<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Samurai Jagoan &#187; istri</title>
	<atom:link href="http://www.samuraijagoan.com/tag/istri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.samuraijagoan.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 05:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>menikah (lagi) yuk&#8230;.</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/10/menikah-lagi-yuk/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/10/menikah-lagi-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 15:58:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[investor]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>
		<category><![CDATA[rejeki]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[salah satu fenomena menarik yang biasa terjadi di masyarakat kita adalah punya istri lebih dari satu. apalagi dalam agama islam hal itu diperbolehkan dan hampir tidak ada peraturan yang melarang seorang pria memiliki istri lebih dari satu. mungkin satu-satunya larangan yang ada hanya peraturan pemerintah no.10 yang melarang bagi pegawai negri memiliki istri lebih dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">salah satu fenomena menarik yang biasa terjadi di masyarakat kita adalah punya istri lebih dari satu. apalagi dalam agama islam hal itu diperbolehkan dan hampir tidak ada peraturan yang melarang seorang pria memiliki istri lebih dari satu. <img class="alignright size-thumbnail wp-image-1584" title="poligami" src="http://www.samuraijagoan.com/wp-content/uploads/2009/03/poligami-150x150.jpg" alt="poligami" width="150" height="150" /><span id="more-280"></span>mungkin satu-satunya larangan yang ada hanya peraturan pemerintah no.10 yang melarang bagi pegawai negri memiliki istri lebih dari satu. ada hal lain yang menarik dalam hal ini, punya istri lebih dari satu juga merupakan simbol kesuksesan seorang pria.</p>
<p style="text-align: justify;">dalam perjalanan ke nganjuk beberapa hari yang lalu, saya, isharsono dari majalah wirausaha keuangan, cak cholis owner soto abas lamongan dan nurhamzah dari planet foto terlibat diskusi seru dan menarik tentang entrepreneur yang punya istri lebih dari satu.</p>
<p style="text-align: justify;">entrepreneur kan mahluk yang bebas, tidak ada sesuatu pun yang boleh melarangnya, kecuali peraturan agama tentunya. apalagi entrepreneur sekarang ini lagi naik daun dan mudah sekali buat dijadikan tolok ukur suatu kesuksesan. nah rata-rata kebanyakan entrepreneur sukses ini kan laki-laki, dan sebagai laki-laki buat melengkapi kesuksesannya selain punya banyak aset juga harus punya banyak istri, minimal empat lah sesuai sunnah rosul.</p>
<p style="text-align: justify;">punya istri lebih dari satu sangat menarik dan menggoda, makanya kita secara tidak sengaja membahasnya dan obrolan ini cukup seru, sehingga perjalanan surabaya-nganjuk yang lamanya sekitar dua jam bikin gak kerasa, tau-tau sudah nyampe aja. siapa sih yang gak tergoda, saya saja dari pertama nikah sudah bilang sama istri saya, apakah dia mengijinkan saya buat kawin lagi. istri saya sih dengan enteng bilang, kalo saya mampu, dia oke-oke aja tapi trus dia nambahin dengan enteng lagi kalo habis itu istri saya gak mau lagi mendampingi saya buat kelanjutannya. kata-kata yang diucapkan dengan enteng itu yang bikin saya &#8216;ngepir&#8217; trus jadi mikir-mikir lagi deh buat bertindak.</p>
<p style="text-align: justify;">dalam diskusi saat itu dilontarkan pendapat bahwa kalo mau menikah lagi itu sesunguh-sungguhnya sama dengan kalo kita mau bikin bisnis. salah satu yan terpenting harus punya niat yang kuat. nah kalo sudah punya niat maka perlu dipersiapkan langkah-langkahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">persis seperti bikin bisnis. kalo saya pingin nikah lagi, maka saya juga harus rajin mensosialisasikan niat saya pingin nikah lagi kepada siapapun, terutama kepada istri pertama saya. hal ini gak boleh dipaksakan karena pasti akan dapat tantangan dari semua pihak, mirip banget saat pertama kali saya memulai usaha, saya dapat tantangan dari berbagai pihak karena orang-orang disekitar saya jarang yang mau berbisnis, maunya pasti nyari kerja. nah di lingkungan sekitar kitapun pasti jarang yang punya istri lebih dari satu. pertama-tama pastikan kita mensosialisasikan-nya pada istri, pelan-pelan dalam kondisi santai selalu sammpaikan niat kita itu, sitir juga ayat-ayat dalam al quran sebagai pendukung. bisa juga kita katakan pada istri pertama, apabila kesampaian bahwa saya bisa menikah lagi itu merupakan rejeki saya, tapi bila ternyata saya gak dapet-dapet dan akhirnya gak jadi menikah-menikah lagi, itu merupakan rejekimu sebagai istri saya.</p>
<p style="text-align: justify;">langkah berikutnya carilah mentor yang berpengalaman. ini juga seperti teori dalam bisnis, siapa saja yang mau cepet memulai berbisnis maka dia harus mencari  mentor yang sudah ahli, yang jagoan, yang berpengalaman dan yang bisnisnya bagus. ini teori umum dan selalu disarankan oleh setiap motivator bisnis. kalo saya pingin nikah lagi dan saya bisa belajar pada dengan mentor yang canggih maka saya akan dapat kiat-kiat yang tepat dan jitu. bahkan kalo dulu sang mentor buat ngedapetin istri keduanya butuh waktu bertahun-tahun. maka dengan belajar dari pengalaman sang mentor, saya bisa ndapetin banyak pengalalamannya sehingga saya bisa menghindari hal-hal yang menghambat. dan saya bisa ndapetin tips dan trik yang canggih dari mentor itu sehingga akhirnya saya jadi bisa ndapetin istri kedua saya dengan waktu yang lebih cepat,</p>
<p style="text-align: justify;">kemudian bergabunglah dengan komunitas orang-orang yang punya istri lebih dari satu. dalam lingkungan yang tepat maka hawa positif akan selalu ada dalam diri kita. seperti teori entrepreneur yang mewajibkan orang-orang yang pingin jadi entrepreneur mencari dan bergabung dalam komunitas-komunitas entrepreneur yang ada. dalam komunitas yang tepat maka saya selalu bisa berdiskusi bila mendapatkan hambatan dan halangan, di dalam komunitas saya juga bisa mencari solusi yang tepat bersama-sama. didalam komunitas kita juga saling memotivasi satu sama lainnya sehingga semangat saya tidak akan luntur dan tetap membara.</p>
<p style="text-align: justify;">yang terakhir, kalo saya pingin nikah lagi maka saya harus sabar gak boleh terlalu menggebu dalam mencari calon istri berikutnya. karena biasanya kalo terlalu bernafsu, terlalu ngoyo dan terburu-buru karena butuh, bukannya berhasil tapi seringkali malah gak dapet-dapet atau gagal. persis seperti seorang entrepreneur yang nyari duit buat modal usahanya. kalo tidak dipersiapkan dulu dengan rencana mateng dan kalo selalu terburu-buru dalam nyari duit buat modal karena kebutuhan yang mendesak, seringkali bukannya dapet pinjaman dari bank atau investor tapi malahan tolakan yang didapatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">nyari mentor, nyari komunitas, rajin mensosialisasikan niat, maka akan bikin semua orang tahu akan keinginan saya buat nikah lagi. jadinya saya gak perlu buru-buru nyarinya. santai aja biarkan semuanya mengalir apa adanya secara alamiah. siapa tau nantinya malah banyak orang yang membantu saya mencarikan dan menyodorkan wanita yang tepat buat calon istri saya berikutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">nah, kalo pilihan calon istri itu datang dengan sendirinya, tanpa harus kita ngoyo mencari dan semua persiapan kita sudah mateng, serta lingkungan disekitar kita sudah oke mendukung. maka pantang buat kita untuk menolaknya. sebab datangnya kondisi ini adalah berkah dari niat dan persiapan yang sudah dilakukan. pepatah lama bilang, bila kita menolak sesuatu hal yang sudah lama kita inginkan dan kita persiapkan, itu sama saja dengan menolak datangnya rejeki, padahal menolak rejeki itu adalah perbuatan yang tidak baik, karena bisa-bisa rejeki gak datang-datang lagi ke diri kita.</p>
<p style="text-align: justify;">selama diskusi seru dimobil itu, banyak sekali alasan yang saya dapetin buat pembenaran saya menikah lagi. semua alasan yang saya dapetin persis sama dengan alasan-alasan yang saya dapetin saat saya menentukan pilihan buat jadi entrepreneur.</p>
<p style="text-align: justify;">saat saya hanya punya satu istri artinya saya hanya punya satu masalah dalam rumah tangga, tapi bila saya punya lebih dari satu istri artinya saya punya lebih dari satu masalah rumah tangga. bila saya bisa menyelesaikan semua masalah dalam beberapa rumah tangga saya maka saya punya pengalaman dalam menyelesaikan masalah dengan berbagi versi. nah pengalaman dalam penyelesaian masalah saya artinya sudah teruji, jadi kalo mau lancar dalam menyelesaikan berbagai masalah belajarlah dengan banyak istri. teori yang menarik buat dipraktekkan.</p>
<p style="text-align: justify;">seperti jadi entrepreneur, kadang itu bukan niat utama kita. maunya kita gak jadi entrepreneur tapi apa daya lamaran kita diberbagai perusahaan gak ada yang diterima jadilah terpaksa kita bikin usaha sendiri buat menghasilkan uang. trus bila sudah dapat uang dari hasil bisnis kita menikmatinya dan gak pingin ngelamar kerja lagi bahkan mulai bikin mulai mencari-cari dan bikin bisnis baru lagi. niat awal, saya sih awalnya cuman pingin menikah sekali seumur hidup dengan satu wanita, tapi ternyata dalam perjalanan, banyak wanita yang suka sama saya terus minta dinikahi, mereka maksa-maksa saya buat nikah lagi, apalagi kemudian istri pertama setuju dan karena menikah itu enak dan saya yakin dalapat mengelolanya dengan baik akhirnya timbul keinginan buat menikah lagi. bukan karena niat awal tapi karena kemampuan buat menikah lagi sudah mencukupi.</p>
<p style="text-align: justify;">soal rejeki, atau iming-iming tentang rejeki juga menggoda sekali. sebagai entrepreneur bila saya hanya punya satu perusahaan berarti saya cuman dapet penghasilan dari satu perusahaan itu. apalagi kalo perusahaan tersebut di modali pake uang saya sendiri. nah kalo perusahaan pertama saya sudah maju dan berkembang, patilah akan banyak investor yang ngajakin kerjasama buat ngembangin usaha dibidang lain atau bikin usaha baru. dengan banyak kerjasama dengan banyak investor artinya saya bisa bikin banyak perusahaan dan bila saya punya banyak perusahaan yang maju dan berkembang maka saya juga punya banyak penghasilan. artinya rejeki mengalir terus. sama aja dengan banyak menikah, dengan menikah sekali saya cuman punya satu istri dan paling hanya menghasilkan tiga atau empat orang anak dalam perkawinan saya itu, coba kalo saya punya empat istri maka saya bisa punya enam belas orang anak. hebatnya saya bila dari enambelas orang anak itu, saya bisa mengasuh dan mendidiknya dengan baik maka akan bisa menghasilkan banyak rejeki. banyak istri maka banyak anak dan banyak anak maka banyak rejeki.</p>
<p style="text-align: justify;">yang paling jelek adalah alasan pembenaran ini, untungnya saya bukan seorang yang suka selingkuh. kalo saya suka selingkuh maka saya akan banyak berbuat dosa, dari pada bikin dosa dengan selingkuh lebih baik saya cari yang halal yaitu menikah lagi. dalam bisnis pun kalo saya dah punya seorang partner kerjasama trus saya ngajakin orang lain berbisnis yang sama tanpa setahu partner pertama saya itu tentunya gak baik, akan ada kecurigaan satu sama lain. nah kalo sudah gak jujur maka bisnis saya akan rusak, daripada bisnis saya rusak dan hancur mendingan saya bilang aja jujur dan terus terang sama partner pertama saya tadi kalo pingin bisnis kita pingin maju dan berkembang maka kita harus nyari partner baru lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">apapun yang terjadi, saya harus bisa buktikan kesemua orang bahwa kalo saya menikah lagi itu akan bikin bisnis saya berkembang pesat dan tambah maju.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://merryjournals.files.wordpress.com/2007/09/poligami.jpg" alt="" width="247" height="320" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/03/10/menikah-lagi-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>menjengkelkan sekali</title>
		<link>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/05/menjengkelkan-sekali/</link>
		<comments>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/05/menjengkelkan-sekali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 05:10:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>samurai</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Daya]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[jengkel]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[profesional]]></category>
		<category><![CDATA[sistem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.samuraijagoan.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[pada saat saya memulai usaha baru setelah masa kebankrutan saya sekitar tahun 2005-2006, saya sama sekali tidak inging menggunakan tenaga karyawan dalam membantu usaha saya.  
hal ini dikarenakan pengalaman buruk saat itu dimana saya belum punya kemampuan yang baik dalam mengelola karyawan (sampai saat ini pun sesungguhnya kemampuan saya tidak jauh berbeda) saat itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pada saat saya memulai usaha baru setelah masa kebankrutan saya sekitar tahun 2005-2006, saya sama sekali tidak inging menggunakan tenaga karyawan dalam membantu usaha saya.  <img class="alignright" title="GREGETAN" src="http://www.coastcounselingcenter.com/media/panic.jpg" alt="" width="350" height="263" /><span id="more-176"></span></p>
<p>hal ini dikarenakan pengalaman buruk saat itu dimana saya belum punya kemampuan yang baik dalam mengelola karyawan (sampai saat ini pun sesungguhnya kemampuan saya tidak jauh berbeda) saat itu berdasarkan evaluasi saya dalam menganalisa penyebab kebankrutan, salah satu sebabnya dan ini sepertinya yang utama adalah salah langkah dalam pengelolaan sumber daya terutama karyawan.</p>
<p>saat itu saya masih tangani semua urusan sendiri, semua kebijakan sepihak berasal dari saya, jadi arahnya dari atas ke bawah. apalagi didukung oleh sifat saya yang temperamental, mudah emosi, keras dan mau menang sendiri sehingga kondisinya hampir tidak ada masukan dari bawah ke saya.</p>
<p>saya hanya andalkan satu orang sebagai wakil saya, bila saya sedang berhalangan tapi itupun karena kondisi lingkungan yang otoriter sang wakil tadi hampir tidak berfungsi banyak. malahan kondisi bertambah buruk, atasan dan bawahan hampir tidak ada komunikasi. sehingga semua pihak merasa saling curiga-mencurigai satu dengan yang lainnya. hal yang tidak sehat ini terus berlangsung dan membuat lingkungan bekerja menjadi semakin tidak kondusif sampai akhirnya usaha yang saya kelola benar-benar bubar.</p>
<p>situasi yang tidak menyenangkan itu tidak ingin saya ulangi di bisnis saya yang sekarang. saya benar-benar tidak mau merekrut karyawan pada saat awal merintis bisnis baju ini, sehingga saat itu selain saya membantu istri jualan baju  saya lebih focus ke perdagangan derivatif dan investasi.  dimana semua pergerakan dalam menjalankan bisnis benar-benar bisa dilakukan sendiri.</p>
<p>tapi pada perkembangan berikutnya, saya dan istri semakin kewalahan dalam menjalankan bisnis baju ini,  disini akhirnya kami mau tidak mau harus merekrut karyawan lagi untuk meringankan tugas harian kami. apalagi kemudian dari sekedar bisnis di rumah, akhirnya kami mempunyai toko yang harus dikelola dengan baik. hampir empat tahun perjalanan bisnis ini, empat toko sudah kami miliki dan sekarang kami punya sekitar duapuluh karyawan baik yang tetap maupun yang freelance.</p>
<p>pada awal perekrutan dulu, prinsip kita dalam mencari karyawan hanya berdasarkan kesetiaan, kejujuran dan mau mengabdi serta bekerja keras. itu lebih di pengaruhi faktor keuangan yang memang tidak dianggarkan kearah pencarian karyawan yang profesional. prinsip saya waktu itu, hanya mencari orang yang dapat membantu.</p>
<p>karena memang mencari dengan spesifikasi yang rendah dapatnya juga rendah. tapi sesuai dengan kriteria yang saya inginkan, jujur, rajin, setia dan mengabdi. itu saja, tidak lebih! saya belum sama sekali kepikiran untuk investasi di karyawan yang handal, profesional dan mumpuni. sampai sekarang hampir semua karyawan yang kita punya hanya memiliki standart jujur dan rajin saja.</p>
<p>perekrutan tenaga profesional pun belum enam bulan ini kami jalankan, itupun masih profesional kelas menengah, sesuai dengan budget yang ada. sehingga sampai saat inpun saya dan istri masih banyak terlibat dalam pengarahan teknis.</p>
<p>apapun saya tetap tidak ingin kasus di bisnis pertama dulu terulang, karena saya masih merasa sifat-sifat jelek ini masih belum terlalu banyak berubah dalam diri saya. sehingga peran istri saya sangat dominan dalam pengelolaan sdm kami.</p>
<p>dalam pemberian motivasi kerja menyelesaikan sengketa antar karyawan, atau penjelasan-penjelasan visa dan misi perusahaan isteri saya yang bayak berperan. kemampuan komunikasinya bagus dan berkepala dingin sehingga peran sertanya diperusahaan membuat tidak ada lagi &#8216;jarak&#8217; antara atasan dan bawahan. sedangkan saya lebih berperan dalam pembagian kerja.</p>
<p>selama ini hampir tidak ada masalah berarti dalam pengelolaan managemen sdm kami. ketakutan saya akan terulangnya kasus dulu hampir pupus. sampai tiba-tiba saja muncul masalah yang sebenarnya sepele tapi sangat mengkelkan pada salah seorang karyawan senior saya.</p>
<p>sebenarnya masalah ini tidak secara tiba-tiba munculnya, tapi sudah cukup lama bibit-bibit penyakit ini nampak, tapi tertutup dengan pikiran positif kami bahwa ini masalah bisa cepat ditangani dan tidak semakin menjadi-jadi. tertutup juga oleh perlaku si karyawan senior ini yang memang rajin dan jujur dalam bekerja, selama ini memang dia kami unggulkan untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan, dan dapat dia selesaikan dengan relatif baik tanpa keterlibatan kami secara fisik. tertutup  juga oleh sifatnya yang baik dan supel membuatnya di segani oleh teman-temanya yang lain. dia sebenarnya kami kaderkan buat menjadi leader.</p>
<p>karena sudah lama bekerja si senior ini merasa sangat senior sehingga merasa dapat bertindak lebih bebas tanpa terlalu harus berkoordinasi dengan kami, dia mulai sering memakai fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadinya, walaupun dia gunakan setelah semua pekerjaannya beres, sikapnya masih tetap kooperatif tapi sering tidak sejalan dengan aturan-aturan yang sedang kita terapkan bersama. tidak merugikan sih cukup sering bukin kami jengkel.</p>
<p>saat saya sedang menyusun sistim kerja yang baik, si senior sering bertindak diluar prosedur.  teman-temannya yang lain segan pada si senior, sedang si profesional selain usianya masih lebih muda juga sedang taraf pengenalan dengan lingkungan kerja barunya di tempat kami. kekhawatiran kami tingkah yang seperti itu menular pada karyawan yang lain sementara sistem belum lagi siap.</p>
<p>tindakan-tindakan si senior yang menurut saya sering tidak tepat ini yang sekarang bikin pusing saya dan istri. dalam kondisi ini saya bersukur karena sekarang saya berpartner dengan istri dalam menjalankan bisnis ini karena istri lebih sering berpikiran dingin dan tidak mengikuti emosinya. coba jika usaha ini masih saya kelola sendiri seperti dulu, pasti sudah tejadi ending yang buruk anatara saya dan si senior.</p>
<p>sekarang kami berdua sedang berpikir keras bagaimana mencari sikap dan tindakan yang tepat dalam penanganan si senior.</p>
<p>sedang si profesional lebih kami focuskan dalam pembuatan sistem yang harus segera jadi supaya karyawan kami yang lain tidak menjadi seperti si senior.</p>
<p><img class="alignleft" title="JENGKEL" src="http://static.seekingalpha.com/wp-content/seekingalpha/images/angrycustomer.jpg" alt="" width="333" height="250" /></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>disini kami mendapat pelajaran yang berharga dalam kasus in</strong></span>i,</p>
<p>karena kami <span style="color: #0000ff;">tidak mencari</span> yang profesional <span style="color: #0000ff;">maka dapatnya </span>juga yang tidak profesional.</p>
<p>karena <span style="color: #0000ff;">belum punya sistim </span>maka yang kami dapatkan adalah segala hal yang berjalan tidak teratur .</p>
<p>muncul <span style="color: #0000ff;">kesulitan dalam mengambil keputusan yang tepat</span> dalam permasalahan sdm <span style="color: #0000ff;">karena memang belum adanya patokan</span> berupa peraturan dan sistem yang jelas.</p>
<p>faktor <span style="color: #0000ff;">&#8216;merasa tidak enak&#8217;</span> juga menjadi penghambat dalam pengambilan keputusan, karena apapun jasa-jasa sisenior besar dalam membantu kami di saat-saat awal membangun bisnis sampai berkembang  seperti sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.samuraijagoan.com/2009/02/05/menjengkelkan-sekali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

