
ini cerita tentang tiga orang teman baik saya yang masing-masing punya karakter yang berbeda, tapi mereka semua punya keinginan untuk berubah dari seorang karyawan menjadi entrepreneur.
yang pertama sebut saja si a,
setahu saya dulu dia ini dalam perusahaan tempatnya bekerja telah memperoleh posisi yang cukup tinggi, tapi dia lebih memilih mengundurkan diri untuk membesarkan perusahaan katering milik keluarganya yang tadinya dikelola oleh sang bunda. dalam perjalanan dia melihat kue-kue buatan bundanya memperoleh perhatian khusus dan banyak disukai oleh para pelangggan. kemudian dengan hitungan yang cermat dia mulai memberanikan diri membuka divisi khusus kue dalam bisnis kateringnya itu dan untuk menunjang penjualan dia pun membuka [+]
saat ngluyur di jakarta tempo hari, saya main kerumah seorang teman sma. dianya tinggal disebuah rumah yang berukuran 3x3,5. ia hidup disana bersama dengan seorang istri dan 2 orang putranya yang sudah duduk di bangky sekolah dasar. bener-bener rumah yang gak layak disebut rumah huni - atapnya terbuat dari asbes yang bila hari semakin siang maka udara di dalam rumah yang bertembok batako tanpa plester serta lantai berkeramik yang sudah hancur di sana sini sehingga plester semennya tampak dimana-mana itu semakan panas dan pengap.
yang tampak mewah dari rumah tanpa perabot itu hanya sebuah televisi 14' jaman dulu yang suara dan gambarnya gak jelas lagi. pintu dan tembok depannya terbuat dari seng sedang ada sebuah pintu dari seng yang berhubungan dengan halaman belakang yang sudah dilapisi plester semen. di sana ada tempat cuci piring yang menjadi satu [+]
- A Day with Samurai
- skenario filem kehidupan
- hebat dan goblok
- garuda pancasila
- Kenapa Nabi Sering Berlindung ...
- pertanyaan dasar untuk pondasi...
- bisnisnya beranak pinak dengan...
- Jangan Berpikir Jadi Pengusaha...
- melorotnya rasa percaya diri s...
- “bisnis apa yang harus s...
- percaya diri
- Catatan Husni Balita: JEJAK SA...



