resolusi 2010

18369_215992009588_184980389588_2918825_1425474_ntgl 21 desember 2009, kelompok diskusi saya yang bergelar masermind juara mengadakan suatu forum diskusi lagi bertempat di apartemen saya di tower f  waterplace apartemen room 1116 – disana kami bertujuh dan sang founder yang kini berdomisili di ibukota saling bercerita tentang cita-cita, harapan dan keinginan kami masing-masing yang ingin diraih di tahun 2010.

awalnya saya gak ngerti apa itu resolusi dan mungkin baru pertama kalinya saya secara resmi beresolusi dihadapan 6 orang kawan saya plus didengar oleh seorang senior di kelompok diskusi kami ini.  resolusi itu sendiri ternyata bermakna, menurut banyak pihak, dan  menurut saya secara tidak langsung dapat diartikan sebagai ‘sebuah janji atau komitmen yang ingin diraih atau diwujudkan oleh seseorang dalam masa-masa yang akan datang dalam kehidupannya’.

kami beresolusi saat waktu sudah mencapai jam 00.00, menjelang hari ini berakhir dan berganti menjadi hari berikutnya, saat yang tepat untuk beresolusi gitu pikir saya.

sesungguh-sungguhnya saya bener-bener tidak berani beresolusi. saya berkaca pada saat saya melakukan hal yang sama tahun lalu saat memasuki tahun 2009, saat itu saya menyebutnya sebagai target apa yg hendak saya capai di tahun 2009. seperti teori yang ada dan seperti yang diajarkan oleh para motivator, target saya di tahun 2009 saya catat – termasuk saya catat dalam buku agenda dan dalam handphone saya. maksudnya supaya mudah saya liat, saya kejar dan akhirnya bisa saya raih.

tapi apa yang terjadi, dari sekitar 10 taget saya hanya ada satu yang tercapai dan itu adalah target termudah dan bukan merupakan prioritas. semua target saya di tahun 2009 gagal saya capai, bukan hanya itu saya bahkan kehilangan beberapa aset dan potensi diri yang pernah saya raih dan dapatkan dengan cukup mudah di tahun 2007 dan 2008.

artinya adalah saya gagal meraih apa yang saya targetkan dan malahan saya kehilangan apa yang sudah saya dapatkan di tahun-tahun sebelumnya. saya tidak ingin melihat, membahas dan menghakimi faktor-faktor apa yang bikin saya gagal, tapi yang ingin saya lihat adalah saya gagal dengan target saya.  padahal pada tahun-tahun sebelumnya saya tidak pernah bikin target, apalagi sampai spesifik dan cederung detail, semua mengalir begitu saja tapi malahan saya memperoleh banyak kemajuan.

apakah ada yang salah disini?

saya sih gak terlalu perduli apakah itu salah atau benar, karena menurut saya dalam kehidupan bisnis, gak ada yang namanya kata salah, yang ada hanyalah kata ‘belum waktunya’.

karena saya anggap belum waktunya, semua keterpurukan parah yang saya hadapi hampai setiap hari dari mulai bulan-bulan awal tahun 2009, saya coba untuk melewatinya. ada halangan langsung hadapi dan segera cari solusinya itu saja – gak muluk-muluk gak ada target lagi. intinya bertahan hidup dan hanya bertahan hidup lebih lama lagi. tapi dampak dari itu semua saya jadi takut, trauma, ngeri dan entah istilah apalagi yang harus saya gunakan ketika saya harus menyampaikan resolusi saya di tahun 2010.

tapi malam itu saya tetep harus ngomong dan menyampaikan resolusi. jadi apa boleh buat saya tetep harus beresolusi.

dengan sangat berat akhirnya saya sampaikan aja keteman-teman yang hadir termasuk pada pak founder yang ikut mendengarkan langsung walaupun beliau tidak benar-benar hadir di tengah-tengah kita, karena posisi beliau yang berada di jakarta.

saya hanya akan kembali ke rencana awal, pada saya saat saya terjun dan membulatkan tekad akan hidup dari dunia entrepreneur.  saat itu saya bilang ke ibunya anak-anak dan beliau meng-amininya.

saat itu saat istri saya siap melahirkan putra kedua saya yang bernama ‘barej jadarin dasho’, kondisi kami kurang lebih hampir sama dengan saat ini tapi lebih tidak punya aset apa-apa. yang kami sepakati adalah kami berdua siap bertahan hidup dalam kondisi apapun minimal sampai ulang tahun putra kedua kami yaitu tanggal 17 juni pada tahun berikutnya.

tiap tahun setelah itu, kami berdua selalu mengucapkan janji sang sama pada saat hari ulang tahun putra kedua kami, jadi tiap tanggal 17 juni selain merayakan hari ulang tahunnya barej kami berdua – saya dan isti selalu berjanji untuk siap mencapai tahun berikutnya dengan kondisi apapun adanya. ternyata janji sederhana itu membawa kenaikan level kehidupan kami berdua.

alhamdulillah……..

sampai akhirnya kami siap memasuki tahun 2009, semakin banyak pengetahuan, pengalaman dan ilmu yang kami dapatkan ternyata itu bikin kami lupa dengan resolusi dasar kami berdua. dan ini mungkin berakibat pada kondisi seperti yang sudah saya tulis, tahun 2009 adalah tahun keterpurukan bukan hanya buat saya tapi juga buat kami berdua.

jadinya sekarang, pada saat saya beresolusi untuk menyambut tahun 2010 dalam kelompok diskusi itu, saya hanya bilang bahwa saya hanya ingin bisa bertahan mebghadapi kehidupan minimal sampe tanggal 17 juni 2010,  tapi itu tidak menutup semua keinginan saya untuk terus naik ke level kehidupan  yang berikutnya – hanya bahasanya dihaluskan,  kembali ke janji dasar saya dan istri.

tapi saat itu saya juga bilang bahwa ada yang belum saya peroleh sampai saat ini, yaitu punya gedung sendiri yang saya dan istri akan namakan ‘graha mc_barej’. saat beresolusi itu saya juga menyatakan bahwa justru sesuatu yang saya tidak rencanakan dan hanya saya lakukan dengan ‘just action’ atau mengalir begitu saja malahan terealisasi. semuanya tetep merupakan keinginan saya yang ingin saya capai, tapi bukan yang saya tuliskan dalam rencana target-target saya di tahun 2009.  disitu ada keinginan yang muncul  setelah saya ikut pelatihan kewirausahaan, bahkan ada keinginan dari masa kecil saya yang terealisasi saat ini.

ternyata saya sekarang berhasil menjadi seorang penulis buku, sebuah cita-cita masa kecil yang terwujud yaitu ingin menjadi pengarang.

saya sekarang terlibat menjadi mentor, sebuah keinginan yang muncul akibat kekaguman saya kepada seorang mentor pada pelatihan entrepreneur tahun 2005.

saya sekarang bisa mengunjungi beberapa kota di jawa timur bahkan sampai diluar jawa, seperti ke madura, sulawesi dan kalimantan tanpa biaya sendiri alias dibiayai karena suatu tugas.  sebuah keinginan yang muncul saat melihal almarhum  bapak sering bertugas keliling indonesia dan biayai kantornya sebagai seorang pegawai negeri.

saya bisa berbicara sebagai seorang provokator dalam seminar umum yang diadakan oleh sponsor, suatu obsesi karena seringnya ikut dalam berbagai seminar motivasi terutama yang gratisan.

saya tetep harus fair dalam menyampaikan semuanya, bila yang gagal disebutkan yang berhasil diperoleh juga harus disebutkan supaya seimbang. tapi anehnya, semua yang saya capai bener-bener tanpa perencanaan sama sekali – kalimat ini saya tulis untuk kesekian kalinya, karena saya  memang cukup heran juga dengan pencapaian saya ini.

ketika saya hendak menutup resolusi saya, sang founder bertanya – saya surprise sekali karena dari 3 atau 4 pembicara sebelum saya beliau diam saja dan ketika saya hendak mengakhiri presentasi belau malahan bertanya.  pertanyaannya sederhana saja, beliau ingin tahu seperti apa kongkritnya yang hendak saya jalani di tahun 2010.

saya pusing juga waktu mau jawab tapi dasar saya termasuk jenis manusia yang ‘berbicara dulu baru berpikir’ ya saya bilang aja pada semuanya bahwa dengan pencapaian dan semua perolehan saya di tahun 2009 saya memang harus memperkuat pondasi kehidupan saya yang mungkin sekarang sedang goyang akibat tingginya level kehidupan yang sudah saya peroleh.

cara paling mudah untuk memperkuat pondasi itu adalah back to basic, seperti saat awal saya memulai semuanya, saya hanya mendengar, melihat, mengamati dan menyimpulkan semuanya dan langsung action tanpa banyak mikir. satu lagi yang menurut saya bisa bikin saya  melejit seperti sekarang ini adalah hanya aktif berkomunitas dalam surabaya entrepreneur club.

dalam perjalanan saya menempuh tahun 2005-2008 hanya itulah yang saya lakukan dan  ternyata semuanya bisa bikin  saya  mencapai level kehidupan yang jauh lebih tinggi. padahal saat saya memulai semuanya dari kondisi saya yang bener-bener berangkat dari angka nol.

maka kini saat saya terjatuh ketika menempuh perjalanan kehidupan di tahun 2009,  muncul sebuah pertanyaan dalam benak saya,  kenapa saya harus melakukan tindakan yang lain dalam menghadapi kondisi ini?

saya rasa saya tidak perlu melakukan tindakan frontal yang aneh-aneh. saya rasa, saya hanya perlu kembali melakukan hal yang sama tapi diolah dengan lebih smart karena sekarang saya sudah lebih berpengalaman dari pada waktu itu. saya hanya perlu mengulang semua yang sudah saya lakukan dan semuanya harus saya lakukan sesuai kondisi saya saat ini. saya harus kembali rajin mendengar, melihat, mengamati dan harus semakin rajin berkomunitas, apalagi kini banyak sekali komunitas pengusaha dan entrepreneur, hampir ada di tiap kota dengan level beraneka ragam mulai dari kecamatan, kabupaten, propinsi bahkan level nasional. sekarangpun sudah semakin banyak mentor tempat bertanya jadi peluang bertahan hidup menjadi lebih besar.

mengulang saja apa yang pernah saya lakukan dan mengubah langkah menjadi lebih smart secara tidak langsung bisa juga diterjemahkan  bahwa saya ingin  mengubah image saya. dimana saya saat ini lebih terkenal sebagai  entrepreneur yang jagoan utang  maka kini saya akan berusaha mengubahnya menjadi entrepreneur provokator yang juga penulis buku dan sedang membangun sebuah bisnis real dibidang kuliner dengan brand ‘wenmit’.

dengan jawaban, itu sang founder rasanya bisa menerima resolusi saya dan jadinya dengan pertanyaan dari pak founder berakibat saya juga bisa mengaplikasikan secara lebih rinci omongan saya tadi dalam langkah-langkah kehidupan saya.

sekali lagi saya bilang alhamdulillah karena tugas be-resolusi selesai dan kini tiba saatnya untuk berjuang kembali…….

thx banget buat semuanya………

————————————————–

2 Responses to “resolusi 2010”

  1. Pembicara INTERNET MARKETING Says:
    December 27th, 2009 at 1:02 pm editSemoga sukses selalu dan dimudahkan semuanya, AAMIIN …
  2. samurai Says:
    December 28th, 2009 at 5:07 am editthx doa n supportnya……..
    sukses buat kita semua………


Leave a Reply