<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; lingkungan</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/tag/lingkungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 14:25:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>paling apes ditolak</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/22/paling-apes-ditolak/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/22/paling-apes-ditolak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 14:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[basi]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[cowok]]></category>
		<category><![CDATA[ditolak]]></category>
		<category><![CDATA[gagal]]></category>
		<category><![CDATA[kaki lima]]></category>
		<category><![CDATA[kos]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[mentor]]></category>
		<category><![CDATA[pacar]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[risk]]></category>
		<category><![CDATA[sopan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[masa-masa saya menjadi mahluk tidak gaul dan takut sama wanita merupakan salah satu dari sekian banyak masa-masa suram saya. jangankan buat kenalan, ngajak ngobrol cewek aja saya musti mikir dua sampai lima kali. saya selalu  bingung tentang apa yang musti saya katakan pertama kali buat memulai percakapan. kok sepertinya yang mau saya katakan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">masa-masa saya menjadi mahluk tidak gaul dan takut sama wanita merupakan salah satu dari sekian banyak masa-masa suram saya. jangankan buat kenalan, ngajak ngobrol cewek aja saya musti mikir dua sampai lima kali.<img class="alignleft" src="http://youdee12.files.wordpress.com/2008/11/foto-3-cewek.jpg" alt="" width="171" height="120" /> <span id="more-351"></span>saya selalu  bingung tentang apa yang musti saya katakan pertama kali buat memulai percakapan. kok sepertinya yang mau saya katakan itu semuanya norak alias gak mutu. saat keberanian itu muncul cewek yang mau saya ajak ngobrol itu sudah beranjak pergi dan tidak ada lagi di dekat saya. selalu penyesalan yang muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">sama saja saat saat mau mulai usaha pertama kali setelah bangrut. yang muncul dalam benak saya adalah kesulitan dan kebingungan tentang bisnis apa yang mau saya coba jalani, kok sepertinya ide bisnis yang saya punya atau yang ditawarkan teman atau yang saya baca di buku-buku semuanya sulit buat dikerjakan. dalam masa penuh kebingungan dan kebimbangan kerjaan saya selama itu hanya berpikir saja dan selalu takut bila saya mulai merintis bisnis lagi akan menemui kegagalan.</p>
<p style="text-align: justify;">lama sekali saya takut buat memulai hubungan sama cewek, dari enam tahun masa kuliah saya mungkin setahun terakhir baru saya kenal sama cewek dan akhirnya bisa berpacaran selama tiga bulan. itu merupakan prestasi dan kesuksesan yang luar biasa buat saya.</p>
<p style="text-align: justify;">setelah saya inget-inget lagi apa sebenarnya yang bikin saya waktu itu bisa dapet cewek dan berpacaran ternyata selain lingkungan yang mendukung saya punya seorang teman baik yang menjadi tempat bertanya dan curhat saya. kawan itu satu kos-kosan dengan saya, dia itu punya banyak teman cewek dan menurut saya dia selalu mudah mendapatkan cewek baru bila dia bermasalah dan putus dengan pacarnya. saya mesti berguru sama yang jagoan cewek nih, biar cepet dapat pacar gitu pikiran saya. makanya kemudian setiap kali saya tertarik sama cewek saya selalu bertanya sama dia tentang apa yang harus saya lakukan supaya saya berani bertindak.<img class="alignright" src="http://www.cartoonstock.com/lowres/cha0041l.jpg" alt="" width="241" height="197" /></p>
<p style="text-align: justify;">sebenarnya yang dia bilang cuman sederhana. kalo ketemu cewek cakep yang saya minati saya cuman disuruh langsung menyapa aja dengan sopan trus tunggu reaksinya kalo dia tersenyum dan mbales artinya dia respon sama saya. habis itu baru deh kita mulai ngajakin ngobrol dengan pertanyaan-pertanyaan standart seperti nama, alamat, kuliah dimana, fakultas apa dan berbagai macam pertanyaan basi lainnya. pertanyaan norak dan basi dari saya itu pasti dijawab oleh sang cewek kecengan kalo cewek itu suka dan respek. pokoknya asal saya nanya dengan sopan pasti dijawab. gak mungkin seorang cewek akan menolak sapaan yang sopan dari seorang cowok. saya masih gak percaya dan takut saat itu, trus dengan enteng teman saya njawab, kalo cewek itu gak mau njawab sapaanmu paling kamu cuman ditinggal pergi, apasih ruginya, paling banter kamu sakit hati sebentar, ntar kalo kamu dah biasa dan banyak cewek yang bisa kamu ajak kenalan rasa sakit hati itu juga akan hilang dengan sendirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">saya pikir-pikir bener juga ya kata temen saya itu. dan kemudian saya mencoba buat praktek menyapa, mulanya emang berat banget dan sulit sekali. setiap ada masalah dengan pendekatan ke cewek saya selalu bertanya pada kawan tadi dan dia dengan santai dan enteng membina saya dengan sabar dan telaten. bahkan dia juga bersedia menemani dan mendampingi saya saya saat saya main kerumah cewek yang saya suka itu. teman tadi membuka pebicaraan dan kemudian menggiring percakapan supaya saya jadinya yang lebih banyak bicara. sekali dua kali pertemuan, saya masih didampinginya tapi pertemuan ketiga dan seterusnya dia suruh saya sendiri supaya saya lebih leluasa dan tidak ketergantungan terus.</p>
<p style="text-align: justify;">praktek saya mencari pacar pertama itu kemudian saya ulang disaat saya memulai bisnis pertama saya setelah bankrut. saya saat itu mencari pelatihan entrepreneur, dipelatihan itu saya nanti berharap bisa ketemu seorang yang sudah jago dan berpengalaman yang kemudian bisa jadi tempat bertanya saya, syukur-syukur dia mau membimbing saya saat saya bingung bahkan mungkin dia mau ngajarin saya secara detail, apa yang harus saya lakukan dalam mencari dan memulai bisnis baru.</p>
<p style="text-align: justify;">bener juga dalam pelatihan itu kemudian saya ketemu dengan orang-orang yang sudah punya jam terbang yang tinggi dalam berbisnis. disana saya bisa bertanya berbagai hal dari yang remeh temeh sampai yang serius. persis seperti pertanyaan saya dulu saat mencari pacar.</p>
<p style="text-align: justify;">para jagoan dan senior bisnis itu yang kemudian saya sebut mentor, saat pertama kali saya bertanya tentang mencari ide dan bagaimana memulai bisnis hanya menyuruh saya melakukan hal yang sederhana yaitu mencari dan bergabung dengan teman-teman yang juga sedang memulai bisnis. kalo sudah ketemu sering seringlah betanya dan berdiskusi tentang apa saja mengenai bisnis. kalo saya masih belum berani memulai sendiri bikinlah dulu bisnis bersama. kalo hal itu dilakukan terus menerus nanti dengan sendiri dalam diri saya akan muncul feeling dan naluri bisnis, gitu saran mereka.<img class="alignright" src="http://www.firehouse.com/cartoon/2006/combs_augmag.jpg" alt="" width="221" height="145" /></p>
<p style="text-align: justify;">dengan bimbingan para mentor itu, naluri bisnis saya mulai muncul, feeling dalam memilah-milah bisnis yang akan diterjuni mulai terasah. saya mulai paham gimana sih caranya memulai bisnis yang aman, saya sudah tau cara tips dan trik buat mulai lagi berbisnis, persis seperti dulu setelah diajari cara pendekatan ke cewek akhirnya saya jadi punya keberanian buat melakukan pendekatan ke banyak cewek lainnya. yang petama saja sulit tapi setelah cewek kedua, ketiga dan seterusnya menjadi semakin mudah dan bahkan sudah gak pake mikir lagi kalo ngajak cewek ngobrol dan kenalan.</p>
<p style="text-align: justify;">setelah sekian lama bergaul dan belajar dari para mentor, pengetahuan saya tentang bisnis mulai bertambah tapi penyakit lama masih belum hilang, saya masih takut buat memulai bisnis, takut mengalami kegagalan lagi dan takut menghadapi masalah-masalah dalam menjalankan bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">melihat saya dalam kondisi seperti itu salah seorang mentor berkata pada saya, kalo kamu tidak pernah merasakan memulai bisnis baru kamu tidak akan pernah berani dalam memulai bisnis. dalam memulai suatu bisnis itu yang harus saya pikirkan pertama kali adalah bukan keuntungan dalam bisnis yang akan dimulai. &#8220;jangan pernah berpikir tentang keuntungan saat memulai bisnis&#8221;, begitu katanya. itu adalah kesalahan fatal dari para entrepreneur pemula, selalu memikirkan keuntungan. nah saat keuntungan itu di letakkan sebanding dengan resiko yang akan dihadapi biasanya mereka takut dan akhirnya mundur sehingga bisnisnya tidak dimulai-mulai.</p>
<p style="text-align: justify;">seharusnya saat memulai bisnis, yang harus saya pertimbangkan dan menjadi perhatian utama adalah seberapa besar resiko kegagalan yang berani saya tanggung. saya disarankan selalu mencari dan memilah-milah serta menghitung kerugian maksimal yang dapat muncul dari perjalanan bisnis yang akan dimulai. kalo resiko kerugian maksimal itu sudah muncul dan saya berani menanggungnya segera dijalankan, kalo saya tidak berani menanggungnya segera tinggalkan dan jangan pernah berpikir lagi kearah situ. tapi segeralah mencari peluang bisnis baru buat dikerjakan.</p>
<p style="text-align: justify;">dalam berpikir tentang resiko maksimal justru bukannya memunculkan rasa takut malah kebalikannya keberanian yang timbul. misalnya saat saya memulai penyewaan mobil, saya mencari apasih resiko terburuknya. resiko terburuk dari rental mobil adalah mobil hilang dibawa kabur si penyewa, jelas rugi tapi bila mobil itu diasuransikan maka nilai mobil yang hilang itu akan diganti oleh asuransi. atau saat saya mau memulai bisnis jualan makanan di kaki lima, saya pikir kalo saya gagal saya hanya akan kehilangan seluruh modal awal saya sebesar lima juta rupiah. nilai lima juta besar buat saya bila hilang tapi dibalik itu saya akan punya segudang pengalaman berharga tentang mengelola bisnis makanan di kaki lima. dari pengalaman itu bila saya kelola dengan baik saya jadinya bisa meyakinkan investor buat mandapatkan modal yang bisa digunakan buat melangkah lagi.<img class="alignleft" src="http://www.truerockministries.com/onlinestore/Listen%20to%20our%20mentor.jpg" alt="" width="167" height="147" /></p>
<p style="text-align: justify;">saya jadi ingat kata kawan saya di kos-kosan, saat saya menyatakan bahwa saya tidak punya nyali buat nembak cewek yang saya suka. saat saya bener-bener gak berani buat menyatakan bahwa rasa suka saya ke cewek kecengan saya itu. kawan tadi enteng aja berkata, &#8220;apa sih yang bikin kamu gak berani nembak calon cewekmu, resiko terburuk dari menyatakan rasa suka ke seorang cewek adalah kamu bakalan ditolak sama dia. gak ada resiko yang lainya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">paling apes saya akan ditolak oleh cewek itu, saya gak mungkin di usir atau dimaki-maki oleh si cewek bila saya ngomong dengan sopan dan sungguh-sungguh, ditolak dan dimaki-maki hanya ada dalam sandiwara televisi. gak ada resiko yang lain. jadi setelah saya renungkan bahwa resiko terjelek saat menyatakan rasa cinta kecewek hanyalah ditolak, yang kemudian bisa berakibat sakit hati dan malu, hanya itu saja, gak ada yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi seberapa lama sih rasa malu dan sakit hati itu akan muncul dan bertahan dalam diri saya. seperti saat saya pertama kali belajar ngomong dan kenalan ke cewek. saat pertama dan kedua kali salah ngomong rasa malu muncul tapi setelah sering dan terbiasa gak ada lagi rasa malu yang muncul, yang ada malahan kesalahan ngomong itu bisa dijadikan bahan bercanda yang bisa bikin obrolan saya sama cewek bertambah akrab.</p>
<p style="text-align: justify;">kalo saya ditolak sama cewek saya pasti malu dan bisa sakit hati. tapi kalo dievaluasi lagi semua sebab kenapa saya ditolak cewek, akan bisa saya jadikan pelajaran buat nembak cewek-cewek yang lain. masih banyak cewek lain kok yang lebih baik dan lebih cakep dari cewek yang nolak tadi. jadi buat apa saya musti takut mengulangnya ke cewek lain. begitu saya dah tau rasanya ditolak yang pertama saya jadinya punya dendam buat menaklukkan cewek lain. dendam kesumat yang bilang dalam hati yang terus menyuruh saya  harus bisa punya pacar.</p>
<p style="text-align: justify;">ditolak satu cewek bikin saya penasaran buat menaklukkan cewek lainnya. gagal dan tertipu dalam memulai bisnis bikin saya penasaran buat membuktikan bahwa saya bukan mahluk bego yang gak bisa berbisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">gitu deh berkat bimbingan para mentor, saya bisa berhasil menghadapi rasa takut saya.</p>
<p style="text-align: justify;">dimasa jaya saya dulu akhirnya saya punya banyak teman cewek dan mudah dalam mencari pacar, hanya karena saya berani menangung resiko bila saya ditolak cintanya. sama dengan bisnis yang akhirnya saya jalani sampai sekarang, hanya karena saya berani menanggung resiko terburuknya, bisnis saya malah semakin berkembang pesat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/22/paling-apes-ditolak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bisa dari lingkungan sekitar kita saja</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/01/31/172/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/01/31/172/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 09:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[kkn]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah kerja lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah kerja nyata]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[pada hari jumat malam tanggal 30 januari 2009 jam 20.00 saya diajak oleh teman-teman mahasiswa kkn dari universitas airlangga untuk jadi penyuluh masalah kewirausahaan di sebuah kampung di wiyung.

mereka memberi saya data sekilas kondisi warga di kampung tersebut. rata-rata warga kondisi perekonomiannya lemah dimana banyak kepala keluarga yang tidak punya penghasilan tetap sehingga dalam mencari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pada hari jumat malam tanggal 30 januari 2009 jam 20.00 saya diajak oleh teman-teman mahasiswa kkn dari universitas airlangga untuk jadi penyuluh masalah kewirausahaan di sebuah kampung di wiyung.<span id="more-172"></span></p>
<p><a href="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/01/sany12351.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-171 alignright" title="sany12351" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/01/sany12351-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>mereka memberi saya data sekilas kondisi warga di kampung tersebut. rata-rata warga kondisi perekonomiannya lemah dimana banyak kepala keluarga yang tidak punya penghasilan tetap sehingga dalam mencari penghasilan buat keluarga para istri juga ikut aktif bekerja. tingkat pendidikan warga mayoritas tamatan sma yang berakibat banyak pula generasi muda yang menjadi penganguran disitu.</p>
<p>para mahasiswa ini berinisiatif untuk mengajarkan pada warga cara-cara membuat briket yang nantinya bisa digunakan sebagai pengganti gas atau minyak dan dapat pula dijual untuk menambah penghasilan mereka. dimana bahan dasar dari briket ini adalah sampah kering yang pastinya banyak disekitar kampung itu.</p>
<p>sebagai pembuka wawasan warga, maka saya ditugaskan untuk memberikan penjelasan dalam bentuk penyuluhan.</p>
<p>malam itu saya datang ke lokasi dalam guyuran hujan deras yang sudah dimulai sejak siang. dalam acara ini diundang juga seorang penyuluh dari dinas koperasi yang bertugas menjelaskan tentang permodalan.</p>
<p>sepanjang perjalanan saya mencari-cari, materi apa yang sebaiknya disampaikan karena materi yang sudah saya bikin dan saya kirim ke panitia bersifat sangat umum yang saya yakin pasti gak kena bila disampaikan ke warga.</p>
<p>ternyata kampung tempat saya harus beri penyuluhan, tempatnya agak masuk kira-kira 300m dari jalan besar dan yang gak saya sangka di daerah yang hanya berjarak sekitar 300m itu ada sebuah perkampungan yang masih mempunyai sawah dan kebun-kebun yang luas, dimana warganya juga suka memelihara burung merpati terbukti dari banyaknya rumah burung merpati disitu.</p>
<p>dari kondisi itu saya dapat ilham tentang apa yang harus saya sampaikan nanti. saat dipekenalkan dengan aparat kampung yakni pak rt dan pak rw saya mengajak ngobrol mereka tentang burung merpati tadi. rupanya pertanyaan tadi gak terlalu direspon dengan baik, karena kedua bapak-bapak tadi merasa aib bila membicarakan tentang burung dara yang diidentikkan dengan perjudian yang berakibat pada kampung mereka sering digerebeg oleh petugas kepolisian.</p>
<p>walaupun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan saya tetep memulai penyuluhan saya tentang bisnis yang bisa dikaitkan dengan lingkungan sekitar kampung itu.</p>
<p>saya bilang pada warga bahwa lokasi kampung mereka cukup menarik karena tidak jauh darijalan besar tapi masih memiliki sawah dan kebun yang luas dan masih terdapat banyak populasi burung dara. kondisi ini sangat layak buat dijadikan wisata alam dimana mereka cukup merubah pola kerja bakti yang biasa mereka lakukan. yang biasanya kerja bakti hanya sekedar bersih-bersih atau mengecat lingkungan ala kadarnya, sekarang bisa mulai dirubah dengan mulai merapikan rumah-rumah burung dara yang mereka miliki sehingga menjadi bersih dan enak dilihat. apabila kondisi sudah bersih dan rapi maka mereka harus mengundang tamu untuk datang kesitu.</p>
<p>kemudian tamu yang datang ke kampung itu disuguhi atraksi &#8216;adu doro&#8217; atau adu burung merpati. atraksi ini pastinya sangat menarik bagi warga kota besar disekitar kampung tersebut. saya bilang kemereka, kebanyakan warga kota besar seperti saya belum pernah liat yang namanya burung merpati, seperti apa bentuk sesungguhnya, biasanya warga kota hanya tau &#8216;burung dara goreng mentega&#8217; saja.</p>
<p>apabila program ini berjalan maka warga selain memiliki lingkungan yang indah juga pasti dapat menghasilkan uang sendiri sesuai dengan prinsip-prinsip kewirausaaan. dengan banyak tamu yang datang warga bisa memungut jasa parkir, uang tanda masuk bahkan bisa menjual makanan dan minuman.</p>
<p>warga mulai tertarik dengan paparan saya, ini terbukti dengan protes seorang ibu yang mengatakan bahwa gak mungkin bikin atraksi adu doro disitu karena pasti akan membuat perjudian marak lagi.</p>
<p>saya kemudian menambahkan, bahwa yang namanya judi itu tidak mungkin dilakukan secara terbuka pasti dilakukan secara sembunyi-sembunyi. perjudian tidak akan muncul bila tamu-tamu yang datang benar-benar bukan hanya dari warga sekitar yang mereka kenal. yang dimaksud dengan tamu-tamu adalah warga perumahan mewah yang tidak jauh dari situ. yang pasti sama dengan saya tidak pernah melihat burung merpati. bila warga-warga elit itu yang datang kesitu menikmati sawah, kebun, melihat rumah merpati dan anak-anak mereka asik berlomba adu doro. kecil kemungkinan akan muncul lagi perjudian disitu.</p>
<p>jawaban ini cukup memuaskan, trus muncul lagi pertannyaan gimana caranya supaya orang luar tau disitu ada wisata alam. saya bilang kemereka bahwa suatu usaha itu harus diwartakan kebanyak orang supaya semakin banyak orang orang yang tahu. cara termurah adalah dengan mengundang wartawan dari media karena wartawan itu juga butuh berita untuk liputan mereka. bila di suatu daerah terdengar suatu hal menarik mestinya wartawan akan datang dengan sendirinya.</p>
<p>contohnya kata saya sering di suratkabar memuat pohon yang aneh bentuknya dengan foto yan besar dan berita yang panjang atau sering pula hanya terdamparnya ikan hiu dipantai bisa masuk halaman depan suatu surat kabar, itu mencontohkan bahwa wartawan pasti mendengar dan kemudian meliput berita-berita yang menurut kita sepele.</p>
<p>supaya tambah dukungan saya bilang harus juga melibatkan aparat sekitar seperti lurah, camat, kapolsek, koramil dan sebagainya.</p>
<p>tugas ini kelihatannya sulit tapi memang tidak ada yang mudah untuk mencapai suatu kemajuan. saya juga bilang ke warga, dengan banyaknya mahasiswa kkn yang datang ini juga bisa dipakai buat melancarkan sarana promosi, karena mahasiswa adalah golongan mahluk pintar yang bisa di manfaatkan untuk bikin proposal ke media atau instansi-instansi terkait. juga bila dalam program kkn-nya biasanya ada acara gotong-royong, nah arahkan para mahasiswa ini intuk merapikan bekupon-bekupon rumah merpati yang ada.</p>
<p>jadi disini semua kepentingan bisa terwujud, mahasiswa bisa kkn sementara warga bisa meminta mereka berfikir untuk mewujudkan program wisata alam disitu.</p>
<p>saya juga bilang ke warga bahwa denga hanya merubah sedikit tampilan dari masakan warung yang biasanya mereka jual bisa meningkatkan harga jual sekian kali lipat. saya beri contoh, jagung bakar bila dijual begitu saja dengan bumbu paling mahal laju 2 ribu tapi jagung bakar itu bisa laku sampai 10 ribu bila penjualan dengan mangkuk kertas yang berisi jagung bakar yang sudah dipipil trus ditambahi sedikit keju dan susu.</p>
<p>berkaitan dengan pembuatan briket tadi, juga bisa dijadikan atraksi yang juga bisa menghasilkan uang. yang tadinya warga dilatih oleh mahasiswa, maka dalam wisata alam warga bisa melatih para tamu untuk bikin briket, karena para tamu itu juga seperti saya gak paham apa yang dimaksud dengan briket, bentuknya seperti apa dan gimana cara bikinnya.</p>
<p>tidak terasa penjelasan yang saya berikan bisa membuat warga bertahan sampai jam 22.30 dan sampai-sampai penyuluh dari dina koperasi tidak kebagian presentasi, beliau hanya kebagian menjawab pertanyaan warga tentang bagaimana cara memperoleh modal lewat koperasi.</p>
<p>dengan bergotong royong seperti gambaran diatas tadi mungkin warga bisa merubah kondisi kehidupan mereka, karena kondisi ekonomi kampung itu pun tidak memungkinkan untuk bisa berbbisnis perseorangan. sebab diawalpun pak rw sudah mengeluh untuk iuran wajib sebesar 10ribu pun warga sering sulit ditagih pembayarannya.</p>
<p>apapun ini semua kembali ke kesadaran dari semua yang hadir apakah masing-masing pihak mau memanfaatkan peluang yang ada dan tidak hanya sekedar menjalankan kewajibannya saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/01/31/172/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
