berani nggak mbayar mahal?

posted in: Sumber Daya | 0

saya menemukan kalimat menarik dari sebuah artikel di majalah SWA bulan desember-januari yang membahas tentang perusahaan permen davos.

disitu dinyatakan bahwa saat melakukan berbagai perubahan dalam pembenahan perusahaannya yang sedang stagnan, direktur pengelola perusahaan itu yang notabene cicit dari pendiri perusahaan, rela mengangkat seorang direktur pemasaran baru dengan gaji yang lebih besar 3x lipat dari gajinya sendiri. tindakan ini diambil walaupun awalnya dia ditentang oleh oleh semua orang dekatnya termasuk ayahnya sendiri yang mantan direktur pengelola sebelum digantikannya. tapi karena alasan yang dikemukakannya cukup masuk akal akhirnya keputusan itu diterima oleh semua orang, dia melakukan tindakan berani itu karena kontribusi sang direktur pemasaran memang besar dan terbukti memang sungguh bagus dibidangnya.

banyak diantara kita yang sayang untuk melakukan tindakan itu dengan alasan kenapa harus membayar orang lain lebih mahal padahal kita sendiri sebagai pemilik bisnis baru saja mendapatkan hasil, atau ada alasan yang bilang bahwa hasil perolehan bisnis kita baru sedikit. atau dengan alasan bahwa kita baru menerima hasil dan sayang berbagi dengan orang lain toh sdm yang ada sekarang juga sudah memberikan keuntungan buat perusahaan, atau perusahaan masih belum siap, dana perusahaan terbatas, kok mahal banget ya bayarannya apa gak ada yang lebih murah, dan masih banyak alasan lainnya.dan masih banyak atau-atau yang lain.

kita sayang untuk berbagi, kita pingin menikmati hasil kerja kita sendiri.

padahal untuk maju memang dibutuhkan banyak pengorbanan, sama pada saat kita memutuskan untuk jadi entrepreneur, banyak yang kita korbankan disitu. saat itu kita mau tidak berpenghasilan dulu (buat yang sebelumnya berstatus karyawan) kita mau berpenghasilan tidak pasti, mau mengeluarkan uang tabungan kita yang mungkin tidak seberapa untuk modal usaha.

nah saat usaha sudah jalan, sudah mulai menghasilkan, saat kita sudah menikmati keuntungan, saat kita mulai ingin menambah kemajuan usaha, saat itu pula kita lupa dengan masa lalu saat merintis usaha.

padahal saat memajukan usaha pasti juga ada pengorbanan-pengorbanan yang mesti kita lakukan sama pada saat kita memulainya dulu. saat mulai bolehlah semua kita lakukan sendiri tapi saat pengembangan mestinya kita sudah harus mengurangi porsi tenaga kita di perusahaan, sudah saatnya kita lebih banyak mengandalkan pikiran kita.

pada saat ini yang kita butuhkan adalah karyawan handal yang punya kemampuan oke untuk menangkap semua kemauan kita dan menterjemahkan ke dalam kegiatan operasional tanpa kita harus terlibat lebih banyak.

karyawan yang oke tentu saja bayarannya gak murah bahkan bisa sangat mahal diluar perkiraan kita. disaat ini kita sering kali ragu atau bahkan sama sekali gak mau merekrutnya karena kita sayang buat ngeluarin duit.

kita juga lupa dengan tujuan awal kita berbisnis, tujuan kita sebagai pengusaha awalnya adalah supaya mempunyai lebih banyak uang dan lebih banyak mempunyai waktu luang buat keluarga.

kalau kita mau menyisihkan keuntungan perusahan, kalau kita mau menyisihkan penghasilan kita, kalau kita mau mengucurkan dana lagi untuk membiayai sdm yang handal tentunya tidak akan banyak energi kita yang akan tersedot dalam meningkatkan kinerja perusahaan. kita bahkan akan dapat partner baru dalam mengembangkan perusahaan tanpa harus berbagi kepemilikan perusahaan.

kenapa kita tidak menunda kenikmatan, toh kalo sdm kita handal maka uang yang seharusnya kita nikmati sekarang tapi malah kita keluarkan untuk membayar gaji karyawan yang mahal itu pasti akan mbalik, malah kembalinya bisa berlipat-lipat.

perusahaan besar melakukan ini, berani membayar mahal untuk sdmnya yang handal, bahkan mereka berani membajak sdm handal dengan bayaran berlipat dari perusahaan lain. itu karena pemilik usahanya yakin sdm yang dibajaknya atau sdm yang dibayarnya dengan mahal bisa membawa keuntungan dalam bisnisnya bahkan tanpa campur tangan si pemilik usaha.

nah kita si pengusaha baru, pengusaha yang masih bau kencur, kenapa tidak meniru tindakan itu. saat awal mendirikan bisnis, sudah di rencanakan dalam anggaran pengembangan perusahaan bahwa bila perusahaan berkembang dana perusahaan tidak hanya untuk beli kantor baru, beli mobil baru, atau beli mesin baru tapi juga untuk beli sdm handal yang dapat menggantikan posisi kita.

hal ini jarang kita sadari sehingga akhirnya bisnis kita stagnan dan kita putus asa dalam mengelola bisnis.

Leave a Reply