mimpi yang terwujud

takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa

takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

sepenggal-sepenggal lirik lagu dari laskar pelangi mengajarkan kita supaya jangan takut buat bermimpi dan jangan pernah putus asa buat bermimpi untuk mewujudkannya.

malam itu saya diundang mas rozy ke sebuah micro cafe, (saya sebut begitu karena lokasinya berada di halaman sebuah rumah, tapi didesign sedemikian rupa sehingga menyerupai cafe, poko’e keren)

rupanya micro cafe yang pake brand ‘creamoz’ dan berlokasi di wiyung ini, adalah perwujudan nyata dari sebuah mimpi, tentang sebuah bisnis yang awalnya yang digagas oleh mas rozy. creamoz sebenarnya adalah sebuah tempat makan yang menu jagoannya adalah es krim.

mas rozy ini dulunya pernah bermimpi akan punya bisnis yang berhubungan dengan kuliner. makanya dia kemudian bikin konsep bisnis ‘rumah es krim’ yang pada intinya adalah, sebuah tempat nokronk ditengah perumahan yang menyuguhkan makanan minuman dengan menu yang berbasis es krim dan dijual dengan harga yang cukupan dan sangat terjangkau. karena memang sasaran utama konsumennya adalah menengah bawah.

pada suatu saat mas rozy ini ketemu sama mas farid di sebuah forum komunitas entrepreneur surabaya dan kompakan untuk sama-sama menjual ide ini supaya bisa direalisasikan jadi bisnis dengan konsep kemitraan. konsep ini kemudian mereka jual dengan harga damai cuman 3 juta saja.
tapi apa daya ternyata tidak ada yang berminat atau sekalinya ada yang minat minta contoh realnya. tentu saja mereka berdua gak punya dan bisa ditebak gak lama mereka berdua putus asa.

saking putus asanya mas rozy yang punya ide bernazar pada setiap orang, bahwa karena saat ini beliau gak punya apa-apa maka maka yang dapat diamalkannya pada orang lain hanya ‘konsep rumah eskrim’ tadi. artinya mas rozy memberikan konsep bisnisnya itu kepada siapa saja yg berminat untuk dapat meng-aplikasikannya secara nyata menjadi real bisnis secara gratis dan tanpa kompensasi apa2. ndilalah, gak lama kemudian secara gak disangka-sangka ada juga orang yang berminat. dan ternyata orang tadi juga gak jauh-jauh amat dari lingkungan mereka.

orang tersebut kakak kandungnya mas farid. senang karena ada orang yang berminat mas rozy segera melatih team sang kakak. semua diajarkan dari mulai pelayanan, detail menu, tempat belaja bahan baku sampai pada penyusunan daftar harga, secara detail lagi. ada lagi yang bikin mas rozy bertambah senang, karena sang kakak itu ternyata menata designnya dengan sangat bagus, bahkan melebihi konsep awal dari mas rozy.

semua orang happy disini.
mas rozy happy karena mimpi bisnisnya terealisasi bahkan lebih dari bayangannya.
mas farid happy karena bisa menyenangkan sang kakak.
dan sang kakak happy karena punya penghasilan tambahan yang lumayan.
bahkan warga sekitar pun happy karena selain bisa enikmati es krim ekslusif dengan harga terjangkau juga membuka lapangan perkerjaan buat beberapa pemuda dan pemudi yang tadinya nganggur.

mimpi yang tadinya dipikir gak mungkin terwujud begitu diiklaskan akhirnya bisa juga diwujudkan. walaupun mesti melalui tangan orang lain. walau tidak dimiliki sendiri.

putus asa pasti datang pada setiap orang tapi kita musti hadapi rasa itu.

dalam kasus ini, bukan berarti hancur mimpi-mimpi dari mas rozy buat punya bisnis kuliner sendiri. tapi disini adalah awal dari segalanya. dengan terealisasinya bisnis rancangannya lewat tangan orang lain, maka mas rozy dapat memonitornya dengan lebih detail. dia bisa liat kelebihan dan kekurangan dari rancangan bisnisnya. semuanya itu bisa dia evaluasi sehingga pada saatnya nanti dia bisa mewujudkan sendiri, dia benar-benar bisa punya bisnis kuliner es krim yang jauh lebih baik karena sudah ada contoh nyatanya.

satu hal lagi yang mungkin bisa di masukkan dalam evaluasi mas rozy tentang bisnis rumah es krim-nya itu. dalam buku-buku bisnis dan marketing banyak dibahas harga suatu produk. disana disebutkan konsumen kadang curiga terhadap suatu produk yang diberi nilai harga yang murah. konsumen sering menilai harga murah itu identik dengan kwalitas rendah, mutu tidak terjamin dan sesuatu yang murahan. hal ini yang kadang berbanding terbalik dengan cara berpikir penjual. penjual ingin menjual barang dengan harga murah supaya terjangkau dan banyak dibeli sehingga laris terjual.

pola pikir yang berbanding terbalik ini mestinya juga dijadikan patokan oleh penjual, sehingga penjual bisa menjual suatu produk yang sebenarnya bernilai produksi rendah dengan harga tinggi. harga tinggi ini sering dikaitkan dengan mutu dan kwalitas yang bagus oleh konsumen. padahal belu tentu kenyataannya seperti itu.

disini penjual hanya dibutuhkan suatu keberanian.

kita coba berandai-andai jika rumah es krim yang nama brand nya indonesia banget diganti menjadi nama seperti creamoz yang terdengar asing bagi telinga orang indonesia. trus disign tata ruangnya yang tadinya sangat sederhana dirubah sedikit dengan memakai bahasa asing, warna-warna yang mencolok dan penampilan yang sedikit ‘wah’. trus cara menjualnya juga tidak hanya melalui mulut kemulut, tapi bisa menggunakan jaringan internet atau aktif di pameran dan sering muncul di iklan media.

dengan cara seperti diatas dan memang sudah banyak ditulis oleh buku-buku tidak menutup kemungkinan bisnis plan dari mas rozy itu bisa laku terjual dan tidak hanya dengan harga cuman’tiga juta saja’ tapi bisa laku dengan harga puluhan juta.

cara-cara seperti ditulis oleh banyak buku bisnis itu sudah teruji dan sudah banyak yang berhasil. istilahnya hanya sejedar ‘ganti baju luar’

cuman masalahnya berani gak kita mencobanya?

Leave a Reply