bodohnya si tolol

posted in: Artikel Menarik, Entrepreneurship | 72

oknumkebodohan yang sama terulang untuk wilayah yang berbeda…

saat wenmit akan menuju banda aceh, tepatnya di kota lhokseumawe maka kebingungan melanda team lagi, kebingungan mo ngirim menggunakan ekspedisi apaan kesana. kali ini kesulitan yang kami hadapi adalah rata-rata ekspedisi yang kami hubungi ndak mau atau ndak buka jalur kesana.

kalo pun ada persyaratan yg kami harus tanggung cukup bikin data nyesek karena mereka bilang  jika kondisi normal maka lama perjalanan lewat jalur darat sekitar 10 hari, trus harus ada kondisi yang dipersiapkan untuk keterlambatan minimal dipersiapkan 4 hari sehingga menjadi 14 hari perjalanan. tapi statement terakhir ini yang bikin gemetar sebab mereka bilang kalo ada kondisi tak terduga lama pengiriman paling cepet 20 hari baru nyampe.

20 hari paling cepet baru nyampe kalo ada kondisi tak terduga!!

lha kalo ada kondisi gawat berarti waktu pengirimannya bisa menjadi tak terhingga, bisa mencapai 30 hari lebih. wah ini kondisi yang sangat sulit dipertanggungjawabkan ke mitra kami yang ada disana. pastinya kami gak berani ngambil resiko ini.

kami terus berusaha nyari yang lebih efisien sampe akhirnya ternyata pengiriman ke lhokseumawe bisa dilakukan lewat angkutan udara alias pake pesawat. kami semangat banget, kalo harganya berselisih nggak terlalu jauh tapi waktu kirimnya lebih cepat siapa takut…

siang itu kami deal dengan petugas yang ngakunya karyawan ekspedisi dan dia siap melayani perjalanan peralatan kami sampe di lhokseumawe.deal harga dan deal waktu kirimnya bahkan deal pesawat apa yang digunakan…oknum1

kata lhokseumawe, kami ulang berkali kali karena kami ragu apa bener ada penerbangan kesana. petugas itu menjelaskan tentang rute penerbangan secara detail yakni lewat medan lalu ke lhokseumawe tanpa lewat banda aceh. bahkan dia juga menjelaskan akan kemungkinan ganti maskapai penerbangan karena hanya satu maskapai yang melayani bandara lhokseumawe dan itupun hanya dua kali penebangan dalam satu minggu.

singkatnya kami percaya dan yakin akan kata-katanya bahkan kami  juga deal harga yang harus kami bayarkan untuk ongkos perjalanan ke sana.  tiga hari perjalanan kurang lebih port to port dari bandara juanda ke bandara lhokseumawe hanya dalam waktu 3-4 hari dengan ongkos kirim gak sampe tiga juta rupiah sudah termasuk ongkos packingnya. dan dengan keyakinan itu maka malam itu juga kami bawa peralatan yang mau di kirim ke bandara juanda dengan semangat.

semua siap, perlengkapan yang udah dikemas rapi ditimbang di beri tulisan alamat dan ditempeli stiker ala ‘bagasi pesawat’. ongkos kami bayar karena petugas disana dah siap ready dan rapi serta ringan tangan dalam membantu. disana kami baru tau kalo ‘petugas’ yang deal dengan kami adalah oknum, jadi kami ndak dapat resi resmi malam itu melainkan dijanjikan akan diberikan besok paginya. malam itu kami pulang dengan senang, puas dan bahagia karena perlengkapan wenmit berangkat ke lhokseumawe naik pesawat. kami juga pecaya bahwa semua bakal bers karena sudah biasa ‘oknum’ berperan sebagai dewa penolong dalam kondisi genting.

pagi hari berikutnya saya bangun dengan bersemangat untuk mengabarkan berita itu pada mitra kami di lhokseumawe.

nah mulailah kondisi gawat darurat bermunculan!!!

mademoticonpertama, saya tunggu bukti pembayaran dan bukti pengiriman yang dijanjikan disampaikan ke kami sejak semalam sampai menjelang siang hari gak datang juga padahal mitra kami sudah bolak balik sms dan telepon menanyakan kondisi kiriman kami…

saya tanyakan ke oknum lewat telepon dan darrrrrrr!!!

meledak semuanya,

si oknum gak pernah merasa akan mengirim peralatan kami menuju lhokseumawe, dia bilang akan di kirim sampai ‘bandara saja’ dan bandara yang dimaksud adalah bandara di kota banda aceh bukan bandara di kota lhokseumawe, dia juga gak pernah merasa bilang akan oper dan transit pesawat di kota medan dan perlengkapan akan di oper ke maskapai lain menuju lhokseumawe melalui bandara medan.

ancur semua rencana manis kami, gimana caranya ngomong sama mitra kalo gini karena dari banda aceh ke lhokseumawe aja pake pesawat itu sekitar dua jam perjalanan dan itu kalo ada. yang paling memungkinkan adalah lewat darat dan makan waktu tempuh sampai 7-8 jam.

bukan hanya soal waktu yang lebih lambat, tapi juga soal biaya yang pasti membengkak dan gak mungkin donk kita minta lagi ke mitra.

si oknum santai saja menjelaskan tanpa rasa bersalah sama sekali.

karena saya yang dah terlanjur berhubungan sama mitra jadilah saya yang harus meyakinkan beliau kalo semuanya akan baik-baik saja, resiko terjelek adalah waktu sampai yang lebih lama sedikit paling beda satu atau dua hari, begitu saya berusaha memberi ketenangan pada mitra.world_cargo_crate

alhamdulillah, mitra kami begitu pengertian, beliau oke aja yang penting ada laporan yang jelas dan berkesinambungan, itu yang bikin kami rada tenang.

cerita berlanjut, dan makin menyebalkan. selain bandara tempat transit yang gak memenuhi janji, maskapai yang dijanjikan juga gak sesuai dengan apa yang diomongkan. salah saya karena, gak ada hitam diatas putih sebelum transaksi dan pembayaran saya lakukan.

pasrah deh saya,

tapi paling nggak saya dapat surat-surat cargonya dari si oknum, itu harapan saya dan saya berusaha untuk minta copy aslinya ke si oknumn saya yakin dia pasti kasih donk ke saya wong semua biaya administrasinya udah saya lunasin. tapi dasar si oknum memang anti rasa bersalah dan selalu ngentengin semuanya.

ya terjadi lagi masa yang menyebalkan, saya tunggu dia kirim fax dari tempatnya ke saya untuk penyampaian surat-surat cargo yang saya butuhkan, mulai dari jam 13 sampai jam 15 trus di tunda lagi ke jam17 dan baru saya terima jam 20 malam.

mantabz punya, memang oknum yang luar biasa dan ketenangannya itu juga bikin salut, alasannya macem-macem deh seperti masih di lapangan, lom sempat kembali ke kantor, terjebak macet serta ada 23 alasan yang dia sebutkan dengan sangat santai. kalo saya emosi, hp dia matikan lalu dia sms dan hanya bilang “sabar pak ntar saya fax kok, tenang aja deh.”

pokoknya nyebelin banget, tapi ya mo gimana lagi saya pasrah sambil ngomel-ngomel sendiri, sampai saya terima juga surat-surat cargo yang dia kirim ke saya melalui mesin fax. lumayan tenang perasaan ini karena memang peralatan dikirim dengan alamat tujuan seperti alamat mitra saya di lhokseumawe.

sambil nunggu kiriman surat melalui fax, saya berusaha keras untuk nyari expedisi yang bisa ngirim peralatan mitra dari bandara banda aceh ke rumah mitra saya di lhokseumawe.

cargo-bpengalaman pertama memang mahal harganya. mahal untuk ndapetin ilmu dan informasi baru. jadi malam saat kami sedang ngurus pengiriman peralatan di cargo bandara juanda, saya sempatkan diri tuk muter-muter nyari informasi pengiriman booth atau gerobak atau apa saja keluar pulau jawa. dan saya dapatkan informasi itu, ternyata banyak hal yang saya gak tau, ternyata ada beberapa cargo dan ekspedisi udara yang mau melayani pengiriman ke lhokseumawe!

ddari data dan kartu nama yang saya dapatkan, maka saya berusaha nyari perusahaan ekspedisi yang bisa kirim dari bandara banda aceh ke  lhokseumawe. usaha keras pastilah ada hasilnya, beberapa perusahaan bilang oke dan semua nya lewat jalur resmi dan bukan oknum lagi. mereka bimbing dan ajari saya cara-caranya. dan seperti teori yang biasa saya ceritakan ke mana-mana jika banyak pembanding maka akan mudah mendapatkan yang terbaik. dan yang terbaiklah yang pastinya saya tindak lanjuti untuk memyelamatkan kiriman saya dari bakal terkatung-katung di banda aceh dan dari rasa malu persusahaan ‘wenmit’ saya di hadapan mitra pertamanya dari aceh.

mahal memang biaya yang saya tanggung bukan hanya biaya fisik alias duit yang saya bayarkan lagi untuk nyambung transport dari banda aceh ke dari bandara banda aceh ke rumah mitra saya di lhokseumawe. melainkan juga harga rasa panik, cemas, emosi dan sebagainya.

janji saya pada diri sendiri, saya gak bakalan lagi deh pake oknum dengan iming-iming beaya murah tapi ada resiko bikin pusing, malu dan emosi. mending saya pake jalur resmi yang bisa dipertanggungjawabkan walaupun mahal dan rada makan waktu tapoi bikin tenang.

untung mitranya sabar…

untung nyempetin diri nyari cargo alternatif…

dan masih ada untung-untung lainnya…..

“yang penting tetep semangat karena semua ada pati solusinya” gitu kata batin saya disaat panik dan kalap serta hampir putus asa.

Leave a Reply