<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; jomblo</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/tag/jomblo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 05:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Yang Gaul Donk</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/20/yang-gaul-donk/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/20/yang-gaul-donk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 18:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[jomblo]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[toko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[
Saat saya kuliah dulu teman-teman satu kos saya adalah para jomblo yang gak punya pacar, bisanya hanya mengagumi cewek dari jauh dan gak pernah berani kenalan atau pendekatan ke cewek-cewek. Teman bermain saya saat kuliah pun golongan pria-pria seperti itu. Akibatnya selama kuliah yang memakan waktu enam tahun itu saya hanya satu kali berpacaran dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saat saya kuliah dulu teman-teman satu kos saya adalah para jomblo yang gak punya pacar, bisanya hanya mengagumi cewek dari jauh dan gak pernah berani kenalan atau pendekatan ke cewek-cewek. <img class="alignleft" src="http://adekrawie.files.wordpress.com/2007/12/5331654924_0662616579_o.jpg" alt="" width="219" height="146" />Teman bermain saya saat kuliah pun golongan pria-pria seperti itu. Akibatnya selama kuliah yang memakan waktu enam tahun itu saya hanya satu kali berpacaran dan waktunyapun hanya tiga bulan, itupun terjadi setahun sebelum saya lulus.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kok bisa begitu, kenapa?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kira-kira jawabannya karena lingkungan di sekitar saya adalah kaum joblowan sehingga itu mempengaruhi pola kehidupan dan perilaku saya. Kemudian setahun terakhir saya pindah kos, dan ditempat kos saya yang baru adaa dua teman satu kos saya mempunyai pacar-pacar yang cantik, sehingga berpengaruh pada saya untuk mulai melakukan pendekatan ke cewek dan sayapun berhasil berpacaran walaupun hanya tiga bulan lamanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sungguh memalukan!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saat tahun-tahun awal saya berbisnis dulu, saya sama sekali tidak punya teman entrepreneur. Kawan saya sehari-hari hanyalah karyawan saya dan kawan saya di luar bisnis hanyalah orang-orang yang bingung nyari kerjaan atau orang-orang yang sedang berbangga hati karena mereka baru saja keterima kerja. Jadinya kalo kita ngobrol-ngobrol gak nyambung. Saat mereka mengeluh tentang beratnya kerjaan mereka dan sedikitnya gaji yang diterima atau ngomongin dan ngejelek-jelekin bosnya, saya malah ngomongin tentang omset dan mengeluh tentang sulitnya ngrusin sdm.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Gak nyambung sama sekali, dan itu berakibat saya hidup sebagai entrepreneur sendirian. Saya selalu ragu atas pilihan saya sebagai entrepreneur dan akhirnya berakibat fatal, bisnis pertama saya gagal total dan membuat <span> </span>kerugian sampai ratusan juta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Lulus kuliah saya pergi ke Jakarta, mencari kerjaan disana dan keterima sebagai karyawan di salah satu bank asing ternama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Bangga donk.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kerja pakai baju lengan panjang, memakai belalai di leher, memakai keplek yang menempel di saku baju, pokoknya rapi jail. Bekerja di ruang ber-ac di lantai duapuluh dua di gedung pencakar langit di jalan sudirman Jakarta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Teman sekantor saya juga juga keren daan rapi-rapi. Teman-teman cowok saya rata-rata punya banyak relasi cewek dan mereka bergaul akrab satu sama lainnya. Walaupun mereka tidak selalu berpacaran, tapi hubungan pertemanan antara cewek dan cowok di tempat kerja saya ini akrab sekali. Tidak hanya antar rekan kerja tapi juga dengan teman-teman lain di luar kantor kita. Pengaruh lingkungan ini terasa banget buat saya, selama kerja kantoran saya jadinya punya banyak teman, lebih banyak teman cewek dari pada teman cowoknya karena pada dasarnya saya suka sekali bergaul sama cewek-cewek terutama sama cewek cakep.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Yang tadinya saya gak berani berkawan dengan cewek sekarang jadi berani, saya juga lebih mudah melakukan pendekatan ke cewek-cewek itu. Kalopun saya mengalami kesulitan saya bisa dengan mudah minta saran dan bantuan ke teman-teman yang ada. Mereka semua support saya, sehingga jika saya gak punya teman cewek baru, saya bisa minta dikenalin sama mereka ke teman-teman ceweknya yang beda kantor atau yang masih kuliah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Akibatnya cukup fatal buat saya. Kayaknya ini seperti balas dendam buat saya, dulu saat kuliah susahnya setengah mati nyari teman cewek apalagi nyari pacar, lha sekarang saat kerja kayaknya gampang banget nyari pacar apalagi berteman. Sampai-sampai saat itu saya bisa berpacaran dengan lebih dari dua cewek sekaligus. Sehingga perlu bantuan agenda buat ngatur waktunya dan buat mengingatkan tentang apa saja yang sudah saya katakana dan saya lakukan supaya tidak berulang pada cewek yang sama tapi masih valid berlaku pada cewek yang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Setelah kegagalan di bisnis pertama, saya hampir saja kembali menjadi karyawan. Tapi disaat terakhir tidak jadi karena ketemu sebuah pelatihan entrepreneur. Dalam pelatihan itu saya bertemu dengan banyak kawan baru yang mempunyai kesamaan keinginan. Kami di pelatihan ini sebagian besar sedang merintis bisnis atau sedang mencari cari bisnis untuk memulai merintis usaha baru.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Karena adanya kesamaan nasib dan keinginan ini saya dan teman-teman se-pelatihan bahkan dengan alumni pelatihan itu jadinya sering kumpul-kumpul bareng. Bercerita tentang bisnis, kesulitan apa yang dihadapi, bisnis apa yang layak dijalankan, saling membantu mencari solusi bila ada yang menghadapi masalah, saling memotivasi satu sama lainnya bila ada yang putus asa. Yang bisnisnya sudah jalan memberi contoh dan memberikan saran-saran pada yang baru mulai atau yang masih nyari-nyari bisnis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Karena hampir tiap hari ketemu, ngobrolin bisnis atau peluang usaha, akhirnya dalam benak saya nyantol kuat niatan buat merintis usaha baru. Sudah tidak kepikiran lagi buat ngelamar pekerjaan di kantoran. Mulai deh saya nyoba ngejalanin bisnis baru. Dari jualan baju, bikin rental mobil, mencoba investasi di bisnis agro yang akhirnya duit raib dibawa kabur si pengelolanya, bahkan nyoba beli rumah dengan cara nyicil lewat kredit bank. Saya coba semua trik dan peluang usaha yang menarik hati saya. Banyak yang gagal bahkan ketipu, tapi semua itu gak bikin saya putus asa. Soalnya teman-teman saya terus memotivasi, ngomporin dan membangkitkan semangat saya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pelan-pelan karena selalu bergaul dikalangan entrepreneur, jiwa bisnis saya semakin terasah. Saya bertemu dengan orang yang ngajakin dan ngajarin saya buka toko pertama juga akibat saya rajin bergaul dengan teman sesama entrepreneur. Saya belajar banyak dari dia, bahkan setelah dia gak berpartner lagi dengan saya dan kembali ke dunianya sebagai guru.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Dari pengalaman buka toko pertama dan karena dikomporin oleh teman-teman entrepreneur yang lain, akhirnya saya mulai membuka toko saya yang kedua, yang ketiga sampai pada toko saya yang ke empat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pengalaman bergaul positif bikin saya ketagihan, saat saya bergaul dengan komunitas gaul di tempat kerja, saya akhirnya jadi tidak kesulitan saat nyari pacar. Padahal dulu saat kuliah karena bergaul dengan para jomblo yang kuper saya jadi ikutan jomblo dan kuper juga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saat saya berbisnis sendirian tanpa kawan dan komunitas entrepreneur, kegagalan yang saya peroleh. Kemudian saat saya menemukan kawan-kawan dari dunia entrepreneur saya jadi lebih mudah mencari dan memulai bisnis walaupun rintangan dan hambatan masih tetap menghadang, tapi itu semua gak bikin saya putus asa. saya tetap bersemangat mulai dari saya ngerintis sampai berkembang pesat seperti sekarang ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Semua itu berkat<span> </span>saya bergaul dengan lingkungan dan komunitas yang tepat dan positif mendukung saya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/20/yang-gaul-donk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>seperti mencari pacar&#8230;.</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/17/seperti-mencari-pacar/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/17/seperti-mencari-pacar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 17:44:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[jomblo]]></category>
		<category><![CDATA[kredit]]></category>
		<category><![CDATA[pacar]]></category>
		<category><![CDATA[permodalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[setiap kali ngobrol tentang bisnis atau tentang entrepreneur atau membaca tentang profil atau liputan tentang pengusaha pemula atau pengusaha ukm tradisional, diujung uraian atau percakapan selalu ada keluhan tentang masalah permodalan. kenapa sih modal selalu dijadiin alasan klasik buat segitu banyak entrepreneur yang membuatnya kesulitan dalam mengembangkan usaha.  
emang sih menurut saya nyari modal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">setiap kali ngobrol tentang bisnis atau tentang entrepreneur atau membaca tentang profil atau liputan tentang pengusaha pemula atau pengusaha ukm tradisional, diujung uraian atau percakapan selalu ada keluhan tentang masalah permodalan. kenapa sih modal selalu dijadiin alasan klasik buat segitu banyak entrepreneur yang membuatnya kesulitan dalam mengembangkan usaha. <img class="alignleft" src="http://1.bp.blogspot.com/_rlW5JENkQg8/SXWCyfi890I/AAAAAAAAAEs/_twm3HHPlWU/s320/pacaran.JPG" alt="" width="232" height="178" /> <span id="more-334"></span></p>
<p style="text-align: justify;">emang sih menurut saya nyari modal buat bikin usaha atau buat ngembangin usaha itu susah-susah gampang. dibilang susah juga enggak di bilang gampang juga enggak.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi sebenernya kenapa sih kebanyakan orang itu selalu bilang kesulitan nyari modal. kalo saya bilang yang kesulitan nyari modal itu pastinya kurang deh pengenalan atau pendekatannya sama bank sebagai pemberi dana.</p>
<p style="text-align: justify;">ini ibaratnya saya cowok mau nyari pacar, apabila saya ngicer seorang cewek dari jauh aja kemudian tidak pernah berusaha kenalan, ngajak ngobrol, dan mencari perhatiannya, mana mau cewek itu jadi pacar saya.</p>
<p style="text-align: justify;">bank juga sama, ibarat dia calon cewek saya, saya harus kenalan dulu sama bank, dan bank sebagai calon pacar saya harus tau dulu seperti apa sih kondisi cowok yang naksir dan minta di jadiin pacar.</p>
<p style="text-align: justify;">buat ngejadiin cewek inceran kita sebagai pacar, setelah kenalan saya musti sering apel, sering ngajak jalan bahkan sering ngajak makan. bahkan saat penjajakan itu calon cewek saya itu juga sering saya ajak ke tempat saya nonkrong dan saya kenalin sama teman-teman saya. maksudnya saat si cewek sudah mau jadi pacar saya dia tidak kaget lagi dengan lingkungan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">saat saya mau ngajuin kredit ke bank saya juga lakukan langkah yang hampir sama. saya datang ke bank inceran saya. kemudian saya berkenalan dengan membuka rekening di bank tadi. gak cukup kenalan dengan buka rekening, saya juga harus sering apel ke bank itu dengan sering setoran duit saya kesana. berapapun duit yang saya dapat harus sesering mungkin disetorkan, walaupun setelah disetor kemudian saya ambil lagi karena emang saya perlukan buat perputaran bisnis saya. dengan sering datang dan setor uang ke bank saya berharap si bank akan mulai menaruh perhatian pada saya. dari setoran-setoran saya tadi bank akan bisa menilai berapa besarnya perputaran uang di bisnis saya.</p>
<p style="text-align: justify;">semakin sering saya setor ke bank itu apalagi bila nilai duit yang disetorkan gede-gede maka si bank akan semakin yakin akan kemampuan financial saya. seperti cewek inceran saya yang akan bertambah yakin dengan keseriusan saya bila saya sering main kerumahnya, tidak hanya saat apel dimalam minggu. keseriusan saya pada cewek itu juga teruji dengan seringnya saya ngajak dia nonton atau nraktir makan, walau gak harus selalu  saya yang bayarin tapi niat untuk nraktir aja sudah dapat poin dimata calon cewek saya.</p>
<p style="text-align: justify;">saat pendekatan sama cewek inceran saya itu biasanya saya akan menjadi mahluk paling penurut. apapun yang calon cewek saya minta biasanya akan saya usahakan buat penuhi. kalo dia minta jemput saya pasti akan bela-belain jemput, kalo dia minta hadiah boneka pas ulang tahunnya saya dengan senang hati akan penuhi buat nunjukin sama calon cewek saya itu saya bener-bener serius ngejadiin dia sebagai pacar saya. bahkan kalo lagi ngegombal saya sering bilang &#8220;apapun yang kamu minta akan saya penuhi, bila perlu gunung akan kudaki dan  lautan akan kusebrangi&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">pokoknya gombal abis deh!</p>
<p style="text-align: justify;">nah saat ngajuin kredit di bank saya juga harus penuhi segala permintaan bank walaupun kadang sulit. persis seperti saat saya ngegombal sama calon cewek saya itu. saat ngajuin kredit, biasanya bank minta surat ijin usaha perdagangan (siup) yang kemudian saya bikin di kantor departemen perdagangan. trus saat bank minta nomor pokok wajib pajak (npwp) saya langsung bergegas bikin di kantor pajak. setelah itu bank akan minta saya perlihatkan rekening tabungan saya tiga sampai enam bulan terakhir. karena saya sering ngapel ke bank dan kalo datang pati setor duit maka bank pastinya akan yakin dengan kemampuan financial saya.</p>
<p style="text-align: justify;">walaupun saya sudah nunjukin niat serius saya buat macarin cewek kecengan saya itu , sering kali si cewek masih jual mahal dia masih belom yakin akan kesungguhan niat tulus saya. apalagi kalo cewek itu tau saya itu badung dia pasti akan mencari bukti-bukti yang bisa bikin dia yakin bahwa saya adalah calon pacar yang tepat buat dia. cewek itu biasanya akan ngirim temen-temen seganknya buat nanya-nanya tentang saya pada teman-teman saya. biasanya kalo temen-temen sicewek memperoleh data yang akurat tentang diri saya dan mereka yakin bahwa saya adalah cowok baik-baik, maka otomatis si cewek idaman saya akan dengan senang hati menjadikan saya pacarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">bank juga sama, buat meyakinkan bahwa saya adalah calon kreditur yang baik mereka akan kirimkan analis kredit buat melakukan pemeriksaan terhadap saya. mereka akan teliti apakah bisnis saya beneran ada, apakah saya punya kredit macet pada pihak lain atau tidak, apakah bisnis saya memang layak diberikan kredit dan apakah saya bila diberi kredit akan mampu membayarnya sampai lunas. kalo semua pemeriksaan itu berhasil menunjukkan bahwa saya memang seorang yang kredibel tentu saja bank tidak akan ragu-ragu mengucurkan dana kredit buat saya.</p>
<p style="text-align: justify;">kadang saat saya nyari cewek buat dijadikan pacar begitu gampangnya sehingga saya tidak memerlukan waktu yang lama buat jadian dan pacaran sama cewek itu. tapi seringkali saat saya begitu ngebetnya pingin pacaran, malah saya gak dapat-dapat cewek. bukannya bisa cepet menaklukan hati sang cewek pujaan trus kemudian bisa pacaran, eh malahan tolakan yang saya dapetin.</p>
<p style="text-align: justify;">gitu juga saat nyari kredit di bank, saat bener-bener butuh dan harus cepet ngedapetinnya malahan saya ditolak oleh bank. kadang dengan berbagai alasan yang sering gak masuk akal. makanya kejadian seperti itu kemudian saya jadiin pelajaran, kalo nyari kredit gak boleh buru-buru harus santai dengan persiapan matang.</p>
<p style="text-align: justify;">asik emang kalo begitu saya ngicer cewek kemudian gak pake pendekatan yang lama cewek itu lantas langsung klepek-klepek jatoh dalam pelukan saya. tapi kalo emang buat naklukin si cewek perlu perjuangan ekstra saya biasanya tetep ngejar terus sampek cewek itu bener-bener gak mau sama saya.</p>
<p style="text-align: justify;">ya memang kalo begitu saya ngajukan kredit trus langsung di setujui tanpa perlu bersusah payah tentu bikin hati saya senang, tapi sering kali saya bener-bener harus berjuang keras buat meyakinkan pihak bank, sudah prosesnya lama dan sulit, hasilnya bukannya disetujui malahan tolakan yang saya dapatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">kalo sampai saya sudah berusaha keras tapi cewek itu bener-bener gak mau sama saya, pastinya saya gak akan teruskan usaha yang sia-sia itu. saya akan alihkan perhatian saya ke cewek lain. kan masih banyak cewek lain yang lebih cantik, lebih sexy, lebih kece dan lebih baik dari cewek yang nolak saya tadi. tinggal memompa semangat saya saja untuk memulai perjuangan yang baru lagi. <img class="alignright" src="http://www.lenzing.com/fibers/media/etikett_Modal_neu.jpg" alt="" width="139" height="139" /></p>
<p style="text-align: justify;">kalo sampe permohonan kredit saya gak disetujui sama bank yang saya incer, saya pasti akan mengalihkan perhatian ke bank lain. toh  banyak bank di indonesia dan semuanya berlomba-lomba mencari nasabah buat di kucuri dana kredit.  kalo saya  langsung putus  asa begitu sekali ditolak, tentunya saya gak akan seperti sekarang dipercaya oleh banyak bank mengelola kredit yang mereka kucurkan pada saya.</p>
<p style="text-align: justify;">biasanya dulu saat saya nyari cewek buat dijadiin pacar, kecengan saya tidak cuman satu. saya punya beberapa cewek yang saya taksir, makanya saya sering mengadakan pendekatan kebeberapa cewek sekaligus. jadi kalo ditolak satu masih ada calon yang lain. karena punya beberapa kecengan yang di prospek sekaligus, sering malahan saya harus berpacaran dengan lebih dari satu cewek dalam saat yang bersamaan. tentunya saat itu saya harus pinter-pinter bagi waktu dan perhatian.</p>
<p style="text-align: justify;">kebiasaan itu ternyata terbawa sampai sekarang, saat saya ngajukan permohonan kredit, biasanya saya tidak cuman berpatokan pada satu bank saja. saya ajukan aplikasi pada banyak bank, dengan harapan kalo satu di tolak, bank yang lain akan menyetujuinya. dengan cara seperti itu, beberapa kali saya bahkan memperoleh kredit yang bersamaan dari beberapa bank.</p>
<p style="text-align: justify;">saya yakin kok, setiap orang yang pernah pacaran dan tidak menjadi jomblo seumur hidup, akan mudah mendapatkan kredit, bila dia mau melakukan pengenalan dan pendekatan yang intensip pada pihak perbankan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<h3 id="comments">One Response to “seperti mencari pacar….”</h3>
<ol class="commentlist">
<li id="comment-2323" class="alt"><img class="avatar avatar-32" src="http://www.gravatar.com/avatar/c2f1b016c2a8e174e44213dc9b2706bb?s=32&amp;d=http%3A%2F%2Fwww.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D32&amp;r=G" alt="" width="32" height="32" /> <cite>bagus </cite>(<span id="lw_1254762201_0" class="yshortcuts"><a href="http://us.mc388.mail.yahoo.com/mc/compose?to=bagus_bpd@yahoo.co.id">bagus_bpd@yahoo.co.id</a>)</span> Says : <span style="font-size: 11px;"><a href="http://www.samuraijagoan.com/2009/03/17/seperti-mencari-pacar/#comment-2323">October 3rd, 2009 at 8:25 am</a> <a title="Edit comment" href="http://www.samuraijagoan.com/wp-admin/comment.php?action=editcomment&amp;c=2323">edit</a> =&gt; <span style="font-size: 13px;">artikel yang bagus sekali kawan </span></span></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/17/seperti-mencari-pacar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

