
saya dikaruniai oleh allah dua daun telinga oleh karena itu keduanya saya pergunakan semaksimal mungkin untuk mendengar. saya sadar bahwa selama ini saya lebih banyak berbicara daripada mendengar, akibatnya saya menjadi seseorang yang kurang dalam pengetahuan. walaupun salah satu hobi saya adalah membaca tapi karena saya lebih sering mendebat pendapat orang lain bila sedang ngobrol dan selalu berusaha mencari pembenaran atas diri saya, makanya banyak kemampuan saya yang tidak berkembang.saat saya selesai pelatihan entrepreneur saya merasa dunia yang saya hadapi benar-benar dunia baru yang sangat asing, tidak banyak orang yang mengenalnya, tidak hanya aktivitas hariannya yang jauh berbeda, kawan-kawan yang saya temui semuanya baru dan saya merasa semua kawan saya itu hebat-hebat dan saya satu-satunya yang paling bodoh disana. rasa minder itu muncul dan sebagai seorang yang merasa paling bodoh supaya saya [+]
- air mengalirpun punya tujuan, ...
- Lapangan Golf, Tempat buat nga...
- jika tidak paham, kedit adalah...
- orang Indonesia selalu saja ge...
- terjatuh akibat terlalu yakin ...
- sebuah diskusi ringan tentang ...
- mau makan aja kok sampai ‘in...
- godaan asap sate….
- memang gak selalu duit…
- Aburizal Bakrie, “Saya P...
- kerja efektif secara jika mau ...
- pengangguran oh pengangguran



