Artikel Cara Mengatasi Kredit macet

posted in: hutang | 0

Artikel Cara Mengatasi Kredit macet – Haloo pak, saya  mau tanya, begini pak, kakak saya pinjam uang di bank pakai sertifikat rumah terus katanya kalau sisa angsuran itu mau di lunasi sebelum waktunya maka kakak saya itu malah akan terkena pinalty dan denda dari pihak bank.

Padahal  cicilan hutangnya  tinggal lima saja lho. Kemudian kakak saya juga dikasih informasi oleh petugas bank-nya kalaupun sudah dilunasi sertifikatnya juga belum bisa diambil. Saya kurang paham dengan istilah ‘belum bisa diambil’ itu yang bagimana sih pak? Lantas apa kira-kira solusinya ya pak? Terima kasih.

Memang begitulah peraturan dari bank. Kalo kredit ingin kita lunasi bank jarang memberikan diskon tapi malah memberikan sangsi berupa pinalty atau denda. Sebab menurut perhitungan bank, nasabah yang melunasi kredit lebih cepat dari waktu yang sudah disepakati dalam perjanjian akan membuat keuntungan dari pihak bank berkurang. Maka untuk itu nasabah diberikan sangsi pinalty atau denda guna menggantikan keuntungan bank yang berkurang akibat pelunasan sebelum waktunya tersebut.

Baca Juga : Cara Mendapatkan kredit di Bank

Seharusnya setelah kredit dilunasi sertifikat harusnya bisa diambil karena semua kewajiban sebagai nasabah yang berhutang sudah dipenuhi, tapi jika setelah lunas sertifikat tidak bisa diambil kita bisa menuntut bank tersebut karena tidak memberikan dengan segera sesuatu yang menjadi hak kita.

Kata pihak bank begini pak, jika kakakku titip uang untuk 5 setoran berarti kakakku harus menunggu 7 bulan lagi untuk bisa ambil sertifikat. Kata bank 5 bulan itu adalah masa sesuai angsuran yang tersisa dan 2 bulan kemudian adalah waktu yang dipakai untuk proses pengembalian jaminan dari bank ke nasabah.

Wah, kok seenaknya gitu ya bank nya bikin peraturan. Kalo menurut saya daripada ribet karena nasabahnya polos dan awam banget mending dibayar sesuai angsuran aja deh daripada kena pinalti dan denda, toh nanti lom bisa langsung diambil juga kan setelah semua lunas lebih cepat.

               Sumber gambar : sijuki.com

Oh kaya gitu ya pak,terima kasih sarannya.

Seep…

Haloo pak, saya mau nanya lagi neeh.

Begini pak kakak saya punya hutang tapi sekarang dia pergi ke luar negeri untuk kerja, selama kakak pergi rupanya kakak tidak membayar hutang-hutangnyanya maka akibatnya ada debcoletor (DC) menagih hutang kakak kerumah ibu saya.

Yang saya tanyakan apakah kita sebagai keluarga juga ikut bertanggung jawab untuk membayar hutang-hutyang kakak? Sedangkan kakak saya sudah berkeluarga dan kita benar-benar tidak tahu urusan hutang-hutang itu?

Sesunggu- sungguhnya tidak ada kewajiban seperti itu, tidak ada kewajiban yang mengharuskan pihak keluarga membayar hutang-hutang orang yang tagihannya macet. Hutang macet adalah tanggung jawab dari orang yang berhutang bukan tanggung jawab dari keluarganya.

Atau minta surat tugas dari bank yang menyebutkan jika si DC yang datang memang ditugaskan oleh bank tersebut untuk menagih ibu, kalo gak bawa surat tugas suruh pergi saja DC-nya karena datang tidak bawa surat tugas dan datang ke tempat yang salah (yang berhutang bukan ibu dan gak ada ditempat) Apabila si DC masih tetep ngeyel segera laporkan saja ke pihak yang berwajib seperti polisi.

Kunjungi Halaman ini : Solusi mengatasi kredit macet

Oh seperti itu ya pak, tapi katanya dia harus mencapai  target dan DC itu harus setor ke atasan, jadi kemarin saya kasih aja 100rb sedangkan setoran utang kakak harusnya Rp4.720.000,-  karena kurang dari yang seharusnya dibayar maka si DC itu malahan minta tambah uang bensin ke saya terus dia bilang juga kalo bulan depan dia mau datang lagi untuk menagih. Pak jadi kalau DC itu besok-besok datang lagi, saya musti bilang apa ya pak?

Yang namanya DC pasti harus setor sesuai target itu kan tugasnya sebagai DC, jika target gak terpenuhi atau dia gagal mendapatkan uang maka si DC itu bisa gak dapat komisi padahal rata-rata DC gak punya gaji tapa hanya dapat fee yang dihitung berdasarkan prosentase besarnya tagihan yang berhasil ditagihnya.

Waktu ngasih duit pake tanda bukti setoran gak? jangan-jangan gak pake bulti setoran lagi, jadi si DC malah bisa main-main dengan uang tagihan tadi, jangan-jangan malahan uang yang diterimanya itu gak disetorkan sebagai penerimaan dari nasabah 🙂

Apabila  si DC itu sampe minta transport jangan dikasih karena itu bukan kewajiban nasabah, sekali dikasih biasanya bikin ketagihan dan akan datang terus minta uang transport lagi.

Besok-besok kalo datang lagi minta kembalikan aja uang transport yang sudah terlanjur dikasih dan sudah dia bawa trus usir suruh pergi.

Memang tidak ada bukti setoran pak sama sekali. Baik pak, nanti kalau ada yang datang lagi untuk menagih hutang kakak saya, berarti saya biarkan saja ya pak gak usah saya kasih uang lagi.

Terima kasih ya pak, jadi keluarga tidak harus bertanggung jawab ya pak atas hutang-hutang kakak soalnya kakak masih pakai alamat rumah ibu. Sedangkan dirumah itu, saya cuma tinggal bersama ibu. Kadang kalau saya pergi ibu sendirian saja dirumah, kasihan ibu kadang harus hadapi DC sendirian.

Titipkan aja sama tetangga atau hansip atau satpam supaya ibu ada yg bantu, beri fee pada mereka. Jadi kalo pas ada DC datang para petugas itu langsung bertindak.

Bacalah artikel ini Jika anda ingin Keluarga tentram kredit aman 

Demikian tulisan saya yang berjudul Artikel Cara Mengatasi Kredit macet

Semoga bermanfaat…