
suatu saat secara tidak disangka-sangka, seseorang yang saya anggap benar-banar sebagai guru favorit saya memberikan komentar pada sebuah artikel yang saya tulis. tidak hanya sekedar berkomentar aja, beliau bahkan mengirimi saya surat dan mengajak saya berdiskusi empat mata.Â
wah suatu kesempatan yang tidak akan terulang, karena dalam kesehariannya beliau ini sangat sibuk dan sulit sekali membagi waktu bila diajak berkomunikasi, apalagi sampai bisa berbicara empat mata.
mungkin menurut pandangan teman-teman saya yang lain, guru favorit saya ini sama kedudukannya seperti guru-guru yang lainnya alias biasa saja. keistimewaan beliau hanya karena pemahaman terhadap ilmu yang dikuasainya sangat mendalam, sementara ilmu yang beliau ajarkan itu bukanlah sebuah ilmu pengetahuan yang populer dalam masyarakat dan menurut saya tingkat keilmuan beliau itu sudah bisa dikatakan sebagai pakar atau ahli. secara pribadi sebenarnya yang bikin saya [+]



