Silaturahmi……

silaturahmi-300x299Menurut saya silaturahmi itu sangat penting. Selain memang dianjurkan oleh agama juga karena ini merupakan cikal bakal yang akan dapat memperkokoh pondasi pertemanan atau networking kita. Hakekat dasar silaturahmi menurut versi saya pribadi adalah saling mengunjungi. Maksudnya dimanapun saya berada saya akan selalu berusaha mengunjungi minimal menghubungi setiap kawan atau kerabat saya yang ada di sekitar situ. Maksudnya bukan apa-apa hanya sekedar ‘say hello’ saja dan memberitahu mereka bahwa saya sedang berada di daerah dekat mereka. Apabila mereka sedang tidak repot saya akan minta ijin untuk berkunjung, sesederhana itu saja hakekat silaturahmi.

Dalam bidang apapun yang kita geluti silaturahmi ini sangat penting. Apalagi buat saya pribadi yang bergerak di bidang entrepreneur. Saya akan merasa tidak bisa berbuat apa-apa tanpa ada kawan atau kerabat yang medukung saya. Kekuatan silaturahmi membuat saya dikenal dan mengenal banyak orang. Yang tadinya saya tidak mengenal mereka, jadinya kemudian akan saling mengenal karena kawan yang saya kenal akan memperkenalkan saya lagi pada kawan-kawannya. Karena itulah jejaring saya akhirnya semakin panjang.

Jika dibilang mudah ya tidak terlalu mudah dalam menjalankan silaturahmi ini, tapi jika dibilang sulit, saya rasa bukan hal yang sulit kok. Intinya hanya ada di niatan hati dan disiplin diri saja. Saya selalu berusaha memaksakan diri untuk bergerak mengunjungi semua relasi yang bisa bikin janji dengan saya walaupun kondisi tubuh dan otak sedang malas-malasnya.

Banyak hal yang bisa saya dapat dalam kunjung-mengunjungi ini. Ini yang bikin saya selalu memaksakan diri untuk terus membudayakan silaturahmi dalam diri saya.

Setiap kali saya merasa punya waktu luang atau sedang berkunjung ke suatu daerah saya akan mencari kontak person dari teman dan kerabat saya lalu mereka saya hubungi satu persatu, nah yang tidak keberatan tuk saya kunjungi dan bertemu segera saya datangi. Sering pula saya paksakan diri saya walaupun sedang padat-padatnya jadwal hanya untuk sekedar mampir ke tempat kawan atau kerabat tadi.

Niatan awal adalah saling bertukar kabar berita saja, namun dalam perkembangan pembicaraan banyak hal tak terduga yang bisa saya peroleh dari mereka. Walaupun saya seorang entrepreneur, setiap kali saya bertemu dan berkunjung ke kawan atau kerabat saya tidak pernah punya niatan awal untuk berbisnis dengan mereka. Niat awal yang saya bawa cuman satu, hanya ingin mempererat hubungan silaturahmi, pertemanan atau persaudaraan dengan mereka.

Berdasarkan pengalaman saya tanpa niatan bisnispun karena memang saya bergerak dibidang bisnis, secara otomatis pembicaraan bisa bergulir kearah situ dengan sendirinya, dan pada saat itulah peluang-peluang baru bermunculan, tinggal sayanya bisa mengeksekusinya atau tidak.

Anehnya, apabila niat awal saya untuk bersilaturami beber-bener agar mendapatkan suatu deal bisnis, maka yang terjadi malah terbalik. bukan deal bisnis yang saya dapatkan, melainkan situasi dalam silaturahmi itu sendiri jadi garing dan membosankan. Dan ketika kondisi ini saya ceritakan pada kawan-kawan atau senior, rata-rata dari mereka juga mengiyakan pendapat saya itu. Jadi memang kalau niatnya silaturahmi ya harus punya niatan yang tulus jangan sampai ditumpangi oleh niatan lain yang penuh pamrih, nanti hasilnya malah tidak maksimal dan bikin sebel.

Saya sekarang ini punya kergantungan yang amat sangat pada silaturahmi ini. banyak hal yang sangat berubah dalam diri saya akibat seringnya saya ber-silaturahmi ini. dulunya Saya adalah seorang mahluk manusia yang sangat kaku, tidak ramah apalagi supel. Saya jarang bergaul, hobi say abaca buku dan nonton video. Akibatnya saya tidak punya banyak kawan, sehingga berakibat saya punya masalah dalam bidang komunikasi. Saya kesulitan mengajak seseorang yang saya kenal sekalipun untuk berbicara, berdialog atau bercakap-cakap, apalagi bila orang tadi asing buat saya atau baru saya kenal.

Dengan ilmu entrepreneur yang saya pelajari dan saya praktekan, pelan-pelan saya tau penting dan kegunaan silaturahmi ini, karenanya saya paksa diri saya untuk melakukan dan menyukainya. Hasilnya sungguh luar biasa, sekarang saya dibilang oleh banyak kawan, relasi dan keluarga banyak mengalami perubahan. Saya sekarang suka sekali berbicara, bergaul dan mencari kawan baru dengan memulai berkenalan dengan orang yang tidak saya kenal atau tidak akrab dengan saya.

Banyak yang tidak menyangka saya bakal mengalami perubahan dan kemajuan sedemikian pesat, bahkan semasa hidupnya almarhum ayah saya sangat prihatin dengan saya, karena sifat saya yang sangat a sosial.

Sangat banyak manfaat positif yang saya peroleh, ilmu pengetahuan yang saya peroleh banyak banget dan semuanya hamper yang saya tidak peroleh di bangku sekolah maupun dari berbagai literature atau buku best seller sekalipun. Pengalaman dan ilmu ini hanya saya peroleh dengan cara ngobrol-ngobrol dalam bersilaturahmi tadi. Karena ngobrol dengan orang yang sudah pernah mengaplikasikan secara langsung dan sudah tau rasanya maka ilmu yang saya peroleh itu mejadi sangat hidup dan sedemikian mudah untuk saya duplikasikan pada diri saya.

Alhamdulillah saya tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli ilmu-ilmu yang saya sangat butuhkan dalam perjalanan hidup saya.

Dengan silaturahmi saya juga punya kesempatan banyak untuk berkenalan dengan banyak tokoh yang saya kagumi, dan uniknya karena kenalannya dalam silaturahmi yang sangat tidak formil dan sangat kekeluargaan serta kental nuansa perkawanannya, saya dan tokoh yang biasanya saya ketahui dari buku, majalah, Koran atau media lain itu memjadi mudah akrab dan menjadi seperti kawan biasa yang sudah lama kenal. Alangkah menyenangkannya situasi yang seperti ini.

Ha-hal sepertui itulah yang saya buru dalam silaturahmi hanya efek perkawanannya dan menyambung tali yang terputus akibat perbedaan tempat dan waktu. Alangkah indahnya silaturahmi itu, makanya saya selalu merindukan kesempatan untuk terus mengulang dan mengulang………

Leave a Reply