Pegang Kepalanya Biar Bisa Jualan Susu Kambing

posted in: Entrepreneurship | 2

Dalam sebuah seminar yang saya bawakan di kota blitar tempo hari ada seorang peserta yang bertanya pada saya. Beliau ini usahanya adalah jualan susu kambing. Saya nggak ngerti juga susu kambingnya itu susu kambing biasa atau susu kambing jenis tertentu, sebab saya memang nggak paham mengenai perkambingan.

Yang dia tanyakan pada saya adalah bagaimana cara yang paling efisien dalam menjual produk susu kambingnya itu. otak saya berputar cepat sekali saat mendengar pertanyaan tersebut sebab memang saya lom pernah sama sekali bisnis persusuan, peternakan atau apapun yang berhubungan dengan produksi dari hasil alam.

Dari pada salah-salah njawab karena sok tahu akhirnya saya berterus terang aja sama si penanya kalo saya memang lom pernah berbisnis seperti bisnis yang digeluti oleh si penanya. Tapi agar gak terlalu mengecewakan beliau maka saya tetep berusaha menjawab pertanyaan beliau itu sesui apa yang saya ketahui.

Kemudian saya bilang pada beliau kalo secara teori maka cara penjualan yang efisien itu adalah jika bisa menawarkan lewat komunitas. Karena di dalam komunitas itu terdiri dari anggota yang terdiri dari orang-orang. Jika seorang anggota komunitas itu suka terhadap produck kita maka biasanya dia akan mereferensikan secara sukarena pada kawan-kawannya di dalam komunitas. Dan karena berada dalam sebuah komunitas maka penyebaran sebuah berita akan berlangsung sangat cepat.

Apalagi menurut saya susu kambing itu adalah sebuah produck yang kurang popular walaupun mempunyai berbagai kandungan nilai positive bagi kesehatan tubuh. Tapi dari jenis produksi dan asal produksinya banyak orang yang tidak suka. Saya memberikan contoh jika segelas susu kambing disediakan berdampingan dengan segelas susu sapi maka secara otomatis para penyuka susu akan mengambil susu sapi terlebih dahulu dan kalo nggak dalam keadaan terpaksa banget tidak akan mengambil susu kambing.

Dari uji coba semacam itu maka bisa dinyatakan pilihan utama adalah susu sapi. Mungkin berbeda jika segelas susu kambing disediakan berdampingan dengan segelas susu sapi lalu seseorang di suruh mencobanya dalam keadaan mata tertutup bisa jadi orang itu akan bingung memilihnya karena rasa kedua susu itu bisa jadi sama enaknya.

Jadi menurut saya, pelanggan nggak suka bukan karena rasanya yang nggak enak melainkan hanya karena asal susu tersebut dari kambing.

Akibatnya cara penjualannyapun nggak bisa sembarangan, perlu ada edukasi atau penjelasan lebih panjang dan detail pada para calon konsumen. Karena cara penjualannya harus melalui cara edukasi dulu, makanya saya merasa melalui cara menjual di melalui jalur komunitas maka penjualan produk semacam ini bisa berkembang pesat. Bahkan jika sebuah komunitas menyukainya maka seringkali faktor harga nggak jadi masalah lagi buat para konsumennya. Sebab disini yang dibeli oleh konsumen adalah manfaatnya secara personal.

Saya mengakhiri jawaban saya pada beliau dengan hati deg deg-an. Saya berharap jawaban saya bisa diterima oleh beliau.

Atas jawaban yang saya berikan itu beliau mengangguk-angguk saja.

Rupanya rasa penasaran bapak yang bertanya itu nggak selesai begitu saja dengan berakhirnya jawaban saya. Pada saat seminar berakhir, bapak itu menghampiri saya dan kemudian mengajak saya ngobrol-ngobrol. Saat itu beliau bercerita kalo sebenernya yang beliau kerjakan selama ini dalam menjual produck susu kambingnya itu hampir sama dengan jawaban yang saya berikan tadi pada saat saya seminar.

Selama ini beliau memang sudah melakukan penawaran susu kambingnya itu melalui komunitas, beliau berkata kalo selama ini aktif ikut di berbagai forum pengajian yang biasa diadakan diberbagai kampung secara rutin. Selain memang untuk beribadat beliau merasa dengan memberikan sample susu kambingnya saat forum pengajian agar dapat di icipi dan di coba oleh jamaah pengajian itu merupakan sarana promosi yang paling tepat.

Selain itu beliau juga mengadakan pendekatan kepada ustadz pemimpin jamaah pengajian tersebut. Beliau mengajak bicara dan ngobrol para ustadz itu sambil meminta agar mereka mencoba produck susu kambingnya, menjelaskan khasiat dan kegunaannya bagi kesehatan tubuh. Beliau beranggapan jika para ustadz menyukai producknya maka beliau akan lebih mudah untuk minta ijin kepada para ustadz dalam menawarkan produck susu kambingnya pada jamaah pengajian.

Pendekatan tersebut tidak sia-sia, karena memang produck susu kambing beliau itu bagus maka para ustadz memberikan ijin pada beliau untuk menawarkan produck nya serta memberikan sample susu kambing saat pengajian diadakan. Bahkan para ustadz tersebut karena memang akhirnya menjadi kenal baik dengan beliau jadinya malah turut mereferensikan produck susu kambing beliau pada jamaah pengajian.

Saya mengagumi kehebatan tehnik marketing beliau ini dalam menawarkan susu kambingnya ke pasaran. Dengan pendekatan yang bagus pada para ustadz maka secara tidak langsung beliau sudah menguasai pasar di dalam komunitas jamaah pengajian ustadz tersebut. Hal itu beliau ceritakan juga ke saya, yang terjadi di lapangan jika ustadznya sudah berbicara dan memuji serta bilang sudah meminum susu kambing dari beliau secara rutin maka jamaah pengajian itu biasanya tanpa ragu dan tanpa banyak mikir lagi langsung ikut membeli produck susu kambingnya.

Pendekatan pada pemimpin sebuah komunitas memang lebih lebih efektif dari pada jika melalui jalur biasa melakukan penawaran pada anggota komunitas. Walaupun ke dua cara itu sama sama bagus dalam melakukan penawaran produck kita. dengan cara ini penjualan berlangsung karena rekomendasi, ustadz merekomendasikan pada jamaanya, lalu jamaah saling bercerita bahkan pada jamaah pengajian lalin, bahkan ustadz pun juga merekomendasikan pada rekannya sesama ustadz. Seperti gulungan bola salju yang menggelimding semakin besar.

Komunitas memang merupakan pasar yang potensial. Maka saat beliau melanjutkan ceritanya pada saya, beliau berkata akibat rajin melakukan penawaran dalam komunitas pengajian serta pendekatan pada para ustadz konsumen susu kambingnya meningkat drastis dalam waktu relatif cepat. Bahkan para konsumennya rela untuk mengantri dan membayar dulu di depan sebelum memperoleh susu kambing yang mereka pesan (konsumen sampe indent dulu untuk menikmati susu kambing)

Leave a Reply