
suatu saat saya minta kawan saya untuk mensponsori acara yang saya bikin. dengan janji bahwa nanti akan saya sediain alat sajinya sebanyak yang dia butuhkan, dan brosur berupa stiker yang mencantumkan nama dan nomor teleponnya yang akan saya tempel di alat saji tersebut. kawan tadilah yang saya minta untuk membiayai serta mengisinya dengan makanan.
si kawan menyetujui, dan memang mempersiapkan dengan baik semua yang dibutuhkan, tapi ternyata dalam praktek menuju hari H banyak hal tiddak diinginkan yang terjadi, ada saja halangan yang menghadang persiapan-persiapan kami.
semua sibuk, saya si kawan dan team saya memang sibuk dengan urusan dan bisnis masing-masing. 3 hari sebelum hari H, team saya yang mempersiapkan peralatan yang hendak di pakai tiba-tiba sakit sehingga berhalangan untuk belanja peralatan tadi. akibatnya anggota team saya itu baru bisa belanja [+]
Sunarko Surya :
Mas, saya mau buat tulisan preview di koran Surya untuk keluar besok. Tentang duel maut Anda dengan mas Lupeng. Ada beberapa hal yang mau saya tanyakan. Secara garis besar, buku Anda dan mas Lupeng mewakili dua arus besar (mainstream) pemikiran yang beda dalam memulai bisnis. Mas Sam condong "lakukan dulu, pikir belakangan", sedangkan Lupeng condong "pikir-pikit dulu, baru lakukan". Dari baca buku mas Sam, saya kira yang penting buat mas adalah adalah bertindak, bertindak dan bertindak (terutama bertindak cepat). Bisa saya diberi contoh pengalaman mas Sam sendiri tentang perlunya bertindak cepat itu, dan hasilnya seperti apa? Terus untuk orang yang bertindak cepat, mereka mesti siap apa? Mohon info, ini untu bahan tulisan. Trims.
Wassalam Narko
Sam Urai :
terima kasih pak atas semua kesempatannya, saya coba jawab [+]



