karyawan? siapa lagi itu?

posted in: Sumber Daya | 7

karyawan…..

bisa jadi tulang punggung perusahaan, bisa jadi parner yang baik tapi bisa jadi musuh yang mematikan bagi si bisnis owner.

karyawan itu posisinya tergantung dari sudut pandang si pemilik bisnis.

sebaiknya dari awal kita sebagai pemilik bisnis harus menempatkan karyawan sebagai partner kita, partner yang paling baik. tapi dipihak lain kita juga jangan terlalu menempatkan mereka sebagai tulang punggung dalam arti jangan sampe kita sangat tergantung pada karyawan.

masalah ini salah satu hal dari sekian banyak masalah rumit dalam mengelola bisnis.

trus gimana solusinya?

nyari karyawan itu susah-susah gampang, begitu berhasil memperoleh karyawan yang tepat susah-susah gampang pula merawatnya supaya jadi partner yang baik.

dari berbagai diskusi dengan teman-teman dan dari pengalaman pribadi. perekrutan karyawan saat pertama kali kita mulai berbisnis, sebaiknya dilakukan sendiri oleh kita sebagai bisnis owner. tujuannya supaya kita bisa menjiwai gimana sih proses perekrutan itu, mulai dari pasang iklan, nerima aplikasi lamaran, memanggil untuk berbagai test sampai meng-interview calon karyawan itu.

nah kalo ‘feel’ dalam perekrutan itu sudah ketemu, selanjutnya apabila kita punya duit yang cukup dan butuh karyawan lagi serahkan saja sama ‘ahlinya’, ini juga apabila kita masih belom bisa membentuk divisi HRD sendiri. yang dimaksud dengan ahli itu adalah agen-agen yang menawarkan jasa perekrutan karyawan apapun sesuai dengan kebutuhan bisnis kita. nyari para ‘ahli’ itu juga gampang kok cukup buka halaman iklan di setiap koran pasti ada disana.

selanjutnya kita tinggal bilang sama para ahli itu tentang kriteria karyawan apa yang dibutuhkan dan minta mereka mencarikan buat kita, tentu saja apabila deal harganya cocok. para ahli akan mencari sesuai dengan kebutuhan kita dan biasanya prosesnya juga lebih lengkap daripada kalo kita urus sendiri. calon karyawan akan di psikotest dan di kasih test-test lain yang sering kita lewatkan, biasanya dengan alasan pembenaran sibuk dan gak ada waktu.

trus setelah karyawan yang kita butuhkan dapet dan semua bekerja dengan baik, akan muncul masalah lagi gimana kalo karyawan itu keluar?

siapa yang akan nggantiin? kalo dah dapat karyawan baru, trus siapa yang ngajarin mereka? mosok kita lagi yang musti ngajarin terus menerus kan jadinya capek, trus gimana dengan kerjaan kita sendiri kalo kitanya selalu ngajarin karyawan baru.

solusinya kita harus mulai bikin dan menyusun prosedur operasional standar (SOP) di perusahaan kita. apa sih itu SOP ? intinya semua yang harus dikerjakan karyawan mulai dari jabatan terendah sampe jabatan tertinggi kudu ditulis secara lengkap, jelas dan detail. nah dengan adanya data ini kalo ada karyawan baru, kita tinggal berikan SOP tersebut ke mereka.

bila karyawan baru kita bingung dengan SOP yang kita kasih, artinya memang SOP itu belum lengkap dan memang masih membingungkan. tugas kita yang mesti membetulkannya lagi sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan dari karyawan itu. SOP itu baru bisa dikatakan lengkap bila karyawan baru yang disuruh mempelajarinya kemudian bisa mengerjakan semua tugas-tugasnya dengan baik tanpa harus terlalu banyak bertanya lagi.

selesai tugas perekrutan, selesai tugas ngajarin muncul masalah baru gimana bikin karyawan betah.

sudah banyak teori di buku-buku yang ngajarin tentang ini. intinya kita mesti bisa memperlakukan karyawan dengan baik. hal ini tidak hanya semata-mata berkaitan dengan duit gaji mereka, tapi lebih berkaitan dengan seberapa jauh mereka menyukai pekerjaan mereka di perusahaan kita. sejauh mana mereka merasa nyaman bekerja di tempat kita.

teori-teori sering bilang perlakukan karyawan sebagai tema, sebagai saudara, kita harus sering berdialog dengan mereka, sering ngobrol dengan mereka. ngobrol yang santai-santai tanpa harus merendahkan posisi kita sebagai pimpinan. kita musti bisa memahami perasaan mereka, mesti bisa memahami keinginan mereka.

sulit? ya jelas. sesulit hal-hal lain yang muncul dalam pengelolaan bisnis. tapi pasti ada solusinya. yang penting kita mesti mau berpikir sama dengan pikiran mereka jangan saling memaksakan kehendak. selain itu juga kita mesti banyak belajar dan bertanya dengan teman-teman sesama entrepreneur supaya kita tambah wawasan.

memberi sesuatu yang menyenangkan pada karyawan itu gak mesti mahal dan merogoh kocek kita dalam-dalam. banyak hal murah dan sepele yang bisa bikin karyawan senang. tapi tetep aja semua tergantung pada diri kita, pola-pola mana yang cocok karena memang karakter kita pasti berbeda satu dengan yang lain. pola teman kita mungkin cocok diterapkan di perusahaannya tapi bila diterapkan diperusahaan kita lom tentu cocok.

selamat berjuang, selamat mencoba menjadikan karyawan kita sebagai partner yng baik!

Leave a Reply