala saya yang sekarang ada di bawah&#8217;. saya cerita bahwa itu merupakan salah satu konsekwensi yang harus saya hadapi saat membaiat diri menjadi entrepreneur. bila jalan yang ditempuh keliru maka akibatnya bisa fatal seperti yang saya alami. atau bila jalannya gak keliru tapi iklimnya gak mendukung, musibah tetep aja bisa terjadi. saya cerita dengan santai dan bersemangat seperti biasanya kalo saya sedang ceramah. yang saya gak duga adalah reaksi dari ketiga &#8216;daun muda&#8217; ini. mereka langsung terdiam, mikir. minimal ekspresi mukanya berubah, ronny yang cengengesan langsung berubah wajah jadi serius. lama baru saya menyadarinya, karena saya terus asik ngoceh bercerita sambil kadang cengengesan sendiri karena saking semangatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">rupanya ketiga &#8216;daun muda&#8217; ini cukup shock atau kagetlah kalo gak mau dibilang shock. mereka kaget terhadap sulit dan beratnya masalah yang sedang saya hadapi karena pilihan hidup untuk jadi enrepreneur. tapi yang bikin mereka lebih shock lagi adalah cara saya bersikap, bercerita dan bertingkah laku yang gak berubah sama sekali, sama seperti hari-hari sebelumnya seperti gak ada masalah apa2. itu bikin pertanyaan besar pada mereka, ini orang waras atau sarap ya?</p>
<p style="text-align: justify;">beberapa hari kemudian saya ajak team lagi buat touring ke tiga kota di jawa timur, saya diundang untuk mentoring. undangan untuk mentoring ini atas referensi seorang kawan baik saya dan sudah disampaikan kesaya jauh-jauh hari bahkan sebelum saya ngelencer ke malaysia bersama rombongan TDA. saya menyanggupi dan menyatakan pokok bahasan andalan saya adalah masalah kredit dan akan saya sampaikan secara otak kanan sesuai dengan permintaan pengundang yang sempat menghubungi saya lagi untuk menegaskan agar materi yang saya sampaikan itu harus otak kanan.</p>
<p style="text-align: justify;">sebelum berangkat team berkumpul di rumah saya. memang kitasudah agak lama gak ngumpul setelah peristiwa LEC dan sharing di perbanas. Mahar gak ikut, yang datang hanya ronny dan ainy. seperti biasa mereka berbasa-basi dengan saya. cara mereka berbicara terdengar aneh di kuping saya. mereka tanya kabar, karena mereka dengar saya habis dari jakarta. saya bilang saya ke jakarta cuman main gak lama kok 3 malem aja. trus mereka tanya-tanya lagi, saya tambah heran, rupanya kita saling terheran-heran satu sama lainnya. cara mereka ngobrol dengan saya sangat hati-hati karena takut saya tersinggung atau tambah stress karena  menurut mereka saya sekarang sedang menghadapi masalah rumit, tapi dipihak lain ada hal yang aneh kok ada orang yang sedang menghadapi masalah rumit sempet-sempetnya main sampe ke jakarta segala. sedang saya heran pada mereka karena cara ngomong mereka yang penuh basa basi tidak seperti biasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">saya memang merasa tidak punya beban apa-apa, itu yang bikin kelakuan dan omongan saya gak berubah. justru yang bikin beban saya adalah tentang ceramah di mentoring nanti karena posisi saya lagi drop, padahal saya akan bicara tentang kredit. tapi mereka bilang jangan ditutupi tapi justru diceritakan saja apa adanya biar balance, dari beberapa teman yang saya minta pendapat juga menyarankan begitu. ya sudah, jadinya saya tambah plong dan gak ada pikiran negatif sama sekali dalam otak.</p>
<p style="text-align: justify;">malam itu ceramah mentoring saya berjalan lancar dan seru karena materi kontadiktif yang dikemukakan, bisa disampaikan oleh saya secara sangat santai dan tanpa beban. ainy dan ronny gak habis pikir, mereka memang baru ini  bener-bener tau apa saja secara detail yang saya lakukan selama 5 tahun setelah lulus pendidikan entrepreneur. <a href="http://s.bebo.com/app-image/7933709046/5411656627/PROFILE/i.quizzaz.com/img/q/u/08/04/01/orihime.jpg"><img class="alignleft" src="http://s.bebo.com/app-image/7933709046/5411656627/PROFILE/i.quizzaz.com/img/q/u/08/04/01/orihime.jpg" alt="" width="220" height="263" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">saya ulang, lagi rony dan ainy jadinya semakin aneh dalam menatap saya setelah mentoring selesai. mereka bener-bener gak bisa menemukan jawaban kenapa orang didepan mereka ini bisa cerita begitu mengerikan seperti cerita tentang dongeng menjelang tidur. padahal kisah itu adalah real strory. dari pada saya ditanyain terus menerus saya bilang aja saya sendiri saja heran dengan diri saya apalagi orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">trus saya tambahin cerita baru. kalo melihat apa yang saya lakukan, cara berpikir saya harusnya secara otak kanan kan, tapi ternyata salah, saya itu otak kiri. pertama kali pernyataan itu di kemukakan oleh seorang senor saya ketika kami sedanga sarapan di malaysia. beliau ini bilang secara tegas kalau otak saya kiri setelah sekitar tiga puluh menitan ngobrol. saya tentunya terpukul abis dengan pernyataan itu, karena saya merasa otak saya kanan banget. beliau kemudian menunjukkan bukti-bukti ringan yang tak terbantahkan. penasaran sampe dirumah saya langsung psikotes, baik yang mbayar maupun yang gratisan di internet. ternyata semuanya menunjukkan saya ini otak kiri tulen.</p>
<p style="text-align: justify;">shock dan tidak terima dengan kondisi itu saya complain kemana-mana, tapi kenyataan gak bisa dirubah, saya tetep otak kiri. atas dasar itu saya bilang bahwa saya sendiri aja gak ngerti tentang pikiran saya apalagi orang lain. dengan otak kiri saja saya bisa bertindak lewat dari jangkauan pikiran otak waras manusia selama 5 tahun dan berhasil. saya drop sekarang ini toh bukan murni karena kesalahan saya tapi memang karena dunia sedang krisis. yang jatuh pun juga bukan hanya saya, tapi banyak orang. bahkan saya termasuk yang bisa bertahan cukup lama sebelum akhirnya terimbas juga.</p>
<p style="text-align: justify;">mungkin karena pola pikir saya yang sederhana gitu itu yang bikin saya gak ada perubahan dalam bertingkah laku dan bertindak. tapi akhirnya saya terpaksa jadinya mikir juga karena orang-orang disekitar saya menganggap ini adalah hal yang aneh. dengan otak kiri saja saya seperti ini, trus apa yang bakal terjadi bila saya dilahirkan dengan otak berada di kanan dan pola pikir saya otomatis secara otak kanan????????????????????</p>
<p style="text-align: justify;">namanya saja samurai&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">kelakuannya, jelas jauh dari normal&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/06/10/padahal-otaknya-di-kiri-lho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

