Lompatan Yang Berani

salah satu hal yang kita bahas pada malam pertama saya bergabung di mm juara adalah seberapa berani kita sebagai pebisnis untuk mengambil suatu resiko. dimana dalam resiko tersebut sebenarnya ada peluang yang membuat kita mencapai lompatan berkali-kali dalam kemajuan bisnis.

tokoh nasional yang kita ambil contoh disini untuk motivasi adalah ciputra. yaitu saat ciputra menghadap ali sadikin yang saat itu sebagai gubernur DKI, ciputra minta pada bang ali agar beliau mau menyerahkan tanah di wilayah ancol yang saat itu sangat kumuh dan dijuluki sebagai ‘tempat jin buang anak’ pada dirinya untuk dikelola menjadi taman wisata. dimana ciputra bilang semua biaya untuk permodalan dia yang cari dan sebagai kompensasi bila proyek ini untung DKI akan memperoleh bagian 80% dari keuntungan sedang ciputra sebagai pelaksana hanya memperoleh 20%. sedang apabila proyek ini rugi 100% akan ditanggung oleh ciputra.

betapa beraninya ciputra saat itu. kalau rugi hancurlah dia walaupun dia sudah bertahun-tahun terjun sebagai pebisnis karena semua dipertaruhkan disitu. tapi ternyata keberuntungan berpihak pada ciputra, proyek ancol berhasil dengan sukses yang kemudian mengharumkan nama ciputra yang kemudian membuat dia dipercaya menangani berbagai proyek-proyek property yang lain.

bila saat itu ciputra tidak berani mengambil peluang itu belum tentu ciputra berhasil seperti sekarang. lompatan yang diperolehnya luar biasa, proyek yang ditanganinya kemudian juga bukan proyek recehan lagi. apakah disini ciputra ngawur dan berspekulasi tinggi? tentu saja tidak ciputra pasti sudah menghitung segala kemungkinan dan resiko yang akan dihadapinya. dan dia siap untuk segala kemungkinan.

kondisi seperti ini yang sedang dihadapi oleh rata2 anggota mm juara, didepan ada peluang yang bila diambil memang beresiko cukup besar tapi kalo berhasil lompatan bisnisnya juga jadi jauh. bila tidak diambil peluang ini bisnis anggota mm juara jadi ‘stag’ atau jalan ditempat.

nah malam itu kita mengevaluasi apa resiko terburuk dari peluang pengembangan bisnis masing-masing. trus kita diskusikan bareng resiko terburuk itu,

ada solusinya gak?

ada celah yang bisa meringankan gak?

dengan dibantu oleh 7 kepala jadinya banyak usulan dan solusi yang muncul. sehingga suatu resiko yang tadinya bila dipikir sendiri serasa sangat berat dan gak mungkin tertanggung tapi karena dirembuk bersama membuat masing2 anggota yang bingung menentukan sikap jadi timbul keberanian dan semangatnya lagi.

tindakan penuh semangat untuk terus maju dan berprestasi harus tetap dilakukan walaupun membutuhkan keberanian ekstra agar resiko dapat ditaklukkan.

Leave a Reply