SEBUAH KESADARAN

posted in: Entrepreneurship | 1

163428_481166964478_549489478_5656866_6334919_nSaat kami anggota master mind juara berkumpul selalu terjadi diskusi yang menarik. Kita berkumpul bukan hanya salimg menyemangati satu sama lainnya atau saling memberikan saran dan solusi buat anggotanya yang sedang butuh saran dan masukan tapi kita juga mengulas kejadian-kejadian yang kami anggap perlu kami bahas buat menambah wawasan kami.

Kali ini kami membahas fenomena keluhan dari para pengusaha sandal lucu di berbagai daerah yang sedang mengalami penurunan omset drastis dari bisnisnya tersebut. Fenomena ini menarik karena beberapa waktu lalu bisnis sandal lucu sedang booing dan digemari oleh banyak orang karena merupakan bisnis yang sangat propekif dan laris manis.

Dimulai setelah bulan puasa dan hari raya lebaran, penurunan omset mulai dirasakan oleh para pengusaha tersebut, menurut mereka sesaat sebelum puasa sebenarnya sudah terasa gejala penurunan itu tapi sempat tertutup dari perhatian karena pada bulan puasa dan hari lebaran omset membaik, tapi kemudian setelah moment itu lewat maka kejadian penurunan omset terasa lagi bahkan mulai mencemaskan.

Trus kita bahas deh fenomena itu, apa yang terjadi sesunguhnya terjadi jika ditinjau dari kacamata mm juara…

Yang paling umum pendapat dari kita adalah karena maraknya persaingan antar pengusaha sejenis. Pada awal pastinya bisnis sandal lucu dipelopori oleh sebuah perusahaan yang punya inisiatif dan creativitas untuk membuat dan memproduksi sandal yang bentuknya lucu yang ditujukan buat berbagai kalangan baik itu ana-anak ataupun dewasa. Trus kemudian ketika bisnis ini mulai tampak menguntungkan dan banyak menghasilkan fulus maka pastilah banyak yang menirunya dan membuat perusahaan dan bisnis sejenis dengan berbagai nama.

Akibatnya sudah pasti persaingan antara pengusaha sandal lucu semakin ketat. Karena persaingan yang ketat itu maka bisa dirasakan kalo persaingan antara para pengusaha sandal lucu itu mulai menjurus ke persaingan yang tidak sehat, yang tadinya mereka bersaing di bidang creativitas, bagus-bagusan design dan bagus-bagusan bahan baktu serta bagus-bagusan service dan pelayanan maka karena semakin banyak pemain disini persaingan menjadi ke arah persaingan memberikan harga jual termurah pada pelanggannya.

Nah dengan banyaknya pemain otomatis pangsa pasar yang tadinya gede menjadi terbagi-bagi dan menjadi rebutan banyak pemain di bisnis sandal lucu ini. Dengan pangsa pasar yang terbagi ini otomatis menggerus omset dari pemain yang pertama-tama mempelopori bisnis sandal lucu ini. Dengan begitu maka pastinya omset yang gede diawal akan semakin menurun dan menurun. Seperti sebuah biskuit yang di makan oleh banyak orang maka setiap orang akan mendapatkan secuil potongan biskuit tersebut.

Biasanya yang dilakukan oleh pemilik bisnis sandal lucu untuk bertahan selain menurunkan harga atau merendahkan kwalitas bahan baku dari sandal itu maka disisi lain pasti ada yang berusaha mempertahankan kwalitas guna menjaga agar harga jual mereka tetep bagus. Dengan harga yang tetep begus diharapkan penjualan yang turun masih bisa tertutup oleh harga yang mahal dikarenakan service dan kwalitas yang prima. Atau mereka juga bisa mencari ceruk pasar lain seperti melirik peluang penjualan ke luar negri.

Memang banyak cara untuk bertahan, dan ini semua tetep tergantung dari seberapa tebal semangat si pengusaha dan ketebalan modal dari pengusaha itu sendiri, serta seberapa creative dan seberapa inovative si pengusaha untuk tetep mencari ide agar omset gak semakin jeblok.

Ketika kami terdiam merenungkan permasalahan pelik ini, kenapa saya sebut pelik sebab bisnis retail memang rawan kompetitor sebab gampang banget di duplikasi, seorang anggota mm juara, yang berprofesi sebagai pebisnis design mengemukakan pendapatnya yang bener-bener berada di luar pemikitan saya selama ini.

Menurut beliau, ada satu sebab penting kenapa omset pebisnis sandal lucu itu mengalami penurunan omset drastis. Sebab penting yang tidak banyak disadari oleh mereka adalah maraknya penjualan sandal karet dengan merk CRO**

Emang bener merk ini buatan luar negri dengan harga jual yang sangat mahal dan tidak terjangkau oleh kebanyakan peminatnya di indonesia. Tapi dengan creativitas orang indonesia yang luar biasa karena memang peluang di bisnis ini menggiurkan maka dengan sekejap muncullah jenis sandal yang bentuknya mirip sandal dengan brand merk internasional tadi dengan harga yang sangat miring jaug di bandingkan aslinya.

Dengan booming brand CRO** dan maraknya sandal karet yang mirip buatan pengusaha lokal dengan harga murah maka jelaslah banyak orang yang bangga memakaianya, si pemakai gak lagi peduli apakah sandalnya itu asli atau produk bajakan dari brand merk asing tersebut.

Saya mencoba membuktikannya, ketika saya membawa oleh-oleh buat kedua putra saya berupa sandal lucu dan sandal mirip sandal CRO** tadi maka kedua putra saya dengan wajah berseri lebih memilih sandal mirip sandal CRO** itu, mereka langsung memakainya saat bermain bahkan ketika mereka sekolah. Sedangkan sandal lucu dengan design unik dan creative yang juga saya berikan pada mereka lebih sering bertengger di rak sandal dari pada mereka pakai (mereka hanya pakai ketika saya memintanya itupun dengan bantuan perintah dari ibu mereka).

Perilaku tersebut tidak hanya berlaku pada anak saya, ketika saya perhatikan banyak orang yang lebih suka memakai sandal mirip sandal CRO** dalam semua activitas mereka. Apalagi sekarang harga sandal mirip sandal CRO** itu bener-bener murah bahkan ada yang dijual seharga 10rb-15rb saja.

Walaupun bukan berupa sandal lucu tapi sandal mirip sandal CRO** ini secara tidak langsung menggerus pasar pemakai sandal lucu. Harga bisa jadi gak jauh beda bahkan bisa lebih murah dibandingkan sandal lucu yang berkwalitas, dan fungsinya sama yaitu sama-sama sebagai alas kaki.

Watak orang kita lebih pilih yang lagi ngetrend dari pada yang berkwalitas. Jika yang lagi ngetrend itu ada yang menjualnya dengan harga terjangkau kantong mereka, mereka akan membelinya demi gengsi dan popularitas. Mereka gak peduli lagi apakah sandal yang mereka pakai itu asli atau bajakan, yang penting lagi ngetrend.

Kawan tadi menyimpulkan kalo maraknya pemakai sandal mirip sandal CRO** sudah pasti semakin menggerogoti pasar sandal lucu yang memang sudah sempit akibat banyaknya pemain.

Menurut kawan tadi, ini yang seharusnya juga diperhatikan oleh para pebisnis terutama pebisnis retail, bahwa kompetitor itu bukan hanya dari bisnis yang sejenis tapi juga bisa juga dari bisnis yang tidak sejenis tapi mempunyai fungsi yang sama. Seperti sandal lucu dan sandal mirip sandal CRO** itu sama-sama berfungsi sebagai alas kaki disampaing fungsi fashion yang lain.

Kawan itu juga memberikan saran jika berkenan sebaiknya para pengusaha sandal lucu bikin sandal lucu dengan model sandal mirip sandal CRO** atau bikin sandal mirip sandal CRO** yang lucu dengan versi sandal lucu….

Rasanya saran seperti itu bisa dicoba untuk mengembalikan omset mereka dengan merebut hati dan mengembalikan minat para pecinta sandal mirip sandal CRO** ke versi sandal mirip sandal CRO** yang lucu.

Bisnis retail memang menggiurkan, tapi bisnis retail juga sangat rawan

Seperti pepatah ada gula ada semut, tapi bisnis is bisnis semua tetep aja kembali pada keuletan para pengusahanya untuk bertahan dan mengasah creativitas dan inovasi dalam pengembangan bisnisnya.

Semoga berkenan!!!

Leave a Reply