
ini kisah nyata namun saya ceritakan berdasarkan versi saya berdasarkan apa yang saya liat, saya dengar dan saya rasakan. semoga tidak menyinggung perasaan pihak-pihak yang terkait.pertemuan saya dengan beliau juga gak sengaja, kami berteman di facebook, tapi bukan merupakan teman yang aktif jadi gak pernah ada komunikasi diantara kami. sampai suatu saat di ajang pertemuan nasional entrepreneur di kota solo pada awal 2010 ternyata kami sama-sama hadir dan sama-sama jadi peserta pameran, gak disangka stand kami juga bersebelahan. itu pertama saya bersalaman dan ngobrol basa basi dengan beliau. sosoknya biasa saja blas gak ada istimewa-istimewanyanya menurut saya.
setelah pertemuan disolo itu gak ada lagi kabar karena kami berdua sama-sama sibuk dengan activitas kami masing-masing. sampai pada suatu hari saya ditelepon [+]
- air mengalirpun punya tujuan, ...
- Lapangan Golf, Tempat buat nga...
- jika tidak paham, kedit adalah...
- orang Indonesia selalu saja ge...
- terjatuh akibat terlalu yakin ...
- sebuah diskusi ringan tentang ...
- mau makan aja kok sampai ‘in...
- godaan asap sate….
- memang gak selalu duit…
- Aburizal Bakrie, “Saya P...
- kerja efektif secara jika mau ...
- pengangguran oh pengangguran



