Penulis juga Entrepreneur

posted in: Entrepreneurship | 0

Dalam setiap seminar yang saya bawakan, sebagai pembukaan dan perkenalan saya biasanya bilang kalo saya ini adalah penulis, dan penulis itu juga pengusaha, penulis itu adalah juga seorang entrepreneur.

Saya bilang pada forum, kalo entrepreneur itu nggak melulu harus buka toko, buka rumah makan atau joint dengan franchise beken yang ada. Tapi berprofesi menjadi seorang penulis itu juga entrepreneur.

Kenapa bisa gitu?

Saya bilang penulis itu memenuhi criteria seorang pengusaha, seorang penulis biasanya bukan seorang karyawan dan karena bukan karyawan maka seorang penulis harus memasarkan karya-karya tulisannya agar bisa diterbitkan oleh seorang penerbit untuk di cetak menjadi buku yang nantinya di  jual di berbagai toko buku.

Dari penjualan naskah dan penjualan buku-buku karyanya itulah seorang penulis bisa memperoleh omset dan semakin tinggi omset penjualan buku-buku karyanya itulah maka seorang penulis akan memperoleh profit atau keuntungan.

Persis banget kan aktivitas seorang penulis dengan aktivitas yang dilakukan oleh pengusaha atau entrepreneur? Hanya saja, biasanya jarang banget yang menyadari kalo penulis itu adalah juga seorang pengusaha atau wirausaha atau entrepreneur.

Ini bisa disebabkan karena dalam pikiran masyarakat kebanyakan, anggapan seorang pengusaha itu adalah seseorang yang punya toko, punya rumah makan atau punya bisnis franchise misalnya.

Dan bukan penulis…

Anggapan yang masih di anut kuat dalam masyarakat kita, seorang penulis itu masih diidentikkan sebagai seorang pengangguran, hehehe…

Dalam menjelaskan penulis itu adalah pengusaha, biasanya saya akan bilang lagi kalo penulis ini adalah bener-bener adalah pengusaha yang sesungguh-sungguhnya. Hal itu karena seorang penulis hanya bekerja sekali, penulis bekerja dengan membuat naskah dan tulisan yang kemudian akan dicetak dan diterbitkan oleh penerbit.

Dari hasil naskah yang diterbitkan oleh penerbit, yang kemudian di jual di berbagai toko buku itulah penulis akan memperoleh hasil berulang-ulang secara terus menerus berupa royalty dari penjualan bukunya.

Asik banget kan,

Hahahaa…

Selain mengandalkan keuntungan atau profit dari penjualan buku-buku karyanya yang diedarkan di toko buku, seorang penulis juga bisa berperan aktif dalam menjualkan karya-karyanya sendiri,  seorang penulis bisa juga aktif berjualan karya-karyanya dengan rajin mengadakan talk show atau bedah buku. Dengan acara-acara semacam ini maka buku-buku karya seorang penulis akan bisa terjual dengan lebih cepat lagi.

Tapi tugas utama seorang penulis itu hanyalah menulis dan terus menulis. Itu saja…

Seorang penulis hanya bekerja, semakin banyak tulisannya dan semakin bagus tulisannya maka akan semakin banyak yang membeli dan membaca tulisan tersebut. Semakin banyak yang beli maka semakin banyak dan semakin sering tulisan itu dicetak kembali untuk dijual ulang. Semakin itu terjadi maka uang akan lancar mengalir ke kantong seorang penulis tanpa henti.

Jadi jargon yang lagi ngetop ‘bisnis jalan dan pengusahanya jalan-jalan’ sesungguhnya amat sesuai dengan profesi penulis.

Gimana?

Jadi tertarik untuk menjadi penulis?

Hehehe…