Bagaimana caranya Mengatasi Pengangguran

posted in: Sumber Daya | 0

 

Bagaimana caranya Mengatasi Pengangguran ada yang nanya samurai itu bisnisnya apaan?
saya jawab : samurai nggak punya bisnis, dia pengangguran….

Hehehe, lumayan panas juga nih kuping waktu ditanyain seperti itu, mana nanyanya full gaya pula seperti jagoan… Tapi pada kenyataannya saya memang merasa selalu seperti pengangguran, saya merasa nggak pernah kerja dan saya merasa nggak pernah bisnis. Yang saya lakukan cuman luntang lantung, cangkruk sana dan cangkruk sini. Itu saja yang saya kerjakan hampir tiap hari selama kurun waktu lima tahun lebih dimulai dari sekitar tahun 2005.

Dan cangkruan saya juga bukan hanya di kota surabaya saja, saya cangkruan atau memburu cangkruan sampe ke luar kota surabaya, saya suka sekali cangkruan sebab saya merasa mendapatkan banyak ilmu dari cangkruan-cangkruan itu. Ilmu yang saya dapatkan dari berbagai forum cangkruan bahkan saking bermanfaatnya tidak hanya berguna buat saya tapi juga berguna buat kawan-kawan yang ngajak saya cangkruan dan bertanya sertya ngobrol dengan saya.

Saya bisa berbagi pengetahuan yang saya peroleh dari sebuah forum cangkruan di forum cangkruan lainnya. Seringnya dalam berbagai forum cangkruan saya selalu berusaha menjadi pendengar yang baik saja, wong memang niatnya saya pingin belajar. Eh nggak disangka-sangka apa yang saya dengar itu selalu jadi topik hangat di forum cangkruan yang lain, dan kadang celetukan-celetukan yang saya ucapkan ternyata bisa menjadi bermanfaat.  Padahal celetukan yang saya ucapkan itu merupakan topik hangat yang di bahas dan dijadikan topik pembicaraan seru dalam forum cangkruan sebelumnya yang saya ikuti…

Hehehe…

Kala itu memang belum ada sosial media semacam facebook atau twetter seperti sekarang jadi buat cangkruan memang harus bener-bener bertemu secara fisik dan ngobrolnya juga harus bertatap muka. Saat itu pulsa masih mahal, BB juga belum ada jadi memang harus cangkruan fisik. Saat saya bosan dan kesepian dirumah maka saya langsung main dan silaturahmi ke tempat busnis, tempat usaha atau rumah kawan-kawan saya di surabaya.

Saat mereka sibuk membangun bisnis mereka, saat mereka sibuk merintis bisnis mereka saya datang ketempat mereka ngajakin ngobrol dan ngobrol. Mungkin kegiatan ini dianggap nmenggangu mereka tapi saya menyukainya, dari ngobriol danb memperhatikan saya banyak dapat sekali pengetahuan yang nggak ada dalam buku-buku atau diajarkan di sekolah-sekolah dimanapun.

Saat mereka sibuk saya justru nongkrong saja di tempat usaha mereka, memperhatikan apa yang mereka lakukasn. Jika mereka sedang enggan ngobrol saya pun nggak akan ngajakin ngobrol tapi saya duduk saja hampir seharian di tempat usaha mereka. Jika saya bosan atau mereka sudah kelihatan bener merasa terganggu maka saya pun pamit, lalu pindah ke tempat kawan yang lain. Gitu saja yang saya lakukan setiap hari…

Sekarang ini sosial media sangat maraknya, komunikasi jadi gampang dan cangkruan juga nggak lagi harus bertatap fisik, jadinya hari-hari saya banyak dihapiskan untuk ‘ngeloni’ laptop saya, bermain di facebook, twetter, BB dan banyak lainnya. Saya merasa yang saya lakukan juga seperti cangkruan walopun nggak seru seperti kalo cangkruan beneran, bertatap muka, ketemu secara fisik.

Saya merasa lima tahun yang lalu dan sekarang ini yang saya lakukan juga sama, cangkruan dan cangkruan hampir sepanjang hari tapi dengan media yang berbeda. Kalo bosan maka saya jalan-jalan sama istri, nonton sama anak-anak atau jajan bareng sekeluarga. Itu saja aktivitas saya hampir setyiap hari sepanjang hampir lima tahunan ini…

Hehehe…

Saya rasa hanya itulah yang dilakukan oleh saya sebagai seorang pengangguran, cangkruan, cangkruan dan cangkruan. Menyenangkan sekali….

Setahu saya yang namanya seorang pengusaha yang punya bisnis itu dia selalu bekerja untuk membesarkan bisnisnya, active dalam penjualan dengan berbagai cara sehingga omsetnya membesar bahkan meledak sehingga berpengaruh dengan penghasilannya.

Saya rasa saya nggak melakukan itu, yang saya lakukan hanya ngobrol dan ngobrol dalam forum cangkruan sambil kadang membanggakan diri sendiri yang sekarang beken dengan istilah narsis.

Hanya itu saja yang rutin saya lakukan.

Atau saya kadang menyempatkan diri menuliskan pengalaman-pengalaman atau hal yang menarik yang saya dapatkan saat saya cangkruan. Saya tuliskan sebagai catatan harian saya dalam sebuah blog di internet. Itu juga supaya nggak lupa dengan kejadian atau pengalaman atau informasi menarik yang baru saya peroleh. Eh nggak disangka ada yang suka dan banyak membaca kata mereka tulisan saya menginspirasi mereka. Tentu saja saya senang donk dan tambah bersemangat untuk cangkruan dan menulis.

Dari berbagai forum cangkruan dan karena tulisan saya semakin banyak mendapatkan kawan, bahkan kawan yang nggak hanya berasal dari pulau jawa saja bahkan dari luar jawa. Saya nggak pernah menjual saya hampir nggak pernah menawarkan sesuat atau produk saya, saya merasa bukan seorang marketing, sales atau penjual yang baik sebab terlalu sering ditolak dan di sepelekan orang lain, maka saya sangat menikmati cangkruan dimana saya cukup berperan sebagai pendengar yang baik.

Seorang pendengar dalam forum cangkruan seringkali tidak dianggap oleh forum itu sebab memang yang dilakukannya hanya mendengar dan memperhatikan saja. dan itu yang sering saya lakukan karena saya sangat menikmatinya.

Kini saat kawan-kawan saya yang dulu sering saya ajak cangkruan atau mengajak saya saya cangkruan mulai menikmati kejayaan bisnisnya, mulai menikmati kemajuan dalam kariernya atau bahkan menghilang karena berbagai masalah yang dihadapinya, saya masih saja cangkruan dari forum cangkruan yang satu ke forum cangkruan yang lain.

Dari dulu saya hanya cangkruan dan sampai sekarang saya juga cangkruan dimana-mana, bukankah itu yang dilakukan oleh seorang penganguran?

Yup saya hanyalah seorang penganguran…

Yup Samurai hanyalah seorang pengangguran…..

Kalo seorang pengangguran saja sudah bisa hidup layak dan berkecukupan mestinya seseorang yang berprofesi sebagai pengusaha, entrepreneur, karyawan, buruh, kuli atau apapun bisa hidup dengan lebih baik lagi dari pada kehidupan si pengangguran kan…

(oh ya, cangkruan itu adalah istilah suroboyoan untuk nongkrong-nongkrong di warung,   ngobrolin berbagai topik yang menarik saat ini sambil ngopi-ngopi dan maem cemilan, dalam cangkruan biasanya arek suroboyo ngobrolin segala persoalan mulai dari masalah pribadi hingga masalah negara, semua “bisa didiskusikan” hingga menemukan gambaran yang lengkap menurut versi para peserta cangkruan itu)

Hehehe…