
masa-masa saya menjadi mahluk tidak gaul dan takut sama wanita merupakan salah satu dari sekian banyak masa-masa suram saya. jangankan buat kenalan, ngajak ngobrol cewek aja saya musti mikir dua sampai lima kali.
saya selalu bingung tentang apa yang musti saya katakan pertama kali buat memulai percakapan. kok sepertinya yang mau saya katakan itu semuanya norak alias gak mutu. saat keberanian itu muncul cewek yang mau saya ajak ngobrol itu sudah beranjak pergi dan tidak ada lagi di dekat saya. selalu penyesalan yang muncul.
sama saja saat saat mau mulai usaha pertama kali setelah bangrut. yang muncul dalam benak saya adalah kesulitan dan kebingungan tentang bisnis apa yang mau saya coba jalani, kok sepertinya ide bisnis yang saya punya atau yang ditawarkan teman atau yang saya baca di buku-buku semuanya [+]
pada hari jumat malam tanggal 30 januari 2009 jam 20.00 saya diajak oleh teman-teman mahasiswa kkn dari universitas airlangga untuk jadi penyuluh masalah kewirausahaan di sebuah kampung di wiyung.
mereka memberi saya data sekilas kondisi warga di kampung tersebut. rata-rata warga kondisi perekonomiannya lemah dimana banyak kepala keluarga yang tidak punya penghasilan tetap sehingga dalam mencari penghasilan buat keluarga para istri juga ikut aktif bekerja. tingkat pendidikan warga mayoritas tamatan sma yang berakibat banyak pula generasi muda yang menjadi penganguran disitu.
para mahasiswa ini berinisiatif untuk mengajarkan pada warga cara-cara membuat briket yang nantinya bisa digunakan sebagai pengganti gas atau minyak dan dapat pula dijual untuk menambah penghasilan mereka. dimana bahan dasar dari briket ini adalah sampah kering yang pastinya banyak disekitar kampung itu.
sebagai pembuka wawasan warga, maka saya ditugaskan untuk memberikan penjelasan [+]



