Sebuah Konsistensi..

posted in: Entrepreneurship | 25

April 2010,

tulisan ini dibikin oleh Yusuf ‘shembah’ Brokerpreneur seorang senior dalam dari yang sesungguhnya walopun usianya sepuluh tahun lebih muda dari saya, simak saja tulisannnya ini => 

“Mbah, nanti tak kenalin ama mentormu ya. Namanya mas Sam”, bgitu kata temen saya yg pada saat itu saya berada di rumah. Dia ngajakin utk wedangan dan kumpul bareng dan kebetulan tempatnya nongkrong tidak begitu jauh dari rmh kontrakan saya. Tapi karena sesuatu hal, saya waktu itu tidak bisa kumpul nongkrong bareng.

Tiba suatu saat saya & dan temen saya itu membuat seminar entrepeneurship. Kebetulan yg direkomendasikan adalah Mas Samurai. ALhasil, saya coba cek di Facebook, blog, dan lain2 tentang sapa sih Samurai ini ? Kok namanya heboh banget + unik gitu menurut saya. Dan memang benar, bukan saya saja yg terheran-heran dg nama keren itu. Di seminar atau di dunia maya, banyak yg nanyain makna nama itu dan emang bener nama asli atau ga. Makin penasaran aja saya…

Yang saya liat pada jejak-jejak kiprahnya, saya bingung beliau ini sebenarnya pengusaha apa ya. Waktu itu saya cari referensi2 bisnis si dunia maya. EEe..ga diduga! Malah pas saya nyari2 referensi itu, muncul bisnis di search engine Pakdhe Google yg punya panggilan “WENMIT”. Usut punya usut, merek ini adalah merek dari sebuah produk kuliner yg sederhana namun dengan dikemas dg keren yg akhirnya menunjukkan produk yg berkualitas.

Apa itu WENMIT ? yaitu bisnis kemitraan dg produk PECEL!! Bayangin, saya yg sdh 20 tahunan makan pecel, ga nyadar klo produk sederhana ini bisa jadi berkualitas. Dan saya kagum, karena tenyata otak di balik bisnis ini salah satu pelopornya adalah Mas Samurai itu sndiri.

Hmmmm..makin salut ama juragan satu ini.

Oke, lanjut ke penyelidikan. Saya yg belum prnah sama skali ketemuan ama yg namanya Samurai, jadi yakin & pede kalo ni orang pastinya bakalan ngisi materi seminar dg materi yg dahsyat. Kebetulan jg, semnarnya tunggal pula alias Mas Samurai sendirian yg ngisi. Saya sih baru bisa ngurus2 tetek bengek aja.

Wow..!! Seminarnya kren! Temanya tentang bedah bukunya yg pertama yaitu “Jangan Berfikir Jadi Pengusaha dan Jangan pernah Berfikir jadi entrepeneur”. Nah lho?! Apa ga pusing baca judul aneh kayak gitu ?? Saya jg sempet bingung maksudnya apaan tuh. Tapi bgitu ikut seminarnya (gratis tentunya wong jadi penyelenggaranya hehehe) jadi ngeh apa maksud tema di atas.

Pengen tahu komplit, silakan beli aja bukunya di Gramed wkwkwkww…promosi broker neh!

Bulan-bulan berikutnya…

Seminar demi seminar bahkan bersedia ngisi di kelas sebuah komunitas entrepeneur baru tanpa pamrih dilakoni oleh beliau. Yg saya suka dari beliau salah satunya adalah sikap cuek dan pedenya yg tinggi yg sebenarnya menandakan sebuah keyakinan atas kemampuan dirinya. Dan itu sangat diperlukan dari seorang mentor yg jg menjadi idola banyak orang seperti beliau.

Banyak orang bahkan dari temen2 saya sendiri yg meragukan kemampuan mas Sam dalam berkiprah menjadi pengusaha.

Saat itu, beliau mengemukakan suatu konsep baru yg sbenernya adalah keinginannya utk men-sharingkan ilmu selama dia mjd pengusaha dalam bentuk seminar/workshop.

Yup…beliau akhirnya membuka ‘rahasia’ dia dalam suksesnya menjadi pengusaha dalam tema “Credit Wisdom ala Mahzab Samurai”. Keren tuh bahasanya hehehe…

Mulailah beliau semangat utk membagi ilmu2nya ke banyak orang bahkan di luar jawa sana, beliau merupakan orang yg disegani karena khebatan mahzab kreditnya tsb..

Hingga saat ini beliau tetap dg pilihannya utk menyebarkan semangat pengusaha dg caranya sendiri…

Pro & Kontra….

Seperti halnya orang lain, yg dilakukan sesorang dan sukses pastilah menuai pro dan kontra. Tentunya hal ini tidak membuat Mas Sam surut semangatnya. Bahkan beliau sekarang makin bersinar karena tips dan triknya menghadapi goncangan angin kencang dari mereka yg kontra dengan beliau.

Mahzab Credit beliau menuai pujian dan apresiasi bagus dan saat bersamaa pula menuai kritikan dan hujatan yg tak kalah heboh.

Setajam namanya, beliau mengubah semua itu menjadi media yg malah membuatnya makin bercokol di papan atas seorang provokator bisnis..hmmm, salut lagi deh!

Tak jarang, beliau di olok-olok dan diejek dengan segala kiprahnya di dunia bisnis karena Mahzabnya yg kontroversial.

Wow..beliau makin heboh dan gencar utk menebar pilihannya itu ke masyarakat umum bahkan masih mengemukakan dan mempertahankan piiihannya pada komunitas yg menolaknya. Aneh memang dan pilihan yg berbahaya.

Konsistensi dan keyakinan…

Begitu juga saya, waktu itu yg turut menjadi curhatan rekan2 yg kontra dg beliau. Karena beliau sering sekali bersama saya menebar virus entrepeneurship ke masyarakat umum utk mencetak pengusaha-pengusaha baru.

Hari demi hari berlalu dan beliau masih berdiri tegak dan makin tegap dengan pilihannya. Itulah sebuah keyakinan yg besar.

Saya dan bbrpa teman menyadari, bahwa pro dan kontra akan selalu ada. Begitu juga pada saya yg memutuskan utk menjadikan faham ‘brokerpreneur’ dlm materi mentoring entrepeneur, sbg solusi utk cepat menjadi pengusaha serta bangkit dari kebangkrutan pun tak lepas dari hal tsb.

Namun Mas Samurai dengan semangatnya tetap berjuang mempertahankan mahzabnya.

Dan akhirnya, konsistensi beliaulah yg mampu mempertahankan posisinya mjd pengusha.

Terlepas dari apa yg menajdikannya kontra, kami sangat menghormati keputusan dan pilihan beliau.

Bukan seorang Samurai namanya, bila ada ujian sedikit sudah ambruk dan  jatuh.

Kini, di tengah2 polemik kontroversial mahzab pilihannya, Mas Samurai makin menancapkan benderanya di mana-mana.

Beliau sekarang sering mjd pembicara dan provokator bisnis dg Credit Wisdomnya utk mencetak pengusaha2 baru.

Saya yg bisa seperti ini, juga tidak lepas dari perjuangan beliau ‘mengangkat’ saya utk dipercaya mjd timnya marketing, manajemen, teman bahkan mungkin (harapan saya) menjadi sahabat beliau…

Masih tetap berkaca pada beliau yg mjd mentor saya, saya ucapkan salut mas atas prestasi yg beliau capai dlm menjadi Jagoan Entrepeneur.

Kembali…saya persembahkan tulisan ini untuk mentor, teman, sahabat saya serta kakak saya..

Mr. Samurai Jagoan.

Leave a Reply