Soto segar mbok Giyem Solo

posted in: Entrepreneurship | 0

Barusan sarapan di soto seger mbok giyem di jalan bhayangkara kota Solo. Kami sampai disana jam 9 pagi dan kami kagum sekali dengan ramainya situasi disana. Saya sempat hitung kira-kira ada dua deret meja kayu besar yang bisa menampung 10 orang.

Saat kami datang semua meja itu penuh dan masih banyak lagi orang-orang yang berdiri antri. Yang pada berdiri ini sibuk menggerakkan lehernya berebut cepet-cepetan mencari kursi kosong. Daripada didahului orang lain.

Akhirnya kami dapat kursi juga, trus pesen deh, setelah dapat kursi, pesan 5 mangkok soto pun perlu perjuangan karena jumlah pelayan yang terbatas dan pelayan disana sibuk semua, entak sibuk membawa soto ke pelanggan, sibuk mengantarkan minuman, sibuk bersih-bersih atau sibuk mengantarkan aneka lauk ke meja-meja pelanggan.

Hehehe, dengan perjuangan plus ditambah agak anarkis dikit akhirnya dapat juga 5 mangkok soto. Saatnya makan tiba, kami makan sambil mata tetep lirik kanan lirik kiri mencari aneka lauk yang kami sukai. Memang disana banyak sekali aneka lauk yang tersedia dimeja.

Tapi kami tetep mesti waspada karena jika kalah cepat maka lauk incaran akan diambil dan berpindah ke hadapan pelanggan lain, nggak hanya itu baru saja dapat sepiring lauk dan masih sekejap nyampe di hadapan ada saja pelanggan yang menyapa kami untuk mengambil lauk yang ada di hadapan kami itu.

Sotonya sebenernya sederhana aja, semangkok kecil nasi, sedikit toge dan daun bawang serta bawang goreng yang diguyur oleh kuah soto yang bening. Kalo kata saya biasa aja, walo kuahnya segar dan gurih. Kuahnya emang segar sih apalagi panasnya pas banget dengan rasa vetsin yang dominan.

Dengan rasa yang standart itu bingung juga saya apa sesungguhnya yang bikin rame gitu bahkan sampe ngantri-ngantri orang makan disana.

Apakah karena ada semacam dendam ya, ketika saat datang gak dapat meja, gak dapat pelayanan yang maksimal atau sudah kehabisan lauk.

Apakah itu yang bikin para pelanggan datang dan datang lagi?

Bisa jadi begitu sebab saya pun sekarang masih penasaran dan pingin mengulang datangh serta makan disana lagi karena tadi saat makan kurang puas rasanya…

Tetep penasaran pingin mengulang lagi makan disana walaupun nggak nyaman banget, panas, nggak ada service yang memadai, dicuekin ama pelayan…

Aneh kan…