the power of question – arti penting sebuah pertanyaan

250px-Question03 Buat kawan-kawan semua yang mempunyai kesulitan saat berkomunikasi atau memberikan tugas pada karyawannya, mungkin sebuah tips dari senior saya di Master Mind juara sang pengusaha bantal, bisa memberikan inspirasi.

Beliau mempunyai strategi yang cukup jitu agar karyawan bagian marketing bisa bekerja lebih efektif dan efisien.

Beliau selalu memulai sebuah percakapan dengan karyawannya yang kemudian berlanjut dengan instruksi atau tugas dengan sebuah pertanyaan.

Suatu ketika beliau bertanya pada karyawan marketing diperusahaan bantalnya, “Jam berapakah menurutmu yang paling efektif untuk menelepon dan memprospek calon konsumen?” begitu tanya beliau pada karyawan marketingnya.

Si karyawan setelah berpikir sejenak lalu menjawab “Menurut saya pak, jam kerja paling efektif  untuk menelepon dan memprspek calon konsumen adalah antara jam 9 pagi sampe jam 15 sore”

“Kenapa kok begitu?” tanya senior saya lagi…

“Begini pak, biasanya jan 8-9 pagi mereka masih belum fokus di kerjaan karena masih bersiap-siap entah mempersiapkan apapun lalu antara jam 15 sampe jam 17 mereka sudah sibuk mempersiapkan pulang sambil membereskan pekerjaan yang tertinda atau belom beres jadi sudah tidak fokus lagi saat kami tawarkan sesuatu, begitu pak” jawab karyawannya panjang lebar.

Sambil tersenyum senior saya bilang “Berarti ada sekitar 3 jam tidak efektif dalam sehari ya, itu bisa berpengaruh pada penjualan kita, kalo begitu kita harus siapkan strategi baru, untuk itu sebaiknya kamu selewat jam 15 harus mempersiapkan sekita 40 nama calon prospek yang sok hari harus kamu telepon setiap hari”

Lalu senior saya itu menyambung “Kenapa kamu harus menyiapkan 40 nama, itu karena kita tetap harus mencadangkan banyak nama, jika beberapa nama yang kamu telepon tidak mengangkat atau tidak ada ditempat. Lalu setiap pagi antara jam 8-9 kamu juga bisa mengkoreksi lagi daftar nama di list mu itu. Jadi artinya kamu bisa punya waktu sekitar tiga jam untuk mempersiapkan banyak prospek sehingga pekerjaan jadi lebih efektif dan hasil kerjamu menjadi maksimal” senior saya juga memberikan pengarahan secara panjang lebar pada karyawannya.

Dengan pengawasan yang berdisiplin dari senior saya pada karyawannya maka di karyawan muncul rasa tanggung jawab sehingga instruksi yang kemudian disepakati bersama itu bisa berjalan.

Dan kemudian menjadi suatu rutinitas si karyawan marketing tanpa harus diawasi lagi, 40 nama calon prospek disiapkan dalam 3 jam untuk selanjutnya bisa di telpon untuk di prospek dengan penawaran.

Sharing beliau menambah wawasan saya,

Memberi instruksi dengan cara bertanya membuat situasi dan kondisi berubah bukan lagi merupakan kepentingan sepihah dari si atasan saja tapi telah berubah menjadi kepentingan bersama antara karyawan dan atasannya untuk kepentingan kemajuan perusahaan.

Kedua pihak bareng-bareng melakukan evaluasi terhadapkinerja bersama diperusahaan. Dan itu semua di mulai dari sebuah pertanyaan….

Leave a Reply