pahlawan kesiangan

posted in: Entrepreneurship | 5

CityOfHeroesKadang – kadang malahan sering kali saya merasa takut untuk berkata benar. Saya merasa jika saya berkata benar tentang sesuatu hal yang berbau suatu kesalahan, kealpaan atau ketololan itu merupakan suatu yang aib. Karena merasa hal itu sebagai aib makanya saya berusaha untuk menutup-nutupinya dengan seolah-olah tidak terjadi apa-apa atau seolah-olah telah melakukan sesuatu yang hebat padahal pada kenyataannya saya tidak pernah melakkannya sama sekali.heroes

Saya juga bukan orang yang baik dan jujur tapi tetep saja jika saya tidak melakukan sesuatu yang benar dalam kehidupan saya sebagai entrepreneur saya merasa takut dan merasa sangat bersalah. Pertama kali saya anggap ini sebagai sesuatu yang salah. Pertama kali saya beranggapan seorang entrepreneur harus selalu bertindak benar dan tepat apalagi jika entrepreneur itu bisnisnya udah gede yang kemudian menjadikannya tokoh terhormat dalam komunitasnya atau kelompoknya.

Karena tidak setuju dengan tindakan itu maka seringkali saya merasa tersiksa kalo berbuat tidak benar tapi kemudian seolah-olah selalu bertindak benar. Ada sesuatu yang tidak menyenangkan dalam tindakan itu tapi semua orang yang saya Tanya slalu berkata bahwa apa yang saya lakukan itu benar. Sampai pada suatu saat saya bertemu dan berdiskusi dengan seorang kawan baik. Dan dialah satu-satunya orang yang berkata bahwa kalo kamu jadi seorang entrepreneur akan ada dua pilihan, yang pertama adalah entrepreneur yang cepat menjadi sukses dan kaya karena melakukan sesuatu hanya berdasarkan kepentingannya saja atau yang kedua adalah seorang entrepreneur yang dalam tindakannya selalu berdasarkan apa kata hatinya.

heroes-cityDalam artian bila hatinya berkata, bahwa apa yang dilakukannya benar walaupun hasilnya sedikit maka ia tetep terus mengerjakan dan apabila kata hatinya melarang untuk mengerjakan walaupun jika tetep dikerjakan akan menghasilkan uang banyak tapi ia tidak mengerjakannya. Saya dan kawan tadi mengistilahkan entrepreneur itu sebagai berbisnis dengan hati nurani. Dan ternyata setelah saya mempraktekkannya saya merasa semakin nyaman dalam bertindak.

Dengan begitu pada prakteknya kemudian saya selalu bertindak sesuai apa kata hati saya dengan cara melakukan apa adanya. Jika saya berprestasi maka saya akan dengan bangga berkata kemana-mana tentang prestasi saya begitu juga jika saya berbuat salah yang mengakibatkan  kerugian, maka jika ditannya saya akan jawab juga apa adanya tanpa menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya.

Saat pertama melakukannya saya pikir saya akan dapat cemoohan dan celaan dari kawan-kawan. Tapi yang terjadi malahan sebaliknya, banyak kawan dan relasi saya justru gak marah bahkan semakin mempercayai saya. Hal yang terjadi ini sama sekali tidak terbayang sebelumnya, hasil yang saya dapat bukan hasil negative melainkan hasil positive. Makanya kemudian saya semakin percaya diri, untuk semakin berani bertindak secara terang terangan sebagai diri sendiri tanpa harus takut untuk bertindak apapun selama saya rasa dan yakin apa yang saya lakukan itu benar minimal benar menurut diri saya sendiri.Heroes_KeyArt

Jadilah kemudian saya sebagai seorang yang dikenal sangat ceplas ceplos gak bisa diatur dan sering bertindak seenaknya sendiri. Kondisi ini bikin orang lain sebel tapi gak sedikit juga yang bersimpati. Semuanya emang penuh pro dan kontra tapi tetep aja namanya hidup pasti penuh dengan penilaian orang lain atas kita. Saya beranggapan selama saya gak bikin orang lain rugi maka cara itulah yang akan saya tempuh.

Saat saya belajar tentang konsep keberanian dalam pelatihan entrepreneur saya yakin bahwa keberanian itu tidak hanya melulu harus ditempuh saat saya sedang merintis bisnis saja, tapi saat saya sedang menghadapi segala permasalahan dalam bisnis yang bikin saya terpurukpun, saya juga harus punya keberanian mengakuinya. Bukan sekedar untuk mendapatkan simpati atau belas kasihan tapi menurut saya justru agar bisa menjadi warning atau contoh buat yang lain.

Gak tau konsep keberanian berbicara terus terang saat saya sedang terjerat masalah bahkan sampai diujung tanduk kondisi keuangan saya bukannya bikin saya sedih memikirkan diri sendiri tapi malah saya kepikiran sama orang lain terutama teman-teman yang juga bertindak dan suka mengambil resiko seperti saya. Andai saya dulu ada yang memagari segala langkah saya dan yang memagari itu senior tentunya saya akan lebih berhati-hati dalam bertindak sehingga saya mungkin gak terjungkal seperti sekarang. Tapi karena apa yang saya peroleh adalah akibat berulangkali ‘nabrak tembok’ bahkan sekarang hamper masuk jurang justu karena gak ada yang ngasih tau atau member rambu lampu kuning.

marvel-super-heroesNah, noraknya saya justru pingin jadi pahlawan yang bisa ngasih rambu lampu kuning ke teman-teman saya agar saat bermain- main dengan resiko gak sampe terjungkal seperti saya. Karena berdasarkan itu saya gak malu bercerita terus terang tentang segala kondisi yang sedang saya alami. Cuek aja terserah sama yang mendengarkan dan terserah sama analisa serta kesimpulan mereka sendiri-sendiri, buat saya yang penting saya udah cerita.

Menjadi berani itu sulit, menjadi berani untuk berkata benar itu lebih sulit.

Tapi yang sulit-sulit itulah yang menjadi tantangan buat saya. Saat merubah diri jadi entrepreneur saya juga melakukan hal yang sulit dan saya sekarang sedang melakukannya lagi, hanya mengulangi soal yang sama di medan yang lebih berat, sesederhana itu saja kok.

Toh menurut saya entrepreneur itu hanyalah sebuah proses pengulangan sesuatu yang sama hanya dilakukan di berbagai persoalan dengan kondisi yang bertambah sulit sehingga diperlulan kreativitas dan inovasi untuk melaluinya.Legion of Super-Heroes

Jadi yang saya lakukan, menurut saya juga masih dalam bagian perjalanan  menjadi dan berproses menuju enterepreneur yang sukses.

Sederhana kan?

Leave a Reply