melamar dilamar merger

jam 8 pagi itu saya janjian sama mas rozy di giant pondok gede untuk jalan bareng, tapi sebelom semuanya dimulai mas rozy ngajakin saya sarapan pecel empal dulu di daerah pondok kelapa.   warung pecel ankring itu rame sekali dan katanya sebelum siang sudah ludes.

habis sarapan kami mluncur kerumah pak hantiar dan bu waru di daerah pahlawan revolusi. ternyata rumah beliau itu di berada suatu komplex perumahan yang gak asing buat saya. dijaman saya masih sma kalo mau bolos saya selalu janjian ketemuan dengan seorang kawan di warung rokok yang berada tepat di depan jalan masuk ke komplex itu, warung itu masih ada cuman yang jual sudah berganti ke anaknya. sang bapak dimana saya sering ngutang rokok sudah meninggal. wah memori jaman sma terkuak lagi.

sampai juga kami dirumah beliau yang merangkap ruang pamer dari usaha garmen batiknya. rupanya diantara sesama entrepreneur itu ada semacam persamaan yang tidak tertulis, rata-rata dari kami jarang mandi pagi kecuali ada tamu atau jika hendak keluar. pak hantiar juga sama, beliau terpaksa segera mandi karena tau kalau kami mau datang.

yang bikin heran lagi, di rumah merangkap outlet itu gak ada karyawannya sama sekali padahal menurut saya dengan usaha sebesar itu seharusnya beliau memerlukan karyawan untuk membantu dalam perputaran usaha. rupanya ada pernyataan yang menarik disini, karyawan beliau gak ada yang betah bekerja disana karena virus yanng di tebar pak hantiar dan bu waru itu menyebar tanpa pilih-pilih sasaran. virus entrepreneur yang mereka sebar itu ampuh sekali menular ke karyawan mereka karena interaksinya yang relatif akrab. jadi gak ada karyawan mereka yang betah bekerja lama disana, paling lama menurut beliau berdua hanya sekitar enam bulan kemudian mengundurkan diri karena hendak membuka usaha sendiri.

mungkin ini juga yang bisa dijadikan pelajaran buat saya dalam menyebarkan virus-virus entrepreneur itu, bisa jadi yang tertular pertama dan terparah adalah orang dekat disekitar saya seperti  para karyawan. jadinya kalo memang niat jadi penyebar virus, syarat yang pertama harus ikhlas ditinggal karyawan kita yang mengundurkan diri buat membuka usaha sendiri.

obrolan dilanjutkan di tikat dua rumah beliau yang juga difungsikan sebagai kantor. disana beliau kemudian bercerita pada kami tentang petualangannya menjadi entrepreneur semenjak lulus kuliah. beliau mengaku hampir tidak pernah bekerja menjadi karyawan secara formil yang ada beliau menjadi karyawan karen  ‘salah kedaden’ (bahasa indonesianya apaan ya) tadinya secara kesepakatan kerja adalah magang tapi pada prakteknya pak hantiar disana diperlakukan sebagai karyawan yang juga dievaluasi pola kerja dan hasil kerjanya. jelas pak hantiar gak kerasan, cuman tiga bulan disitu trus beliau langsung cabut.

https://i0.wp.com/www.arielbravy.com/photoblog/images/20060802010313_knock%20out%20kick.jpg?resize=136%2C90

pak hantiar menghabiskan masa kuliah di jogja, menurut pengakuannya beliau ini anak tehnik yang salah pilih kos-kosan sehingga banyak temannya justru bukan anak tehnik melainkan anak desain (garmen) karena itu maka setelah lulus, bisnis pertama yang dirintisnya dan kawan-kawan adalaah di bidang design, dimana team mereka sering mengikuti lomba2 dan menang sehingga kebanjiran order. tapi karena berdomisili di jogja sedang kancah pertempuran design kebanyakan di ibukota, pak hantiar merasa bisnisnya berjalan lambat. beliau ingin hijrah ke jakarta tapi kawan satu teamnya banyak yang gak setuju. karena perbedaan pendapat itulah team bisnis beliau bubar dan akhirnya pak hantiar  sendirian melanjutkan mimpinya ke jakarta, yang kemudian terjebak jadi karyawan selama tiga-empat bulan.

saya lupa apa yang terjadi pada beliau sampai kemudian beliau menemukan bisnis baru yang gerakannya sesuai dengan bidang studinya yaitu tehnik. tapi bisnis ini penuh dengan bau kkn yang kental. seperti yang kita ketahui bersama bisnis yang berbau kkn pasti cepat berjaya dan menghasilkan banyak uang. itu juga yang terjadi pada pak hantiar, sebelum tahun 2005 beliau sudah jadi semi jutawan yang punya kantor di salah satu lantai gedung bertingkat kawasan sudirman. katanya pada tahun itu beliau bisa menggaji seorang karyawan yang jadi team ahli pada kisaran angka tujuh jutaan, dan beliau punya tiga-empat anggota team ahli itu. kebayangkan berapa gaji atau penhassilan pak hantiar sebagai boss besar. mobil mewah dan seoprang sopir siap mengantar beliau kemana-mana untuk negosiasi bisnis. poko’e hebat deh.

yang namanya bisnis model kkn biasanya gak bertahan kalo cantelannya gak kuat. ini juga yang beliau alami saat itu. bisnis beliau banyak nyantel dan mensupport salah satu departemen. nah pada suatu saat pejabat penting di departemen tersebut yang biasa memberi order pada beliau dimutasi dalam suatu program mutasi besar-besaran di departemen tersebut karena  saat itu sedang ganti president. pejabat baru yang berkuasa merasa gak kenal pak hantiar dan belum pernah mencoba manisnya upeti dari beliau menolak mengakui tender yang sedang berjalan sedang pak hantiar saat itu sudah terlanjur banyak keluar biaya operasional dan tidak segera mendapatkan back up keuanga, seperti yang bisa kita duga, beliau langsung bangkrut dengan sukses dan langsung menanggung banyak hutang.

petualangan beliau dalam menghadapi para penagih hutang cukup seru juga tapi itu nanti saya cerita dalam topik lainnya.

tahun 2005 setelah sempat menikmati kemewahan berbisnis, pak hantiar kembali menjadi pengangguran dengan banyak hutang. petualangan berikutnya saya gak begitu jelas karna suguhan buah kelengkeng dimeja lebih menarik perhatian saya. saat lengkeng di meja tamat riwayatnya cerita beliau sudah sampai bertemu dengan pak roni dalam suatu perjalanan di malaysia yang kemudian berlanjut menjaadi persahabatan diantara mereka. suguhan lain dimeja kembali menyita perhatian saya, sehingga saya lupa apa yang jadi sebab pak roni kemudian mengajak pak hantiar untuk bikin sebuah forum bisnis yang menghadirkan pak haji alay hanya karena ada pembaca di blog pak roni yang berkomentar kalau pak haji hanyalah tokoh fiktif rekaan pak roni belaka.

pak roni pingin membuktikan kalau pak haji itu real dan bukan fiktif, maka kemudian mengajak pak hantiar dan beberapa kawan lainnya bikin forum yang merupakan cikal bakal lahirnya TDA. dalam forum itulah kemudian pak haji yang ternyata merupakan sosok real itu menawarkan stand-stand kosong di tanah abang untuk di pakai berbisnis. istilah ‘tangan diatas lebih mulia daripada tangan dibawah’ yang dilontarkan saat itu berhasil membakar ego seluruh peserta sehingga tawaran atau mungkin lebih bisa disebut sebagai tantangan pak haji ini diterima oleh seluruh peserta yang hadir.

jelas donk pak hantiar termasuk yang berdiri di barisan paling depan. beliau terima tantangan itu dan langung buka toko, kalo gak salah dua stand sekaligus. berikutnya beliau bingung dua stand toko yang luas itu mau diisi dagangan apaan tapi memang kalo sudah niat itu pasti selalu ada jalan keluarnya. gak disangka ada kawan yang punya kenalan juragan batik dan bertanya apakan mau dagang batik saja. sebagai entrepreneur gak ada kata tidak dalam kamus pak hantiar. tawaran disambar dan beliau temui juragan batik tersebut, dengan kealian bernegosiasi yang berjurus ‘speak-speak bull shit’ nya dan dengan dalih modal sudah habis buat sewa toko pak hantiar bisa dapatkan barang dagangan buat ngisi tokonya dengan sistim konsinyasi pembayaran dibelakang.

sekarang mulailah petualangan baru pak hantiar sebagai pedagang batik. lebih lanjutnya saya lupa apa saja yang terjadi dalam hari-hari beliau sebagai pedagang batik, tapi ada yang saya ingat. di depan toko batik beliau ada toko batik juga yang ramai yang cukup mengganggu pikiran beliau.  beliau tertarik dengan toko itu dan pingin memilikinya, akhirnya beliau berpikir keras bagaimana ya cara yang cerdas supaya bisa mengakuisisi toko tersebut. akan keren jadinya kalo punya tiga toko dalam waktu yang gak terlalu lama. gak disangka-sangka pengelola toko tersebut adalah seorang cewek cakep yang lihai berbisnis. sebagai seorang entrepreneur yang punya jam terbang tinggi maka cara termudah untuk mengakuisisi toko tersebut adalah dengan merger dengan sang pengelola toko. segera diaturlah rencana dan kemudian pendekatan dilakukan oleh pak hantiar, dan entah dengan jurus dan ilmu apaan, (saya gak dikasih tau jurus-jurus yang dipakainya) pengelola toko didepan yang gak lain adalah bu waru bersedia menerima pinangan pak hantiar. maka sukseslah rencana tersebut, toko dimerger sekaligus pemiliknya sekalian. yup, pak hantiar akhirnya menikahi bu waru.

cita-cita tercapai bisa punya tiga toko dalam waktu singkat plus dapat seorang istri sebagai partner bisnis. sejarah berikutnya semua dari kita sudah pada tau kalau satu-persatu penerima tantangan dari pak haji menutup toko mereka masing-masing. pak hantiar dan bu warupun gak ketinggalan mengikuti trend tersebut. dan mereka pun mulai dari awal lagi, merintis bisnis batik dari rumah.

seperti yang saya dan mas rozy liat selama mengikuti perjalanan beliau berdua sepanjang hari, pasangan pebisnis ini sangat kompak. disini bu waru bertidak sebagai operasional marketing dan logistik sedang pak hantiar lebih ke managemen perusahaan merangkap sopir pribadi. dengan kekompakan ini memang sepertinya gak terlalu sulit buat beliau berdua dalam meraih pasar dan mengikuti berbagai event pameran di dalam dan luar negeri. perlahan tapi pasti bisnis mereka pun berkembang. dengan kekompakan itu pula beliau berdua bisa meraih berbagai suport dari berbagai lembaga pemerintah ataupun swasta yang sangat menunjang perkembangan bisnis mereka. seperti yang pak hantiar bilang, sekarang perusahaan mereka merupakan maskot dan anak emas yang menjadi ukm percontohan dalam binaan sebuan bank milik pemerintah.

perjalanan sehari dengan pasangan yang luar biasa ini bikin saya tambah semangat apalagi keluar sebuah teori dari beliau, ‘dalam kondisi apapun terpuruk atau bejaya tangan kita sebagai seorang entrepreneur harus tetep diatas – seperti seorang petinju’

petinju merupakan contoh yang terdekat karena kita tau seorang petinju dikatakan menang atau bisa melanjutkan pertarungan jika berhasil mengacungkan tangannya keatas. makanya dalam setiap pertarungan tinju yang kita saksikan seorang petinju yang di warning oleh wasit karena terjatuh atau lemah tetap diijinkan melanjutkan pertarungan jika dalam hitungan satu sampai sepuluh bisa mengacungkan kedua tanggannya. makanya  seorang petinju yang terjatuh selalu berusaha tetap mengupayakan tangannya berada diatas supaya tidak dianggap menyerah oleh wasit. petinju yang menang dalam petarungan pun baru dianggap sah sebagai juara bila tangannya diangkat keatas oleh wasit.

tangan harus selalu berada diatas sebagai tanda tak kenal menyerah dan menyatakan semangat buat terus berjuang.

dari perjalan beliau berdua, saya semakin yakin bahwa seorang entrepreneur yang direstui oleh pasangannya, apalagi jika mereka membentuk suatu team kerja bersama akan lebih mudah untuk mencapai kemajuan dalam perkembangan bisnisnya dari pada entrepreneur yang berjalan sendirian tanpa melibatkan pasangannya sama sekali bahkan hanya untuk sekedar tau dan mengerti bisnis apa yang sebenarnya sedang diterjuni.

perjalanan saya dan mas rozy mengikuti pak hantiar dan bu waru terpaksa harus saya akhiri di arena lomba  design dan pagelaran busana muslim yang diikuti oleh team design yang di pimpin oleh bu waru. dalam lomba yang seluruh modelnya adalah model-model keren dari look modeling itu  bikin saya terkesima juga , karena bertemu dengan begitu banyak artis cantik yang jadi model untuk peragaan busana di malam itu. artis yang cantik-cantik itu sliwar sliwer didepan mata saya sehingga bikin saya enggan berkedip.

untung sebelum sampai di lokasi pak hantiar sudah berpesan pada kami bahwa jika melihat seorang wanita yang menarik perhatian, cukup hanya pada pandangan pertama saja dan jangan sampai berlanjut pada pandangan kedua, ketiga dan seterusnya karena bisa berbahaya, sebab pada pandangan mata lebih dari pandangan pertama, otak kita sudah ikut bekerja dan menganalisa kenapa wanita itu menarik buat kita, ini yang berbahaya karena sudah mulai menilai secara fisik dan bisa berlanjut kemana-mana.

tapi pada prakteknya saya kesulitan buat menjalankannya, sebab pandangan mata saya begitu melihat wanita yang menarik dan cantik secara otomatis pindah dari pandangan mata pertama langsung ke pandangan mata kesepuluh tanpa sempat saya rem. dari pada beliau melihat mata saya yang liar jelalatan mendingan saya buru-buru pamit karena memang malam itu saya sudah ditunggu oleh teman kencan saya di kawasan sudirman yang ngajak dinner bareng.