Dari pengalaman saya pribadi atau pengalaman para senior dan guru-guru saya. Rasa takut itu timbul hanya karena pikiran kita sendiri saja. Saya yakin benar dengan teori ini, selain karena saya sudah membuktikannya sendiri bukan cuman sekali tapi sering kali.

Contoh yang paling sederhana adalah bila saya habis mendengar sandiwara radio yang menyeramkan atau sehabis nonton film horror di bioskop dan televisi. Mau tidak mau secara otomatis apa yang saya lihat atau saya dengar itu akan terekam dalam otak saya dan akhirnya membuat saya menjadi takut tidur sendirian atau takut pergi ke wc sendirian, bahkan takut untuk melongok ke bawah kolong tempat tidur.

Ada contoh lain, biasanya terjadi jika saya mengalami sakit perut sehingga harus buang-buang air. Pada saat kondisi itu terasa saya sering tidak perduli akan tempat saya buang hajat. saya [+]

suatu saat secara tidak disangka-sangka, seseorang yang saya anggap benar-banar sebagai guru favorit saya memberikan komentar pada sebuah artikel yang saya tulis.  tidak hanya  sekedar berkomentar aja, beliau bahkan mengirimi saya surat dan mengajak saya berdiskusi empat mata.  wah suatu kesempatan yang tidak akan terulang, karena dalam kesehariannya beliau ini sangat sibuk dan sulit sekali membagi waktu  bila diajak berkomunikasi, apalagi sampai bisa berbicara empat mata.

mungkin menurut pandangan teman-teman saya yang lain, guru favorit saya ini sama kedudukannya seperti guru-guru yang lainnya alias biasa saja. keistimewaan beliau hanya karena pemahaman terhadap ilmu yang dikuasainya sangat mendalam, sementara ilmu yang beliau ajarkan itu bukanlah sebuah ilmu pengetahuan yang populer dalam masyarakat dan menurut saya tingkat keilmuan beliau itu sudah bisa dikatakan  sebagai pakar atau ahli.  secara pribadi sebenarnya yang bikin saya [+]

©2008 Demo | Designed by: Elegant Wordpress Themes & Made free by SOURCE-Promo.com Promo Items | Valid XHTML | WordPress