<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; motivasi</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/tag/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 05:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>teman-teman yang baik</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/05/20/teman-teman-yang-baik/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/05/20/teman-teman-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 12:17:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[begaul]]></category>
		<category><![CDATA[bicara]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[pergaulan]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[menyenangkan sekali punya banyak teman itu.
dulu saat masih mengelola perusahaan keluarga saya hampir tidak punya teman sama sekali. selain karena saat itu saya baru menjadi penduduk surabaya setelah bekelana di jawa tengah dan jakarta, saya juga langsung didudukkan jadi pimpinan perusahaan oleh sodara-sodara saya, sehingga waktu saya sehari-hari habis untuk kerja dan mengenali serta mempelajari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">menyenangkan sekali punya banyak teman itu.</p>
<p style="text-align: justify;">dulu saat masih mengelola perusahaan keluarga saya hampir tidak punya teman sama sekali. selain karena saat itu saya baru menjadi penduduk surabaya setelah bekelana di jawa tengah dan jakarta, saya juga langsung didudukkan jadi pimpinan perusahaan oleh sodara-sodara saya, sehingga waktu saya sehari-hari habis untuk kerja dan mengenali serta mempelajari perusahaan. akibatnya saya hanya kenal dengan karyawan saya dan teman-teman karyawan saya yang sering main ke kantor.  <a href="http://cippitywitty.files.wordpress.com/2007/08/together.jpg"><img class="alignright" src="http://cippitywitty.files.wordpress.com/2007/08/together.jpg" alt="" width="251" height="166" /></a><span id="more-442"></span>tapi tentu saja pertemanan yang seperti itu sangat tidak menyenangkan karena walau bagaimanapun tetep ada gap diantara kami. saya pimpinan perusahaan dan mereka karyawan saya, jelas gak mungkin kita berbicara terus terang dengan santai, yang pasti basa basi banget sering terjadi dalam percakapan kami.</p>
<p style="text-align: justify;">gak asik blas, apalagi kemampuan saya dalam berkomunikasi dan menjalin hubungan itu sangat jelek.  mungkin ini diakibatkan karena saya sering berpindah-pindah tempat tinggal domisili waktu saya sekolah  dulu. dan itu mungkin yang membuat saya jadi malas bergaul dan membina komunikasi.</p>
<p style="text-align: justify;">saking jeleknya kemampuan berkomunikasi saya, maka sejak saya menikah dan membangun bisnis pribadi,  setiap saya akan membangun  hubungan baru atau bertemu relasi, konsumen atau pelanggan, maka saya akan mengajak istri saya untuk ikut serta.  saya mengajak istri dalam kegiatan itu,  maksudnya supaya  istri saya bisa membantu dalam membuka dan memulai percakapan.  baru setelah itu saya bisa ikuti dan terlibat  didalamnya sehingga saya akhirnya bisa masuk dengan enak dalam percakapan itu.  kalau saya berangkat sendiri dijamin pasti pertemuan tersebut lebih banyak diam-diamannya karena saya sibuk berpikir tentang pembicaraan apa yang akan saya omongkan. sedang saat masih mengelola perusahaan keluarga saya sering bersembunyi dibelakang karyawan bagian marketing dan membiarkan mereka yang memimpin pembicaraan sedang saya hanya meng-amini saja.</p>
<p style="text-align: justify;">sejak sering tandom dengan istri saya, banyak masukan yang saya terima terutama tekanan agar saya mulai belajar berbicara dan berkomunikasi. pusing kepala saya jadinya. berbicara dan berkenalan dengan relasi baru itu sama sekali berbeda dengan kalu berkenalan dan berbicara dengan cewek-cewek, lebih mudah bicara dengan cewek menurut saya karena ada kebutuhan wanita untuk dikenal cowok. tapi itupun sering kali untuk awalan saya masih sering juga ngajak teman, setelah pertemuan pertama baru saya maju sendiri. nah kalo dengan teman baru atau relasi baru, istri saya bahkan terpaksa harus ikut menemani pertemuan tersebut sampai tiga empat kali baru deh percakapan jadi lancar. istri saya gak mau saya selalu bergantung padanya setiap kali berhubungan dengan orang baru.  jadi saya harus berusaha mandiri, gitu perintahnya&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">kondisi saya saat setelah perusahaan keluarga yang saya kelola itu bangrut rupanya sangat mendukung apa yang di perintahkan oleh istri saya. saya ketika itu bergabung dengan pelatihan entrepreneur, otomatis disana saya jadi kenal banyak orang yang semuanya mempunyai satu persamaan yaitu ingin berwirausaha. karena punya persamaan kepentingan, secara tidak disadari saya  akhirnya  menjadi  rajin menjalin pertemanan dan rajin berkomunikasi dengan teman-teman baru itu.  gak perlu pusing-pusing  nyari materi ngobrol, karena pokok bahasannya jelas yaitu tentang dunia entrepreneur  yang sangat banyak dan bervariasi.</p>
<p style="text-align: justify;">di sana pula saya jadi punya figur atau contoh untuk menjalin komunikasi.  mentor-mentor  yang mengajar disana itulah yang menjadi contoh figur yang terbaik buat saya.  pada setiap sesi  pelatihan  saya dapat melihat bagamana para mentor menjelaskan isi materi yang di bawakannya.  dan  melihat cara-cara mereka membangun komunikasi dengan para peserta pelatihan itu. di sana mentornya banyak dan berganti-ganti. tidak seperti saat kuliah di universitas yang dosennya terbatas. dan para dosen itu biasanya tidak mau membangun komunikasi yang baik dan cenderung menjaga jarak dengan mahasiswanya.</p>
<p style="text-align: justify;">para mentor senantiasa  selalu berusaha berkomunikasi dengan baik dengan para peserta pelatihan. teman-teman di pelatihan itupun demikian, mereka juga berusaha membangun komunikasi dan hubungan yang akrab dengan mentor-mentor yang ada. contohnya banyak dan jelas sehingga saya dapat dengan gamblang belajar dan menirunya.</p>
<p style="text-align: justify;">seperti biasa setiap awal pasti sulit.</p>
<p style="text-align: justify;">apalagi buat saya yang gak mudah bergaul. tapi lagi-lagi lingkungan sangat mendukung. karena punya persamaan kepentingan para peserta pelatihan jadi kompak dan punya rasa kebersamaan, kita jadinya sering kumpul dan berdiskusi tentang apa saja. dan itu hampir setiap hari kita lakukan kadang sampai jauh malam. pokoknya saling sharing masalah dan mencari solusinya, dan sering kali kita pergi bersama dua sampai tiga orang untuk mengunjungi mentor atau senior yang lebih berpengalaman. dengan seringnya mengikuti setiap sesi pelatihan, kumpul-kumpul dan saling berkunjung, secara tidak langsung apa yang terjadi hari demi hari itu terekam dalam otak kecil saya. karena saking seringnya dan terbiasa memperhatikan dengan tekun, maka secara tidak sengaja apa yang terekam itu muncul secara otomatis dalam tindak tanduk saya.   maksudnya  saya jadinya bisa mulai mengajak orang lain berbicara, bisa memulai percakapan dengan orang baru  dan  kemampuan itu muncul secara tidak segaja dan biasanya pada saat yang di perlukan. <a href="http://174.36.4.202/categories/Best%20Friends/bfriends%20(37).jpg"><img class="alignleft" src="http://174.36.4.202/categories/Best%20Friends/bfriends%20(37).jpg" alt="" width="144" height="144" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">karena sering ikut kumpul-kumpul jadinya saya mulai bisa membuka pembicaraan, karena sering berkunjung ke senior saya jadinya mulai bisa berbicara dengan orang baru dan asing yang saya anggap punya kemampuan diatas kemampuan saya. dulu jika saya ketemu dengan kondisi yang demikian  maka saya benar-banar akan mejadi seorang yang pendiam, karena bingung harus ngomong apa.</p>
<p style="text-align: justify;">kenapa kemampuan itu muncul?</p>
<p style="text-align: justify;">itu juga karena tidak di sengaja, misalnya saat berkumpul cankruan ternyata yang datang adalah muka-muka baru semua yang tidak saya kenal, sedang teman-teman yang saya kenal belum ada yang datang. maka mau tidak mau akhirnya saya yang memulai percakapan duluan. begitu juga saat kunjungan dan bertemu dengan senior atau mentor, ternyata saya yang datang lebih awal dibanding teman-teman lainnya maka akhirnya saya terpaksa harus berbasa basi duluan.</p>
<p style="text-align: justify;">kondisi tepaksa itu akhirnya bisa menjadi lancar dan terbiasa karena dalam otak kecil banyak tersimpan memori tentang percakapan yang sering saya dengar. lagi pula karena saya rajin sekali ikut kumpul-kumpul dan kunjungan wajah dan nama saya jadinya mudah dikenal oleh orang lain bahkan yang saya sendiri tidak kenal. sering ada telepon masuk dari orang yang saya tidak kenal menanyakan kapan ada acara kumpul-kumpul, dari kondisi itu pun kemampuan bicara saya secara tidak langsung terasah.</p>
<p style="text-align: justify;">di dalam berbagai acara yang sering diadakan teman-teman entrepreneur pemula saat itu, karena saya termasuk yang paling rajin hadir, maka saya sering ditunjuk untuk membuka, menutup bahkan menjadi moderator-nya. dari seorang yang kesulitan untuk berbicara dan mengolah kata-kata, saya akhirnya jadi terbiasa berbicara. saya jadinya sering berbicara dengan siapa saja, apalagi alumni pelatihan itu banyak sehingga selalu ada wajah baru yang gak saya kenal saat kumpul-kumpul.</p>
<p style="text-align: justify;">jadi sering kenalan deh, dengan banyaknya teman maka otomatis jam berbicara saya semakin banyak. dari  seringnya ditunjuk jadi moderator dalam acara kumpul-kumpul maka otomatis saya jadi punya keberanian dan terbiasa berbicara di depan orang banyak dan asing, dalam artian  tidak saya kenal dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">sesuatu yang menjadi kebiasaan itu ternyata bisa banyak membantu, dan bisa muncul menjadi suatu kelebihan secara tidak kita sadari.   kebiasaan kumpul-kumpul, kunjungan-kunjungan dan jadi moderator akhirnya banyak membantu saya dalam belajar bergaul dan berkomunikasi.</p>
<p style="text-align: justify;">bahkan yang lebih ajaib sekarang ini saya sering diminta jadi pembicara dalam acara-acara talk show atau seminar entrepreneur. suatu pekerjaan yang tidak pernah terbayangkan akan terjadi pada  diri saya.  bagimana mungkin bisa terbayang saat itu,  saat itu saya adalah seorang yang  nggak bisa sama sekali ngajak bicara bahkan bercakap-cakap dengan orang lain yang baru dikenal.  bahkan hampir selalu tidak pernah terlibat dalam suatu percakapan, bila percakapan itu diikuti oleh orang-orang yang tidak saya kenal.  tapi sekarang ini saya seringkali diundang menjadi seorang pembicara di depan umum yang dihadiri dan didengar oleh banyak orang.</p>
<p style="text-align: justify;">saya gak pernah membayangkan ini bisa terjadi. saya yang awalnya introvert, kuper dan jarang bergaul. bisa berubah menjadi saya yang ada sekarang ini. memang sih saat mengikuti pelatihan dulu itu sempat muncul keinginan dalam hati dimana saya pingin sekali bisa bicara sebagai mentor didepan orang banyak dan semua orang yang hadir mendengarkan dengan seksama apa yang saya katakan.</p>
<p style="text-align: justify;">memang menyenangkan punya banyak teman itu. banyak yang saya dapat dari mereka. banyak yang saya pelajari dari mereka. dari teman-teman itu, saya bisa berubah menjadi lebih baik. banyak pengalaman saya peroleh dari pergaulan, banyak ilmu yang saya dapat dari pergaulan, bahkan banyak kesempatan yang saya peroleh dari pergaulan.</p>
<p style="text-align: justify;">saya bisa menjadi seperti sekarang, semuanya berkat teman-teman saya yang baik&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/05/20/teman-teman-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>seminar di nganjuk</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/09/seminar-di-nganjuk/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/09/seminar-di-nganjuk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 06:55:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[tanggal 8 maret jam 5.30 pagi saya dijemput oleh mas isharsono dari majalah wirausaha dan keuangan buat ngisi seminar entrepreneur di salah satu pondok pesantren di nganjuk.
hari itu saya dan mas is kemudian berangket bareng buat njemput dua pembicara yang lain yaitu mas nurhamzah dari planet foto dan cak cholis ownernya soto abas.
gue in action:

yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: left;">tanggal 8 maret jam 5.30 pagi saya dijemput oleh mas isharsono dari majalah wirausaha dan keuangan buat ngisi seminar entrepreneur di salah satu pondok pesantren di nganjuk.<span id="more-253"></span></div>
<p>hari itu saya dan mas is kemudian berangket bareng buat njemput dua pembicara yang lain yaitu mas nurhamzah dari planet foto dan cak cholis ownernya soto abas.</p>
<p>gue in action:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/03/sany0158.jpg"><img class="size-medium wp-image-255  aligncenter" title="samurai" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/03/sany0158-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: left;">yang ini nurhamzah dari planet foto:<a href="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/03/sany0161.jpg"></a></div>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-256" title="nurhamzah" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/03/sany0161-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></p>
<p>saya gak ngerti kenapa foto-fotonya cak cholis ownernya soto abas lamongan ini gak mau di upload, betapa saktinya beliau, padahal saya ada tiga file lho!</p>
<p> </p>
<p>trus ini biang-nya yang ngajak kita ke nganjuk, mas isharsono dari majalah wirausaha dan keuangan:</p>
<p> </p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: center;"><a href="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/03/sany0163.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-258" title="isharsono" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/03/sany0163-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></div>
<p> </p>
<p>saya dan pak uzstad pimpinan pondok, beliau masih muda, cerdas dan energik:</p>
<div id="attachment_262" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/03/sany0170.jpg"><img class="size-full wp-image-262" title="samurai" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/03/sany0170.jpg" alt="saya, pak usztad dan putra kembar beliau" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">saya, pak usztad dan putra kembar beliau</p></div>
<p> <a href="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/03/sany0167.jpg"></a><a href="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/03/sany0167.jpg"></a><a href="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/03/sany0167.jpg"></a><a href="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/03/sany0167.jpg"></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/09/seminar-di-nganjuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>gue banget lho!!!</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/27/gue-banget-lho/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/27/gue-banget-lho/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 17:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[bersukur]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[radio]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[dalam suatu perjalanan naik mobil menuju bogor, saya mendengarkan siaran di radio yang membahas tentang kesuksesan. 
si penyiar bilang gini &#8216;kita gak usah susah-susah mikirin tentang kesuksesan karena hakekat dari kesuksesan itu sendiri adalah situasi dimana kita bisa berbuat apa saja dan kapan saja sesuai dengan keinginan kita&#8217;. trus penyiarnya nambahin lagi &#8217;saat arti sebuah kesuksesan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dalam suatu perjalanan naik mobil menuju bogor, saya mendengarkan siaran di radio yang membahas tentang kesuksesan. <img class="alignleft" src="http://petrodollar.com/opecbankers/success_bg_12_31_ob.JPG" alt="" width="328" height="289" /><span id="more-207"></span></p>
<p>si penyiar bilang gini &#8216;kita gak usah susah-susah mikirin tentang kesuksesan karena hakekat dari kesuksesan itu sendiri adalah situasi dimana kita bisa berbuat apa saja dan kapan saja sesuai dengan keinginan kita&#8217;. trus penyiarnya nambahin lagi &#8217;saat arti sebuah kesuksesan dibikin sulit dan dikait-kaitkan dengan banyak hal oleh para penulis buku supaya bukunya menjadi best seller&#8217;</p>
<p>saya setuju banget dengan ide si penyiar tersebut, entah dia dapat inspirasi dari mana tapi sesungguhnya apa yang dia bilang cocok banget dengan ide saya tentang sukses. kalo saya bilang apa yang disebut dengan sukses itu bener-bener berdasarkan dari diri kita sendiri bekan berdasarkan dari kriteria orang lain. betapa capeknya kalo ngukur suatu kesuksesan selalu dari kacamata orang lain. saya selama ini gak pernah peduli tentang omongan orang, saya punya kriteria sendiri untuk bisa menyebut diri saya itu sukses, buku-buku motivasi yang ada saya pake buat acuan aja dan bukan sama sekali buat tujuan.</p>
<p>kesuksesan teman memang bikin panas, tapi hanya sekedar buat pemacu, saya tidak pernah ingin seperti mereka, karena tujuan saya beda dengan tujuan mereka. sekecil apapapun hasil yang saya dapat, apabila itu sudah merubah diri saya dari tidak bisa menjadi bisa, selalu saya katakan sebahai kesuksesan dan saya akan merayakannya. tidak peduli orang lain akan bilang, &#8216;gitu aja kok seneng dan bangga, kan semua orang juga bisa ngerjainnya&#8217; mungkin memang semua orang akan bisa melakukannya dan mungkin juga hasil mereka akan lebih bagus dari hasil saya, bahkan bisa sangat bagus. tapi tetep aja saya bilang itu sukses saya karena saya yang melakukannya dan saya bisa melakukannya. apalagi trus karena itu saya bisa bersukur pada yang kuasa karena DIA udah bikin saya bisa melakukan apa yang saya mau.</p>
<p>pokoknya sukses itu apa kata saya bukan apa kata orang lain!</p>
<p>emang sih siapa yang gak pingin punya duit banyak, punya harta melimpah, punya rumah gedung yang bagus, punya mobil mewah. siapa sih yang gak pingin kayak gitu, karena itu adalah simbol kesuksesan menurut asumsi orang banyak. saya sebenarnyya juga pingin beber-bener diakui sebagai orang yang sukses seperti asumsi orang banyak. tapi saya pikir-pikir lagi, kalo saya kejar hal-hal itu sehingga harus mengorbankan segala yang saya suka dan yang bikin saya bahagia, kayaknya kok nggak asik deh.</p>
<p>saya gak mau sama sekali mengorbankan apa yang saya suka dan apa yang membahagiakan hati saya hanya untuk mengejar sebuah kesuksesan menurut orang lain, menurut orang kebanyak. ngak deh, saya mau jadi diri saya sendiri dalam mengejar kesuksesan versi saya.</p>
<p>kayaknya sajak (moga-moga bener nyebutnya) ini yang di bacakan penyiar radio tadi, dan sajak ini saya ambil dari milist tda :</p>
<p>A minute with Mutia Prihatini&#8230; &#8230;&#8230;.</p>
<p>Sebuah Renungan tentang Kesuksesan</p>
<p>Sukses itu sederhana,<br />
sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya,<br />
sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata kiyosaki/tung desem<br />
waringin/the secret,<br />
sukses itu tidak perlu dikejar,<br />
SUKSES adalah ANDA!<br />
karena kesuksesan terbesar ada pada diri Anda sendiri&#8230;.</p>
<p>Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1<br />
ovum,<br />
itu adalah sukses pertama Anda!</p>
<p>Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna tanpa cacat,<br />
itulah kesuksesan Anda kedua&#8230;</p>
<p>Ketika Anda ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1,<br />
di saat tiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar SPP ,<br />
itulah sukses Anda ketiga&#8230;</p>
<p>Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan bilangan segitiga emas,<br />
di saat 46 juta orang menjadi pengangguran,<br />
itulah kesuksesan Anda keempat&#8230;</p>
<p>Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari,<br />
di saat ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya<br />
itulah kesuksesan Anda yang kelima&#8230;</p>
<p>Sukses terjadi setiap hari,<br />
Namun Anda tidak pernah menyadarinya. ..</p>
<p>Saya sangat tersentuh ketika menonton film Click!<br />
yg dibintangi Adam Sandler,<br />
&#8220;Family comes first&#8221;, begitu kata2 terakhir kepada anaknya sebelum dia<br />
meninggal&#8230;<br />
Saking sibuknya Si Adam Sandler ini mengejar kesuksesan,<br />
ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak &amp; istrinya,<br />
bahkan tidak sempat menghadiri hari pemakaman ayahnya sendiri,<br />
keluarga nya pun berantakan,<br />
istrinya yang cantik menceraikannya,<br />
anaknya jadi ngga kenal siapa ayahnya&#8230;</p>
<p>Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris<br />
supaya bukunya bisa terus2an jadi best seller<br />
dengan membuat sukses menjadi hal yg rumit<br />
dan sukar didapatkan.. .<br />
Sukses tidak melulu soal harta,rumah mewah,mobil sport,jam Rolex,pensiun<br />
muda,menjadi pengusaha,punya kolam renang/helikopter, punya istri cantik<br />
seperti Donald Trump &amp; resort mewah di Karibia&#8230;</p>
<p>Tapi buat saya pribadi yang bisa hidup dengan sangat berkecukupan,<br />
saya rasa sukses memiliki arti yang berbeda&#8230;<br />
Sukses adalah mencintai &amp; bangga terhadap diri Anda sendiri,<br />
mengerjakan apa yang Anda sukai kapan saja dan di mana saja&#8230;.</p>
<p>Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan,<br />
sukses yang sejati adalah menikmati &amp; bersyukur atas setiap detik kehidupan<br />
Anda,<br />
pada saat Anda gembira, Anda gembira sepenuhnya,<br />
sedangkan pada saat Anda sedih, Anda sedih sepenuhnya,<br />
setelah itu Anda sudah harus bersiap lagi menghadapi episode baru lagi.</p>
<p>Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Tuhan,<br />
hidup baik, tidak menipu, apalagi menjadi pribadi yang jujur, ikhlas &amp;<br />
selalu rendah hati,<br />
Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan,<br />
tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit,<br />
sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan,keadaan, dan<br />
kekurangan Anda apa adanya dengan penuh syukur.</p>
<p>Pernahkah Anda menyadari?<br />
Anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang<br />
Uang hanyalah alat tukar,<br />
Anda sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda.<br />
Ya, Anda mungkin harus kerja siang malam utk bayar KPR selama 15 tahun<br />
atau beli mobil/motor kredit selama 3 tahun.<br />
Itu semua sebenarnya Anda dapatkan dari membarter waktu Anda,<br />
Anda menjual waktu Anda dari pagi hingga malam kepada penawar tertinggi<br />
untuk mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa telepon dll&#8230;.</p>
<p>Aset terbesar Anda bukanlah rumah/mobil Anda,<br />
tapi diri Anda sendiri,<br />
Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat dari orang<br />
bodoh&#8230;<br />
Semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau membeli waktu Anda&#8230;</p>
<p>Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara ngalor ngidul di seminar<br />
bisa dibayar 200 juta atau harga 2 jam seminar Pak Tung bisa mencapai 100<br />
juta!!!</p>
<p>Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods &amp; Michael Jordan<br />
sebesar 200 juta dollar,<br />
hanya untuk memakai produk Nike.<br />
Suatu produk bermerk menjadi mahal/berharga bukan karena merk-nya,<br />
tapi karena produk tsb dipakai oleh siapa&#8230;</p>
<p>Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan diperebutkan, bisa<br />
terjual 80 juta dollar,<br />
sedangkan bola basket bekas dengan merk sama, bila kita jual harganya justru<br />
malah turun&#8230;</p>
<p>Hidup ini kok lucu,<br />
kita seperti mengejar fatamorgana,<br />
bila dilihat dari jauh,<br />
mungkin kita melihat air/emas di kejauhan,<br />
namun ketika kita kejar dng segenap tenaga kita<br />
&amp; akhirnya kita sampai,<br />
yang kita lihat yah cuman pantulan sinar matahari/corn flakes saja<br />
oh&#8230;ternyata. ..</p>
<p>Lucu bila setelah Anda membaca tulisan di atas<br />
Namun Anda masih mengejar fatamorgana tsb<br />
ketimbang menghabiskan waktu Anda yg sangat berharga<br />
untuk sungkem sama orangtua yg begitu mencintai Anda,<br />
memeluk hangat istri/kekasih Anda,<br />
mengatakan &#8220;I love you&#8221; kepada orang-orang yang anda cintai:<br />
orang tua, istri, anak, sahabat-sahabat Anda.<br />
Lakukanlah ini selagi Anda masih punya waktu,<br />
selagi Anda masih sempat,<br />
Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan meninggal,<br />
mungkin besok pagi, mungkin nanti malam,<br />
LIFE is so SHORT.</p>
<p>Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Anda,<br />
entah itu bermain bola, memancing,<br />
menonton bioskop, minum kopi,<br />
makan makanan favorit Anda,<br />
berkebun, bermain catur, atau berkaraoke.. .<br />
Enjoy Ur Life,<br />
LIFE is so SHORT</p>
<p>Dari seorang teman di akhir minggu ini..<br />
Isn&#8217;t that true ?</p>
<p>Have a FUNtastic Life !!</p>
<p>Mutia Prihatini<br />
Business Coach</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/27/gue-banget-lho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>jangkrik, jan***&#8230;..</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/23/jangkrik-jan/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/23/jangkrik-jan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 13:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Badroni Yuzirman]]></category>
		<category><![CDATA[danton prabawanto]]></category>
		<category><![CDATA[misuh]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nukman Luthfie]]></category>
		<category><![CDATA[pembicara]]></category>
		<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[sopir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[itu pisuhan khas suroboyo, apa sih pisuhan itu?

secara harafiah misuh itu arinya memaki-maki bila hati sedang jengkel. tapi uniknya pisuhan soroboyo tidak melulu diucapkan bila hati kita sedang jengkel saja. tapi juga diucapkan bila kita kagum pada seseorang.
nah saya hari sedang misuh-misuh, kenapa saya misuh? karena saya baru saja dapat berita menarik tentang teman baik saya danton prabawanto. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>itu pisuhan khas suroboyo, apa sih pisuhan itu?<span id="more-200"></span></p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.indosiar.com/images/program/sinopsis/dendam200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></p>
<p>secara harafiah misuh itu arinya memaki-maki bila hati sedang jengkel. tapi uniknya pisuhan soroboyo tidak melulu diucapkan bila hati kita sedang jengkel saja. tapi juga diucapkan bila kita kagum pada seseorang.</p>
<p>nah saya hari sedang misuh-misuh, kenapa saya misuh? karena saya baru saja dapat berita menarik tentang teman baik saya danton prabawanto. dia hari sabtu atau hari minggu kemaren ini menjadi pembicara di kalangan ukm di kota kediri. tidak main-main dia jadi pembicara di hadapan 200 orang, dan ukm-nya juga bukan. sembarang ukm, tapi ukm ==&gt; &#8216;usaha kecil milyaran&#8217;. hebat kan, seorang danton prabawanto jadi pembicara pentas yang begitu besar, itu saja sudah bikin saya misuh, caranya dia mendapatkan peluang buat jadi pembicara pun bikin saya tambah misuh. dari informasi yang saya dapat, danton menanggapi panggilan Badroni Yuzirman melalui milis, beberapa waktu yang lalu beliau mencari orang yang mau jadi pembicara di kediri, rupanya danton yang menanggapi informasi ini. jadilah danton berbicara selama dua jam di hapan audiens luar biasa di kota kediri.</p>
<p>kenapa saya musti misuh-misuh, saya misuh karena danton itu menurut saya hebat luar biasa. saya inget sekitar dua tahunan yang lalu saat saya kenal sama danton dan sering main ke kamar kosnya yang kumuh di daerah barata jaya, begitu saya masuk ke kamarnya, didinding kamar yang berhadapan langsung dengan pintu masuk dipajang piagam ucapan terima kasih yang dipugura. disitu tertulis ucapan terima kasih dari panitia seminar motivasi di kampus universitas airlangga kepada danton prabawanto karena sudah mau menjadi pembicara di seminar motivasi mereka.</p>
<p>karena saya dulu hampir setiap hari mampir kesitu, saya sangat terinpirasi banget terhadap isi piagam itu. dalam hati kecil saya, saya pingin sekali jadi pembicara dan mendapat ucapan terima kasih seperti itu. saya terobsesi, sehingga sejak itu saya sangat menggemari seminar, seminar apapun saya datang, tentu saja yang biayanya terjangkau dengan kantong saya. tujuan utama adalah melihat dan mempelajari gaya para pembicara saat mereka ngomong didepan. apapun saya lakukan demi bisa datang dan mendengarkan seminar.</p>
<p>saya pernah dengan sukarela nganter danton saat dia menjadi penyuluh di suatu desa, pernah ikut danton waktu jadi pembicara di bekas sekolahnya di malang, menawarkan ke danton untuk jadi sopir yang menjemput Nukman Luthfie saat beliau mengisi seminar yang diadakan danton di its. bahkan kalo ada tawaran ke surabaya entrepreneur club buat ngisi-ngisi motivasi di kampus-kampus saya pasti nyebut danton. kenapa sih musti danton, soale anak ini kalo ngoceh di depan forum cair banget seperti gak ada beban, itu yang menarik buat saya. di luar itu dulu saya rajin datang ke kelas-kelas yang diadakan entrepreneur university guna bisa mendengar para mentor berbicara. pokoknya banyak deh&#8230;..</p>
<p>dua tahun telah berlalu saya tetap belajar terus untuk bisa jadi pembicara. sampai suatu saat saya diminta jadi pembicara sama seorang anak didik saya yang saya bina dulu dalam acara 30 hari jadi pengusaha yang disiarkan di jtv. nunung namanya, ia minta saya buat ngisi materi motivasi di penyuluhan yang dilakukan teman-teman kampusnya saat kkn. nunung ini kuliah di universitas airlangga, terang aja kesempatan ini saya sikat. walaupun gak dibayar saya mau, poko&#8217;e saya dapat piagam yang di tulis persis seperti apa yang ada di kamarnya danton.</p>
<p>akhirnya saya punya piagam yang isinya hampir sama seperti yang dulu ada di kamar danton, gak mirip-mirip sih, tapi minimal ada ucapan terima kasih, dan universitas airlangganya. sekarang piagam itu dengan bangga saya pajang di ruang tamu rumah saya yang merangkap ruang kerja saya, sehingga saya bisa melihatnya setiap hari dan orang lain yang datang dan berbicara dengan saya pun bisa melihatnya.</p>
<p>semenjak hari itu saya beberapa kali diundang jadi pembicara dan itu selalu saya pamerkan ke danton. sampe suatu saat saya baca statusnya danton di fasbuk, hebat bener dia, saat saya mulai jadi pembicara pemula danton udah jadi pembicara kelas kakap. makanya trus saya misuh-misuh itu tadi. saya ternyata lom bisa ngejar prestasinya danton. tapi terus saya ngaca dan intropeksi diri tentang apa saja yang saya lakukan selama ini buat jadi pembicara. saya belajar secara gratisan, dengan biaya murah, sehingga hasil yang diperoleh pun masih belom memuaskan diri saya.</p>
<p>terus saya ngaca dengan apa yang dilakukan danton selama dua tahun ini, danton tetap mengasah kemampuannya berbicara di depan publik. semua pelatihan dia ikuti, gak peduli biayanya, sampai puluhan jutapun, pokoknya kalo menarik minatnya pasti dia bayar. kalo saya itung-itung biaya yang danton keluarkan buat biaya belajarnya, sampai sekarang ini, mungkin sama dengan nilai susuki karimun estillo yang baru saya beli.</p>
<p>ratusan juta&#8230;.</p>
<p>biaya yang tidak sedikit untuk belajar, sebanding dengan prestasi yang danton peroleh. sementara saya pilih beli mobil dibanding keluar duit buat belajar jadi pembicara, makanya hasil yang saya perolehpun cuman bisa buat bergaya. selain itu danton berani mengambil tantangan yang dilontarkan seorang Badroni Yuzirman, dimana tidak seorangpun di milis yang menanggapinya, selain malah mengajukan dan mengusulkan nama orang lain.</p>
<p>itu deh, saya cuman bisa misuh-misuh sambil janji mau belajar lebih giat lagi&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/23/jangkrik-jan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

