<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; militer</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/tag/militer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 05:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Jangan Berpikir Jadi Pengusaha &#124; Resensi Buku Baru</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/16/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/16/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 15:22:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[buku baru]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Business Success]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Berpikir Jadi Pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Pernah Berpikir Jadi Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[kommmbis]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind juara]]></category>
		<category><![CDATA[militer]]></category>
		<category><![CDATA[mm juara]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi buku]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Buku Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Buku Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[samurai]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[Success]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[Wasis Wibowo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1477</guid>
		<description><![CDATA[« Resensi Buku Baru »
Jangan Berpikir Jadi Pengusaha &#124; Resensi Buku Baru
resensibukubaru December 7th, 2009
Judul Buku : Jangan Berpikir Jadi Pengusaha
Penulis : Samurai
Penerbit : Indie Publishing
Tebal : 202 Halaman
Terbit : 2009
Provokasi untuk Berwirausaha
BEGITU membaca judul buku ini “Jangan Berpikir Jadi Pengusaha dan Jangan Pernah Berpikir Jadi Entrepreneur” pasti kita akan tersenyum atau bahkan merasa tersindir. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>« <a href="http://resensibukubaru.com/platinum-track-n-syamsuddin-ch-haesy/" mce_href="http://resensibukubaru.com/platinum-track-n-syamsuddin-ch-haesy/"></a><a href="http://resensibukubaru.com/tips-sukses-kaya-melalui-internet-resensi-buku-baru/" mce_href="http://resensibukubaru.com/tips-sukses-kaya-melalui-internet-resensi-buku-baru/">Resensi Buku Baru</a> »</p>
<h2>Jangan Berpikir Jadi Pengusaha | Resensi Buku Baru</h2>
<p>resensibukubaru December 7th, 2009</p>
<p><img title="Buku Samurai" src="http://resensibukubaru.com/wp-content/uploads/2009/12/Buku-Samurai-196x300.jpg" mce_src="http://resensibukubaru.com/wp-content/uploads/2009/12/Buku-Samurai-196x300.jpg" alt="Buku Samurai" width="157" height="240"><b>Judul Buku : Jangan Berpikir Jadi Pengusaha<br />
Penulis : Samurai<br />
Penerbit : Indie Publishing<br />
Tebal : 202 Halaman<br />
Terbit : 2009</b></p>
<p><b>Provokasi untuk Berwirausaha<img src="http://www.samuraijagoan.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" mce_src="http://www.samuraijagoan.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" class="mceWPmore mceItemNoResize" title="More..."></b></p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">BEGITU membaca judul buku ini “Jangan Berpikir Jadi Pengusaha dan Jangan Pernah Berpikir Jadi Entrepreneur” pasti kita akan tersenyum atau bahkan merasa tersindir. Kebanyakan buku bisnis memberi judul yang dibuat agar mampu merangsang gairah pembaca untuk berwirausaha atau memotivasi untuk berbisnis. Dari judulnya saja buku ini berani tampil berbeda dari buku bisnis lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Nama penulisnya pun terdengar cukup nyentrik kalau nggak mau disebut agak nyeleneh, Samurai. Namun, mendengar nama Samurai, bagi para wirausaha atau tokoh bisnis di Jawa Timur, khususnya Surabaya pasti sudah tidak asing dengan sosok yang satu ini. Apalagi pada sampul bukunya ini, foto profilnya pun terpampang jelas dengan pose yang begitu ‘pede’.</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Melihat dari luar, sepintas buku ini memang nyentrik. Bukan hanya judul dan nama penulisnya saja, penampilan sampul buku berwarna merah muda (pink) ditambah logo “Mengapa Harus Best Seller?” di sudut kanan atas, mampu membuat kita tersenyum simpul. Saya menilai buku ini cukup provokatif dan ini sebuah cara yang menarik untuk menggaet orang agar membeli dan membacanya.</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Penampilan buku yang provokatif ini mencerminkan isinya. Dalam buku setebal 202 halaman yang diterbitkan Indie Publishing ini mampu membangkitkan hasrat orang yang membacanya untuk berwirausaha atau menggeluti dunia bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Penulis dengan gaya bahasa yang cair dan disisipi bahasa gaul mengajak bagaimana melihat setiap peluang yang ada di sekitar kita. Kemudian, diubah menjadi sebuah kegiatan bisnis yang menarik dan tentunya mendatangkan keuntungan.</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Semua disampaikan dengan memberi contoh yang nyata, seperti keberanian pengusaha ternama, Ciputra ketika membangun proyek Ancol padahal daerah itu sebelumnya merupakan daerah kumuh. Atau contoh yang membuat kita merasa ‘tersindir’ dengan menceritakan betapa menjadi karyawan harus bekerja ekstra keras namun hasil yang didapat sudah terukur.</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Dua bagian lainnya dalam buku ini, penulis memberikan suntikan motivasi agar tidak pernah menyerah ketika menghadapi berbagai kendala dan musibah dalam berwirausaha. Tak ketinggalan beberapa taktik jitu yang sederhana untuk mendongkrak pendapatan dalam berbisnis.</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Semuanya disampaikan dengan sederhana dan begitu membumi sehingga tidak membuat pembaca mengawang-awang. Misalnya, strategi penjual soto di Surabaya yang mampu mengaet banyak pembeli dengan mengadakan undian hadiah berupa Magic Jar. Penulis begitu fasih membeberkan kiat-kiat sederhana yang manjur, karena banyak bergaul dengan banyak wirausaha sukses yang merintis usaha dari nol. Apalagi penulis berkecimpung dalam bisnis dan mengalami sendiri jatuh bangun dalam serta pahit manis berbisnis.</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Buku ini menunjukkan kepada kita bahwa untuk memulai berwirausaha dan menjadi sukses itu bukan hal yang susah. Cukup butuh tekad yang kuat, pantang menyerah, berani mengarungi risiko, dan cerdik menerapkan strategi yang sederhana.</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Penulis pun menegaskan, berwirausaha tak selalu harus bermodal besar, dan fasilitas yang lengkap. Semua hanya butuh keberanian, keberanian untuk memulai, keberanian untuk bermimpi, dan keberanian menghadapi risiko. Jadi jika Anda tak punya keberanian, seperti judul buku ini, sebaiknya “Jangan Berpikir Jadi Pengusaha dan Jangan Pernah Berpikir Jadi Entrepreneur.”</p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Memang ada beberapa editing kata yang kurang sempurna dan penyingkatan kata akibat dari penggunaan bahasa gaul yang agak mengganggu. Bila dilengkapi ilustrasi atau foto, buku ini akan lebih hidup dan semakin “Berani”. <b>(wasis wibowo)</b></p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;">Posted in <a title="View all posts in Resensi Buku Bisnis" rel="category tag" href="http://resensibukubaru.com/category/resensi-buku-bisnis/" mce_href="http://resensibukubaru.com/category/resensi-buku-bisnis/">Resensi Buku Bisnis</a> |  	 	<mce:script type="mce-text/javascript"><!--
</p>
<p>	 	service=&#8221;technorati.com icio.us mister-wong.de digg.com google yahoo bkmrk.de&#8221;;<br />
	 	url= &#8220;http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/&#8221;;<br />
	 	titel=&#8221;Jangan Berpikir Jadi Pengusaha | Resensi Buku Baru&#8221;;<br />
	 	siteopener=&#8221;2&#8243;;<br />
	 	picpath  = &#8220;&#8221;;<br />
	 	picendung = &#8220;&#8221;;<br />
// &#8211;></mce:script> <mce:script mce_src="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/design_1.js" type="mce-text/javascript"></mce:script><a title="technorati.com" rel="nofollow" href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/redirect.php?service=technorati.com&amp;titel=Jangan%20Berpikir%20Jadi%20Pengusaha%20%7C%20Resensi%20Buku%20Baru&amp;url=http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/" mce_href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/redirect.php?service=technorati.com&amp;titel=Jangan%20Berpikir%20Jadi%20Pengusaha%20%7C%20Resensi%20Buku%20Baru&amp;url=http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/"><img id="sozi1" src="http://img.vermessen.net/sozial/technorati.com.gif" mce_src="http://img.vermessen.net/sozial/technorati.com.gif" alt="" border="0"></a> <a title="icio.us" rel="nofollow" href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/redirect.php?service=icio.us&amp;titel=Jangan%20Berpikir%20Jadi%20Pengusaha%20%7C%20Resensi%20Buku%20Baru&amp;url=http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/" mce_href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/redirect.php?service=icio.us&amp;titel=Jangan%20Berpikir%20Jadi%20Pengusaha%20%7C%20Resensi%20Buku%20Baru&amp;url=http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/"><img id="sozi2" src="http://img.vermessen.net/sozial/icio.us.gif" mce_src="http://img.vermessen.net/sozial/icio.us.gif" alt="" border="0"></a> <a title="mister-wong.de" rel="nofollow" href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/redirect.php?service=mister-wong.de&amp;titel=Jangan%20Berpikir%20Jadi%20Pengusaha%20%7C%20Resensi%20Buku%20Baru&amp;url=http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/" mce_href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/redirect.php?service=mister-wong.de&amp;titel=Jangan%20Berpikir%20Jadi%20Pengusaha%20%7C%20Resensi%20Buku%20Baru&amp;url=http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/"><img id="sozi3" src="http://img.vermessen.net/sozial/mister-wong.de.gif" mce_src="http://img.vermessen.net/sozial/mister-wong.de.gif" alt="" border="0"></a> <a title="digg.com" rel="nofollow" href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/redirect.php?service=digg.com&amp;titel=Jangan%20Berpikir%20Jadi%20Pengusaha%20%7C%20Resensi%20Buku%20Baru&amp;url=http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/" mce_href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/redirect.php?service=digg.com&amp;titel=Jangan%20Berpikir%20Jadi%20Pengusaha%20%7C%20Resensi%20Buku%20Baru&amp;url=http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/"><img id="sozi4" src="http://img.vermessen.net/sozial/digg.com.gif" mce_src="http://img.vermessen.net/sozial/digg.com.gif" alt="" border="0"></a> <a title="google" rel="nofollow" href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/redirect.php?service=google&amp;titel=Jangan%20Berpikir%20Jadi%20Pengusaha%20%7C%20Resensi%20Buku%20Baru&amp;url=http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/" mce_href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/redirect.php?service=google&amp;titel=Jangan%20Berpikir%20Jadi%20Pengusaha%20%7C%20Resensi%20Buku%20Baru&amp;url=http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/"><img id="sozi5" src="http://img.vermessen.net/sozial/google.gif" mce_src="http://img.vermessen.net/sozial/google.gif" alt="" border="0"></a> <a title="yahoo" rel="nofollow" href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/redirect.php?service=yahoo&amp;titel=Jangan%20Berpikir%20Jadi%20Pengusaha%20%7C%20Resensi%20Buku%20Baru&amp;url=http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/" mce_href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/redirect.php?service=yahoo&amp;titel=Jangan%20Berpikir%20Jadi%20Pengusaha%20%7C%20Resensi%20Buku%20Baru&amp;url=http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/"><img id="sozi6" src="http://img.vermessen.net/sozial/yahoo.gif" mce_src="http://img.vermessen.net/sozial/yahoo.gif" alt="" border="0"></a> <a title="bkmrk.de" href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/redirect.php?service=bkmrk.de&amp;titel=Jangan%20Berpikir%20Jadi%20Pengusaha%20%7C%20Resensi%20Buku%20Baru&amp;url=http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/" mce_href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/redirect.php?service=bkmrk.de&amp;titel=Jangan%20Berpikir%20Jadi%20Pengusaha%20%7C%20Resensi%20Buku%20Baru&amp;url=http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/"><img id="sozi7" src="http://img.vermessen.net/sozial/bkmrk.de.gif" mce_src="http://img.vermessen.net/sozial/bkmrk.de.gif" alt="" border="0"></a> <a href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/bookmark.html" mce_href="http://sozial-bookmark.phpwelt.net/bookmark.html"><img style="border: 0px none ; margin: 0px; padding: 0px;" mce_style="border: 0px none ; margin: 0px; padding: 0px;" src="http://img.vermessen.net/sozial/nix.gif" mce_src="http://img.vermessen.net/sozial/nix.gif" alt=""></a> <noscript>&amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;a href=&#8221;http://sozial-bookmark.phpwelt.net/bookmark.html&#8221;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;img border=&#8221;0&#8243; src=&#8221;http://sozial-bookmark.phpwelt.net/alternativ-3.png&#8221; /&amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;/a&amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;</noscript> <a rel="tag" href="http://resensibukubaru.com/tag/buku-baru/" mce_href="http://resensibukubaru.com/tag/buku-baru/">Buku Baru</a>, <a rel="tag" href="http://resensibukubaru.com/tag/jangan-berpikir-jadi-pengusaha/" mce_href="http://resensibukubaru.com/tag/jangan-berpikir-jadi-pengusaha/">Jangan Berpikir Jadi Pengusaha</a>, <a rel="tag" href="http://resensibukubaru.com/tag/jangan-pernah-berpikir-jadi-entrepreneur/" mce_href="http://resensibukubaru.com/tag/jangan-pernah-berpikir-jadi-entrepreneur/">Jangan Pernah Berpikir Jadi Entrepreneur</a>, <a rel="tag" href="http://resensibukubaru.com/tag/resensi-buku/" mce_href="http://resensibukubaru.com/tag/resensi-buku/">Resensi buku</a>, <a rel="tag" href="http://resensibukubaru.com/tag/resensi-buku-baru/" mce_href="http://resensibukubaru.com/tag/resensi-buku-baru/">Resensi Buku Baru</a>, <a rel="tag" href="http://resensibukubaru.com/tag/samurai/" mce_href="http://resensibukubaru.com/tag/samurai/">Samurai</a>, <a rel="tag" href="http://resensibukubaru.com/tag/wasis-wibowo/" mce_href="http://resensibukubaru.com/tag/wasis-wibowo/">Wasis Wibowo</a><br mce_bogus="1"></p>
<p style="text-align: justify;" mce_style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(255, 0, 0);" mce_style="color: #ff0000;">http://resensibukubaru.com/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/16/jangan-berpikir-jadi-pengusaha-resensi-buku-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>melorotnya rasa percaya diri saya</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/14/melorotnya-rasa-percaya-diri-saya/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/14/melorotnya-rasa-percaya-diri-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 02:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Business Success]]></category>
		<category><![CDATA[dekan]]></category>
		<category><![CDATA[duty]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[kewajiban]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind juara]]></category>
		<category><![CDATA[militer]]></category>
		<category><![CDATA[mm juara]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[Success]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[tugas]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1453</guid>
		<description><![CDATA[seperti biasa dan itu sudah lumrah bahwa kondisi terpuruk akan bikin kepercayaan diri seseorang melorot drastis bisa sampai ketitik nol. itu juga yang berlaku buat saya. saya juga megalami hal yang sama, keragu-raguan muncul dan merasa gak percaya diri saat menerima undangan untuk mengisi suatu acara bedah buku saya.
saya merasa gak pantas menjadi pembicara di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://pearlmanpublishing.com/thearmedforcesstore/images/duty-l.jpg" alt="" width="91" height="130" />seperti biasa dan itu sudah lumrah bahwa kondisi terpuruk akan bikin kepercayaan diri seseorang melorot drastis bisa sampai ketitik nol. itu juga yang berlaku buat saya. saya juga megalami hal yang sama, keragu-raguan muncul dan merasa gak percaya diri saat menerima undangan untuk mengisi suatu acara bedah buku saya.<span id="more-1453"></span></p>
<p style="text-align: justify;">saya merasa gak pantas menjadi pembicara di sana karena sekarang kondisi bisnis saya sedang gak prima. trus saya bilang ke istri saya dan meminta saran padanya tentang apa yang saya pikirkan ini, sambil bertanya pula apakah saya harus bilang ke panitia kalo saya berhalangan untuk mengisi acara itu.</p>
<p style="text-align: justify;">istri saya dengan nada agak tinggi menyatakan tidak setuju dengan sikap saya ini, dia bilang pada saya kalo memang sudah tugas saya untuk bercerita dan memberi pengetahuan pada orang lain tentang pengalaman saya sebagai entrepreneur. dia bilang lagi yang dibutuhkan orang yang akan hadir disana adalah pengalama saya selama ini dan sudah terbukti bahwa selama sekitar lima tahun saya memang menempuh jalur entrepreneur sebagai sumber kehidupan, itu yang harus saya bagi kepada yang hadir nanti.</p>
<p style="text-align: justify;">istri saya melanjutkan pidatonya, kalau sekarang kondisi bisnis saya memang sedang tidak prima toh itu juga merupakan bagian dari kegiatan bisnis yang harus dihadapi oleh seorang entrepreneur. dia bilang, apa yang saya dapat saat mengikuti pelatihan entrepreneur dulu adalah ilmu untuk memulai bisnis sedangkan setelah memulai bisnis saya tidak mengikuti pelatihan lanjutan yang membahas tentang bagaimana cara mempertahankan bisnis dan meningkatkan bisnis &#8211; karena memang lembaga yang bikin pelatihan dasar entrepreneur yang saya ikuti itu tidak bikin pelatihan lanjutan &#8211; jadi itu bukan salah saya karena dalam mempertahankan bisnis saya belajar secara otodidak dan tidak ada mentor yang membimbing seperti pada saat saya memulai bisnis dulu.<img class="alignright" src="http://www.product-reviews.net/wp-content/userimages/2008/06/call-of-duty-world-at-war-ps3-360.jpg" alt="" width="115" height="94" /></p>
<p style="text-align: justify;">jadi wajar saja kalo saya melakukan kesalahan &#8211; bahkan kesalahan besar yang saya buat pun masih ditoleransi karena memang tidak ada petunjuk baku dan tidak ada pembimbing yang mengarahkan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">jika ada pelatihan lanjutan mungkin saya tidak akan melakukan kesalahan yang parah seperti sekarang, gitu kata istri saya. lagian sampai sekarangpun hampir tidak ada pelatihan entrepreneur lanjutan, kalaupun ada pasti biayanya sangat tinggi &#8211; memang sih harga tinggi cocok dengan ilmu yang diajarkan tapi apa itu akan terjangkau oleh semua kalangan, termasuk saya, istri saya melanjutkan kata-katanya masih dengan nada tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">jadi apapun yang saya alami sekarang justru harus bikin saya bertambah percaya diri dan bersemangat untuk terus menjadi provokator entrepreneur tujuannya supaya jangan ada yang melakukan kesalahan seperti yang ssaya lakukan, kali ini istri saya mengatakan dengan nada penuh kelembutan.</p>
<p style="text-align: justify;">tugas adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh seseorang, dan orang yang menerima tugas itu tidak boleh menolak apapun yangsedang dialaminya  atau apapun sedang terjadi pada dirinya, istri saya masih terus memberikan semangat pada saya supaya rasa percaya diri saya tumbuh kembali.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://www.maxishine.com.au/Pics/New%20game%20releases/Call_of_Duty_Box_Art.jpg" alt="" width="108" height="154" />kemudian istri saya memberikan contoh apa yang pernah dialami dan dikatakan pada istri saya oleh mantan dekannya almarhum.</p>
<p style="text-align: justify;">saat itu beliau adalah seorang lulusan akademi militer dengan prestasi akademi yang prima tapi tidak pernah punya pengalaman tempur sama sekali, dan tugas pertama beliau adalah menjadi mentor yang bertugas  memberikan pembekalan untuk sebuah pasukan tempur dan materi yang disampaikan adalah tentang teori pertempuran darat.</p>
<p style="text-align: justify;">ini sangat luar biasa karena pembekalan itu diberikan pada sebuah pasukan tempur maka peserta yang beliau ajarkan merupakan anggota militer aktive yang sudah beberapa kali mengalami pertempuran darat sungguhan di berbagai medan perang di indonesia dan kali ini disiapkan untuk dikirim ke luar negri sebagai anggota pasukan garuda.</p>
<p style="text-align: justify;">tugas adalah tugas yang harus dikerjakan dengan sempurna, apalagi di kalangan militer tidak ada alasan apapun untuk menolaknya. jadi dengan deg-deg-an dan berkeringat dingin beliau masuk kelas dan menerangkan semua teori yang beliau dapat semasa sekolah dan dari modul yang ada. semua masih berjalan sesuai yang beliau harapkan sampai pada sesi pertanyaan dan ada perserta pelatihan yang bertanya tentang suatu kasus di medan pertempuran.</p>
<p style="text-align: justify;">jelas beliau gak bakalan bisa menjawab pertanyaan seperti itu karena beliau belum pernah mengalaminya dan tidak ada modul yang membahasnya. tapi beliau tetap berusaha untuk menjawab pertanyaan itu dan melemparkan pada si penanya atau peserta yang lain apa yang akan mereka lakukan jika kondisi seperti itu terjadi.<img class="alignright" src="http://akuiniobenk.files.wordpress.com/2009/02/tour-of-duty.jpg" alt="" width="153" height="178" /></p>
<p style="text-align: justify;">diluar dugaan para peserta dengan antusias bercerita dengan versinya masing-masing, rupanya para peserta punya rasa bangga saat bercerita apalagi pengalaman yang mereka ceritakan didengarkan dengan sungguh-sungguh oleh rekan-rekan si pelatihan dan di catat oleh si pelatih.</p>
<p style="text-align: justify;">selesai peserta menjawab beliau berkata pada para peserta pelatihan bahwa apa yang mereka ceritakan itulah yang seharusnya dilakukan pada medan pertempuran yang sesungguhnya karena setiap medan perang kondisinya pasti berbeda-beda. kesimpulan beliau diterima oleh peserta dengan rasa puas dan loloslah beliau dari pertanyaan yang menjebak itu.</p>
<p style="text-align: justify;">jadi kata istri saya lagi,  seseorang itu akan menerima tugas sesuai dengan bidangnya masing-masing dan harus dikerjakan serta dilaksanakan dengan benar karena memang dia harus melakukan hal tersebut, tanpa harus sok pintar dan sok hebat, karena toh pengalaman yang dialami oleh tiap orang itu berbeda-beda tidak peduli apakah dia itu mentor atau pelatih ataukah dia itu peserta pelatihan. karena pada prinsipnya suatu ilmu itu baru benar jika saling melengkapi.</p>
<p style="text-align: justify;">saya manggut-manggut dan perlahan saya mulai percaya diri lagi untuk menghadapi tantangan kehidupan yang memang harus saya hadapi.</p>
<p style="text-align: justify;">makasih yudiana&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2010/01/14/melorotnya-rasa-percaya-diri-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

