<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; masalah</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/tag/masalah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 05:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>problem</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/08/23/problem/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/08/23/problem/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 03:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[happy problem]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[problem]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepeneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tantangan]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=698</guid>
		<description><![CDATA[problem atau masalah, apapun itu tetep sesuatu yang bikin kepala saya pusing, walaupun sekarang lagi ngetrend sebagian teman memberikan julukan positive padanya yaitu sebagai happy problem. tapi se-happy-happynya kalo problem itu gak selesai-selesai atau gak ketemu solusi penyelesaiannya jangan harap saya bisa tidur nyenyak.
problem apapun itu tetep merupakan bagian dari kehidupan saya jadi saya gak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://insansains.files.wordpress.com/2008/09/problem.jpg"><img class="alignleft" src="http://insansains.files.wordpress.com/2008/09/problem.jpg" alt="" width="144" height="107" /></a>problem atau masalah, apapun itu tetep sesuatu yang bikin kepala saya pusing, walaupun sekarang lagi ngetrend sebagian teman memberikan julukan positive padanya yaitu sebagai happy problem. tapi se-happy-happynya kalo problem itu gak selesai-selesai atau gak ketemu solusi penyelesaiannya jangan harap saya bisa tidur nyenyak.<span id="more-698"></span></p>
<p style="text-align: justify;">problem apapun itu tetep merupakan bagian dari kehidupan saya jadi saya gak boleh menghindarinya bahkan malah gak mungkin menghindarinya. yang sedikit bisa membantu mungkin adalah saya bisa mengantisipasi problem tersebut sehingga akhirnya resiko yang terjadi akibat problem itu gak berkembang dan melebar.</p>
<p style="text-align: justify;">menghindari problem pasti akan bikin kepala saya pusing sama pusingnya saat saya sedang mengalami problem, jadi ya satu-satunya jalan saya harus selalu bersiap-siap sepanjang hidup saya ini. lagian saya sebagai manusia biasa tampaknya tidak suka pada masalah atau problem tapi pada kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari bukannya problem itu yang datang ke saya melainkan sayalah yang menghampiri problem itu.</p>
<p style="text-align: justify;">kok bisa, ilustrasi singkat menurut versi saya seperti ini&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">menurut pikiran norak saya, saya akan bisa hidup tenang dan nyaman sebagai seorang bujangan yang tidak berpacaran atau kemudian tidak menikah. apapun dan seberapapun penghasilannya, seorang bujangan akan selalu  cukup. tapi kemudian karena tuntutan berbagai hal baik budaya, biologis dan sosialita akhirnya saya memutuskan untuk berpacaran. saat berpacaran itu, dalam kehidupan saya yang tenang mulai timbul berbagai masalah sedikit demi sedikit. yang tadinya uang hanya habis untuk dinikmati sendiri sekarang terpaksa memutar otak untuk mengupayakan uang itu agar cukup dipake hidup dan menyenangkan pacar. itu kalo pacarnya cuman satu tapi kalo kemudian berpacaran dengan banyak cewek pastinya duit akan lebih tekor lagi kalo saya gak siap dengan berbagai sumber penghasilan baru.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi sudah tau akan bermasalah dengan keuangan dan bisa bermasalah dengan cewek-cewek itu kalo ketahuan mendua, saya bukannya kapok tapi justru menjadikannya tantangan baru untuk sering-sering berpacaran dengan lebih dari satu cewek dalam tempo bersamaan. tantangan baru itu kan kata lain dari masalah baru.<a href="http://photos.friendster.com/photos/83/17/72787138/1_273469533l.jpg"><img class="alignright" src="http://photos.friendster.com/photos/83/17/72787138/1_273469533l.jpg" alt="" width="208" height="156" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">kemudian kalau cocok dengan cewek itu lalu diteruskan ke jejnjang pernikahan,  pasti semakin banyak problem yang akan timbul. dari yang biasa tidur dan hidup sendirian sekarang menjadi hidup dan tidur berpasangan. bisa ditebakkan masalah-masalah yang bermunculan.</p>
<p style="text-align: justify;">itu masih belom cukup, setelah menikah beberapa bulan maka pasangan saya mengandung sehingga masalah lain pun muncul. terutamanya pasti masalah keuangan, untuk beli susu hamil, periksa kedokter dan lainnya. setelah hamil lalu melahirkan dan saya punya anak, masalah saya semakin meningkat yang tadinya beli baju untuk sendiri saja trus setelah menikah harus membelikan baju istri sekarang setelah punya anak, harus pula dibelikan anak-anak baju.</p>
<p style="text-align: justify;">dan seterusnya dan seterusnya&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.drvincentgreenwood.com/angerp3.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.drvincentgreenwood.com/angerp3.jpg" alt="" width="134" height="119" /></a>problem selalu menjadi bagian dari kehidupan saya tanpa saya sadari dan tanpa saya sadari juga dari hari kehari problem kehidupan yang harus saya hadapi semakin sulit dan meningkat resikonya. tapi tanpa saya sadari pula saya selalu berusaha menghadapi dan melewatinya dan biasanya berhasil. bukti dari keberhasilan saya dalam hal ini adalah kini saya punya dua orang putra yang sudah berusia 8 tahun dan 4 tahun sedang usia perkawinan saya memasuki tahun kesepuluh.</p>
<p style="text-align: justify;">dan itu seperti tidak terasa&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">apalagi kemudian usia saya pun sudah hampir 39 tahun, mestinya dalam kurun waktu 39 tahun itu berbagai masalah dan problem baik yang sengaja saya bikin atau yang gak sengaja, mestinya berseliweran disekitar saya. apakah itu happy problem ataukah itu hard problem, ternyata semua bisa saya lewati. apakah itu terselesaikan dengan baik ataukah masih menggantung yang dapat meledak dikemudian hari. dan tampaknya saya juga tidak terlalu ambil pusing dengan semua problem yang menghampiri saya selama 38 tahun hidup ini. yang penting kata saya dalam hati, saya bisa melewatinya dengan selamat &#8211; kalau itu terjadi kenapa musti pusing-pusing dan harus takut bila menghadapai problem .</p>
<p style="text-align: justify;">saya bilang setiap manusia pasti gak bisa menghindarinya, jadi kenapa musti takut untuk mengambil resiko. bukankah resiko juga kata lain dari masalah atau problem. menurut saya lagi rasa takut itulah sesungguhnya masalah terberat dalam kehidupan ini. jika saya bila menghalaunya, jika kita bisa menghalaunya dari hati dan pikiran kita, insyaallah segalanya akan lebih mudah kita jalani.<a href="http://media.rd.com/rd/images/rdc/slideshows/10-dos-and-donts-of-corporate-culture-2009/personal-problems-af.jpg"><img class="alignright" src="http://media.rd.com/rd/images/rdc/slideshows/10-dos-and-donts-of-corporate-culture-2009/personal-problems-af.jpg" alt="" width="142" height="117" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">lagian secanggih apapun saya berusaha menghindari suatu masalah, saya tetep saja tidak bisa menghindarinya, saya akan tetep menemuinya suatu hari kelak. karena problem adalah bagian dari saya dan bagian dari kehidupan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">seperti misalnya kalau dulu saya tidak menikah pastinya orang tua saya terutama ibunda akan terus ngomel setiap harinya melihat anak pertamanya jadi bujang lapuk seumur hidup. belum lagi pandangan para tetangga yang dengan sinis menatap menuh makna &#8216;ngganteng-ngganteng kok gak punya pacar, mosok seeh gak laku, jangan-jangan pumya kelainan&#8217; bukannya saya menghindar dari masalah kalau ini yang terjadi tapi saya terperosok problem yang lebih rumit dan bikin pusing.</p>
<p style="text-align: justify;">sebaiknya menurut pikiran otak saya ini, jadikanlah problem itu sahabat terbaik, bila itu terjadi insyaallah saya akan selalu siap dan waspada.</p>
<p id="profile_name" style="text-align: justify;"><span id="profile_status"><span id="status_text">sepertinya tantangan terbesar adalah bagaimana bisa menerima suatu masalah, problem, kekalahan, kegagalan, dan kekecewaan dengan legowo dan lapang dada tanpa harus kehilangan semangat untuk mencoba kembali &#8211; keberhasilan hanyalah bonus dan bukannya tujuan utama&#8230;&#8230;&#8230;</span></span></p>
<div class="comment_profile_pic"><a title="Evi Hn" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1583543773&amp;ref=mf"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_SMALL UIRoundedImage_GIRLIE"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.fbcdn.net/v224/170/67/q1583543773_4104.jpg" alt="Evi Hn" /></span></a></div>
<div class="comment_text"><a class="comment_author" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1583543773&amp;ref=mf">Evi Hn</a></p>
<div id="text_expose_id_4a90b6d0ac7678c41149143" class="comment_actual_text" style="text-align: justify;">Dpt Menerima kekalahan, kegagalan dan bangkit lagi, itu bukan tantangan tapi Kekuatan . kekuatan itu hanya didpt pada Orang yg Tawadu, Pada Kekuatan Allah. Krn sekeras apapun kita berusaha, Allahlah yg menentukan Keberhasilan tsb.</div>
</div>
<div class="comment_actual_text" style="text-align: justify;">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Muhammad Kurniawan" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1648702909&amp;ref=mf"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_SMALL UIRoundedImage_GIRLIE"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.fbcdn.net/v230/103/3/q1648702909_9814.jpg" alt="Muhammad Kurniawan" /></span></a></div>
<div class="comment_text"><a class="comment_author" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1648702909&amp;ref=mf">Muhammad Kurniawan</a></p>
<div id="text_expose_id_4a90b6d0adced9052508758" class="comment_actual_text"><span>Yang pasti keberhasilan tanpa kekalahan, kegagalan, dan kekece</span>waan adalah kebetulan..bukan ikhtiar!!!!</div>
<div class="comment_actual_text">
<div class="comment_profile_pic"><a title="Asdwin Noor" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1282274431&amp;ref=mf"><span class="UIRoundedImage UIRoundedImage_SMALL UIRoundedImage_GIRLIE"><img class="UIRoundedImage_Image" src="http://profile.ak.fbcdn.net/v222/247/83/q1282274431_3325.jpg" alt="Asdwin Noor" /></span></a></div>
<div class="comment_text"><a class="comment_author" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1282274431&amp;ref=mf">Asdwin Noor</a></p>
<div id="text_expose_id_4a90b6d0aab5d8f81988947" class="comment_actual_text">Kegagalan bukanlah pada saat kalah atau jatuh. Tapi, Kegagalan adalah penolakan untuk bangkit kembali. Semangat Samurai San!</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/08/23/problem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>padahal otaknya di kiri lho</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/06/10/padahal-otaknya-di-kiri-lho/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/06/10/padahal-otaknya-di-kiri-lho/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 06:49:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[kredit macet]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[mentoring]]></category>
		<category><![CDATA[otak kanan]]></category>
		<category><![CDATA[otak kiri]]></category>
		<category><![CDATA[samurai]]></category>
		<category><![CDATA[team]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[berapa waktu belakangan ini sepertinya masalah lagi akrab dengan saya.
dan masalah yang pingin berakrab-akrab ria dengan saya itupun bukan masalah sepele, karena menurut beberapa teman masalah yang sedang saya hadapi itu sangat parah, di ibaratkan mungkin sama dengan kiamat kecil dalam kehidupan saya. 
sebagian dari masalah yang bakal saya hadapi sempet saya tulis di beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">berapa waktu belakangan ini sepertinya masalah lagi akrab dengan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">dan masalah yang pingin berakrab-akrab ria dengan saya itupun bukan masalah sepele, karena menurut beberapa teman masalah yang sedang saya hadapi itu sangat parah, di ibaratkan mungkin sama dengan kiamat kecil dalam kehidupan saya. <a href="http://supersuga.files.wordpress.com/2008/03/otak-kiri-kanan.jpg"><img class="alignleft" src="http://supersuga.files.wordpress.com/2008/03/otak-kiri-kanan.jpg" alt="" width="212" height="147" /></a><span id="more-454"></span></p>
<p style="text-align: justify;">sebagian dari masalah yang bakal saya hadapi sempet saya tulis di beberapa tempat dan menarik perhatian yang membaca, komentar-komentar pun bermunculan baik yang positif mendukung dan membesarkan semangat saya atau yang negatif dan menyalakan karena itu adalah akibat dari perbuatan saya sendiri selama ini maka sekarang saya lagi panen hasilnya.</p>
<p style="text-align: justify;">menyenangkan sekali ternyata tulisan saya itu cukup menarik perhatian. itu bikin saya penasaran terhadap diri saya sendiri. jangankan orang lain yang hanya mbaca atau sekedar dengar dari mulut ke mulut. ibu kandung yang melahirkan saya dari rahimnya saja sempet kejet-kejet begitu dengar cerita saya secara detail. beliau memang sengaja saya undang ke surabaya dari liburannya di rumah adik-adik saya dijakarta, khusus supaya bisa dengerin langsung apa yang bakal dialami oleh putra tunggalnya. setabah-tabahnya ibunda, tetep aja cerita yang beliau dengar dari mulut saya langsung itu sangat mengagetkan. beliau gak nyangka kalo putranya itu bertindak kelewatan, tindakan yang saya lakukan itu menurut beliau bukan tindakan manusia normal udah melewati batas toleransi pikiran dan akal sehat manusia normal.</p>
<p style="text-align: justify;">saking hebohnya cerita saya, beliau yang biasanya temperamental (dan itu menurun ke saya hampir 90%) sampe-sampe gak bisa marah lagi, langsung ambil koran dan kipas-kipas padahal kita ada dalam ruangan ber-ac. bener-bener gak habis pikir beliau ini, kokada orang yang bisa bertahan hidup selama lima tahun, dengan hanya menggunakan 100% dana dari kredit bank. dan selama lima tahun itu orang tersebut bukan hanya sekedar bertahan hidup tapi level kehidupannya setiap tahun semakin meningkat menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. uang dari kredit tersebut diputer-puter disegala tempat sehingga bisa menghasilkan empat toko baju, menghasilkan kepemilikan property sampe 15 unit walaupun belum selesai masa angsurannya, memiliki 2 unit mobil yang juga masih diangsur, memiliki 3 unit sepeda motor angsuran, memiliki aset logam mulia, bisa dipakai bermain di bursa saham, dipakai buat sedekah, dipake buat buanyak hal lainnya yang juga gak masuk akal.</p>
<p style="text-align: justify;">dan yang bikin beliau gak habis pikir dan  <em>istigfar gak habis-habis</em>nya adalah karena orang itu adalah saya, putra kandungnya.</p>
<p style="text-align: justify;">setelah bisa mengatur nafas lagi, cuman sekalimat yang bisa disampaikan &#8220;selesaikan semua hutangmu, mulailah dari awal lagi dan kalau perlu mulai lagi dalam keadaan miskin&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">ampun deh, saya disuruh melakukan hal yang paling anti saya lakukan, karna saya  memang gak pernah bercita-cita untuk nutup hutang-hutang saya. tapi apa mau dikata itu sabda ibunda, apalagi sekarang saya dalam keadaan &#8216;kaki diatas kepala dibawah&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">mau gak mau, ya harus mau. dan itu harus dilakukan! dulu waktu ngutang gak mikir kenapa saat disuruh nutup mesti mikir. toh nanti kalo keadaan dah normal pasti lebih mudah buat ngejelasin lagi ke beliau tentang pentingnya berhutang.</p>
<p style="text-align: justify;">satu dari dua masalah yang sedang menerpa saya sudah jelas endingnya = nutup kedit di bank. sedang masalah yang satunya masih terkatung-katung dalam ketidak pastian.</p>
<p style="text-align: justify;">sambil menyelesaikan masalah kredit, ternyata saya diundang  buat sharing2 bisniss oleh teman-teman dari Lamongan Entrepreneur Community, rupanya oleh mereka saya dianggap tokoh hebat (belum tau dia aslinya) emang sih buat kategori surabaya aja, siapa sih yang gak kenal samurai, seorang yang sering jadi tukang kompor temen-temenya agar jadi entrepreneur. saya emang paling gampang diajak cankruan, setiap saat dan kapan saja hampir tidak pernah nolak, apakah pagi hari, siang, sore, malam atau bahkan lewat tengah malam.</p>
<p style="text-align: justify;">dalam perjalanan ke lamomgan, saya cerita tentang masalah saya sama teman seperjalanan yang sudah menjadi team yang cukup solid dalam semangat entrepreneur. mereka itu adalah ronny orysu, mahar ayu dan ainy aja deh. kita mulai kompak saat diundang oleh ILO ke jakarta mewakili Surabaya Entrepreneur Club untuk mengadiri kongress kepemudaan yg diadakan oleh ILO. <a href="http://ekojuli.files.wordpress.com/2009/05/jempolve4.jpg"><img class="alignright" src="http://ekojuli.files.wordpress.com/2009/05/jempolve4.jpg" alt="" width="176" height="141" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">saya bercerita kepada mereka tentang &#8216;kaki saya yang sekarang ada diatas dan kepala saya yang sekarang ada di bawah&#8217;. saya cerita bahwa itu merupakan salah satu konsekwensi yang harus saya hadapi saat membaiat diri menjadi entrepreneur. bila jalan yang ditempuh keliru maka akibatnya bisa fatal seperti yang saya alami. atau bila jalannya gak keliru tapi iklimnya gak mendukung, musibah tetep aja bisa terjadi. saya cerita dengan santai dan bersemangat seperti biasanya kalo saya sedang ceramah. yang saya gak duga adalah reaksi dari ketiga &#8216;daun muda&#8217; ini. mereka langsung terdiam, mikir. minimal ekspresi mukanya berubah, ronny yang cengengesan langsung berubah wajah jadi serius. lama baru saya menyadarinya, karena saya terus asik ngoceh bercerita sambil kadang cengengesan sendiri karena saking semangatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">rupanya ketiga &#8216;daun muda&#8217; ini cukup shock atau kagetlah kalo gak mau dibilang shock. mereka kaget terhadap sulit dan beratnya masalah yang sedang saya hadapi karena pilihan hidup untuk jadi enrepreneur. tapi yang bikin mereka lebih shock lagi adalah cara saya bersikap, bercerita dan bertingkah laku yang gak berubah sama sekali, sama seperti hari-hari sebelumnya seperti gak ada masalah apa2. itu bikin pertanyaan besar pada mereka, ini orang waras atau sarap ya?</p>
<p style="text-align: justify;">beberapa hari kemudian saya ajak team lagi buat touring ke tiga kota di jawa timur, saya diundang untuk mentoring. undangan untuk mentoring ini atas referensi seorang kawan baik saya dan sudah disampaikan kesaya jauh-jauh hari bahkan sebelum saya ngelencer ke malaysia bersama rombongan TDA. saya menyanggupi dan menyatakan pokok bahasan andalan saya adalah masalah kredit dan akan saya sampaikan secara otak kanan sesuai dengan permintaan pengundang yang sempat menghubungi saya lagi untuk menegaskan agar materi yang saya sampaikan itu harus otak kanan.</p>
<p style="text-align: justify;">sebelum berangkat team berkumpul di rumah saya. memang kitasudah agak lama gak ngumpul setelah peristiwa LEC dan sharing di perbanas. Mahar gak ikut, yang datang hanya ronny dan ainy. seperti biasa mereka berbasa-basi dengan saya. cara mereka berbicara terdengar aneh di kuping saya. mereka tanya kabar, karena mereka dengar saya habis dari jakarta. saya bilang saya ke jakarta cuman main gak lama kok 3 malem aja. trus mereka tanya-tanya lagi, saya tambah heran, rupanya kita saling terheran-heran satu sama lainnya. cara mereka ngobrol dengan saya sangat hati-hati karena takut saya tersinggung atau tambah stress karena  menurut mereka saya sekarang sedang menghadapi masalah rumit, tapi dipihak lain ada hal yang aneh kok ada orang yang sedang menghadapi masalah rumit sempet-sempetnya main sampe ke jakarta segala. sedang saya heran pada mereka karena cara ngomong mereka yang penuh basa basi tidak seperti biasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">saya memang merasa tidak punya beban apa-apa, itu yang bikin kelakuan dan omongan saya gak berubah. justru yang bikin beban saya adalah tentang ceramah di mentoring nanti karena posisi saya lagi drop, padahal saya akan bicara tentang kredit. tapi mereka bilang jangan ditutupi tapi justru diceritakan saja apa adanya biar balance, dari beberapa teman yang saya minta pendapat juga menyarankan begitu. ya sudah, jadinya saya tambah plong dan gak ada pikiran negatif sama sekali dalam otak.</p>
<p style="text-align: justify;">malam itu ceramah mentoring saya berjalan lancar dan seru karena materi kontadiktif yang dikemukakan, bisa disampaikan oleh saya secara sangat santai dan tanpa beban. ainy dan ronny gak habis pikir, mereka memang baru ini  bener-bener tau apa saja secara detail yang saya lakukan selama 5 tahun setelah lulus pendidikan entrepreneur. <a href="http://s.bebo.com/app-image/7933709046/5411656627/PROFILE/i.quizzaz.com/img/q/u/08/04/01/orihime.jpg"><img class="alignleft" src="http://s.bebo.com/app-image/7933709046/5411656627/PROFILE/i.quizzaz.com/img/q/u/08/04/01/orihime.jpg" alt="" width="220" height="263" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">saya ulang, lagi rony dan ainy jadinya semakin aneh dalam menatap saya setelah mentoring selesai. mereka bener-bener gak bisa menemukan jawaban kenapa orang didepan mereka ini bisa cerita begitu mengerikan seperti cerita tentang dongeng menjelang tidur. padahal kisah itu adalah real strory. dari pada saya ditanyain terus menerus saya bilang aja saya sendiri saja heran dengan diri saya apalagi orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">trus saya tambahin cerita baru. kalo melihat apa yang saya lakukan, cara berpikir saya harusnya secara otak kanan kan, tapi ternyata salah, saya itu otak kiri. pertama kali pernyataan itu di kemukakan oleh seorang senor saya ketika kami sedanga sarapan di malaysia. beliau ini bilang secara tegas kalau otak saya kiri setelah sekitar tiga puluh menitan ngobrol. saya tentunya terpukul abis dengan pernyataan itu, karena saya merasa otak saya kanan banget. beliau kemudian menunjukkan bukti-bukti ringan yang tak terbantahkan. penasaran sampe dirumah saya langsung psikotes, baik yang mbayar maupun yang gratisan di internet. ternyata semuanya menunjukkan saya ini otak kiri tulen.</p>
<p style="text-align: justify;">shock dan tidak terima dengan kondisi itu saya complain kemana-mana, tapi kenyataan gak bisa dirubah, saya tetep otak kiri. atas dasar itu saya bilang bahwa saya sendiri aja gak ngerti tentang pikiran saya apalagi orang lain. dengan otak kiri saja saya bisa bertindak lewat dari jangkauan pikiran otak waras manusia selama 5 tahun dan berhasil. saya drop sekarang ini toh bukan murni karena kesalahan saya tapi memang karena dunia sedang krisis. yang jatuh pun juga bukan hanya saya, tapi banyak orang. bahkan saya termasuk yang bisa bertahan cukup lama sebelum akhirnya terimbas juga.</p>
<p style="text-align: justify;">mungkin karena pola pikir saya yang sederhana gitu itu yang bikin saya gak ada perubahan dalam bertingkah laku dan bertindak. tapi akhirnya saya terpaksa jadinya mikir juga karena orang-orang disekitar saya menganggap ini adalah hal yang aneh. dengan otak kiri saja saya seperti ini, trus apa yang bakal terjadi bila saya dilahirkan dengan otak berada di kanan dan pola pikir saya otomatis secara otak kanan????????????????????</p>
<p style="text-align: justify;">namanya saja samurai&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">kelakuannya, jelas jauh dari normal&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/06/10/padahal-otaknya-di-kiri-lho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>menjengkelkan sekali</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/05/menjengkelkan-sekali/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/05/menjengkelkan-sekali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 05:10:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[jengkel]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[profesional]]></category>
		<category><![CDATA[sistem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[pada saat saya memulai usaha baru setelah masa kebankrutan saya sekitar tahun 2005-2006, saya sama sekali tidak inging menggunakan tenaga karyawan dalam membantu usaha saya.  
hal ini dikarenakan pengalaman buruk saat itu dimana saya belum punya kemampuan yang baik dalam mengelola karyawan (sampai saat ini pun sesungguhnya kemampuan saya tidak jauh berbeda) saat itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pada saat saya memulai usaha baru setelah masa kebankrutan saya sekitar tahun 2005-2006, saya sama sekali tidak inging menggunakan tenaga karyawan dalam membantu usaha saya.  <img class="alignright" title="GREGETAN" src="http://www.coastcounselingcenter.com/media/panic.jpg" alt="" width="350" height="263" /><span id="more-176"></span></p>
<p>hal ini dikarenakan pengalaman buruk saat itu dimana saya belum punya kemampuan yang baik dalam mengelola karyawan (sampai saat ini pun sesungguhnya kemampuan saya tidak jauh berbeda) saat itu berdasarkan evaluasi saya dalam menganalisa penyebab kebankrutan, salah satu sebabnya dan ini sepertinya yang utama adalah salah langkah dalam pengelolaan sumber daya terutama karyawan.</p>
<p>saat itu saya masih tangani semua urusan sendiri, semua kebijakan sepihak berasal dari saya, jadi arahnya dari atas ke bawah. apalagi didukung oleh sifat saya yang temperamental, mudah emosi, keras dan mau menang sendiri sehingga kondisinya hampir tidak ada masukan dari bawah ke saya.</p>
<p>saya hanya andalkan satu orang sebagai wakil saya, bila saya sedang berhalangan tapi itupun karena kondisi lingkungan yang otoriter sang wakil tadi hampir tidak berfungsi banyak. malahan kondisi bertambah buruk, atasan dan bawahan hampir tidak ada komunikasi. sehingga semua pihak merasa saling curiga-mencurigai satu dengan yang lainnya. hal yang tidak sehat ini terus berlangsung dan membuat lingkungan bekerja menjadi semakin tidak kondusif sampai akhirnya usaha yang saya kelola benar-benar bubar.</p>
<p>situasi yang tidak menyenangkan itu tidak ingin saya ulangi di bisnis saya yang sekarang. saya benar-benar tidak mau merekrut karyawan pada saat awal merintis bisnis baju ini, sehingga saat itu selain saya membantu istri jualan baju  saya lebih focus ke perdagangan derivatif dan investasi.  dimana semua pergerakan dalam menjalankan bisnis benar-benar bisa dilakukan sendiri.</p>
<p>tapi pada perkembangan berikutnya, saya dan istri semakin kewalahan dalam menjalankan bisnis baju ini,  disini akhirnya kami mau tidak mau harus merekrut karyawan lagi untuk meringankan tugas harian kami. apalagi kemudian dari sekedar bisnis di rumah, akhirnya kami mempunyai toko yang harus dikelola dengan baik. hampir empat tahun perjalanan bisnis ini, empat toko sudah kami miliki dan sekarang kami punya sekitar duapuluh karyawan baik yang tetap maupun yang freelance.</p>
<p>pada awal perekrutan dulu, prinsip kita dalam mencari karyawan hanya berdasarkan kesetiaan, kejujuran dan mau mengabdi serta bekerja keras. itu lebih di pengaruhi faktor keuangan yang memang tidak dianggarkan kearah pencarian karyawan yang profesional. prinsip saya waktu itu, hanya mencari orang yang dapat membantu.</p>
<p>karena memang mencari dengan spesifikasi yang rendah dapatnya juga rendah. tapi sesuai dengan kriteria yang saya inginkan, jujur, rajin, setia dan mengabdi. itu saja, tidak lebih! saya belum sama sekali kepikiran untuk investasi di karyawan yang handal, profesional dan mumpuni. sampai sekarang hampir semua karyawan yang kita punya hanya memiliki standart jujur dan rajin saja.</p>
<p>perekrutan tenaga profesional pun belum enam bulan ini kami jalankan, itupun masih profesional kelas menengah, sesuai dengan budget yang ada. sehingga sampai saat inpun saya dan istri masih banyak terlibat dalam pengarahan teknis.</p>
<p>apapun saya tetap tidak ingin kasus di bisnis pertama dulu terulang, karena saya masih merasa sifat-sifat jelek ini masih belum terlalu banyak berubah dalam diri saya. sehingga peran istri saya sangat dominan dalam pengelolaan sdm kami.</p>
<p>dalam pemberian motivasi kerja menyelesaikan sengketa antar karyawan, atau penjelasan-penjelasan visa dan misi perusahaan isteri saya yang bayak berperan. kemampuan komunikasinya bagus dan berkepala dingin sehingga peran sertanya diperusahaan membuat tidak ada lagi &#8216;jarak&#8217; antara atasan dan bawahan. sedangkan saya lebih berperan dalam pembagian kerja.</p>
<p>selama ini hampir tidak ada masalah berarti dalam pengelolaan managemen sdm kami. ketakutan saya akan terulangnya kasus dulu hampir pupus. sampai tiba-tiba saja muncul masalah yang sebenarnya sepele tapi sangat mengkelkan pada salah seorang karyawan senior saya.</p>
<p>sebenarnya masalah ini tidak secara tiba-tiba munculnya, tapi sudah cukup lama bibit-bibit penyakit ini nampak, tapi tertutup dengan pikiran positif kami bahwa ini masalah bisa cepat ditangani dan tidak semakin menjadi-jadi. tertutup juga oleh perlaku si karyawan senior ini yang memang rajin dan jujur dalam bekerja, selama ini memang dia kami unggulkan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan, dan dapat dia selesaikan dengan relatif baik tanpa keterlibatan kami secara fisik. tertutup  juga oleh sifatnya yang baik dan supel membuatnya di segani oleh teman-temanya yang lain. dia sebenarnya kami kaderkan buat menjadi leader.</p>
<p>karena sudah lama bekerja si senior ini merasa sangat senior sehingga merasa dapat bertindak lebih bebas tanpa terlalu harus berkoordinasi dengan kami, dia mulai sering memakai fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadinya, walaupun dia gunakan setelah semua pekerjaannya beres, sikapnya masih tetap kooperatif tapi sering tidak sejalan dengan aturan-aturan yang sedang kita terapkan bersama. tidak merugikan sih cukup sering bukin kami jengkel.</p>
<p>saat saya sedang menyusun sistim kerja yang baik, si senior sering bertindak diluar prosedur.  teman-temannya yang lain segan pada si senior, sedang si profesional selain usianya masih lebih muda juga sedang taraf pengenalan dengan lingkungan kerja barunya di tempat kami. kekhawatiran kami tingkah yang seperti itu menular pada karyawan yang lain sementara sistem belum lagi siap.</p>
<p>tindakan-tindakan si senior yang menurut saya sering tidak tepat ini yang sekarang bikin pusing saya dan istri. dalam kondisi ini saya bersukur karena sekarang saya berpartner dengan istri dalam menjalankan bisnis ini karena istri lebih sering berpikiran dingin dan tidak mengikuti emosinya. coba jika usaha ini masih saya kelola sendiri seperti dulu, pasti sudah tejadi ending yang buruk anatara saya dan si senior.</p>
<p>sekarang kami berdua sedang berpikir keras bagaimana mencari sikap dan tindakan yang tepat dalam penanganan si senior.</p>
<p>sedang si profesional lebih kami focuskan dalam pembuatan sistem yang harus segera jadi supaya karyawan kami yang lain tidak menjadi seperti si senior.</p>
<p><img class="alignleft" title="JENGKEL" src="http://static.seekingalpha.com/wp-content/seekingalpha/images/angrycustomer.jpg" alt="" width="333" height="250" /></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>disini kami mendapat pelajaran yang berharga dalam kasus in</strong></span>i,</p>
<p>karena kami <span style="color: #0000ff;">tidak mencari</span> yang profesional <span style="color: #0000ff;">maka dapatnya </span>juga yang tidak profesional.</p>
<p>karena <span style="color: #0000ff;">belum punya sistim </span>maka yang kami dapatkan adalah segala hal yang berjalan tidak teratur .</p>
<p>muncul <span style="color: #0000ff;">kesulitan dalam mengambil keputusan yang tepat</span> dalam permasalahan sdm <span style="color: #0000ff;">karena memang belum adanya patokan</span> berupa peraturan dan sistem yang jelas.</p>
<p>faktor <span style="color: #0000ff;">&#8216;merasa tidak enak&#8217;</span> juga menjadi penghambat dalam pengambilan keputusan, karena apapun jasa-jasa sisenior besar dalam membantu kami di saat-saat awal membangun bisnis sampai berkembang  seperti sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/05/menjengkelkan-sekali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

