punishment n reward

posted in: Entrepreneurship | 0

big-puinisher-capital-punishmentmalam itu, setelah sekian lama gak ketemu karena sama-sama sibuknya, akhirnya saya bertemu lagi dengan seorang kawan lama yang lima tahun yang lalu sama-sama berjuang mendirikan komunitas Surabaya entrepreneur club, sama-sama berjuang untung menjadi entrepreneur dalam kondisi sama-sama berawal dari nol dan dia selalu menjadi ‘tempat sampah’ saya yang setia selama kami berkawan.

saya sengaja menghadiri kelas entrepreneur tempatnya mengajar malam itu karena memang ingin mendengarkan materi yang dia berikan pada murid-muridnya. ya, walaupun kami dulunya sangat akrab, tapi tetep ada perbedaan cara kami dalam memandang dunia entrepreneur. Karena punya sudut pandang yang berbeda tadi diskusi kami selalu punya keasikan tersendiri dalam berdiskusi tentang entrepreneurship.

Seperti malam itu, habis dia ngajar kita cankruan di di pasar pucang. Suasana tambah seru karena bergabung bersama kita dua orang entrepreneur dari kota jember yang mewakili jember community. Karena lama banget gak ketemu, diawal kita saling berbasa basi menanyakan kabar satu sama lainnya, lucu banget persis orang yang baru habis berkenalan. Ketika kopi yang kami pesan dating suasana kaku mulai mencair dan percakapan kami muylai menjurus ke saling berbagi ilmu. Lebih tepatnya dia yang banyak bercerita tentang kemajuan bisnisnya dan bagaimana dia mengelola karyawannya dan bagaimana cara dia memotivasi karyawannya agar semangat kerja karyawannya selalu stabil dan gak drop karena jenuh.

Dia cerita bahwa ternyata dalam memotivasi atau menaikkan semangat kerja karyawan itu gak harus selalu dengan iming-iming hadiah atau reward. memang rata-rata karyawan itu biasanya motivasi kerjanya akan naik jika dijanjikan hadiah yang seringkali berupa uang, jika ada target-target perusahaan yang dicapai. tapi ternyata gak semua karyawan mempan dengan cara ini, rupanya ada sebagian karyawan yang baru naik motivasi kerjanya bila diberikan ancaman hukuman bila target-target perusahaan tidak tercapai.Punishmentlogo

Mata saya langsung melotot mendengar teori ini. Wah ternyata ada juga ya karyawan yang gak doyan duit, gitu piker saya.

Kawan tadi melanjutkan kisahnya. Dia bercerita suatu saat dia ingin memberikan hadiah pada karyawannya tapi bukan hadiah biasa sebab semua target perusahaan sudah terlewati. Dia pingin memberi hadiah karena ingin melihat kinerja dan semangat karyawannya bila di beri tantangan target diluar target perusahaan.

Suatu saat di sebuah surat kabar ada sebuah lomba yang berhadih 10 juta rupiah buat pemenangnya. Nah sikawan bilang pada seluruh karyawannya, bahwa ada lomba yang penting untuk diikuti karena jika berhasil menang akan meningkatkan kemampuan personal individu yang mengikuti ajang tersebut dan otomatis jika kemampuan individu itu naik maka kemampuan kerjanya di kantor juga naik dan berakibat juga pada kenaikan kemampuan team dan ujung-ujungnya menaikkan prestasi perusahaan tempat orang itu bekerja.

Si kawan bilang pada anak buahnya bahwa siapa yang menjadi juara,  maka hadiah uang itu boleh dimiliki 100% oleh si pemenang dan semua yang mengikuti lomba tadi boleh menggunakan 100% fasilitas kantor untuk memenangkan ajang lomba itu. Bahkan kawan saya itu memberikan hadiah tambahan berupa uang tunai sebesar 5 juta rupiah pada personal yang bisa masuk 10 besar. Tentu saja tantangan menarik itu disambut meriah oleh karyawan si teman tadi karena hadiah uang sebesar itu sangat menggiurkan buat karyawan yang rata-rata berpenghasilan dibawah 2 juta sebulan, apalagi tanpa mengeluarkan modal sebab boleh menggunakan fasilitas kantor dan dilakukan pada saat jam kerja.

Setelah pengumuman itu dikeluarkan semuanya bersemangat bekerja untuk meraih kemenangan lomba itu. Tapi ternyata tidak semua orang bersemangat, ada satu orang yang tampak tidak peduli dengan tantangan kawan tadi dan tidak peduli dengan kesibukan teman-teman sekantornya yang bekerja keras untuk meraih hadiah-hadiah yang dijanjika. Seseorang ini tetap tampak santai dalam bekerja dan bener-bener tidak terpengaruh oleh semangat semua teman sekantornya. Yang dilakukannya hanya benar-benat terfokus pada kewajiban kantor dan tidak lebih dari itu.

gift-packages_300Sikap dari satu orang tadi tidak luput dari pengamatan kawan saya itu. Dia benar-benar heran akan sikap seorang anak buahnya, dimana seluruh rekannya sibuk berjuang yang satu ini benar-benar tidak peduli. Rasa penasaran kawan saya membuat meeting mingguan diperusahaannya dipercepat, dia pingin tau progress kerja anak buahnya dalam meraih hadiah lomba tersebut dan hanya di dalam forum rapat kawan saya dapat mengorek – ngorek keteranggan atas sikap aneh seorang anak buahnya itu.

Kawan tadi benar-benar gak habis piker kenapa ada mahkluk yang sama sekali tidak tertarik dengan hadiah uang dengan jumlah yang relative besar yang bisa diraih dengan cara yang relative mudah. Akhirnya ditengah-tengah keputus asaannya akan sikap aneh anakbuahnya itu, kawan saya menutup rapat dengan mengatakan sekali lagi dengan tegas akan peluang hadiah buat yang menang dan ‘peluang ancaman hukuman’ buat karyawannya yang gagal masuk dalam kategori pilihan untuk lomba itu. Menurut kawan saya semua karyawannya pasti berpeluang untuk masuk – saya lupa, 20 besar atau 50 besar – sebab lomba itu memang sangat mudah buat ditembus oleh karyawan kawan saya yang rata-rata berprestasi semua hanya apabila mereka sedikit bekerja ekstra lebih keras.

Jadi kawan bilang buat yang gagal maka diberi denda untuk membayar sebesar 1 juta rupiah dimana uang itu akan dipergunakan untuk makan-makan kemenangan besar mereka. Tidak dinyana setelah keputusan akan jatuhnya hukuman denda itu disepakati bersama terjadiu perubahan sikap dan kinerja dari seseorang karyawannya tadi. Yang seorang ini, yang tadinya gak peduli sama sekali menjadi paling bersemangat dan paling keras bekerja untuk memenuhi target lomba yang sudah diputuskan perusahaan.

Perubahan sikap drastis itu tidak luput dari pengamatan kawan saya. Dari situ dia mencoba menyimpulkan bahwa ada dua sifat karyawan, ada karyawan yang bisa dipacu semangatnya dengan hadiah dan ada karyawan yang hanya bisa dipacu semangatnya dengan ancaman hukuman.

Yang bisa dipacu dengan hadiah sama sekali gak peduli bila diancam dengan hukuman, seberat apapun hukuman sampai ancaman pemecatan tidak akan berakibat apapun pada semangat  dan kinerja karyawan yang haus hadih atau reward. Begitu pula sebaliknya hadiah sebesar apapun tidak akan membuat seorang karyawan terpacu semangat kerjanya, tapi jika diancam dengan sedikit hukuman atau punishment saja bisa membuat kinerja karyawan yang takut hukuman melesat kencang seperti meteor.images

Setelah peristiwa itu sikawan selalu memancing kinerja seorang karyawannya itu dengan hukuman sedang buat mayoritas karyawannya yang lain selalu dipancing dengan hadiah.

Wah dongeng ini sangat menarik sekali buat saya, sampai jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari saya baru tersadar untuk pulang. Teori dua jenis karyawan ini sangat menarik dan berharga mahal, sebab logikanya siapa sih yang gak mau hadiah kan.

Ternyata orang yang gak doyan hadiah itu ada dan hanya takut dengan hukuman, sebaliknya ada juga orang yang gak takut dengan hukuman.

Dunia ini memang unik apalagi dunia entrepreneur!!!

Leave a Reply