suatu hari tanggal 27 januari 2009 pagi, sekitar jam 07 saat saya baru bangun tidur, saya di telpon oleh pak naryo dari disnaker jatim. beliau bilang saya diminta untuk jadi salah satu pembicara dalam acara job fair yang diadakan oleh disnaker, tema yang harus saya bawakan adalah 'pengenalan usaha mandiri' rupanya disnaker mulai kewalahan dalam mengelola tingginya para pencari kerja sehingga dalam program-programnya sekarang disisipkan tema tentang wirausaha. disitu saya bilang ke peserta, pernah gak selama ini ngitung berapa banyak duit yang sudah dikeluarkan buat ngirim-ngirim lamaran. kalo belum, coba mulai sekarang mulai dihitung, mestinya cukup banyak duit yang harus dikeluarkan, apalagi kalo setelah lulus, lamaran kita gak kunjung dapat respon. saya bilang juga artinya para pencari kerja ini bukan golongan orang yang gak punya modal. artinya mereka punya uang yang bisa digunakan, tapi penggunaan uangnya selama ini hanya buat bikin lamaran. saya [+]

takkan terikat waktu bebaskan mimpimu di angkasa takkan terikat waktu jangan berhenti mewarnai jutaan mimpi di bumi sepenggal-sepenggal lirik lagu dari laskar pelangi mengajarkan kita supaya jangan takut buat bermimpi dan jangan pernah putus asa buat bermimpi untuk mewujudkannya. malam itu saya diundang mas rozy ke sebuah micro cafe, (saya sebut begitu karena lokasinya berada di halaman sebuah rumah, tapi didesign sedemikian rupa sehingga menyerupai cafe, poko'e keren) rupanya micro cafe yang pake brand 'creamoz' dan berlokasi di wiyung ini, adalah perwujudan nyata dari sebuah mimpi, tentang sebuah bisnis yang awalnya yang digagas oleh mas rozy. creamoz sebenarnya adalah sebuah tempat makan yang menu jagoannya adalah es krim. mas rozy ini dulunya pernah bermimpi akan punya bisnis yang berhubungan dengan kuliner. makanya dia kemudian bikin konsep bisnis 'rumah es krim' yang pada intinya adalah, sebuah tempat nokronk [+]

©2008 Demo | Designed by: Elegant Wordpress Themes & Made free by SOURCE-Promo.com Promo Items | Valid XHTML | WordPress