<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; karyawan</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/tag/karyawan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 05:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>punishment n reward</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2010/04/18/punishment-n-reward/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2010/04/18/punishment-n-reward/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 01:21:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Business Success]]></category>
		<category><![CDATA[bussiness]]></category>
		<category><![CDATA[employee]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur university]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[hukuman]]></category>
		<category><![CDATA[insurance]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan berpikir jadi pengusaha & jangan pernah berpikir menjadi entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[jawa pos]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[kommmbis]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind]]></category>
		<category><![CDATA[mastermind juara]]></category>
		<category><![CDATA[mm juara]]></category>
		<category><![CDATA[motivator]]></category>
		<category><![CDATA[provokator]]></category>
		<category><![CDATA[punishment]]></category>
		<category><![CDATA[reward]]></category>
		<category><![CDATA[sec]]></category>
		<category><![CDATA[Success]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya entrepreneur club]]></category>
		<category><![CDATA[tangan diatas]]></category>
		<category><![CDATA[tda]]></category>
		<category><![CDATA[TDA nGalam]]></category>
		<category><![CDATA[tda surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[ukm]]></category>
		<category><![CDATA[ukm jatim]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga]]></category>
		<category><![CDATA[universitas airlangga surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=1696</guid>
		<description><![CDATA[malam itu, setelah sekian lama gak ketemu karena sama-sama sibuknya, akhirnya saya bertemu lagi dengan seorang kawan lama yang lima tahun yang lalu sama-sama berjuang mendirikan komunitas Surabaya entrepreneur club, sama-sama berjuang untung menjadi entrepreneur dalam kondisi sama-sama berawal dari nol dan dia selalu menjadi ‘tempat sampah’ saya yang setia selama kami berkawan.
saya sengaja menghadiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1697" title="big-puinisher-capital-punishment" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/04/big-puinisher-capital-punishment-150x150.jpg" alt="big-puinisher-capital-punishment" width="150" height="150" />malam itu, setelah sekian lama gak ketemu karena sama-sama sibuknya, akhirnya saya bertemu lagi dengan seorang kawan lama yang lima tahun yang lalu sama-sama berjuang mendirikan komunitas Surabaya entrepreneur club, sama-sama berjuang untung menjadi entrepreneur dalam kondisi sama-sama berawal dari nol dan dia selalu menjadi ‘tempat sampah’ saya yang setia selama kami berkawan.<span id="more-1696"></span></p>
<p style="text-align: justify;">saya sengaja menghadiri kelas entrepreneur tempatnya mengajar malam itu karena memang ingin mendengarkan materi yang dia berikan pada murid-muridnya. ya, walaupun kami dulunya sangat akrab, tapi tetep ada perbedaan cara kami dalam memandang dunia entrepreneur. Karena punya sudut pandang yang berbeda tadi diskusi kami selalu punya keasikan tersendiri dalam berdiskusi tentang entrepreneurship.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti malam itu, habis dia ngajar kita cankruan di di pasar pucang. Suasana tambah seru karena bergabung bersama kita dua orang entrepreneur dari kota jember yang mewakili jember community. Karena lama banget gak ketemu, diawal kita saling berbasa basi menanyakan kabar satu sama lainnya, lucu banget persis orang yang baru habis berkenalan. Ketika kopi yang kami pesan dating suasana kaku mulai mencair dan percakapan kami muylai menjurus ke saling berbagi ilmu. Lebih tepatnya dia yang banyak bercerita tentang kemajuan bisnisnya dan bagaimana dia mengelola karyawannya dan bagaimana cara dia memotivasi karyawannya agar semangat kerja karyawannya selalu stabil dan gak drop karena jenuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia cerita bahwa ternyata dalam memotivasi atau menaikkan semangat kerja karyawan itu gak harus selalu dengan iming-iming hadiah atau reward. memang rata-rata karyawan itu biasanya motivasi kerjanya akan naik jika dijanjikan hadiah yang seringkali berupa uang, jika ada target-target perusahaan yang dicapai. tapi ternyata gak semua karyawan mempan dengan cara ini, rupanya ada sebagian karyawan yang baru naik motivasi kerjanya bila diberikan ancaman hukuman bila target-target perusahaan tidak tercapai.<img class="alignright size-full wp-image-1698" title="Punishmentlogo" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/04/Punishmentlogo.jpg" alt="Punishmentlogo" width="148" height="192" /></p>
<p style="text-align: justify;">Mata saya langsung melotot mendengar teori ini. Wah ternyata ada juga ya karyawan yang gak doyan duit, gitu piker saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kawan tadi melanjutkan kisahnya. Dia bercerita suatu saat dia ingin memberikan hadiah pada karyawannya tapi bukan hadiah biasa sebab semua target perusahaan sudah terlewati. Dia pingin memberi hadiah karena ingin melihat kinerja dan semangat karyawannya bila di beri tantangan target diluar target perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu saat di sebuah surat kabar ada sebuah lomba yang berhadih 10 juta rupiah buat pemenangnya. Nah sikawan bilang pada seluruh karyawannya, bahwa ada lomba yang penting untuk diikuti karena jika berhasil menang akan meningkatkan kemampuan personal individu yang mengikuti ajang tersebut dan otomatis jika kemampuan individu itu naik maka kemampuan kerjanya di kantor juga naik dan berakibat juga pada kenaikan kemampuan team dan ujung-ujungnya menaikkan prestasi perusahaan tempat orang itu bekerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Si kawan bilang pada anak buahnya bahwa siapa yang menjadi juara,  maka hadiah uang itu boleh dimiliki 100% oleh si pemenang dan semua yang mengikuti lomba tadi boleh menggunakan 100% fasilitas kantor untuk memenangkan ajang lomba itu. Bahkan kawan saya itu memberikan hadiah tambahan berupa uang tunai sebesar 5 juta rupiah pada personal yang bisa masuk 10 besar. Tentu saja tantangan menarik itu disambut meriah oleh karyawan si teman tadi karena hadiah uang sebesar itu sangat menggiurkan buat karyawan yang rata-rata berpenghasilan dibawah 2 juta sebulan, apalagi tanpa mengeluarkan modal sebab boleh menggunakan fasilitas kantor dan dilakukan pada saat jam kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah pengumuman itu dikeluarkan semuanya bersemangat bekerja untuk meraih kemenangan lomba itu. Tapi ternyata tidak semua orang bersemangat, ada satu orang yang tampak tidak peduli dengan tantangan kawan tadi dan tidak peduli dengan kesibukan teman-teman sekantornya yang bekerja keras untuk meraih hadiah-hadiah yang dijanjika. Seseorang ini tetap tampak santai dalam bekerja dan bener-bener tidak terpengaruh oleh semangat semua teman sekantornya. Yang dilakukannya hanya benar-benat terfokus pada kewajiban kantor dan tidak lebih dari itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-1699" title="gift-packages_300" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/04/gift-packages_300.jpg" alt="gift-packages_300" width="126" height="150" />Sikap dari satu orang tadi tidak luput dari pengamatan kawan saya itu. Dia benar-benar heran akan sikap seorang anak buahnya, dimana seluruh rekannya sibuk berjuang yang satu ini benar-benar tidak peduli. Rasa penasaran kawan saya membuat meeting mingguan diperusahaannya dipercepat, dia pingin tau progress kerja anak buahnya dalam meraih hadiah lomba tersebut dan hanya di dalam forum rapat kawan saya dapat mengorek – ngorek keteranggan atas sikap aneh seorang anak buahnya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kawan tadi benar-benar gak habis piker kenapa ada mahkluk yang sama sekali tidak tertarik dengan hadiah uang dengan jumlah yang relative besar yang bisa diraih dengan cara yang relative mudah. Akhirnya ditengah-tengah keputus asaannya akan sikap aneh anakbuahnya itu, kawan saya menutup rapat dengan mengatakan sekali lagi dengan tegas akan peluang hadiah buat yang menang dan ‘peluang ancaman hukuman’ buat karyawannya yang gagal masuk dalam kategori pilihan untuk lomba itu. Menurut kawan saya semua karyawannya pasti berpeluang untuk masuk – saya lupa, 20 besar atau 50 besar – sebab lomba itu memang sangat mudah buat ditembus oleh karyawan kawan saya yang rata-rata berprestasi semua hanya apabila mereka sedikit bekerja ekstra lebih keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi kawan bilang buat yang gagal maka diberi denda untuk membayar sebesar 1 juta rupiah dimana uang itu akan dipergunakan untuk makan-makan kemenangan besar mereka. Tidak dinyana setelah keputusan akan jatuhnya hukuman denda itu disepakati bersama terjadiu perubahan sikap dan kinerja dari seseorang karyawannya tadi. Yang seorang ini, yang tadinya gak peduli sama sekali menjadi paling bersemangat dan paling keras bekerja untuk memenuhi target lomba yang sudah diputuskan perusahaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Perubahan sikap drastis itu tidak luput dari pengamatan kawan saya. Dari situ dia mencoba menyimpulkan bahwa ada dua sifat karyawan, ada karyawan yang bisa dipacu semangatnya dengan hadiah dan ada karyawan yang hanya bisa dipacu semangatnya dengan ancaman hukuman.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang bisa dipacu dengan hadiah sama sekali gak peduli bila diancam dengan hukuman, seberat apapun hukuman sampai ancaman pemecatan tidak akan berakibat apapun pada semangat  dan kinerja karyawan yang haus hadih atau reward. Begitu pula sebaliknya hadiah sebesar apapun tidak akan membuat seorang karyawan terpacu semangat kerjanya, tapi jika diancam dengan sedikit hukuman atau punishment saja bisa membuat kinerja karyawan yang takut hukuman melesat kencang seperti meteor.<img class="alignleft size-full wp-image-1700" title="images" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2010/04/images.jpg" alt="images" width="111" height="164" /></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah peristiwa itu sikawan selalu memancing kinerja seorang karyawannya itu dengan hukuman sedang buat mayoritas karyawannya yang lain selalu dipancing dengan hadiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Wah dongeng ini sangat menarik sekali buat saya, sampai jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari saya baru tersadar untuk pulang. Teori dua jenis karyawan ini sangat menarik dan berharga mahal, sebab logikanya siapa sih yang gak mau hadiah kan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata orang yang gak doyan hadiah itu ada dan hanya takut dengan hukuman, sebaliknya ada juga orang yang gak takut dengan hukuman.</p>
<p style="text-align: justify;">Dunia ini memang unik apalagi dunia entrepreneur!!!</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2010/04/18/punishment-n-reward/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>melamar dilamar merger</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/07/22/melamar-dilamar-merger/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/07/22/melamar-dilamar-merger/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 04:18:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[design]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[kkn]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[peragaan busana]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<category><![CDATA[virus entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[jam 8 pagi itu saya janjian sama mas rozy di giant pondok gede untuk jalan bareng, tapi sebelom semuanya dimulai mas rozy ngajakin saya sarapan pecel empal dulu di daerah pondok kelapa.   warung pecel ankring itu rame sekali dan katanya sebelum siang sudah ludes. 
habis sarapan kami mluncur kerumah pak hantiar dan bu waru di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://comps.fotosearch.com/comp/IGS/IGS141/boxing-champion_~EV208-012.jpg"><img class="alignleft" src="http://comps.fotosearch.com/comp/IGS/IGS141/boxing-champion_~EV208-012.jpg" alt="" width="143" height="112" /></a>jam 8 pagi itu saya janjian sama mas rozy di giant pondok gede untuk jalan bareng, tapi sebelom semuanya dimulai mas rozy ngajakin saya sarapan pecel empal dulu di daerah pondok kelapa.   warung pecel ankring itu rame sekali dan katanya sebelum siang sudah ludes. <span id="more-542"></span></p>
<p style="text-align: justify;">habis sarapan kami mluncur kerumah pak hantiar dan bu waru di daerah pahlawan revolusi. ternyata rumah beliau itu di berada suatu komplex perumahan yang gak asing buat saya. dijaman saya masih sma kalo mau bolos saya selalu janjian ketemuan dengan seorang kawan di warung rokok yang berada tepat di depan jalan masuk ke komplex itu, warung itu masih ada cuman yang jual sudah berganti ke anaknya. sang bapak dimana saya sering ngutang rokok sudah meninggal. wah memori jaman sma terkuak lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">sampai juga kami dirumah beliau yang merangkap ruang pamer dari usaha garmen batiknya. rupanya diantara sesama entrepreneur itu ada semacam persamaan yang tidak tertulis, rata-rata dari kami jarang mandi pagi kecuali ada tamu atau jika hendak keluar. pak hantiar juga sama, beliau terpaksa segera mandi karena tau kalau kami mau datang.</p>
<p style="text-align: justify;">yang bikin heran lagi, di rumah merangkap outlet itu gak ada karyawannya sama sekali padahal menurut saya dengan usaha sebesar itu seharusnya beliau memerlukan karyawan untuk membantu dalam perputaran usaha. rupanya ada pernyataan yang menarik disini, karyawan beliau gak ada yang betah bekerja disana karena virus yanng di tebar pak hantiar dan bu waru itu menyebar tanpa pilih-pilih sasaran. virus entrepreneur yang mereka sebar itu ampuh sekali menular ke karyawan mereka karena interaksinya yang relatif akrab. jadi gak ada karyawan mereka yang betah bekerja lama disana, paling lama menurut beliau berdua hanya sekitar enam bulan kemudian mengundurkan diri karena hendak membuka usaha sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">mungkin ini juga yang bisa dijadikan pelajaran buat saya dalam menyebarkan virus-virus entrepreneur itu, bisa jadi yang tertular pertama dan terparah adalah orang dekat disekitar saya seperti  para karyawan. jadinya kalo memang niat jadi penyebar virus, syarat yang pertama harus ikhlas ditinggal karyawan kita yang mengundurkan diri buat membuka usaha sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">obrolan dilanjutkan di tikat dua rumah beliau yang juga difungsikan sebagai kantor. disana beliau kemudian bercerita pada kami tentang petualangannya menjadi entrepreneur semenjak lulus kuliah. beliau mengaku hampir tidak pernah bekerja menjadi karyawan secara formil yang ada beliau menjadi karyawan karen  &#8217;salah kedaden&#8217; (bahasa indonesianya apaan ya) tadinya secara kesepakatan kerja adalah magang tapi pada prakteknya pak hantiar disana diperlakukan sebagai karyawan yang juga dievaluasi pola kerja dan hasil kerjanya. jelas pak hantiar gak kerasan, cuman tiga bulan disitu trus beliau langsung cabut.</p>
<p><a href="http://www.arielbravy.com/photoblog/images/20060802010313_knock%20out%20kick.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.arielbravy.com/photoblog/images/20060802010313_knock%20out%20kick.jpg" alt="http://www.arielbravy.com/photoblog/images/20060802010313_knock%20out%20kick.jpg" width="136" height="90" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">pak hantiar menghabiskan masa kuliah di jogja, menurut pengakuannya beliau ini anak tehnik yang salah pilih kos-kosan sehingga banyak temannya justru bukan anak tehnik melainkan anak desain (garmen) karena itu maka setelah lulus, bisnis pertama yang dirintisnya dan kawan-kawan adalaah di bidang design, dimana team mereka sering mengikuti lomba2 dan menang sehingga kebanjiran order. tapi karena berdomisili di jogja sedang kancah pertempuran design kebanyakan di ibukota, pak hantiar merasa bisnisnya berjalan lambat. beliau ingin hijrah ke jakarta tapi kawan satu teamnya banyak yang gak setuju. karena perbedaan pendapat itulah team bisnis beliau bubar dan akhirnya pak hantiar  sendirian melanjutkan mimpinya ke jakarta, yang kemudian terjebak jadi karyawan selama tiga-empat bulan.</p>
<p style="text-align: justify;">saya lupa apa yang terjadi pada beliau sampai kemudian beliau menemukan bisnis baru yang gerakannya sesuai dengan bidang studinya yaitu tehnik. tapi bisnis ini penuh dengan bau kkn yang kental. seperti yang kita ketahui bersama bisnis yang berbau kkn pasti cepat berjaya dan menghasilkan banyak uang. itu juga yang terjadi pada pak hantiar, sebelum tahun 2005 beliau sudah jadi semi jutawan yang punya kantor di salah satu lantai gedung bertingkat kawasan sudirman. katanya pada tahun itu beliau bisa menggaji seorang karyawan yang jadi team ahli pada kisaran angka tujuh jutaan, dan beliau punya tiga-empat anggota team ahli itu. kebayangkan berapa gaji atau penhassilan pak hantiar sebagai boss besar. mobil mewah dan seoprang sopir siap mengantar beliau kemana-mana untuk negosiasi bisnis. poko&#8217;e hebat deh.</p>
<p style="text-align: justify;">yang namanya bisnis model kkn biasanya gak bertahan kalo cantelannya gak kuat. ini juga yang beliau alami saat itu. bisnis beliau banyak nyantel dan mensupport salah satu departemen. nah pada suatu saat pejabat penting di departemen tersebut yang biasa memberi order pada beliau dimutasi dalam suatu program mutasi besar-besaran di departemen tersebut karena  saat itu sedang ganti president. pejabat baru yang berkuasa merasa gak kenal pak hantiar dan belum pernah mencoba manisnya upeti dari beliau menolak mengakui tender yang sedang berjalan sedang pak hantiar saat itu sudah terlanjur banyak keluar biaya operasional dan tidak segera mendapatkan back up keuanga, seperti yang bisa kita duga, beliau langsung bangkrut dengan sukses dan langsung menanggung banyak hutang.</p>
<p style="text-align: justify;">petualangan beliau dalam menghadapi para penagih hutang cukup seru juga tapi itu nanti saya cerita dalam topik lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">tahun 2005 setelah sempat menikmati kemewahan berbisnis, pak hantiar kembali menjadi pengangguran dengan banyak hutang. petualangan berikutnya saya gak begitu jelas karna suguhan buah kelengkeng dimeja lebih menarik perhatian saya. saat lengkeng di meja tamat riwayatnya cerita beliau sudah sampai bertemu dengan pak roni dalam suatu perjalanan di malaysia yang kemudian berlanjut menjaadi persahabatan diantara mereka. suguhan lain dimeja kembali menyita perhatian saya, sehingga saya lupa apa yang jadi sebab pak roni kemudian mengajak pak hantiar untuk bikin sebuah forum bisnis yang menghadirkan pak haji alay hanya karena ada pembaca di blog pak roni yang berkomentar kalau pak haji hanyalah tokoh fiktif rekaan pak roni belaka.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.telegraph.co.uk/telegraph/multimedia/archive/01387/floyd_mayweather_1387530c.jpg"><img class="alignright" src="http://www.telegraph.co.uk/telegraph/multimedia/archive/01387/floyd_mayweather_1387530c.jpg" alt="" width="122" height="118" /></a>pak roni pingin membuktikan kalau pak haji itu real dan bukan fiktif, maka kemudian mengajak pak hantiar dan beberapa kawan lainnya bikin forum yang merupakan cikal bakal lahirnya TDA. dalam forum itulah kemudian pak haji yang ternyata merupakan sosok real itu menawarkan stand-stand kosong di tanah abang untuk di pakai berbisnis. istilah &#8216;tangan diatas lebih mulia daripada tangan dibawah&#8217; yang dilontarkan saat itu berhasil membakar ego seluruh peserta sehingga tawaran atau mungkin lebih bisa disebut sebagai tantangan pak haji ini diterima oleh seluruh peserta yang hadir.</p>
<p style="text-align: justify;">jelas donk pak hantiar termasuk yang berdiri di barisan paling depan. beliau terima tantangan itu dan langung buka toko, kalo gak salah dua stand sekaligus. berikutnya beliau bingung dua stand toko yang luas itu mau diisi dagangan apaan tapi memang kalo sudah niat itu pasti selalu ada jalan keluarnya. gak disangka ada kawan yang punya kenalan juragan batik dan bertanya apakan mau dagang batik saja. sebagai entrepreneur gak ada kata tidak dalam kamus pak hantiar. tawaran disambar dan beliau temui juragan batik tersebut, dengan kealian bernegosiasi yang berjurus &#8217;speak-speak bull shit&#8217; nya dan dengan dalih modal sudah habis buat sewa toko pak hantiar bisa dapatkan barang dagangan buat ngisi tokonya dengan sistim konsinyasi pembayaran dibelakang.</p>
<p style="text-align: justify;">sekarang mulailah petualangan baru pak hantiar sebagai pedagang batik. lebih lanjutnya saya lupa apa saja yang terjadi dalam hari-hari beliau sebagai pedagang batik, tapi ada yang saya ingat. di depan toko batik beliau ada toko batik juga yang ramai yang cukup mengganggu pikiran beliau.  beliau tertarik dengan toko itu dan pingin memilikinya, akhirnya beliau berpikir keras bagaimana ya cara yang cerdas supaya bisa mengakuisisi toko tersebut. akan keren jadinya kalo punya tiga toko dalam waktu yang gak terlalu lama. gak disangka-sangka pengelola toko tersebut adalah seorang cewek cakep yang lihai berbisnis. sebagai seorang entrepreneur yang punya jam terbang tinggi maka cara termudah untuk mengakuisisi toko tersebut adalah dengan merger dengan sang pengelola toko. segera diaturlah rencana dan kemudian pendekatan dilakukan oleh pak hantiar, dan entah dengan jurus dan ilmu apaan, (saya gak dikasih tau jurus-jurus yang dipakainya) pengelola toko didepan yang gak lain adalah bu waru bersedia menerima pinangan pak hantiar. maka sukseslah rencana tersebut, toko dimerger sekaligus pemiliknya sekalian. yup, pak hantiar akhirnya menikahi bu waru.</p>
<p style="text-align: justify;">cita-cita tercapai bisa punya tiga toko dalam waktu singkat plus dapat seorang istri sebagai partner bisnis. sejarah berikutnya semua dari kita sudah pada tau kalau satu-persatu penerima tantangan dari pak haji menutup toko mereka masing-masing. pak hantiar dan bu warupun gak ketinggalan mengikuti trend tersebut. dan mereka pun mulai dari awal lagi, merintis bisnis batik dari rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">seperti yang saya dan mas rozy liat selama mengikuti perjalanan beliau berdua sepanjang hari, pasangan pebisnis ini sangat kompak. disini bu waru bertidak sebagai operasional marketing dan logistik sedang pak hantiar lebih ke managemen perusahaan merangkap sopir pribadi. dengan kekompakan ini memang sepertinya gak terlalu sulit buat beliau berdua dalam meraih pasar dan mengikuti berbagai event pameran di dalam dan luar negeri. perlahan tapi pasti bisnis mereka pun berkembang. dengan kekompakan itu pula beliau berdua bisa meraih berbagai suport dari berbagai lembaga pemerintah ataupun swasta yang sangat menunjang perkembangan bisnis mereka. seperti yang pak hantiar bilang, sekarang perusahaan mereka merupakan maskot dan anak emas yang menjadi ukm percontohan dalam binaan sebuan bank milik pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify;">perjalanan sehari dengan pasangan yang luar biasa ini bikin saya tambah semangat apalagi keluar sebuah teori dari beliau, &#8216;dalam kondisi apapun terpuruk atau bejaya tangan kita sebagai seorang entrepreneur harus tetep diatas &#8211; seperti seorang petinju&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">petinju merupakan contoh yang terdekat karena kita tau seorang petinju dikatakan menang atau bisa melanjutkan pertarungan jika berhasil mengacungkan tangannya keatas. makanya dalam setiap pertarungan tinju yang kita saksikan seorang petinju yang di warning oleh wasit karena terjatuh atau lemah tetap diijinkan melanjutkan pertarungan jika dalam hitungan satu sampai sepuluh bisa mengacungkan kedua tanggannya. makanya  seorang petinju yang terjatuh selalu berusaha tetap mengupayakan tangannya berada diatas supaya tidak dianggap menyerah oleh wasit. petinju yang menang dalam petarungan pun baru dianggap sah sebagai juara bila tangannya diangkat keatas oleh wasit.<a href="http://www.inboxity.com/content/Girls-Beautiful-Boxing.jpg"><img class="alignright" src="http://www.inboxity.com/content/Girls-Beautiful-Boxing.jpg" alt="" width="176" height="132" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">tangan harus selalu berada diatas sebagai tanda tak kenal menyerah dan menyatakan semangat buat terus berjuang.</p>
<p style="text-align: justify;">dari perjalan beliau berdua, saya semakin yakin bahwa seorang entrepreneur yang direstui oleh pasangannya, apalagi jika mereka membentuk suatu team kerja bersama akan lebih mudah untuk mencapai kemajuan dalam perkembangan bisnisnya dari pada entrepreneur yang berjalan sendirian tanpa melibatkan pasangannya sama sekali bahkan hanya untuk sekedar tau dan mengerti bisnis apa yang sebenarnya sedang diterjuni.</p>
<p style="text-align: justify;">perjalanan saya dan mas rozy mengikuti pak hantiar dan bu waru terpaksa harus saya akhiri di arena lomba  design dan pagelaran busana muslim yang diikuti oleh team design yang di pimpin oleh bu waru. dalam lomba yang seluruh modelnya adalah model-model keren dari look modeling itu  bikin saya terkesima juga , karena bertemu dengan begitu banyak artis cantik yang jadi model untuk peragaan busana di malam itu. artis yang cantik-cantik itu sliwar sliwer didepan mata saya sehingga bikin saya enggan berkedip.</p>
<p style="text-align: justify;">untung sebelum sampai di lokasi pak hantiar sudah berpesan pada kami bahwa jika melihat seorang wanita yang menarik perhatian, cukup hanya pada pandangan pertama saja dan jangan sampai berlanjut pada pandangan kedua, ketiga dan seterusnya karena bisa berbahaya, sebab pada pandangan mata lebih dari pandangan pertama, otak kita sudah ikut bekerja dan menganalisa kenapa wanita itu menarik buat kita, ini yang berbahaya karena sudah mulai menilai secara fisik dan bisa berlanjut kemana-mana.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi pada prakteknya saya kesulitan buat menjalankannya, sebab pandangan mata saya begitu melihat wanita yang menarik dan cantik secara otomatis pindah dari pandangan mata pertama langsung ke pandangan mata kesepuluh tanpa sempat saya rem. dari pada beliau melihat mata saya yang liar jelalatan mendingan saya buru-buru pamit karena memang malam itu saya sudah ditunggu oleh teman kencan saya di kawasan sudirman yang ngajak dinner bareng.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/07/22/melamar-dilamar-merger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>journey to west</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/07/19/journey-to-west/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/07/19/journey-to-west/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 14:12:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[bandara sukarno hatta]]></category>
		<category><![CDATA[dangdut]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[master  mind]]></category>
		<category><![CDATA[motor gede]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>
		<category><![CDATA[raja sandal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[ternyata kluyuran saya ke jakarta kemaren ini selama empat hari tiga malam membawa banyak pengalaman yang sangat berarti buat saya. akibatnya tumpukan wawasan dan pengetahuan yang saya peroleh dari &#8217;street smart&#8217; jadi semakin bertambah deh.
awalnya saya sempet &#8216;tenger-tenger&#8217; (apa ya bahasa indonesianya) di bandara sukarno hatta setelah mentadari bahwa saya nyampe terlalu pagi, jam 8. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">ternyata kluyuran saya ke jakarta kemaren ini selama empat hari tiga malam membawa banyak pengalaman yang sangat berarti buat saya. akibatnya tumpukan wawasan dan pengetahuan yang saya peroleh dari &#8217;street <a href="http://www.primaironline.com/images_content/20090625bandara.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.primaironline.com/images_content/20090625bandara.jpg" alt="" width="110" height="103" /></a>smart&#8217; jadi semakin bertambah deh.<span id="more-529"></span></p>
<p style="text-align: justify;">awalnya saya sempet &#8216;tenger-tenger&#8217; (apa ya bahasa indonesianya) di bandara sukarno hatta setelah mentadari bahwa saya nyampe terlalu pagi, jam 8. ternyata walaupun telat mbak sri yang saya naiki dari surabaya ke jakarta tetep saja nyampenya terlalu pagi menurut saya. jam segitu biasanya saya baru bangun. emang sih tadi dalam pelukan mbak sri saya juga tertidur lelap, pas nyampe saya langsung terbangun tapi karena ternyata bangunnya gak berada diranjang empuk saya, bikin otak di kepala saya blank sangat lama.</p>
<p style="text-align: justify;">turun dari mbak sri sampe dipelataran saya masih bingung tentang keberadaan saya, sampe saya trus pesen ayam dan kentang goreng, baru deh otak saya loading dengan normal. jam baru menunjukkan pukul 8 pagi sementara acara saya jam 19 malam dan saya gak punya rencana sama sekali mau ngapain selama disana sambil nunggu jam 19 malam, trus saya liat tiket pulang trnyata hari sabtu jam 17.30. saya tepuk-tepuk kepala saya, kok bisanya-bisanya ngluyur ke jakarta segitu lama tanpa punya rencana mau ngapain aja. biasanya saya ke jakarta buat belanja, tapi kali ini nggak ada agenda itu karena saya baru dapat kiriman banyak. trus saya juga lagi gak pingin main kerumah adik-adik saya di bintaro.<a href="http://poetli.files.wordpress.com/2009/01/93021954999l.jpg"><img class="alignright" src="http://poetli.files.wordpress.com/2009/01/93021954999l.jpg" alt="" width="130" height="105" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">lama saya tenger-tenger sambil kemudian teringat beberapa karib yang ada di jakarta,  saya mulai telponin mereka satu persatu, jawabannya cukup menyedihkan karena mereka baru bisa nemenin saya setelah pulang kerja jam 17. wuih masih lama sekali. dalam kondisi putus asa saya tekan-tekan nomornya mas rozy salah seorang dari duo jumbo raja sandal. setengah putus asa saya telpon dia, ternyata harapan terakhir yang tipis ini justru yang membawa berkah, mas rozy lagi nganggur dan dengan senang hati nemenin saya jalan-jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">alhamdulillah saya langsung bikin janji sambil tersenyum-senyum inget komentar seorang kawan tadi pas saya telpon dia. &#8220;gilee loe ya rai bisa-bisanya loe nyampe jakarta tanpa rencana padahal di jakarta segitu lama dan loe baru bingung sesampenya di bandara&#8221; gitu deh kalo lagi kumat, kaki ini bisa melangkah tanpa kendali. sesaat saya selesai bikin janji dengan mas rozy dan saya siap berkemas ternyata didepan saya duduk seorang cewek yang sepertinya saya kenal. entah gimana kayaknya gak sadar gitu tiba-tiba saya menemukan diri saya sedang ngobrol asik dengan cewek itu. walaupun saya sebut dia cewek sebenarnya usianya gak beda dengan saya bahkan setahun lebih tua diatas saya. saking asiknya saya baru sadar kalo ada janji lunch di kpp tanah abang, itu juga karena alarm hp bunyi pas jam 13, wuihh gak kerasa jam 8.30-jam 13.00 saya ngobrol engan cewek itu. gak ngerti juga ngobrolin apaan dan bisa selama itu ngobrolnya. <a href="http://foto.detik.com/images/content/2007/01/02/157/cengkareng6.jpg"><img class="alignright" src="http://foto.detik.com/images/content/2007/01/02/157/cengkareng6.jpg" alt="" width="107" height="125" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">setengah mati saya pamit ke doi dan baru jam 13.45 saya bisa berada di bis damri menuju kpp tanah abang. jadinya saya batalin janji degan raja sandal hari itu dan saya sampe juga di kpp tanah abang dengan telat dan gak ketemu dengan orang yang saya tuju tapi saya tetep bisa lunch disana karena ditraktir sama teman lama. sambil nunggu sore jam pulang kantor saya tiduran di masjid kpp sampai ba&#8217;da asar, banyak orang disana yang juga tiduran, itu yang bikin saya tidak sungkan, apalagi mereka tiduran lengkap dengan seragam batik dan keplek nama di saku. nikmat juga kelakuan orang-orang itu pada hari kerja, saat saya sampe di kpp jam 14-an banyak meja kerja yang kosong dan saat saya tiduran di masjid banyak dari mereka yang tiduran juga disana. nah setelah sholat asar sambil menunggu jam pulang pukul 17, yang tadi tiduran bergerak kembali keruangan sepertinya tapi sebagian yang selesai sholat asar nggeletak di masjid sambil memejamkan mata. karena masih banyak kawan disana, saya lanjutkan tidur saya sampe hp bunyi dan kawan ngajakin brangkat menuju lokasi resepsi.</p>
<p style="text-align: justify;">agenda utama saya memang datang ke jakarta karena undangan seorang kawan yang punya hajat nyuunatin anaknya. yang bikin menarik, kawan ini sekarang berprofesi sebagai salah satu mandor di pasar induk kramat jati, meneruskan profesi almarhum ayahnya. yang bikin menarik berikutnya adalah, beliau ini menyunatkan putra keduanya dari istri pertamanya.</p>
<p>yup, kawan ini berpoligami dan ini merupakan kawan saya satu-satunya yang berpoligami, tentunya bisa donk diminta bercerita kiat-kiatnya apalagi saya tau almarhum ayahnya pun tidak berpoligami dan mereka tetep kumpul di suatu lokasi tempat tinggal yang sama. kawan saya dan dua istrinya plus ibu kandung kawan tadi. beliau memang anak tunggal.<a href="http://oediku.files.wordpress.com/2008/11/puncak-merbabu.jpg"><img class="alignright" src="http://oediku.files.wordpress.com/2008/11/puncak-merbabu.jpg" alt="" width="130" height="102" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">wah tepat seperti dugaan saya, cerita menarik saya dapatkan, selain itu tamu yang datang juga merupakan pemandangan unik. sebagai mandor yang sukses, kawan tadi mengundang pasukan kuli dan preman dari pasar induk tapi undangan tidak hanya dari strata itu saja. sepasukan pria parlente yang datang naik motor gede juga hadir disana dan akrab dengan kawan tadi, padahal saya liat sang kawan sama sekali gak punya motor gede. rupanya beliau ini sukses berat dalam membangun network, semua strata sosial bisa beliau kumpulkan dalam hajatannya. sunatan party itu unik sekali, selain tamu undangan yang hadir juga karena diadakan pada hari kerja, hari rabo dan berlangsun 24 jam. saya dateng malam hari dan dihibur oleh musik dangdut, sedangkan dari crita beberapa kawan yang datang pagi dan siang acaranya adalah kasidahan dan pembacaan ayat suci al&#8217;quran. ada lagi yang saya dapatkan, ternyata walaupun hiburannya hanya dangdutan dan tempat pertunjukannya di halaman rumah, saweran yang diberikan para pria kepada penyanyi dangdut minimal lima puluh ribu rupiah, dan para pria yang nyawer itu tidak selamanya berbusana parlente, tapi lipetan uang 50rb-nya tebel banget. <a href="http://hermawan.net/modules/news/images/dewi%20persik.jpg"><img class="alignright" src="http://hermawan.net/modules/news/images/dewi%20persik.jpg" alt="" width="150" height="101" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">saya tau karena diminta duduk sama kawan tadi di meja terdepan, karena dianggap tamu kehormatan, satu-satunya yang dari luar kota, surabaya pula. tapi lokasi duduk tadi bikin minder dan bikin keringet dingin mengalir sebab dikanan kiri saya cepat sekali uang 50rb meluncur ke arah tubuh si penyannyi kecuali dari saya. itu sebabnya saya disindir-sindir sama penyannyi. itu pula yang bikin saya gak betah dan segera pamit walaupun penyanyinya sexy-sexy.</p>
<p style="text-align: justify;">saya pun keluar dari acara party dan menuju kerumah teman tempat dimana saya akan tidur malam itu, teman lama saya juga yang menyambut dengan ramah. kami ngobrol-ngobrol sampe jam 2 dini hari baru tertidur, tapi gak lama jam 6 pagi saya dibangunkan lagi oleh beliau yang pamit mau antar anaknya sekolah dan saya disuruh siap-siap karena kalo mau berangkat bareng jam 8.30 harus rapi. wah-wah rupanya tinggal di dunia karyawan memang harus bigini ya, biasanya jam segini saya masih pules.<a href="http://novanda.indonetasia.com/wp-content/uploads/2009/07/walk.jpg"><img class="alignright" src="http://novanda.indonetasia.com/wp-content/uploads/2009/07/walk.jpg" alt="" width="151" height="113" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">ya selama dua hari itu saya bergaul dengan karyawan, yang baru bisa bergerak selelah jam 17, saat pulang kantor, yang bisa meninggalkan meja kerjanya setiap saat hanya untuk tidur di masjid dan yang harus bangun pagi-pagi buat brangkat ngantor.</p>
<p style="text-align: justify;">perasaan berat hati karena harus bangun pagi juga dirasakan mas rozy yang menjemput saya. sebagai entrepreneur di bidang persandalan yang sudah berjalan beliau bisa setiap saat meninggalkan bisnisnya tanpa harus kehilangan penghasilan dari situ.</p>
<p style="text-align: justify;">hubungan saya dengan beliau ini cukup dekat walaupun kami masing-masing tidak menyadari. selain dulu saya diundang beliau bergabung di mm-nya di surabaya, saya bisa bergabung dalam mm juara karena jasa beliau, saya berhasil disetujui untuk terdaftar dalam milist tda surabaya juga karena beliau yang bisa mempengaruhi partnernya di raja sandal yang kebetulan juga pengelola milist tda surabaya untuk menyetujui nama saya dalam milist. beliau ini sangat aktif dalam membangun semangat entrepreneurnya. saat kami berkenalan beberapa tahun yang lalu saya sudah jadi tokoh entrepreneur surabaya sedang beliau belum apa-apa. dan beliau ini paling rajin menghubungi saya untuk bertanya macam-macam hal yang kalau saya tidak faham tentang yang ditanyakan segera saya minta beliau untuk menghubungi tokoh lain yang lebih mumpuni.<a href="http://syafaalqadri.files.wordpress.com/2009/01/79327394_d6979d6d972.jpg"><img class="alignleft" src="http://syafaalqadri.files.wordpress.com/2009/01/79327394_d6979d6d972.jpg" alt="" width="83" height="126" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">saat satu mm-pun saya secara tidak saya sadari bikin kuping beliau panas dan akhirnya itu yang  bikin  beliau menjalankan teori saya yang saya ucapkan juga hanya supaya beliau panas. tapi efek panas itu luar biasa dan bikin raja sandal bisa menjual sistimnya seharga 60 juta. itu perjualan perdananya yang spektakuler, yang mengagetkan siapa saja yang mendengar termasuk saya dan duo jumbo itu sendiri. ternyata pertanyaan serius yang dijawab dengan jawaban asal yang bikin kuping panas jika dijalankan dengan kesungguhan hari bisa membuahkan hasil yang luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Peristiwa berikutnya yang saya ingat adalah saat mas rozy sudah pindah ke jakarta. suatu malam saya disapa beliau melalui YM. beliau mengeluh tentang kebosanannya yang luar biasa sebagai karyawan tapi beliau tetep belum berani mengambil keputusan untuk mengundurkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">saya dengarkan keluhan beliau, sampai saya ada kesempatan komentar. saya tanya beliau sudah berapa lama tersiksa kebosanan itu, jawabnya sudah lama,</p>
<p style="text-align: justify;">trus saya tanya lagi kalo keluar dari pekerjaannya kira-kira biosannya hilang nggak, jawab beliau pasti hilang.<a href="http://www.doncroner.com/uploaded_images/lanzhou.100-745949.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.doncroner.com/uploaded_images/lanzhou.100-745949.jpg" alt="" width="144" height="119" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">saya tanya lagi kalo keluar dari kerjaan kira-kira penghasilannya kurangg nggak, jawab beliau justru penghasilannya setelah keluar lebih dari semasa kerja dan justru dia punya waktu luang untuk semakin meningkatkan penghasilannya.</p>
<p style="text-align: justify;">mendengar jawaban beliau, saya bilang hanya orang bodoh kalo gak saya bilang goblok ya (saya lupa) yang tetep bertahan pada pekerjaannya sebagai karyawan sementara hati nuraninya yakin sebenarnya dia bisa hidup lebih nikmat bila mengundurkan diri dari pekerjaannya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">sepertinya mas rozy emosi mendengar jawaban saya. trus nanya lagi, emang sebagai entrepreneur gak ada resiko, trus kalo lagi sumpek apa yang harus dilkerjakan, saya bilang resiko itu ada dimana-mana tidak hanya bila berprofesi sebagai entrepreneur, trus saya juga bilang sama beliau kalo saya sumpek saya pasti cankruan dan ngobrol-ngobrol dengan orang yang levelnya lebih rendah dari saya tapi punya masalah yang lebih berat dari saya. dari mereka itu saya belajar menenangkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">rasanya darah mas rozy kini jadi lebih mendidih lagi. beliau saat itu cuman bilang gak bakalan lagi mau kalo saya ajak cangkruan, karena pasti saat itu saya sedang punya masalah sedang dia yang diajakin cangruan adalah sebagai pengayom yang levelnya lebih rendah dan punya masalah lebih berat. setelah bicara begitu hubungan terputus, beliau pergi tanpa pamit. saya agak merasa bersalah saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">perasaan bersalah saya menjadi-jadi setelah saya dapat emel dua hari kemudian yang menyatakan kalo mas rozy resmi sudah mengundurkan diri dari kantornya. waduh, jangan-jangan karena omongan saya neeh. saya berusaha menghubungi beliau, agak susah memang, saya pikir beliau marah sama saya, eh nggak taunya sambil ketawa-ketawa beliau ngucapin terima kasih sama saya karena berkat ngobrol sama saya itu maka bulatlah tekadnya buat mengundurkan diri sebagai karyawan. saya masih melongo-longo mendengar jawaban itu, sambil mikir sebenarnya siapa ya yang gendeng?<a href="http://sudhew.files.wordpress.com/2008/10/gila-gilaan.jpg"><img class="alignright" src="http://sudhew.files.wordpress.com/2008/10/gila-gilaan.jpg" alt="" width="144" height="107" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">tapi rupanya mas rozy serius bicara walaupun sambil ketawa-tawa, karena sampai saat ini saya sudah beberapa kali dengar cerita tentang pengunduran dirinya itu akibat ngobrol sama saya. dan cerita itu saya dengar beberapa kali dari mas rozy langsung saat saya diperkenalkan oleh beliau kerelasinya atau saya dengar dari orang lain yang bercerita penuh kagum atas kesuksesan bisnis mas rozy.</p>
<p style="text-align: justify;">jadi sebenarnya siapa ya yang gendeng?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/07/19/journey-to-west/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>menjengkelkan sekali</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/05/menjengkelkan-sekali/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/05/menjengkelkan-sekali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 05:10:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[jengkel]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[profesional]]></category>
		<category><![CDATA[sistem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[pada saat saya memulai usaha baru setelah masa kebankrutan saya sekitar tahun 2005-2006, saya sama sekali tidak inging menggunakan tenaga karyawan dalam membantu usaha saya.  
hal ini dikarenakan pengalaman buruk saat itu dimana saya belum punya kemampuan yang baik dalam mengelola karyawan (sampai saat ini pun sesungguhnya kemampuan saya tidak jauh berbeda) saat itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pada saat saya memulai usaha baru setelah masa kebankrutan saya sekitar tahun 2005-2006, saya sama sekali tidak inging menggunakan tenaga karyawan dalam membantu usaha saya.  <img class="alignright" title="GREGETAN" src="http://www.coastcounselingcenter.com/media/panic.jpg" alt="" width="350" height="263" /><span id="more-176"></span></p>
<p>hal ini dikarenakan pengalaman buruk saat itu dimana saya belum punya kemampuan yang baik dalam mengelola karyawan (sampai saat ini pun sesungguhnya kemampuan saya tidak jauh berbeda) saat itu berdasarkan evaluasi saya dalam menganalisa penyebab kebankrutan, salah satu sebabnya dan ini sepertinya yang utama adalah salah langkah dalam pengelolaan sumber daya terutama karyawan.</p>
<p>saat itu saya masih tangani semua urusan sendiri, semua kebijakan sepihak berasal dari saya, jadi arahnya dari atas ke bawah. apalagi didukung oleh sifat saya yang temperamental, mudah emosi, keras dan mau menang sendiri sehingga kondisinya hampir tidak ada masukan dari bawah ke saya.</p>
<p>saya hanya andalkan satu orang sebagai wakil saya, bila saya sedang berhalangan tapi itupun karena kondisi lingkungan yang otoriter sang wakil tadi hampir tidak berfungsi banyak. malahan kondisi bertambah buruk, atasan dan bawahan hampir tidak ada komunikasi. sehingga semua pihak merasa saling curiga-mencurigai satu dengan yang lainnya. hal yang tidak sehat ini terus berlangsung dan membuat lingkungan bekerja menjadi semakin tidak kondusif sampai akhirnya usaha yang saya kelola benar-benar bubar.</p>
<p>situasi yang tidak menyenangkan itu tidak ingin saya ulangi di bisnis saya yang sekarang. saya benar-benar tidak mau merekrut karyawan pada saat awal merintis bisnis baju ini, sehingga saat itu selain saya membantu istri jualan baju  saya lebih focus ke perdagangan derivatif dan investasi.  dimana semua pergerakan dalam menjalankan bisnis benar-benar bisa dilakukan sendiri.</p>
<p>tapi pada perkembangan berikutnya, saya dan istri semakin kewalahan dalam menjalankan bisnis baju ini,  disini akhirnya kami mau tidak mau harus merekrut karyawan lagi untuk meringankan tugas harian kami. apalagi kemudian dari sekedar bisnis di rumah, akhirnya kami mempunyai toko yang harus dikelola dengan baik. hampir empat tahun perjalanan bisnis ini, empat toko sudah kami miliki dan sekarang kami punya sekitar duapuluh karyawan baik yang tetap maupun yang freelance.</p>
<p>pada awal perekrutan dulu, prinsip kita dalam mencari karyawan hanya berdasarkan kesetiaan, kejujuran dan mau mengabdi serta bekerja keras. itu lebih di pengaruhi faktor keuangan yang memang tidak dianggarkan kearah pencarian karyawan yang profesional. prinsip saya waktu itu, hanya mencari orang yang dapat membantu.</p>
<p>karena memang mencari dengan spesifikasi yang rendah dapatnya juga rendah. tapi sesuai dengan kriteria yang saya inginkan, jujur, rajin, setia dan mengabdi. itu saja, tidak lebih! saya belum sama sekali kepikiran untuk investasi di karyawan yang handal, profesional dan mumpuni. sampai sekarang hampir semua karyawan yang kita punya hanya memiliki standart jujur dan rajin saja.</p>
<p>perekrutan tenaga profesional pun belum enam bulan ini kami jalankan, itupun masih profesional kelas menengah, sesuai dengan budget yang ada. sehingga sampai saat inpun saya dan istri masih banyak terlibat dalam pengarahan teknis.</p>
<p>apapun saya tetap tidak ingin kasus di bisnis pertama dulu terulang, karena saya masih merasa sifat-sifat jelek ini masih belum terlalu banyak berubah dalam diri saya. sehingga peran istri saya sangat dominan dalam pengelolaan sdm kami.</p>
<p>dalam pemberian motivasi kerja menyelesaikan sengketa antar karyawan, atau penjelasan-penjelasan visa dan misi perusahaan isteri saya yang bayak berperan. kemampuan komunikasinya bagus dan berkepala dingin sehingga peran sertanya diperusahaan membuat tidak ada lagi &#8216;jarak&#8217; antara atasan dan bawahan. sedangkan saya lebih berperan dalam pembagian kerja.</p>
<p>selama ini hampir tidak ada masalah berarti dalam pengelolaan managemen sdm kami. ketakutan saya akan terulangnya kasus dulu hampir pupus. sampai tiba-tiba saja muncul masalah yang sebenarnya sepele tapi sangat mengkelkan pada salah seorang karyawan senior saya.</p>
<p>sebenarnya masalah ini tidak secara tiba-tiba munculnya, tapi sudah cukup lama bibit-bibit penyakit ini nampak, tapi tertutup dengan pikiran positif kami bahwa ini masalah bisa cepat ditangani dan tidak semakin menjadi-jadi. tertutup juga oleh perlaku si karyawan senior ini yang memang rajin dan jujur dalam bekerja, selama ini memang dia kami unggulkan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan, dan dapat dia selesaikan dengan relatif baik tanpa keterlibatan kami secara fisik. tertutup  juga oleh sifatnya yang baik dan supel membuatnya di segani oleh teman-temanya yang lain. dia sebenarnya kami kaderkan buat menjadi leader.</p>
<p>karena sudah lama bekerja si senior ini merasa sangat senior sehingga merasa dapat bertindak lebih bebas tanpa terlalu harus berkoordinasi dengan kami, dia mulai sering memakai fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadinya, walaupun dia gunakan setelah semua pekerjaannya beres, sikapnya masih tetap kooperatif tapi sering tidak sejalan dengan aturan-aturan yang sedang kita terapkan bersama. tidak merugikan sih cukup sering bukin kami jengkel.</p>
<p>saat saya sedang menyusun sistim kerja yang baik, si senior sering bertindak diluar prosedur.  teman-temannya yang lain segan pada si senior, sedang si profesional selain usianya masih lebih muda juga sedang taraf pengenalan dengan lingkungan kerja barunya di tempat kami. kekhawatiran kami tingkah yang seperti itu menular pada karyawan yang lain sementara sistem belum lagi siap.</p>
<p>tindakan-tindakan si senior yang menurut saya sering tidak tepat ini yang sekarang bikin pusing saya dan istri. dalam kondisi ini saya bersukur karena sekarang saya berpartner dengan istri dalam menjalankan bisnis ini karena istri lebih sering berpikiran dingin dan tidak mengikuti emosinya. coba jika usaha ini masih saya kelola sendiri seperti dulu, pasti sudah tejadi ending yang buruk anatara saya dan si senior.</p>
<p>sekarang kami berdua sedang berpikir keras bagaimana mencari sikap dan tindakan yang tepat dalam penanganan si senior.</p>
<p>sedang si profesional lebih kami focuskan dalam pembuatan sistem yang harus segera jadi supaya karyawan kami yang lain tidak menjadi seperti si senior.</p>
<p><img class="alignleft" title="JENGKEL" src="http://static.seekingalpha.com/wp-content/seekingalpha/images/angrycustomer.jpg" alt="" width="333" height="250" /></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>disini kami mendapat pelajaran yang berharga dalam kasus in</strong></span>i,</p>
<p>karena kami <span style="color: #0000ff;">tidak mencari</span> yang profesional <span style="color: #0000ff;">maka dapatnya </span>juga yang tidak profesional.</p>
<p>karena <span style="color: #0000ff;">belum punya sistim </span>maka yang kami dapatkan adalah segala hal yang berjalan tidak teratur .</p>
<p>muncul <span style="color: #0000ff;">kesulitan dalam mengambil keputusan yang tepat</span> dalam permasalahan sdm <span style="color: #0000ff;">karena memang belum adanya patokan</span> berupa peraturan dan sistem yang jelas.</p>
<p>faktor <span style="color: #0000ff;">&#8216;merasa tidak enak&#8217;</span> juga menjadi penghambat dalam pengambilan keputusan, karena apapun jasa-jasa sisenior besar dalam membantu kami di saat-saat awal membangun bisnis sampai berkembang  seperti sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/05/menjengkelkan-sekali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>berani nggak mbayar mahal?</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/01/12/berani-nggak-mbayar-mahal/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/01/12/berani-nggak-mbayar-mahal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 16:27:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[davos]]></category>
		<category><![CDATA[direktur]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[majalah SWA]]></category>
		<category><![CDATA[permen]]></category>
		<category><![CDATA[permen davos]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[sdm]]></category>
		<category><![CDATA[sumber daya manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[saya menemukan kalimat menarik dari sebuah artikel di majalah SWA bulan desember-januari yang membahas tentang perusahaan permen davos.


disitu dinyatakan bahwa saat melakukan berbagai perubahan dalam pembenahan perusahaannya yang sedang stagnan, direktur pengelola perusahaan itu yang notabene cicit dari pendiri perusahaan, rela mengangkat seorang direktur pemasaran baru  dengan gaji yang lebih besar 3x lipat dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>saya menemukan kalimat menarik dari sebuah artikel di majalah SWA bulan desember-januari yang membahas tentang perusahaan permen davos.</p>
<p><span id="more-135"></span></p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.consultingauthority.com/images/sce/Benefits.jpg" alt="" width="192" height="146" /></p>
<p>disitu dinyatakan bahwa saat melakukan berbagai perubahan dalam pembenahan perusahaannya yang sedang stagnan, direktur pengelola perusahaan itu yang notabene cicit dari pendiri perusahaan, rela mengangkat seorang direktur pemasaran baru  dengan gaji yang lebih besar 3x lipat dari gajinya sendiri. tindakan ini diambil walaupun awalnya dia ditentang oleh oleh semua orang dekatnya termasuk ayahnya sendiri yang mantan direktur pengelola sebelum digantikannya. tapi karena alasan yang dikemukakannya  cukup masuk akal akhirnya keputusan itu diterima oleh semua orang, dia melakukan tindakan berani itu karena kontribusi sang direktur pemasaran memang besar dan terbukti memang sungguh bagus dibidangnya.</p>
<p>banyak diantara kita yang sayang untuk melakukan tindakan itu dengan alasan kenapa harus membayar orang lain lebih mahal padahal kita sendiri sebagai pemilik bisnis baru saja mendapatkan hasil, atau ada alasan yang bilang  bahwa hasil perolehan bisnis kita baru sedikit. atau dengan alasan bahwa kita baru menerima hasil dan sayang berbagi dengan orang lain toh sdm yang ada sekarang juga sudah memberikan keuntungan buat perusahaan, atau perusahaan masih belum siap, dana perusahaan terbatas, kok mahal banget ya bayarannya apa gak ada yang lebih murah, dan masih banyak alasan lainnya.dan masih banyak atau-atau yang lain.</p>
<p>kita sayang untuk berbagi, kita pingin menikmati hasil kerja kita sendiri.</p>
<p>padahal untuk maju memang dibutuhkan banyak pengorbanan, sama pada saat kita memutuskan untuk jadi entrepreneur, banyak yang kita korbankan disitu. saat itu kita mau tidak berpenghasilan dulu (buat yang sebelumnya berstatus karyawan) kita mau berpenghasilan tidak pasti, mau mengeluarkan uang tabungan kita yang mungkin tidak seberapa untuk modal usaha.</p>
<p>nah saat usaha sudah jalan, sudah mulai menghasilkan, saat kita sudah menikmati keuntungan, saat kita mulai ingin menambah kemajuan usaha, saat itu pula kita lupa dengan masa lalu saat merintis usaha.</p>
<p>padahal saat memajukan usaha pasti juga ada pengorbanan-pengorbanan yang mesti kita lakukan sama pada saat kita memulainya dulu. saat mulai bolehlah semua kita lakukan sendiri tapi saat pengembangan mestinya kita sudah harus mengurangi porsi tenaga kita di perusahaan, sudah saatnya kita lebih banyak mengandalkan pikiran kita.</p>
<p>pada saat ini yang kita butuhkan adalah karyawan handal yang punya kemampuan oke untuk menangkap semua kemauan kita dan menterjemahkan ke dalam kegiatan operasional tanpa kita harus terlibat lebih banyak.</p>
<p>karyawan yang oke tentu saja bayarannya gak murah bahkan bisa sangat mahal diluar perkiraan kita. disaat ini kita sering kali ragu  atau bahkan sama sekali gak mau merekrutnya karena kita sayang buat ngeluarin duit.</p>
<p>kita juga lupa dengan tujuan awal kita berbisnis, tujuan kita sebagai pengusaha awalnya adalah supaya mempunyai lebih banyak uang dan lebih banyak mempunyai waktu luang buat keluarga.</p>
<p>kalau kita mau menyisihkan keuntungan perusahan, kalau kita mau menyisihkan penghasilan kita, kalau kita mau mengucurkan dana lagi untuk membiayai sdm yang handal tentunya tidak akan banyak energi kita yang akan tersedot dalam meningkatkan kinerja perusahaan. kita bahkan akan dapat partner baru dalam mengembangkan perusahaan tanpa harus berbagi kepemilikan perusahaan.</p>
<p>kenapa kita tidak menunda kenikmatan, toh kalo sdm kita handal maka uang yang seharusnya kita nikmati sekarang tapi malah kita keluarkan untuk membayar gaji karyawan yang mahal itu pasti akan mbalik, malah kembalinya bisa berlipat-lipat.</p>
<p>perusahaan besar melakukan ini, berani membayar mahal untuk sdmnya yang handal, bahkan mereka berani membajak sdm handal dengan bayaran berlipat dari perusahaan lain. itu karena pemilik usahanya yakin sdm yang dibajaknya atau sdm yang dibayarnya dengan mahal bisa membawa keuntungan dalam bisnisnya bahkan tanpa campur tangan si pemilik usaha.</p>
<p>nah kita si pengusaha baru, pengusaha yang masih bau kencur, kenapa tidak meniru tindakan itu. saat awal mendirikan bisnis, sudah di rencanakan dalam anggaran pengembangan perusahaan bahwa bila perusahaan berkembang dana perusahaan tidak hanya untuk beli kantor baru, beli mobil baru, atau beli mesin baru tapi juga untuk beli sdm handal yang dapat menggantikan posisi kita.</p>
<p>hal ini jarang kita sadari sehingga akhirnya bisnis kita stagnan dan kita putus asa dalam mengelola bisnis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/01/12/berani-nggak-mbayar-mahal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>karyawan? siapa lagi itu?</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/01/10/karyawan-siapa-lagi-itu/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/01/10/karyawan-siapa-lagi-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 18:43:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[buruh]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[prosedur operasional sistem]]></category>
		<category><![CDATA[prosedur operasional standart]]></category>
		<category><![CDATA[psikotest]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[karyawan&#8230;..

bisa jadi tulang punggung perusahaan, bisa jadi parner yang baik tapi bisa jadi musuh yang mematikan bagi si bisnis owner.

karyawan itu posisinya tergantung dari sudut pandang si pemilik bisnis.
sebaiknya dari awal kita sebagai pemilik bisnis harus menempatkan karyawan sebagai partner kita, partner yang paling baik. tapi dipihak lain kita juga jangan terlalu menempatkan mereka sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>karyawan&#8230;..</p>
<p><img class="alignright" src="http://www.whitehouse.gov/omb/budget/fy2004/images/labor-1.jpg" alt="" width="124" height="93" /></p>
<p>bisa jadi tulang punggung perusahaan, bisa jadi parner yang baik tapi bisa jadi musuh yang mematikan bagi si bisnis owner.</p>
<p><span id="more-117"></span></p>
<p>karyawan itu posisinya tergantung dari sudut pandang si pemilik bisnis.</p>
<p>sebaiknya dari awal kita sebagai pemilik bisnis harus menempatkan karyawan sebagai partner kita, partner yang paling baik. tapi dipihak lain kita juga jangan terlalu menempatkan mereka sebagai tulang punggung dalam arti jangan sampe kita sangat tergantung pada karyawan.</p>
<p>masalah ini salah satu hal dari sekian banyak masalah rumit dalam mengelola bisnis.</p>
<p>trus gimana solusinya?</p>
<p>nyari karyawan itu susah-susah gampang, begitu berhasil memperoleh karyawan yang tepat susah-susah gampang pula merawatnya supaya jadi partner yang baik.</p>
<p>dari berbagai diskusi dengan teman-teman dan dari pengalaman pribadi. perekrutan karyawan saat pertama kali kita mulai berbisnis, sebaiknya dilakukan sendiri oleh kita sebagai bisnis owner. tujuannya supaya kita bisa menjiwai gimana sih proses perekrutan itu, mulai dari pasang iklan, nerima aplikasi lamaran, memanggil untuk berbagai test sampai meng-interview calon karyawan itu.</p>
<p>nah kalo &#8216;feel&#8217; dalam perekrutan itu sudah ketemu, selanjutnya apabila kita punya duit yang cukup dan  butuh karyawan lagi serahkan saja sama &#8216;ahlinya&#8217;, ini juga apabila kita masih belom bisa membentuk divisi HRD sendiri. yang dimaksud dengan ahli itu adalah agen-agen yang menawarkan jasa perekrutan karyawan apapun sesuai dengan kebutuhan bisnis kita. nyari para &#8216;ahli&#8217; itu juga gampang kok cukup buka halaman iklan di setiap koran pasti ada disana.</p>
<p>selanjutnya kita tinggal bilang sama para ahli itu tentang kriteria karyawan apa yang dibutuhkan dan minta mereka mencarikan buat kita, tentu saja apabila deal harganya cocok. para ahli akan mencari sesuai dengan kebutuhan kita dan biasanya prosesnya juga lebih lengkap daripada kalo kita urus sendiri. calon karyawan akan di psikotest dan di kasih test-test lain yang sering kita lewatkan, biasanya dengan alasan pembenaran sibuk dan gak ada waktu.</p>
<p>trus setelah karyawan yang kita butuhkan dapet dan semua bekerja dengan baik, akan muncul masalah lagi gimana kalo karyawan itu keluar?</p>
<p>siapa yang akan nggantiin? kalo dah dapat karyawan baru, trus siapa yang ngajarin mereka? mosok kita lagi yang musti ngajarin terus menerus kan jadinya capek, trus gimana dengan kerjaan kita sendiri kalo kitanya selalu ngajarin karyawan baru.</p>
<p>solusinya kita harus mulai bikin dan menyusun <span style="color: #ff0000;"><em><strong>prosedur </strong></em><strong><em>operasional standar</em> (SOP) </strong><span style="color: #000000;">di perusahaan kita. apa sih itu SOP ? intinya semua yang harus dikerjakan karyawan mulai dari jabatan terendah sampe jabatan tertinggi kudu ditulis secara lengkap, jelas dan detail. nah dengan adanya data ini kalo ada karyawan baru, kita tinggal berikan SOP tersebut ke mereka. </span></span></p>
<p>bila karyawan baru kita bingung dengan SOP yang kita kasih, artinya memang SOP itu belum lengkap dan memang masih membingungkan. tugas kita yang mesti membetulkannya lagi sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan dari karyawan itu. SOP itu baru bisa dikatakan lengkap bila karyawan baru yang disuruh mempelajarinya kemudian bisa mengerjakan semua tugas-tugasnya dengan baik tanpa harus terlalu banyak bertanya lagi.</p>
<p>selesai tugas perekrutan, selesai tugas ngajarin muncul masalah baru gimana bikin karyawan betah.</p>
<p>sudah banyak teori di buku-buku yang ngajarin tentang ini. intinya kita mesti bisa memperlakukan karyawan dengan baik. hal ini tidak hanya semata-mata berkaitan dengan duit gaji mereka, tapi lebih berkaitan dengan seberapa jauh mereka menyukai pekerjaan mereka di perusahaan kita. sejauh mana mereka merasa nyaman bekerja di tempat kita.</p>
<p>teori-teori sering bilang perlakukan karyawan sebagai tema, sebagai saudara, kita harus sering berdialog dengan mereka, sering ngobrol dengan mereka. ngobrol yang santai-santai tanpa harus merendahkan posisi kita sebagai pimpinan. kita musti bisa memahami perasaan mereka, mesti bisa memahami keinginan mereka.</p>
<p>sulit? ya jelas. sesulit hal-hal lain yang muncul dalam pengelolaan bisnis. tapi pasti ada solusinya. yang penting kita mesti mau berpikir sama dengan pikiran mereka jangan saling memaksakan kehendak. selain itu juga kita mesti banyak belajar dan bertanya dengan teman-teman sesama entrepreneur supaya kita tambah wawasan.</p>
<p>memberi sesuatu yang menyenangkan pada karyawan itu gak mesti mahal dan merogoh kocek kita dalam-dalam. banyak hal murah dan sepele yang bisa bikin karyawan senang. tapi tetep aja semua tergantung pada diri kita, pola-pola mana yang cocok karena  memang karakter kita pasti berbeda satu dengan yang lain. pola teman kita mungkin cocok diterapkan di perusahaannya tapi bila diterapkan diperusahaan kita lom tentu cocok.</p>
<p>selamat berjuang, selamat mencoba menjadikan karyawan kita sebagai partner yng baik!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/01/10/karyawan-siapa-lagi-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

