Lapangan Golf, Tempat buat ngapain ?

posted in: Entrepreneurship | 0

Sekitar 5 tahun yang lalu saat dunia entrepreneur belom seheboh sekarang, siapa yang percaya sama tampang-tampang kami yang masih berusia sekitar 25th kebawah yang mengaku menjadi pengusaha, padahal pada kenyataannya kami adalah para pengusaha, walaupun rata-rata dari kami masih baru memulai usaha.

Kami paham dengan keterbatasan kami. Kepahaman itu berkat seringnya kami melakukan evaluasi penyebab apa yang membuat klient sulit penerima penawaran yang kami bikin.

Kami sepakat usia memang masuh menjadi masalah di negara ini, masih banyak orang yang percaya terhadap penampilan, terhadap apa yang dilihatnya daripada melihat hasil kerja.

Untuk itu kami pun mencari akal bagaimana agar penampilan kami bisa membuat calon mitra percaya pada kami di pertemuan pertama.

Berdasarkan saran seorang senior kami diminta untuk berlatih golf. Pada awalnya kami tercengang cengang bukan karena kami gak mau belajar golf tapi kareana merasa kalo golf itu olah raga yang prestige banget, yang ekslusive banget.

Kami merasa kalo golf itu adalah olah raga orang kaya, lah kok kami yang pemula ini malah disuruh berlatih golf, kan aneh banget.

Senior itu tertawa, beliau bilang justru karena golf itu sudah popular dengan olah raganya orang kaya maka saat itulah justru yang di pake buat mendongkrak penampilan kami yang pemula.

Beliau bertanya lagi pada kami apakah ada diantara kami yang pernah datang ke lapangan golf, bukan untuk main tapi hanya sekadar duduk dan melihat situasinya. Serentak kami semua menggelengkan kepala sambil berkata, kalo kami bisa minder nanti jika datang ke lapangan golf tempat mainnya orang kaya.

Senyum melebar di mulut beliau, beliau bilang ke kami kalo pendapat seperti itupulalah yang ada di benak banyak orang terhadap lapangan golf. Banyak orang dan bukan hanya kami saja yang merasa minder untuk sekedar datang dan nongkrong dilapangan golf karena bukan merasa orang kaya, banyak orang termasuk kami menganggap lapangan golf itu hanya buat orang kaya dan lapangan golf itu tempat berkumpulnya orang kaya.

Pikiran itu yang bikin banyak orang minder untuk datang ke lapangan golf, nah pikiran yang seperti itulah yang harus kita pake untuk meningkatkan performance diri.

Dengan berada di lapangan golf maka otomatis kita dianggap bisa bermain golf, olah raganya orang kaya dengan begitu kita dianggap orang kaya juga karena nongkrong di lapangan golf apalagi jika bener-bener bisa main golf.

Senior itu bertanya lagi ke kami, bagaimana jika kalian diundang untuk bertemu seseorang dilapangan golf, apa yang ada dalam pikiran kalian atau apa yang kalian rasakan ketika menerima undangan tersebut.

Kami terdiam lalu menjawab dengan ragu, kami bilang kalo ada yang mengundang kami untuk bertemu dilapangan golf karena yang mengundang sedang main golf pasti kami berasumsi kalo yang mengundang itu orang kaya, sebab olahraganya saja golf.

Senyum senior kami semakin lebar, beliau lantas berkata pada kami kalo itupun akan terjadi kalo kami mengundang orang untuk bertemu kami di lapangan golf, orang yang kami undang pasti juga berasumsi kalo yang mengajaknya bertemu pasti orang kaya.

Serentak kami tertawa terbahak-bahak, menertawai pola pikir kami. Kami sadar jika pola pikir kami adalah pola pikir orang kebanyakan, apa yang kami pikir biasanya dipikirkan juga oleh orang kebanyakan.

Oleh senior itu kami diajari untuk menggunakan pola pikir orang kebanyakan sebagai senjata untuk melakukan pembenahan diri.

Cerita berlanjut, kami pun lantas datang ke lapangan golf beramai-ramai karena memang lom berani datang sendiri-sendiri.

Sampai disana rupanya lapangan golf gak seseram bayangan kami, dengan berbekal stick golf pinjaman kami mendaftar di recepsionis dan kami menemukan kejutan lain disitu yang bikin tingkat kepercayaan diri kami meningkat.

Disana kami menemukan kenyataan bahwa ada bagian dari permainan golf yang bisa dilakukan bersama-sama sehingga kami saat mendaftar bisa patungan (walaupun ternyata biayanya juga nggak mahal-mahal banget) hehehe…

Ternyata banyak juga fasilitas yang disiapkan oleh pengelola lapangan golf buat tamu yang ingin main disitu, seperti diskon 50% buat mahasiswa, hahaha….

Dengan melihat kenyataan ini kami semakin yakin untuk mengundang klient untuk bertemu kami di lapangan golf, setelah kami datang dan mencobanya sendiri memang ternyata bener-bener tampak wah buat orang-orang yang gak tau saja.

Dengan penampilan yang baik membuat tingkat kepercayaan klient pada kami pada pandangan pertamanya meningkat, selanjutnya adalah tergantung kami untuk melanjutkan dengan follow up dan service yang baik.

Gimana?