
suatu hari saat sehabis saya memberikan sharing motivasi entrepreneurship didaerah pujon kabupaten malang, iseng-iseng saya sms seorang kawan yang selama ini selalu ngeyel minta ijin agar bisa ngopi pasti binis yang saya jalani, pecel bento wenmit.
beliau ini tidak hanya berkomunikasi melalui inboxnya facebook saja tapi juga sms ke nomor hape saya. dan yang bikin saya seneng nada tulisannya itu selalu mendesak dan memaksa supaya permintaannya dipenuhi. karena saya setiap mentoring bisnis memang ngajarin ilmu ktp (konsep tiru plek) maka saya oke-oke saja ketika beliau meminta ijin pada saya untuk menerapkan ilmu itu dalam bisnis dia jalani. maksudnya beliau minta ijin meng-ktp alias mencontek mencontek bisnis saya.
saya baru rada keberatan saat beliau ini minta saya membimbingnya dalam mempraktekkan teori teori saya. karena [+]
Kamis, 15 Juli 2010 Menggali Ilmu Bertanya untuk Menjadi Kaya Senin, 12 Juli 2010 | 09:06 WIB Menjelang Duel Maut Samurai Vs Takonology,
Surabaya - SURYA- Kalau Anda ingin berbisnis, mana yang didahulukan: lakukan dulu, mikir belakangan; ataukah pikir dulu dengan masak, baru melakukan? Dua pilihan itu tampaknya sederhana, tapi sebetulnya mencerminkan dua arus besar (mainstream) pemikiran dalam dunia bisnis, dan bahkan kehidupan.
Dua arus pemikiran itulah yang akan dipaparkan oleh Samurai, 39, seorang wirausahawan muda Surabaya yang sedang menanjak, dan penemu “ilmu bertanya” takonology, yakni Lupeng Magnum, 37. Setelah pemaparan, keduanya bakal beradu taktik dan jurus dalam meningkatkan profit dan karakter pada sebuah acara yang akan digelar Harian Surya dan Kiyoe Production, Selasa (13/7) esok.
Samurai —yang menulis buku “Jangan BERPIKIR Jadi Pengusaha”— dan Lupeng Magnum merupakan sosok-sosok yang mewakili dua arus pemikiran berbeda [+]



