big-puinisher-capital-punishmentmalam itu, setelah sekian lama gak ketemu karena sama-sama sibuknya, akhirnya saya bertemu lagi dengan seorang kawan lama yang lima tahun yang lalu sama-sama berjuang mendirikan komunitas Surabaya entrepreneur club, sama-sama berjuang untung menjadi entrepreneur dalam kondisi sama-sama berawal dari nol dan dia selalu menjadi ‘tempat sampah’ saya yang setia selama kami berkawan.

saya sengaja menghadiri kelas entrepreneur tempatnya mengajar malam itu karena memang ingin mendengarkan materi yang dia berikan pada murid-muridnya. ya, walaupun kami dulunya sangat akrab, tapi tetep ada perbedaan cara kami dalam memandang dunia entrepreneur. Karena punya sudut pandang yang berbeda tadi diskusi kami selalu punya keasikan tersendiri dalam berdiskusi tentang entrepreneurship.

Seperti malam itu, habis dia ngajar kita cankruan di di pasar pucang. Suasana tambah seru karena bergabung bersama kita dua orang entrepreneur [+]

jam 8 pagi itu saya janjian sama mas rozy di giant pondok gede untuk jalan bareng, tapi sebelom semuanya dimulai mas rozy ngajakin saya sarapan pecel empal dulu di daerah pondok kelapa.   warung pecel ankring itu rame sekali dan katanya sebelum siang sudah ludes.

habis sarapan kami mluncur kerumah pak hantiar dan bu waru di daerah pahlawan revolusi. ternyata rumah beliau itu di berada suatu komplex perumahan yang gak asing buat saya. dijaman saya masih sma kalo mau bolos saya selalu janjian ketemuan dengan seorang kawan di warung rokok yang berada tepat di depan jalan masuk ke komplex itu, warung itu masih ada cuman yang jual sudah berganti ke anaknya. sang bapak dimana saya sering ngutang rokok sudah meninggal. wah memori jaman sma terkuak lagi.

sampai juga kami dirumah [+]

©2008 Demo | Designed by: Elegant Wordpress Themes & Made free by SOURCE-Promo.com Promo Items | Valid XHTML | WordPress