menjadi tua itu pasti tapi menjadi dewasa itu pilihan…

posted in: Artikel Menarik, Entrepreneurship | 23

menjadi tua itu pasti tapi menjadi dewasa itu pilihan…..mr-six-old-guy-lg-small

kata-kata itu diucapkan seorang kawan, sebagai penutup testimoni ceritanya di dalam acara sharing bisnis sebuah komunitas entrepreneneur alumni sebuah kursus pelatihan entrepreneur di kota sidoarjo jawa timur.

kebetulan saya malam itu juga hadir dalam acara itu. tapi yang paling menarik dari dirinya tadi itu bukan hanya sekedar kalimat penutup yang diucapkan, melainkan seluruh kisah yang dia ceritakan bener-bener mempesona.

sosoknya sederhana banget, kurus, cuek, cenderung menyendiri dan selalu asik dengan handphonenya. secara sepintas pasti penilaian yang muncul adalah sosok yang sangat negative dan gak menarik untuk dijadikan kawan atau panutan. mungkin beberapa tahun yang lalu dia memang benar-benar sosok yang sangat negative baik secara phisik maupun secara moril perilakunya.

kenapa kok begitu?

ternyata hampir dua tahun yang lalu kawan tadi adalah seorang pecandu narkoba yang sangat parah, saking parahnya dia sering mengigil dan gemetaran secara tiba-tiba. reputasinya sebagai seorang pecandu juga cukup bikin angkat topi. dia sudah lebih lima kali keluar masuk penjara dengan berbagai alasan kejahatan yang dia lakukan, tapi yang utama disebabkan karena dia punya hubungana yang sangat erat dengan narkoba.

bahkan dari berita yang terdengar saat itu, orang tua dan keluarganya juga sudah tidak mau mengakuinya lagi, sebab semua perhatian yang merka berikan pada kawan tadi sama sekali tidak merubah sifat dan kecanduan si kawan terhadap narkoba. entah sudah berapa banyak biaya yang dihabiskan orang tuanya untuk berusaha mengobati dirinya dari ketergantungan terhadap narkoba.

menurut perhitungan kawan tadi, kondisi ekonomi orang tuanya turun drastis bahkan drop abis, dari keluarga yang berkecukupan secara materi menjadi keluarga yang selalu menghadapi kesulitan keuangan, karena semua harta benda habis dijual guna kesembuhan si kawan itu. yang jelas dia ingat banget, beberapa rumah yang menjadi aset ortunya ludes dijual untuk biaya pengobatan, tapi semuanya tetep tidak membawa hasil.

saking jengkelnya maka dia dikucilkan dari keluarga, itu yang membuatnya tidak kerasan tinggal dirumah dan kemudian memilih lebih baik hidup menggelandang di jalanan. alasannya supaya perasaannya gak tertekan lagi, jika tetep tinggal dirumah dia merasa pasti akan bertambah stress karena tekanan keluarga yang sudah putus asa dan marah pada perilakunya itu.

emang sih, garis nasib seseorang itu sama sekali gak bisa ditebak. walaupun sudah menjadi pecandu yang akut dan hidup menggelandang tapi keinginan untuk sembuh tetep muncul dalam hati. sampai pada suatu hari ditengah kegalauan hatinya dia menemukan sebuah brosur dijalan tentang seminar yang membahas dunia entrepreneur.

karena memang pada dasarnya udah ada niat besar untuk kembali kejalan yang benar, dia datang ke seminar itu dan mendengar apa yang dikatakan pembicaranya sampai selesai. rupanya kata-kata si pembicara itu sangat membakar hatinya, dan dia bener-bener ingin merubah nasibnya dengan menjadi pembicara. tambah semangat kawan ini ketika diakhir seminar di beritahukan bahwa akan ada pelatihan selama delapan kali pertemuan yang akan membimbing peserta untuk jadi pengusaha.

cuman ada permasalahan yang muncul lagi. duit terakhir yang dia punya pada hari itu sudah habis dipake buat mbayar tiket masuk seminar jadi dia dah gak punya duit lagi buat mbayar biaya pelatihan yang harganya mahal sampe jutaan.

itulah, keadilan tuhan, semangat selalu muncul dikala seseorang punya niat baik. jadi walopun ragu-ragu kawan tadi memberanikan diri untuk menghampiri panitia dan mengajaknya berbicara menceritakan kondisinya. saat itu kondisi si kawan memang sangat mengenaskan.

saat saya tanya ke salah seorang  panitia, dia juga mengakui bahwa dia gak bisa melupakan suatu kejadian dimana dia dihampiri oleh seorang pria, kurus, dekil dan berbicara dengan tubuh gemetaran, rupanya saat itu si kawan sedang kumat ketagihannya. panitia cuman bisa melongo saat diajak bicara, diajak curhat seseorang yang dalam pandangannya berada dalam kondisi mengenaskan bahkan cenderung mengerikan tapi punya semangat membara untuk merubah nasib menjadi pengusaha lewat pelatihan itu tapi gak punya duit sama sekali untuk mbayar.

situasi yang jarang-jarang terjadi membuat team panitia berada dalam dilema, menolak atau menerima dengan spekulasi tingkat tinggi soalnya orang yang ada dihadapannya bener-bener gak punya nilai jual sama sekali. tapi sekali lagi tuhan itu adil, Dia menggerakkan hati team panitia untuk menerima sikawan didalam pelatihan itu walaupun dengan kondisi yang ancur-ancuran gitu.

diterimanya sikawan dalam pelatihan entrepreneur dan kepercayaan yang ditawarkan panitia bener-bener menghancurkan hati kawan saya ini. dia bener-bener gak percaya akan nasib baik yang menimpanya itu, saat itu kata sikawan dalam hatinya dia harus benar-benar bekerja keras dan berusaha untuk menjadi pengusaha.

masalah berikutnya muncul, bukan lagi dari panitia tapi dari teman-teman sekelas kawan saya itu. bukan masalah yanmg disengaja melainkan masalah yang muncul dalam diri si kawan tadi. rasa rendah diri, minder dan semua pikiran negative menghantui otaknya karena dia melihat semua kawan sekelasnya punya kondisi ekonomi yang jaih lebih baik. rasa ragu-ragu muncul apakah kondisinya sebagai pecandu akan bisa diterima.

satu lagi terori terbukti bahwa singkirkan semua pikiran negative dari hati dan otak kita serta munculkanlah selalu pikiran positive maka hal-hal yang positivelah yang akan kita terima. dengan berusaha menyemangati diri-sendiri plus support dari panitia sikawan saat perkenalan di muka kelas bercerita apa adanya tentang siapa sebenarnya dirinya dan apa yang terjadi serta apa yang dia alami dan apa yang dia inginkan dan dia cita-citakan.

gak disangka gak dinyana bukan cemoohan yang diperoleh tapi simpati dan rasa setia kawan serta supportlah yang diterimanya dari kawan-kawan sekelas. Memang bagi si kawan support saja sudah lebih dari cukup buat bikin dirinya bersemangat lagi, toh selama ini kehidupan yang harus dilaluinya sudah sangat keras dan itu tanpa support dari siapapun.

dengan support dari pengelola, dengan support dari kawan-kawan sekelas, dia mulai bekerja keras, dia mulai membangun impiannya menjadi pengusaha. Rasa benci dan tidak suka orang dirumahnya dilawan, dengan sisa sepetak tanah yang ada di samping rumah dia mulai berternak ikan. cuman dengan modal semangat dan cuman dengan modal support saja dia bangun impiannya dan dia lawan rasa ketagihan terhadap narkoba yang selama ini jadi kawann akrabnya itu.

saat saya dengar dia bercerita di muka sekitar seratusan lebih alumni pelatihan yang hadir dalam acara gathering dan temu kangen, kondisinya jauh sangat membaik, surat dokter mentakan dosisnya tinggal sekian persen saja dan dalam beberapa bulan lagi dia dinyatakan bebas dari kecanduan narkoba.

dengan bangga dia juga bilang sekarang dia sudah mampu menjadi tulang punggung keluarganya. dia kini sudah bisa membiayai keluarganya sebagai balas jasa atas semua yang dilakukan untuk membiayainya agar terbebas dari kecanduan narkoba. dan semua itu adalah hasil dari bisnis ikan yang diawali dari sepetak kecil lahan di sebelah rumah. kini lahannya sudah berkembang biak, nggak terlalu banyak tapi sudah lebih dari cukup untuk memnghidupi dirinya beserta orang tua beserta adik-adiknya.

sekarang dia jadi tulang punggung keluarga!

hanya dalam waktu gak sampai dua tahun, hanya karena support dari kawan-kawan, hanya dari support orang yang menaruh percaya pada dirinya. padahal orang-orang itu sama sekali tidak mengenalnya.

norak emang cerita ini, tapi bener-bener kisah nyata!

Leave a Reply