
Cak Eko, Kehebatan kita bukannya karena tidak pernah jatuh, tetapi mampu bangkit kembali setiap kali kita jatuh.
mungkin banyak orang bilang bangkit kembali setelah jatuh jatuh itu hebat dan semakin cepat bangkit dari saat kita jatuh maka semakin hebatlah status kita dimata orang lain.hebat atau tidak hebat itu adalah suatu status yang diberikan oleh orang lain pada kita. semakin di bilang hebat semakin banggalah hati kita. itu emang sifat yang manusiawi sekali.
tapi apakah orang lain itu tau apa yang namanya 'proses'
rasanya orang lain gak peduli dan gak mau tau dengan yang namanya proses itu . orang lain hanya mau tau hasil saja. bila hasilnya bagus maka akan disebut hebat dan bila hasilnya jelek maka akan disebut goblok. hanya ada dua hebat dan goblok - mana yang mau kita pilih?
[+]
yang ini sepertinya biasa banget dan sudah sering diulas dimana-mana. tapi pada prakteknya luar biasa sulit. padahal budaya kita selalu mengajakan untuk berpikir positive.
yang saya tau secara guyonan orang jawa selalu dianggap berpikiran positif (ini gak ada maksud sara ya) setiap kali tertimpa musibah selalu saja masih bersyukur dan mengucapkan 'untung saja'. seperti misalnya setelah terkena musibah kecelakaan mobil dan harus diamputasi tangannya, masih terlontar kalimat 'untung yang diamputasi hanya satu tangan dan tidak sampai meninggal padahal kecelakaannya parah' atau habis kecurian masih sempat 'untung yang diambil hanya uangnya sedangkan dompet dan surat-surat pentingnya dikembalikan'
ungkapan seperti diatas sering saya dengar, yang mengucapkan bicara dengan nada serius tapi yang mendengar bisa senyam senyum, wong baru dapat musibah parah kok masih sempat-sempatnya bilang untung. saya yakin tidak hanya dalam ajaran agama [+]



