terima kasih komunitas

posted in: Entrepreneurship | 0

Bergabung dengan komunitas itu penting banget, manfaatnya memang nggak mungkin dirasakan seketika. Tapi pada saat kita memerlukan sesuatu dan saat itu kita merasakan sendirian di sebuah tempat yang asing, maka disitulah peran komunitas akan sangat terasa penting.

Walaupun pada kenyataannya kita atau bahkan saya sendiri, seringkali malahan belum akrab atau bahkan pernah bertemu secara fisik dengan orang-orang yang telah membantu kita itu. Pengalaman yang saya dapatkan dari touring saya di dua kota yakni solo dan madiun beberapa hari yang lalu semakin mempertebal kepercayaan saya akan pentingnya kekuatan komunitas yang ada.

Ketika di solo kami memerlukan beberapa tenda yang akan saya pergunakan untuk sebuah acara halal bihalal saat lebaran, saya memang bukan warga solo tapi orang tua saya berdomisili di solo, persewaan tenda yang sudah dihubungi oleh orang tua saya tidak ada yang bisa membantu, walaupun mereka masih punya stok dengan alasan acaranya tepat pada hari raya dan lokasi acaranya jauh di pelosok desa. Jika bukan hari raya pasti mereka sanggup tapi karena pada hari H lebaran maka mereka menyatakan tidak sanggup daripada mengecewakan konsumen.

Ibu meminta saya untuk membantunya mencarikan tendadan sound system berkekuatan 1000 watt. Saya tentunya nggak bisa menlak dengan alasan saya nggak ngerti apapun tentang kota solo kan. Nggak ada pilihan lain kecuali saya menghubungi beberapa kawan yang ada di solo, yang nomor telepon atau kontak bb nya ada di handphone saya. Nekad aja saya hubungi mereka via sms dan bbm, yang penting sudah berusaha bertanya dan apapun jawaban mereka itu urusan belakangan.

Sebagian dari yang saya hubungi tersebut saya lom pernah jumpa, saya hanya pernah berhunbungan dengan mereka melalui sms dan chat di bbm aja, walaupun kami sama-sama bergabung dalam komunitas yang sama. Nggak lama kemudian kawan-kawan itu mulai membalas, ada yang bilang nggak tau ada juga yang berusaha membantu mencarikan bahkan ada yang langsung memberikan nomor kontak dan nama pemilik bisnis tenda, sambil dibalakangnya ditambahkan kalimat “nego aja sendiri pak, nanti bilang aja kalo kita adalah kawan sekomunitas”

Wah, langsung lega saya mendapatkan jawaban-jawaban seperti itu. Kekuatan komunitas di dukung oleh tehnologi membuat saya gak merasa sendirian lagi. Perjuangan memang gak selesai sampai disitu saja, ketika saya menghubungi nomor-nomor yang saya dapatkan itu ternyata saya memang gak langsung dapat deal mengenai tenda. Tapi dari kawan-kawan komunitas ini, saya dapatkan list hampir 20 lebih pengusaha persewaan tenda dan sound yang ada di kota solo dan disekitarnya yang bisa saya lacak satu persatu melalui telpon. Dan pada kenyataannnya pengusaha-pengusaha yang list teleponnya saya pegang tersebut memang pada kenyataannya gak pernah ber-iklan di berbagai media yang ada.

Saya berasa jadi orang solo, dan saya yakin orang solo aja lom tentu punya list sebanyak yang saya punya ini. Dengan banyaknya list yang saya punya dan semakin terus bertambah, maka dalam 2 hari saja saya di solo, dan tanpa harus meninggalkan rumah akhirnya saya dapatkan deal dengan pengusaha persewaan tenda dan sound seperti yang saya butuhkan, bahkan dengan harga kawan, hehehehe….

Terima kasih komunitas…