<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; laskar pelangi</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/tag/laskar-pelangi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 05:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>mimpi yang terwujud</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/01/24/mimpi-yang-terwujud/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/01/24/mimpi-yang-terwujud/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 17:30:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[laskar pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi. tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[ukm jatim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
 takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi
sepenggal-sepenggal lirik lagu dari laskar pelangi mengajarkan kita supaya jangan takut buat bermimpi dan jangan pernah putus asa buat bermimpi untuk mewujudkannya.

malam itu saya diundang mas rozy ke sebuah micro cafe, (saya sebut begitu karena lokasinya berada di halaman sebuah rumah, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" title="jangan hapus mimpi2-mu" src="http://kampanye.files.wordpress.com/2007/06/070607_donterase_luther.jpg" alt="" width="282" height="410" /><span style="color: #ff0000;">takkan terikat waktu<br />
bebaskan mimpimu di angkasa</span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"> takkan terikat waktu<br />
jangan berhenti mewarnai<br />
jutaan mimpi di bumi</span></p>
<p>sepenggal-sepenggal lirik lagu dari laskar pelangi mengajarkan kita supaya jangan takut buat bermimpi dan jangan pernah putus asa buat bermimpi untuk mewujudkannya.</p>
<p><span id="more-154"></span></p>
<p>malam itu saya diundang mas rozy ke sebuah micro cafe, (saya sebut begitu karena lokasinya berada di halaman sebuah rumah, tapi didesign sedemikian rupa sehingga menyerupai cafe, poko&#8217;e keren)</p>
<p>rupanya micro cafe yang pake brand <span style="color: #0000ff;">&#8216;creamoz&#8217;</span> dan berlokasi di wiyung ini, adalah perwujudan nyata dari sebuah  mimpi, tentang sebuah bisnis yang awalnya yang digagas oleh mas rozy. creamoz sebenarnya adalah sebuah <span id="lw_1232814897_0" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer;">tempat makan</span> yang menu jagoannya adalah es krim.</p>
<p>mas rozy ini dulunya pernah bermimpi akan punya bisnis yang berhubungan dengan kuliner. makanya dia kemudian bikin konsep bisnis <span style="color: #0000ff;">&#8216;rumah es krim&#8217;</span> yang pada intinya adalah, sebuah tempat nokronk ditengah perumahan yang menyuguhkan makanan minuman dengan menu yang berbasis es krim dan dijual dengan harga yang cukupan dan sangat terjangkau. karena memang sasaran utama konsumennya adalah menengah bawah.</p>
<p>pada suatu saat mas rozy ini ketemu sama mas farid di sebuah forum komunitas entrepreneur surabaya dan kompakan untuk sama-sama menjual ide ini supaya bisa direalisasikan jadi bisnis dengan konsep kemitraan. konsep ini kemudian mereka jual dengan harga damai cuman 3 juta saja.<br />
tapi apa daya ternyata tidak ada yang berminat atau sekalinya ada yang minat minta contoh realnya. tentu saja mereka berdua gak punya dan bisa ditebak gak lama mereka berdua putus asa.</p>
<p>saking putus asanya mas rozy yang punya ide bernazar pada setiap orang, bahwa karena saat ini beliau gak punya apa-apa maka maka yang dapat diamalkannya pada orang lain hanya &#8216;konsep rumah eskrim&#8217; tadi. artinya mas rozy memberikan konsep bisnisnya itu kepada siapa saja yg berminat untuk dapat meng-aplikasikannya secara nyata menjadi real bisnis secara gratis dan tanpa kompensasi apa2. ndilalah, gak lama kemudian secara gak disangka-sangka ada juga orang yang berminat. dan ternyata orang tadi juga gak jauh-jauh amat dari lingkungan mereka.</p>
<p>orang tersebut kakak kandungnya mas farid. senang karena ada orang yang berminat mas rozy segera melatih team sang kakak. semua diajarkan dari mulai pelayanan, detail menu, tempat belaja bahan baku sampai pada penyusunan <span id="lw_1232814897_1" class="yshortcuts" style="border-bottom: 1px dashed #0066cc; cursor: pointer;">daftar harga</span>, secara detail lagi. ada lagi yang bikin mas rozy bertambah senang, karena sang kakak itu ternyata menata designnya dengan sangat bagus, bahkan melebihi konsep awal dari mas rozy.</p>
<p>semua orang happy disini.<br />
mas rozy happy karena mimpi bisnisnya terealisasi bahkan lebih dari bayangannya.<br />
mas farid happy karena bisa menyenangkan sang kakak.<br />
dan sang kakak happy karena punya penghasilan tambahan yang lumayan.<br />
bahkan warga sekitar pun happy karena selain bisa enikmati es krim ekslusif dengan harga terjangkau juga membuka lapangan perkerjaan buat beberapa pemuda dan pemudi yang tadinya nganggur.</p>
<p>mimpi yang tadinya dipikir gak mungkin terwujud begitu diiklaskan akhirnya bisa juga diwujudkan. walaupun mesti melalui tangan orang lain. walau tidak dimiliki sendiri.</p>
<p>putus asa pasti datang pada setiap orang tapi kita musti hadapi rasa itu.</p>
<p>dalam kasus ini, bukan berarti hancur mimpi-mimpi dari mas rozy buat punya bisnis kuliner sendiri. tapi disini adalah awal dari segalanya. dengan terealisasinya bisnis rancangannya lewat tangan orang lain, maka mas rozy dapat memonitornya dengan lebih detail. dia bisa liat kelebihan dan kekurangan dari rancangan bisnisnya. semuanya itu bisa dia evaluasi sehingga pada saatnya nanti dia bisa mewujudkan sendiri, dia benar-benar bisa punya bisnis kuliner es krim yang jauh lebih baik karena sudah ada contoh nyatanya.</p>
<p>satu hal lagi yang mungkin bisa di masukkan dalam evaluasi mas rozy tentang bisnis rumah es krim-nya itu. dalam buku-buku bisnis dan marketing banyak dibahas harga suatu produk. disana disebutkan konsumen kadang curiga terhadap suatu produk yang diberi nilai harga yang murah. konsumen sering menilai harga murah itu identik dengan kwalitas rendah, mutu tidak terjamin dan sesuatu yang murahan. hal ini yang kadang berbanding terbalik dengan cara berpikir penjual. penjual ingin menjual barang dengan harga murah supaya terjangkau dan banyak dibeli sehingga laris terjual.</p>
<p>pola pikir yang berbanding terbalik ini mestinya juga dijadikan patokan oleh penjual, sehingga penjual bisa menjual suatu produk yang sebenarnya bernilai produksi rendah dengan harga tinggi. harga tinggi ini sering dikaitkan dengan mutu dan kwalitas yang bagus oleh konsumen. padahal belu tentu kenyataannya seperti itu.</p>
<p>disini penjual hanya dibutuhkan suatu keberanian.</p>
<p>kita coba berandai-andai jika rumah es krim yang  nama brand nya indonesia  banget   diganti menjadi nama seperti creamoz yang terdengar asing bagi telinga orang indonesia. trus disign tata ruangnya yang tadinya sangat sederhana dirubah sedikit dengan memakai bahasa asing, warna-warna yang mencolok dan penampilan yang sedikit &#8216;wah&#8217;. trus cara menjualnya juga tidak hanya melalui mulut kemulut, tapi bisa menggunakan jaringan internet atau aktif di pameran dan sering muncul di iklan media.</p>
<p>dengan cara seperti diatas dan memang sudah banyak ditulis oleh buku-buku tidak menutup kemungkinan bisnis plan dari mas rozy itu bisa laku terjual dan tidak hanya dengan harga cuman&#8217;tiga juta saja&#8217; tapi bisa laku dengan harga puluhan juta.</p>
<p>cara-cara seperti ditulis oleh banyak buku bisnis itu sudah teruji dan sudah banyak yang berhasil. istilahnya hanya sejedar &#8216;ganti baju luar&#8217;</p>
<p>cuman masalahnya berani gak kita mencobanya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/01/24/mimpi-yang-terwujud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>185</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Take a Risk, get a dream …</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2008/12/22/take-a-risk-get-a-dream-%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2008/12/22/take-a-risk-get-a-dream-%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 12:15:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[get dream]]></category>
		<category><![CDATA[laskar pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[take risk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[judul diatas mengingatkan saya pada seorang teman lama yang selalu menulis :
Take a Risk, get a dream… 

pada setiap tulisan-tulisannya di milis. artinya menurut saya kira-kira begini &#8216;ambilah resiko dan raihlah mimpimu&#8217;
seorang entrepreneur yang berhasil harus punya mimpi yang besar selain itu dia juga harus berani mengambil resiko yang muncul dari pilihannya dan dari setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>judul diatas mengingatkan saya pada seorang teman lama yang selalu menulis :</p>
<p>Take a Risk, get a dream… <img class="alignleft" src="http://www.piperreport.com/archives/Images/Financial%20Risk%20-%20Dice%20-%202.jpg" alt="" width="183" height="127" /></p>
<p><span id="more-55"></span></p>
<p>pada setiap tulisan-tulisannya di milis. artinya menurut saya kira-kira begini &#8216;ambilah resiko dan raihlah mimpimu&#8217;</p>
<p>seorang entrepreneur yang berhasil harus punya mimpi yang besar selain itu dia juga harus berani mengambil resiko yang muncul dari pilihannya dan dari setiap langkah-langkah yang ditempuhnya untuk mencapai mimpi-mimpi tersebut.</p>
<p>&#8216;mimpi adalah kunci<br />
untuk kita menaklukkan dunia<br />
berlarilah<br />
tanpa lelah sampai engkau<br />
meraihnya&#8217;</p>
<p>gitu kata lirik lagu laskar pelangi buatan nidji yang sangat memotivasi saya dan jadi lagu kebangsaan saya.</p>
<p>&#8216;get a dream&#8217;</p>
<p>seringkali kita bermimpi besar buat jadi entrepreneur tapi seringkali kita takut untuk mengambil resiko dalam meraihnya, ini sering terjadi pada teman-teman yang masih karyawan yang gak puas dalam dunianya tapi enggan meninggalkan kenyamanan yang sudah diperolehnya selama menjadi karyawan. atau teman-teman mahasiswa yang tetep ngantri jadi PNS walau harus bersaing dengan puluhan ribu manusia lain buat segelintir lowongan.</p>
<p>tapi seringkali juga mimpi besar kita membuat kita nekad untuk mengambil semua resiko tanpa pikir panjang.</p>
<p>mana yang mau kita pilih?</p>
<p>apapun pilihan kita buat mencapai mimpi-mimpi emang ada resiko yang harus dihadapi. karena tanpa mimpi pun hidup ini sudah sangat beresiko, jadi buat apalagi takut untuk mengambil resiko baru.</p>
<p>&#8216;take a risk&#8217;</p>
<p>ambilah resiko sesuai dengan kemampuan kita dan jangan sekali kali mengambil resiko diluar kemampuan kita. bukan bermaksud sok tua atau sok tau dengan sok ngajarin. tapi emang gitu kenyataannya kalo kita terlalu berani mengambil resiko bikin kita kurang hati-hati dan jadi ceroboh sehingga bukannya keberhasilan yang diperoleh tapi malah kegagalan. kegagalan yang ancur-ancuran.</p>
<p>kalo sudah ancur kadang sulit bagi kita buat bangkit lagi apalagi kalo lingkungan terdekat kita sudah mencemooh, sakit banget rasanya. hanya orang-orang pilihan yang bisa bangkit dari kehancuran totalnya dan itu jarang sekali terjadi.</p>
<p>makanya dalam setiap pengambilan resiko kita mesti mikir dulu apa resiko terburuknya, kalo resiko terburuk udah ketemu berani gak kita mengambilnya. kalo gak berani ya jangan diambil. trus kalo gak diambil gimana mencapai mimpi besar kita.</p>
<p>caranya ya kita musti agak menunda dulu, ambil resiko yang paling mudah kita tanggulangi, dengan resiko terkecil pastinya dalam meraih mimpi besar akan lebih lama waktu yang harus ditempuh. tapi gak apa-apa dari pada kehacuran total yang didapat sebelum mimpi bisa diraih. tertunda tapi penuh rencana jauh lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.</p>
<p>nah kalo resiko terkecil dah bisa kita taklukkan pastinya ada keberhasilan yang kita raih. sekarang tingkatkan pengambilan resiko tadi menjadi 2 kalinya&#8217; selama resiko itu masih bisa terima tentunya. kalo berhasil ulagi lagi degan yang lebih berat, gitu aja terus selama berulang-ulang, tingkatkan terus jenis resiko yang musti kita ambil. kalo kita sabar, pastinya mimpi-mimpi besar tadi akan tercapai dengan sendirinya.</p>
<p>kalopun gagal sakitnya pun tidak seberapa, sementara itu kita masih punya semangat buat melakukannya lagi, masih punya semangat buat meng-evaluasi kenapa sampe kita gagal, apa yang salah dan apa solusinya. minimal gak bikin kita sakit hati dan frustasi.</p>
<p>get a dream&#8230;get a big dream&#8230;.</p>
<p>wajib hukumnya</p>
<p>take a risk&#8230;take a big risk</p>
<p>juga wajib hukumnya,</p>
<p>tanpa itu gak akan ada kemajuan dalam hidup ini.</p>
<p>mestinya ditambain lagi di belakangnya &#8230;..&#8217;tapi tetap berhati-hatilah&#8217;</p>
<p>berhubung saya gak bisa ngartiinnya dalam bahasa inggris jadinya saya tulis gini aja :</p>
<p><strong>Take a Risk, get a dream …tapi tetap berhati-hatilah</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2008/12/22/take-a-risk-get-a-dream-%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

