
malam itu, setelah sekian lama gak ketemu karena sama-sama sibuknya, akhirnya saya bertemu lagi dengan seorang kawan lama yang lima tahun yang lalu sama-sama berjuang mendirikan komunitas Surabaya entrepreneur club, sama-sama berjuang untung menjadi entrepreneur dalam kondisi sama-sama berawal dari nol dan dia selalu menjadi ‘tempat sampah’ saya yang setia selama kami berkawan.
saya sengaja menghadiri kelas entrepreneur tempatnya mengajar malam itu karena memang ingin mendengarkan materi yang dia berikan pada murid-muridnya. ya, walaupun kami dulunya sangat akrab, tapi tetep ada perbedaan cara kami dalam memandang dunia entrepreneur. Karena punya sudut pandang yang berbeda tadi diskusi kami selalu punya keasikan tersendiri dalam berdiskusi tentang entrepreneurship.
Seperti malam itu, habis dia ngajar kita cankruan di di pasar pucang. Suasana tambah seru karena bergabung bersama kita dua orang entrepreneur [+]
- air mengalirpun punya tujuan, ...
- Lapangan Golf, Tempat buat nga...
- jika tidak paham, kedit adalah...
- orang Indonesia selalu saja ge...
- terjatuh akibat terlalu yakin ...
- sebuah diskusi ringan tentang ...
- mau makan aja kok sampai ‘in...
- godaan asap sate….
- memang gak selalu duit…
- Aburizal Bakrie, “Saya P...
- kerja efektif secara jika mau ...
- pengangguran oh pengangguran



